Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1830 - Dikhianati (II)

Share

Bab 1830 - Dikhianati (II)

Author: Rianoir
last update Petsa ng paglalathala: 2025-07-30 20:40:52
Beberapa detik kemudian, Master Alkimia Wilhem Bay menghela napas dan berkata, "Ling Yi, serahkan Ryan! Kalau tidak, akan ada pertempuran berdarah hari ini."

"Tidak ada gunanya kehilangan begitu banyak orang hanya karena satu orang!"

"Kita tidak punya peluang untuk menang dalam situasi saat ini," katanya perlahan.

"Kau! Aku akan mengingat apa yang baru saja kau katakan!" Master Alkimia Ling Yi sangat marah.

Master Alkimia Ling Yi melompat ke sisi Ryan. "Cepat pergi. Aku akan bertarung sampa
Rianoir

Malam Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) maaf othor baru selesai nulis bab karena kesibukan kantor. Terima Kasih Kak Chen Thomson, Kak Lola Ayu, Kak Eny Rahayu, Kak Pengunjung5804, Kak Herman Muhammadamin, Kak Patricia Inge, Kak Mulyajaya66, Kak PuAn, dan Kak Pengembara Senja Bayu atas hadiah Koinnya (⁠≧⁠▽⁠≦⁠) Terima Kasih Kak Sendy Zen atas hadiah Kopi dan Koinnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima Kasih juga kepada semua pembaca yang telah mendukung novel ini dengan Gem (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) Karena jumlah koin telah tercapai, maka akan ada bab bonus hadiah (⁠≧⁠▽⁠≦⁠) Ditunggu (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 74
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3452: Serahkan Padaku

    Di kerumunan, Cade Aurin berdiri dengan napas yang lebih longgar dari sebelumnya.Tekanan itu sudah dua kali lipat. Ryan sudah membuka celah. Pertahanannya sudah kendur. Tidak ada cara untuk membalik itu dalam dua atau tiga menit.Akhirnya.Tapi menit pertama berlalu tanpa tubuh Ryan roboh.Sepuluh detik. Dua puluh. Tiga puluh. Empat puluh. Cade menahan napas beberapa kali. Darah terus mengalir dari sekujur tubuh Ryan, kulitnya sudah tidak bisa disebut utuh lagi di banyak titik, dan auranya melemah perlahan seperti nyala api yang kehabisan kayu.Lima puluh detik. Enam puluh.Lalu di detik yang terasa seperti tidak mungkin ada lagi...Suara bergema di dalam kepala Ryan. Tenang dan penuh."Kau sudah berbuat cukup, anak muda. Sisanya serahkan padaku."Ryan tidak menjawab dengan kata-kata. Tapi di dalam sana, dia melepaskan.**Aura Ryan menghilang.Bukan melemah, bukan surut perlahan. Menghilang, seketika, seperti lilin yang padam oleh tiupan yang tidak terlihat. Semua orang yang mas

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3451: Di Tepi Jurang

    Di pojok lembah, Arden Scarlett berdiri dengan kedua lengan terlipat di depan dada.Rambutnya merah mencolok, wajahnya tertutup topeng berukir. Dari balik topeng itu matanya mengamati Ryan tanpa berkedip, tanpa berbicara.Dia satu-satunya orang di lembah ini yang pernah merasakan sendiri tekanan jiwa kelas merah dari dalam. Dia tahu rasanya, tahu persis bagaimana beban itu menghimpit meridian dari segala arah sekaligus, bagaimana napas terasa seperti menarik udara melalui kain basah.Apa yang Ryan tanggung sekarang jauh melampaui itu.Tangan kanannya yang tersembunyi di dalam lipatan lengan jubah perlahan mengepal. Ia tidak menyadarinya.**Di dalam tekanan itu, Ryan mengumpulkan setiap kesadaran yang masih tersisa.Darah merembes dari pori-pori kulitnya, bukan dari luka luar. Meridiannya sudah mulai tidak sanggup menampung arus energi yang dipaksanya terus mengalir. Tulang-tulangn

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3450: Jiwa Tujuh Warna

    "Ujian puncak legendaris itu terpicu." Ketua Aliansi mengangkat satu tangan ringan, seperti seseorang yang sedang menjelaskan sesuatu yang sudah ia ketahui jauh sebelum orang lain. "Bagaimana aku tidak datang?"Kian Theron mengalihkan pandangannya ke Ryan di bawah sana. Tangannya memegang pergelangan tangan sendiri erat, sebuah kebiasaan lama yang muncul ketika sesuatu yang ia saksikan melampaui apa yang sudah ia persiapkan secara mental. Dia sudah menduga ke arah ini sebelumnya, tapi mendengar konfirmasi langsung dari mulut Tuan Aliansi adalah hal yang berbeda sama sekali.Di depan Ryan, jiwa harimau itu terus berputar.Tujuh warna saling bergantian tanpa henti, tidak ada yang bertahan lebih lama dari yang lain. Cahaya yang keluar bukan lagi satu warna tunggal, melainkan ketujuhnya sekaligus, menyatu dan berpendar dalam satu titik seperti pelangi yang dipaksa masuk ke dalam bola sekepalan tangan.Lalu dari

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3449: Dari Ungu ke Merah

    Di atas tebing, Yuriel Leviathan menoleh ke arah Rindy dengan senyum dingin yang tidak berusaha disembunyikan."Lihat itu." Nada suaranya datar, seperti menyampaikan sesuatu yang sudah lama ia tahu. "Di depan Patung Seratus Binatang, tidak ada potensi yang bisa disembunyikan. Masih ada yang perlu kau pertahankan darinya?"Rindy tidak menjawab. Matanya tetap ke bawah, jari-jarinya mencengkeram tepi batu tanpa disadari.**Di dekat pinggir kerumunan, Cade Aurin menatap Ryan dari jauh. Senyum mengejek itu tergantung bebas di sudut bibirnya, tanpa sedikit pun upaya untuk menyamarkannya."Sudah kubilang." Suaranya terdengar jelas oleh yang berdiri di dekatnya. "Mulut terlalu besar, kemampuan terlalu kecil."Di tengah posisi bersila dan matanya yang setengah terpejam, Ryan mengerutkan alis tipis.'Divine God Beast Tamer, apa yang terjadi?!'Tidak ada jawaban langsung. Ada jeda yang terasa lebih panjang dari biasanya, sebelum suara itu akhirnya muncul dengan nada yang sama sekali tidak ter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3448: Kelas Ungu

    Seluruh lembah membeku.Tidak ada suara. Tidak ada gerakan. Bahkan para sesepuh yang sudah menghabiskan ratusan tahun di dunia kultivasi pun terdiam di tempat masing-masing.Kian Theron menatap Serena Carr. Tangannya yang sudah setengah terangkat perlahan turun kembali. Mulutnya membuka, lalu menutup lagi tanpa sepatah kata.Itu sudah cukup untuk menunjukkan apa yang ia rasakan.Serena Carr, kultivator Ranah Star Seed, baru saja mempertaruhkan nama besar dan seluruh sumber daya Klan Harimau Darah untuk seorang pemuda dengan konstitusi Primordial Chaos. Ini bukan keberanian. Ini berada di batas tipis antara percaya diri dan kegilaan.Di sudut-sudut kerumunan, kepala-kepala saling mendekat. Senyum kecil mulai mekar di sana-sini. Banyak dari mereka mengira tahu alasannya.Tapi bisik-bisik itu belum sempat tumbuh ketika suara Cade Aurin sudah memotong."Baiklah." Sudut matanya menyipit sebentar. "Aku ikut taruhan.""Aku ikut bertaruh.""Alton Vane juga."Satu per satu nama berdentang m

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3447: Klan Harimau Darah Menjaminnya

    Di bawah, keheningan yang sempat turun setelah kalimat Ryan hancur menjadi tawa.Bukan tawa kecil. Tawa yang meledak dari puluhan tenggorokan sekaligus, berguling menghantam dinding batu lembah dan memantul kembali berlipat ganda."Salah dengar aku tadi? Kelas tertinggi? Ujian jiwa kelas merah?""Sudah giliran pelawak rupanya! Ini pertunjukan komedi!""Hei, cukup menghibur juga. Lanjutkan!""Mau bertaruh?" seseorang tiba-tiba bersuara, lebih keras dan lebih tajam dari semua yang lain. Bukan tawa lagi. "Tapi apakah kau layak untuk membuat taruhan?"Tawa di sekitarnya teredam dalam sekejap.Ryan mengalihkan matanya ke sumber suara itu.Di antara kerumunan, seorang pemuda berdiri dengan postur yang menunjukkan kebiasaan diperhatikan dan diakui. Namanya Cade Aurin, genius Klan Unicorn Naga yang berhasil melewati ujian semi-oranye dengan dua garis darah berbeda dalam tubuhnya. Sesuatu ya

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1518 - Identitas Arthur Terbongkar

    Sudah lama sekali tubuhnya tidak menderita luka yang begitu parah, tetapi tombak ini berhasil melakukannya hari ini! Ryan mengabaikannya dan menatap Tombak Iblis Rhongomyniad yang ada di tangannya. Dia juga sangat terkejut. Dia tahu tombak ini kuat, tetapi tingkat kekuatan yang baru saja ditunju

    last updateHuling Na-update : 2026-03-27
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1554 -  Dipaksa Menyerahkan Tombak

    Tak jauh dari ayahnya, Richard Mouren mengepalkan tangannya erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih. Ini adalah pertama kalinya dia merasa reputasinya sebagai seorang jenius tak tertandingi terancam. Perspektifnya terhadap pemuda misterius ini telah berubah drastis. Hembusan angin dingin akh

    last updateHuling Na-update : 2026-03-27
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1579 - Li Qiye Turun Tangan 

    Orang tua berambut putih dan berwajah lebih muda dibanding lainnya itu memperhatikan pemandangan misterius itu dengan serius. Dia merenung sejenak sebelum berkata, "Kekuatan orang ini lebih tinggi dari kita? Tidak mungkin! Itu hanya kabut berwarna darah. Paling-paling, aku hanya akan menyingkirkan

    last updateHuling Na-update : 2026-03-27
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1580 - Keterkejutan Para Tetua 

    BOOM! Dalam ledakan cahaya yang menyilaukan, tangan raksasa milik tetua Klan Spirit Blood akhirnya hancur berkeping-keping seperti cermin pecah. "KAU!" Gemuruh kemarahan terdengar dari udara kosong. Belum sempat Ryan bernapas lega, suara Li Qiye kembali terdengar. Kali ini lebih keras, bergema ke

    last updateHuling Na-update : 2026-03-27
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status