INICIAR SESIÓNMalam Semua ( ╹▽╹ ) Terima Kasih Kak Lola Ayu, Kak Eny Rahayu, Kak Chen Thomson, Kak Azzam Jaya, Kak Pengunjung5804, dan Kak Pantura Plj1 atas hadiah Koinnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima Kasih Kak Sendy Zen atas hadiah Kopi dan Koinnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima Kasih juga Kakak-Kakak pembaca yang telah mendukung novel ini dengan Gem(◍•ᴗ•◍) Karena jumlah koin telah memenuhi target, maka akan ada bab bonus hadiah malam ini. selamat membaca (◠‿・)—☆
"Apa?!"Binatang buas raksasa itu memekik kaget.Keempat matanya membelalak, seolah baru saja melihat sesuatu yang mustahil.Tidak mungkin.Ini pasti hanya ilusi.Pasti karena tubuhnya sudah terlalu lelah setelah bertarung begitu lama.Namun ketika ia melihat niat membunuh yang menyelimuti Ryan mulai berubah menjadi sesuatu yang hampir nyata, seluruh tubuhnya langsung menegang.Niat membunuh itu tidak lagi sekadar aura.Ia memadat.Ia menyebar.Ia membentuk tekanan yang menguasai ruang di sekitar Ryan.Mata binatang buas itu menyipit tajam.Suaranya bergetar saat ia berseru, "Itu... kekuatan domain!"Ia menatap Ryan seperti sedang menatap monster."Bagaimana mungkin?!"Ryan hanyalah kultivator Ranah Dao Integration.Bagi kultivator pada tingkat itu, sekadar menyentuh jejak kekuatan hukum saja sudah sangat langka. Orang semacam itu pasti akan dianggap jenius di antara para jenius.Namun kekuatan domain?Itu sama sekali berbeda.Domain bukan sesuatu yang bisa dipahami oleh kultivator R
Ryan yang sejak tadi berjalan perlahan ke arah binatang buas itu tiba-tiba berhenti.Langkahnya terhenti begitu saja.Binatang buas itu terpaku sesaat ketika melihatnya.Lalu, secercah harapan muncul di keempat matanya.Apakah akhirnya manusia ini sudah mencapai batas?Setelah bertarung begitu lama, bahkan dirinya sendiri hampir tidak sanggup lagi mempertahankan napas. Tubuhnya penuh luka, energi spiritualnya kacau, dan kekuatannya sudah terkuras jauh lebih banyak dari yang ia bayangkan.Kalau seekor binatang kuno Ranah Star Seed sepertinya saja sudah mulai kelelahan, bagaimana mungkin Ryan bisa bertahan lebih lama?Pemuda itu hanya kultivator Ranah Dao Integration.Terlebih lagi, sepanjang pertarungan tadi, Ryan sudah berkali-kali menerima luka yang seharusnya cukup untuk membunuhnya.Namun kali ini, binatang buas itu tidak langsung menyerang.Ia sudah pernah dibuat lengah sebelumnya.Ia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.Binatang itu menarik napas dalam-dalam, lalu menenan
Binatang buas itu terengah-engah.Dada lebarnya naik turun dengan berat, dan napas panas menyembur dari lubang hidungnya seperti asap. Serangan cahaya kelabu barusan jelas menguras banyak tenaga, bahkan bagi makhluk kuno sekuat dirinya.Namun ia tidak berhenti.Tidak mungkin berhenti.Selama Ryan masih bergerak, selama manusia itu belum benar-benar mati, kegelisahan di dalam hatinya tidak akan hilang.Tubuh raksasanya kembali melangkah maju.Boom!Setiap pijakan membuat tanah domain berguncang. Retakan menyebar di permukaan kelabu yang tandus, sementara kabut iblis di sekitarnya berputar semakin liar.Binatang itu mendekati Ryan, lalu mengayunkan cakarnya tanpa jeda.Satu sabetan.Dua sabetan.Tiga sabetan.Setiap serangan membawa gemuruh angin yang merobek udara. Bayangan cakar memenuhi pandangan, seolah ingin mencincang tubuh Ryan sampai tidak ada bagian utuh yang tersisa.Di sisi lain, keadaan Ryan jauh dari baik.Cahaya kelabu tadi menghantam tubuhnya secara telak. Tubuh yang b
Niat membunuh yang meledak dari tubuh Ryan langsung membanjiri seluruh domain.Tekanan itu menyapu ke segala arah seperti banjir besar yang menelan semua yang dilewatinya. Kabut iblis di dalam domain bergolak liar, seolah dipaksa tunduk oleh kekuatan yang tidak seharusnya ada di tempat ini.Binatang buas itu langsung menyadari ada yang salah.Wilayah ini adalah domainnya.Di dalam domain ini, ia seharusnya menjadi penguasa mutlak. Setiap jengkal ruang, setiap gumpal hawa iblis, bahkan tekanan yang menghimpit tubuh Ryan, semuanya seharusnya berada di bawah kendalinya.Namun sekarang, cengkeraman itu mulai longgar.Niat membunuh Ryan sedang mengganggu kendalinya atas domain.Bukan sekadar menahan.Bukan sekadar melawan tekanan.Niat membunuh itu benar-benar melemahkan hubungan binatang itu dengan domainnya sendiri.Keempat mata binatang buas itu membelalak.Bagaimana
Pria tua itu menyipitkan mata ketika melihat tubuh Ryan mulai pulih. Vitalitas macam apa itu? Tubuh yang tadi seharusnya sudah berada di ambang kehancuran masih memancarkan Energi Kehidupan yang begitu ganas. Darahnya kembali mengalir ke tubuhnya, luka-lukanya menutup, dan napasnya yang semula hampir putus perlahan menjadi stabil lagi. Itu bukan ketahanan biasa. Bahkan kultivator penempa tubuh yang telah mengasah raganya selama puluhan tahun belum tentu memiliki Energi Kehidupan sekuat ini. Namun pria tua itu tidak terlihat gelisah. Sebaliknya, sudut bibirnya justru terangkat. Ia tertawa pelan. Bukan tawa mengejek, melainkan tawa seseorang yang mulai benar-benar tertarik. Sejak awal, penilaiannya ternyata tidak salah. Pemuda bernama Ryan ini memang menarik. Sangat menarik. "Mati, bedebah!" Ryan meraung. Niat membunuh meledak dari tubuhnya. Hawa dingin yang menyertainya menyapu seluruh domain, begitu pekat hingga terasa seperti bisa dilihat oleh mata telanjang. Binatang
Teknik Pedang Pemenggal Langit bukan teknik yang diciptakan untuk mundur. Ia bukan teknik untuk menghindar. Ia lahir untuk satu tujuan. Membelah apa pun yang berdiri di depan. Prinsipnya sangat sederhana, tetapi juga sangat angkuh. Selama ada sesuatu yang menghalangi jalan, maka tebas sampai terbelah. Tidak peduli itu gunung, langit, domain, atau binatang kuno penjaga Tablet Reinkarnasi. Mata Ryan menyala oleh niat membunuh. Ia menolak percaya bahwa dirinya bahkan tidak sanggup menghadapi seekor binatang penjaga. Kalau pada tahap ini saja ia mundur, bagaimana mungkin ia bisa menaklukkan Tablet Reinkarnasi? Bagaimana mungkin ia bisa menyelamatkan orang-orang yang menunggunya di luar sana? 'Kalau aku menghindar sekarang, aku tidak akan pernah benar-benar memahami teknik ini.' Genggaman Ryan pada Pedang Feralrot semakin kuat. Bilah hitam itu bergetar hebat di tangannya, seolah ikut merasakan tekad yang sedang mendidih di dalam darahnya. Detik berikutnya, Pedang Feralrot me
Eleanor Jorge masih tampak khawatir. Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam benaknya. Dari mana kekuatan bela diri Ryan berasal? Ke mana dia menghilang selama lima tahun? Apa ramuan ajaib yang digunakannya? Untuk pertama kalinya, ia merasa putranya tampak sedikit asing. Ryan yang sekarang sanga
"Ayah, Ibu... aku akan membawa kalian pergi dari sini sekarang juga!" tekad membara terpancar dari mata Ryan. Ia sadar efek jimat Peter Carter akan segera habis. Saat itu terjadi, ia tidak hanya akan menerima rasa sakit luar biasa, tapi juga kehilangan sebagian besar kekuatan bertarungnya. Untu
Namun Ryan belum puas sampai di situ. Sehari telah berlalu. Theodore Crypt mengerutkan kening menatap Ryan yang masih bertahan. "Anak ini masih bersikeras juga rupanya," gumamnya. "Tidak mudah bagi kultivator ranah Golden Core bertahan lebih dari sehari di sini. Sepertinya aku benar-benar meremehk
Ryan mengacungkan tinjunya tanpa berkata apa-apa. "Nol persen?" tanya Eleanor Jorge kecewa. "Salah, Bu. Karena aku berani menantangnya, aku yakin bisa membunuh Lucas Ravenclaw besok," jawab Ryan mantap. "Lihat saja besok, Bu. Setelah pertarungan selesai, kita akan berkumpul lagi dengan Ayah. Seku







