Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 206 - Menyelamatkan Rindy

Share

Bab 206 - Menyelamatkan Rindy

Author: Rianoir
last update publish date: 2024-11-04 12:45:51
Mike kembali menatap Ryan dengan mata melotot. "Lepaskan kakak seniorku dan berlutut di depanku! Cepat!"

"Kau ingin aku berlutut?" Suara Ryan terdengar geli, seolah baru mendengar lelucon yang sangat lucu. "Kau yakin?"

Belum sempat Mike West membalas, Ryan telah bergerak.

Dalam sekejap mata, tangannya mencengkeram leher praktisi bela diri Keluarga West yang tersisa.

KRAK!

Suara tulang patah bergema di udara sebelum tubuh tak bernyawa itu terjatuh ke tanah.

Niat membunuh yang dingin mengu
Rianoir

Terima Kasih Kak Sofyan, Kak Jhonny, Kak Rubei', Kak Aiyub, Kak Kalin, dan Kak Arga atas dukungan Gem-nya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Dengan ini, telah terkumpul 10 Gem, yang artinya ada 2 Bab bonus hari ini (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Akumulasi Gem Bab Bonus: 04-11-2024 (siang): 0 Gem (reset) Bab Bonus Gem Hari ini: 0/2 Bab Bab Reguler: 2/2 Bab (komplit) Selamat Membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 39
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Rianoir
wkwkwkwk (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠)
goodnovel comment avatar
Dian 17
Tim Ryan-Adel... Kalau sampai endingnya sama Rindy, fix bakalan nangis 40 hari 40 malam.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3489: Masih Hidup

    Suara itu terdengar seperti orang yang menahan tangis terlalu lama.Selvia Windson berlari dari arah yang berlawanan, rambutnya berantakan, jubahnya masih berbekas dari kondisi ketika Ryan menemukannya di dalam sangkar tadi. Dia sudah menunggu di tempat persembunyian yang Ryan siapkan. Tapi terlalu lama tanpa kabar.Ledakan-ledakan itu terasa bahkan menembus formasi pelindung yang Ryan pasang dengan susah payah, sampai batu tempatnya bersandar bergetar berulang kali. Selvia tidak bisa lagi diam.Dia tidak tahu situasinya secara jelas. Tapi ia tahu, diam di tempat sementara Ryan ada di sana sendirian adalah sesuatu yang tubuhnya menolak untuk lakukan.Di dasar lubang, kepala Ryan terangkat.Ia melihat Selvia yang berlari panik di kejauhan.Dan ia tersenyum.Bukan senyum yang tertekan. Bukan senyum yang dipaksakan. Melainkan senyum yang muncul dari seseorang yang baru mendapat kabar yang sudah lama ia tunggu.Korvan melihat senyum itu dan rahangnya mengencang. Tidak suka melihat ma

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3488: Tiga Telapak

    Tebasan Ryan mengguncang domain itu.Korvan merasakan getaran itu menjalar ke seluruh telapak tangannya yang menerima serangan. Bukan guncangan ringan. Getaran itu cukup untuk membuat lapisan dasar domainnya berderit selama setengah detik.Ini seharusnya tidak mungkin. Kultivator Creation biasa tidak akan mampu membuat domain miliknya bergetar sama sekali. Tapi domain ini memang tidak stabil sejak awal, dan manusia di depannya bukan kultivator Creation.Tapi perbedaan dua ranah tetaplah dua ranah. Getaran sesaat tidak akan mengubah hasil akhirnya.Telapak tangan merah darah yang menutupi seluruh langit di dalam domain itu tidak hancur. Ia hanya goyah sebentar sebelum kembali menekan ke bawah dengan kekuatan yang tidak berkurang.Ryan melihat telapak raksasa itu mendekat dan ia tidak mengelak sama sekali.Seluruh kapasitas fisik tubuhnya yang sudah ditempa melampaui batas normal reaktif sepe

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3487: Domain yang Tidak Sempurna

    Korvan Greyne mengapung di atas bukit, matanya terpejam. Dari formasi darah di bawah kakinya, pancaran cahaya merah tua memancar ke seluruh langit alam rahasia itu, memanggil arus-arus darah dan roh dari ratusan binatang buas yang tersebar di mana-mana. Mereka tidak mati langsung. Kekuatan mereka diisap perlahan, mengalir ke dalam tubuh Korvan seperti ratusan sungai kecil yang bermuara ke satu waduk.Kultivasinya naik. Meridiannya yang tadi retak mulai menutup dari dalam.Kemudian sebuah bayangan melesat di tepi pandangannya.Korvan membuka mata.Ryan berdiri di sisi bukit itu, tatapannya langsung mengunci Korvan tanpa basa-basi.Korvan tersenyum. Senyum yang untuk pertama kalinya hari ini tidak mengandung ketegangan di baliknya. "Bagus. Aku tidak perlu repot-repot mencarimu lagi."Formasi di bawah kakinya tiba-tiba meredup, berhenti menyerap.Ryan merasakan aura yang mengepul dari Korvan da

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3486: Pesan Naga Darah

    Binatang-binatang buas di alam rahasia ini. Semua ini bermula darinya. Korvan Greyne berdiri di atas formasi darah merah di puncak bukit itu, menatap langit merah tua di atasnya. Selama ratusan tahun tersegel di sini, tubuh dan kultivasinya terkikis oleh kekuatan segel yang menekan setiap sel dalam tubuhnya. Tapi kekuatan yang terlepas dari tubuhnya itu tidak menghilang. Ia mengendap di alam rahasia ini, meresap ke tanah, ke udara, ke makhluk-makhluk yang tumbuh di dalamnya. Binatang-binatang buas di sini adalah hasil dari darah dan kultivasinya yang bocor selama ratusan tahun. Dengan formasi ini, ia bisa mengambilnya kembali. Formasi ini sudah ia siapkan jauh sebelum situasinya memburuk. Ditanam langsung ke dalam batu bukit selama bertahun-tahun, menunggu saat yang tepat. Masalahnya, jiwa binatang-binatang itu masih dalam kondisi mengamuk. Menyerap dalam kondisi seperti itu tidak efisien. Ia hanya bisa menerima sebagian kecil, dan bahkan sebagian yang diserap mungkin

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3485: Segel Darah Terlarang

    Pedang itu bergerak. Sebelum pikirannya sempat menyusul, naluri Korvan sudah memilih. "Hentikan dia! Halangi dia!" Suaranya keluar lebih keras dari yang sebelumnya terdengar darinya. Lalu seluruh tubuhnya meledak dalam kabut abu-abu yang bergerak mundur ke arah sebaliknya. Ia kabur. Dua bawahannya saling pandang sejenak. Luka di tubuh mereka masih menganga. Kekuatan yang Ryan perlihatkan sudah lebih dari cukup untuk membuat insting bertahan hidup yang tersisa dalam diri mereka berteriak. Tapi mereka ragu terlalu lama untuk bertindak. Korvan, yang sudah berlari, menoleh ke belakang dan melihat mereka tidak bergerak. Ekspresinya berubah. Bukan marah. Bibirnya menyempit menjadi garis tipis, dan matanya datar seperti permukaan batu yang sudah lama tidak tersentuh cahaya. Matanya bersinar merah sebentar. "Segel Darah Terlarang." Tiga kata itu diucapkan dengan nada yang hampir terdengar menyesal. Hampir. AAAARGH!! Dua teriakan meledak bersamaan dari mulut kedua bawahannya. Mer

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3484: Takut

    Korvan Greyne berdiri di tempatnya selama dua detik penuh.Luka di dadanya yang dihasilkan dari tumbukan tadi masih berdenyut. Tangan kanannya mengepal di udara, jari-jarinya belum sepenuhnya turun dari posisi serangan. Dan di hadapannya, pemuda puncak Primordial Chaos itu berdiri dengan jubah berlumuran darahnya sendiri, tapi posisi tubuhnya stabil.Apakah fisik anak ini benar-benar lebih keras dari ras mereka?Logika yang sudah ia bangun selama ratusan tahun tentang superioritas ras mereka atas manusia mulai retak di tepinya. Manusia seharusnya rapuh. Satu pukulan dari anggota rasnya yang bahkan sudah melemah seharusnya sudah lebih dari cukup. Ia sudah menyaksikan itu ribuan kali. Ini tidak masuk akal sama sekali.Tapi Ryan tidak memberinya waktu untuk mencari jawaban."Teknik Pedang Es!"Pedang Iblis Darah bergerak, dan sinar pedang emas meledak keluar bersama semburan energi es yang men

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 87 - Adel Dalam Bahaya

    Ryan ingin jawaban untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, jadi dia terus bertanya, "Mengapa dia ingin memusnahkan Keluarga Pendragon selama perjamuan di Paviliun Riverside? Apakah itu benar-benar karena ayahku telah menyinggung perasaannya?" Matanya menatap tajam ke arah James York, seolah berus

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 147 - Negosiasi

    Ryan menarik tangannya. Dia menatap Patrick dan bertanya, "Kamu kenal Lindsay? Apakah dia memintamu untuk menggawasiku?" Nada suara Ryan tenang, namun ada ketajaman tersembunyi di dalamnya. Jika Lindsay benar-benar mengirim orang ini untuk memata-matainya, maka bukan saja Patrick yang akan mender

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 113 - Takdir

    Ryan menatap medali itu cukup lama sebelum akhirnya mengembalikannya kepada Lancelot. "Kamu memesan ini secara khusus, kan? Kenapa kamu menempelkan wajahku di situ?" Lancelot menggelengkan kepalanya dengan cepat, ekspresinya serius. "Ketua Guild, ini salah paham. Benda ini punya sejarah yang sudah

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 68 - Kegaduhan di Warung Makan (II)

    Bibi Sandra hendak membujuk Ryan untuk berhenti tetapi dihentikan oleh Paman Wong. Dengan suara pelan dan gemetar, Paman Wong berkata, "Apa yang bisa kamu, seorang wanita, lakukan? Biarkan pemuda itu membereskan kekacauan yang dibuatnya. Jangan mencoba memperbaiki sesuatu yang tidak bisa kamu laku

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status