Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1457 - Tiga Hadiah Perpisahan

Share

Bab 1457 - Tiga Hadiah Perpisahan

Author: Rianoir
last update Last Updated: 2025-05-30 20:21:08
Ryan, yang tadinya tersenyum, tiba-tiba mengubah ekspresinya.

Kesedihan melingkupi wajahnya. Ia tidak menyangka akan berpisah dengan guru lain secepat ini lagi.

Selama kurun waktu ini, ia sudah lama terbiasa dengan keberadaan Lin Qingxun.

Selain itu, sebagai praktisi Dao Medis, ia secara alami merasa lebih dekat dengan Lin Qingxun.

Matanya memerah. Dia sudah muak dengan perpisahan seperti ini!

"Mengapa Guru tidak bisa menemaniku selamanya?" tanya Ryan dengan suara bergetar.

Lin Qingxun m
Rianoir

Malam Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Terima Kasih Kak Pengunjung5804, Kak Eny Rahayu, Kak Sendy Zen, Kak Lola Ayu, Kak Patricia Inge, Kak Recky Roger, Kak Elly Mawar, Kak Afrizal, dan Kak Supriyatno atas hadiah Koinnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima Kasih Kak Ricky Wenas atas hadiah Mahkotanya (⁠≧⁠▽⁠≦⁠) Terima Kasih juga kepada para pembaca yang telah mendukung novel ini dengan Gem (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) karena jumlah koin sudah tercapai, maka malam ini akan rilis bab Bonus Hadiah (⁠≧⁠▽⁠≦⁠) Bab ini akan rilis di atas jam 8an WIB. Selamat membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆ Bab Bonus: 3/3 Bab Reguler: 2/2 Bab Bonus Hadiah: 0/1

| 84
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Anchou Mallawa
nih ini baru bab yg mantap. puas bacanya. gak kyak sebelumnya baru scroll eh dah selesai . kita kan bayar buat buka bab nya jadi jgn seperti yg sebelumnya terlalu pendek
goodnovel comment avatar
Manohara
Mantap torr.. gass...........
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3064 - Harga yang Harus Dibayar (II)

    "Hentikan!"Suara Pritha Zest meninggi, namun di balik amarah itu tersimpan sesuatu yang lebih jujur dari kemarahan.Kepanikan.Ia tidak pernah menyangka Ryan akan bisa bergerak melawan tekanannya. Itu sudah di luar kalkulasinya. Yang tersisa baginya hanyalah teriakan yang ia lemparkan bagai orang yang sudah kehabisan senjata."Dia sesama murid sepertimu! Apakah kau tidak punya hati nurani?!"DESSS!Eren Carster melepaskan auranya.Aura Ketua Sekte Moon Flower turun bagai langit yang tiba-tiba merendah. Bukan ledakan, bukan badai, melainkan sesuatu yang jauh lebih mengerikan dari itu. Sebuah tekanan yang tenang, merata, dan tak terbendung bagai samudra yang memutuskan untuk menelan segalanya tanpa terburu-buru.Bahkan udara di halaman itu terasa berubah, lebih berat, lebih padat, seolah setiap molekulnya memutuskan untuk berpihak pada pemilik aura tersebut.Ryan berhenti setengah langkah.Seluruh tubuhnya bergemuruh dengan perlawanan yang menguras segalanya. Namun ia memalingkan w

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3063 - Harga yang Harus Dibayar

    Pada saat itu, pintu aula utama terbuka.KRIIIET!Yang pertama keluar bukan suara, bukan perintah, melainkan sosok yang bergerak bagai arus air yang tidak bisa ditahan. Anggun. Cepat. Dan dalam sekejap, Jessica Neuro sudah berdiri tepat di antara Ryan dan ruang terbuka di hadapannya, auranya memancar membentuk tembok tak kasat mata yang membelah halaman itu menjadi dua sisi.Protektif. Tanpa ragu."BERANI SEKALI KAU!"BOOOM!Raungan amarah itu disertai gelombang aura yang meledak keluar bagai tsunami yang tidak mengenal belas kasihan, menghantam ke arah Ryan dari belakang sosok Jessica Neuro dengan kekuatan yang membuat udara bergetar dan batu-batu kecil di lantai halaman terlempar berhamburan!Ekspresi Ryan berubah. Aura itu saja sudah cukup untuk meremukkan seorang ahli Ranah Dao Integration biasa tanpa perlu satu pun serangan nyata.Jessica Neuro mendengus dingin.WUSHHH!

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3062 - Unggul

    "Oh? Begitukah?"Ekspresi Jessica Neuro berubah. Kehangatannya padam seperti lilin yang ditiup, digantikan oleh kedinginan yang halus namun tajam bagai mata pedang yang baru diasah."Kalau begitu, bagaimana menurutmu kultivator Immortal Ascension yang kubawa ini dibandingkan dengan junior kebanggaanmu, Ferral Zest?"Ia tidak memberi Pritha Zest kesempatan untuk menjawab."Ferral Zest bahkan tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menyelesaikan misi itu. Atau jangan-jangan kau takut kultivator Immortal Ascension ini akan jauh melampauinya?" Sudut bibirnya terangkat tipis, mengandung senyum yang lebih menusuk dari hinaan terbuka mana pun. "Ah, aku hampir lupa." "Mereka memang sudah melampauinya. Dalam ujian terakhir, Ferral Zest kalah dari seorang kultivator Immortal Ascension.""Jessica Neuro!" Pritha Zest meledak. Wajah montoknya memerah padam hingga ke telinga, amarahnya mendidih tak tertahankan. "Apa maksu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3061 - Esensi Tinju 

    Di tengah keheningan yang tiba-tiba menggantung berat, Ryan tersenyum. "Karena sampah ini datang mencari urusannya sendiri, biar aku yang membereskannya." Ia menoleh sekilas ke arah Xavier Dragvine, matanya mengandung sesuatu yang ringan namun bermakna dalam. "Xavier, kita lanjutkan percakapan kita sambil melihat ini dari dekat." Senyumnya melebar sedikit. "Ini adalah esensi tinjuku." Kata-kata itu meluncur tenang bagai seseorang yang menawarkan untuk menunjukkan trik sulap sederhana. Namun detik berikutnya, seluruh udara di sekitar Ryan berubah. Ekspresinya padam. Bukan perlahan. Seketika, seperti nyala lilin yang ditiup oleh angin yang tidak terlihat. Yang tersisa di wajahnya hanyalah kedinginan yang dalam dan membeku, bagai permukaan danau di puncak musim dingin yang paling ganas. Ia memelototi Ferral Zest. Dan niat membunuh yang sesungguhnya meledak keluar dari tubuhnya bagai gelombang tsunami yang tidak memberi peringatan! ROAAARRR! Bayangan serigala raksasa mendesin

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3060 - Toleransi yang Menipis (II)

    Ryan tidak menoleh. Ia melangkah dengan tenang, matanya lurus ke depan tanpa sedikit pun rasa terganggu. Di benaknya hanya ada satu tujuan. Bertemu dengan guru Jessica Neuro. Mendapatkan Tablet Reinkarnasi. Tidak ada urusan lain yang cukup penting untuk mengalihkannya dari itu. Badut di belakangnya? Tidak relevan. Satu per satu, percik harapan di mata Xavier Dragvine padam. 'Apakah ini wajah aslinya?' Senyum pahit mengembang tipis di bibirnya. 'Orang seperti ini... apakah benar-benar layak kusebut rival?' Xavier Dragvine mendengus pelan dan berbalik ke arah yang berlawanan. Ia tidak lagi tertarik dengan pertunjukan murahan ini. "Hei! Siapa yang mengizinkanmu pergi?!" Teriakan Ferral Zest membelah udara, tajam dan penuh amarah yang tidak bisa ditahan. Ia tidak berniat berhenti sampai di sini. Kultivator Ranah Dao Integration yang ikut bersama Ryan? Terlalu berbahaya untuk disentuh sembarangan. Tapi sampah Primordial Chaos tingkat pertama ini? Ini kesempatan yang tidak akan i

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3059 - Toleransi yang Menipis

    "Jadi kalian dua kultivator Immortal Ascension yang dibawa Tetua Jessica Neuro ke sini?"Ferral Zest mendekat dengan langkah yang tidak terburu-buru, seolah setiap langkahnya adalah pernyataan bahwa ia tidak perlu terburu-buru untuk siapa pun.Ryan melirik jubah hitam yang dikenakan keduanya, lalu sedikit mengerutkan kening."Benar." Ia menjawab dengan tenang. "Apakah kalian berdua murid sekte pelataran dalam? Boleh saya tahu nama kalian?"Sejak langkah pertama mereka mendekat, Ryan sudah bisa membaca udara di sekitar keduanya. Mereka tidak datang untuk menyambut."Hahaha!"Tawa Ferral Zest pecah keras, mengandung ejekan yang tidak repot-repot disembunyikan."Primordial Chaos tingkat pertama?" Matanya menyapu Ryan dari atas ke bawah, seperti seseorang yang menilai barang murah di pasar. "Jadi inilah yang disebut jenius dari kalangan kultivator Immortal Ascension?" "Bagaimana mungkin makhluk seperti ini lolos ma

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status