ログインMalam Semua ( ╹▽╹ ) maaf terlambat rilis karena baru selesai nulisnya. Terima Kasih Kak Lola Ayu, Kak Alberth Abraham Parinussa, Kak Smiley Drago, dan Kak Patricia Inge atas hadiah Koinnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima kasih Kakak-Kakak Pembaca atas dukungan Gem-nya (◍•ᴗ•◍) Selamat beristirahat (◠‿・)—☆
Tubuh Kraig menghantam tanah dengan bantingan keras yang mengangkat debu ke segala arah.Tapi dia tidak langsung roboh. Kedua tangannya menopang tubuh di atas tanah yang retak, napasnya tersengal berat dan tidak teratur. Darah menetes dari sudut bibirnya, jatuh satu per satu ke debu di bawahnya, meninggalkan noda gelap di tanah yang sudah pecah-pecah. Tulang rusuknya bergeser, dan setiap kali dia menarik napas, rasanya seperti ada bara yang ditekan ke dalam rongga dadanya dari dalam.Itu baru satu tendangan.Satu tendangan tanpa teknik apa pun.Kerumunan anggota Keluarga Blazesky terdiam sepenuhnya. Mulut yang tadi penuh sorak sorai kini terkatup rapat. Beberapa detik berlalu tanpa seorang pun yang berani bersuara.Yang paling memukul bukan sekadar kenyataan bahwa Ryan kuat.Yang benar-benar menyakitkan adalah fakta bahwa Kraig ditendang saat Jurus Langit Runtuh masih aktif penuh dalam tubuhnya, di k
Cahaya merah darah menyembur dari seluruh tubuh Kraig sekaligus, tiba-tiba dan tanpa peringatan, seperti lahar yang akhirnya membobol kawah yang terlalu lama ditahan.Bukan seperti sebelumnya yang terkendali dan terarah. Ini berbeda. Warnanya lebih pekat, batas di pinggirnya berdenyut tidak teratur, dan hawa yang menyebar darinya membuat beberapa anggota klan di barisan depan refleks mundur tiga langkah.Matanya berubah merah penuh. Tidak ada lagi bagian putihnya.Auranya melonjak drastis, melampaui batas Dao Integration tingkat sembilan, mendekati ambang yang sulit diukur secara normal.Keempat kontestan generasi muda berubah wajah seketika."Itu..." Salah seorang menarik napas tajam. "Jurus Langit Runtuh!"Yang lain menggertakkan gigi. "Kraig benar-benar menggunakannya."Jurus Langit Runtuh adalah teknik warisan yang hanya bisa diaktifkan oleh garis darah paling murni dalam Keluarga Blazesky, dengan cara memb
BOOOM!Kepalan Kraig menghantam dada Ryan dengan ledakan yang bergema ke seluruh perkampungan. Suaranya terdengar sampai ke ujung-ujung kawasan yang biasanya sunyi.Bukan suara tumpul seperti memukul batu. Lebih seperti dua kekuatan besar bertemu di satu titik dan bumi ikut merasakannya. Retakan menjalar dari titik tumbukan, menyebar ke tanah di bawah kaki Kraig seperti jaring yang melebar ke segala arah, tidak berhenti sebelum mencapai tiga meter di sekelilingnya.Ryan terpental ke belakang.Tubuhnya melesat deras, membelah udara seperti batu yang dilontarkan dari busur, sebelum menghantam dinding batu raksasa di ujung lapangan.KRAAAKK!Seluruh permukaan batu retak dan pecah seperti kaca yang dipukul palu godam. Debu dan serpihan batu beterbangan. Gunung kecil di belakang perkampungan berguncang, beberapa bongkahan longsor dari tepiannya.Kerumunan anggota Keluarga Blazesky membeku selama dua detik penuh. Tidak ada yang bersuara.Lalu pecahlah sorak sorai yang menggelegar."KRAIG!
Kraig bangkit berdiri dengan tawa yang nyaris terdengar seperti raungan.Bahunya berputar. Tulang-tulangnya berbunyi keras, satu per satu. Langkahnya berat saat ia melangkah maju, dan kerumunan anggota klan secara naluriah mundur ke pinggir, membuka ruang lebar di antara mereka berdua.Kraig berdiri tepat di hadapan Ryan. Jarak mereka tidak lebih dari dua langkah. Tatapannya menyapu dari kepala ke kaki dengan penuh penghinaan, seperti orang yang sedang menilai barang yang tidak layak beli."Orang luar, tidak perlu takut. Kau tamu keluarga kami, jadi aku tidak akan membunuhmu."Ryan menatap balik dengan tenang. "Kebetulan. Senior Rodick juga memintaku hal yang sama. Jadi aku pun tidak akan membunuhmu."Kraig terdiam dua detik penuh.Urat-urat di dahinya mulai tampak."Kau..." Suaranya turun menjadi rendah dan berbahaya. "Berani sekali. Kuakui keberanianmu itu." Jarinya mengepal di sisi tubuh. "Tapi ada hal-hal yang tidak bisa diucapkan sembarangan. Kata-kata itu mungkin tidak bera
Keempat pemuda di belakang Rodick bergerak hampir bersamaan.Mereka berlutut. Kepala menunduk, lutut menyentuh tanah dengan gerakan yang seragam dan terlatih."Kepala Keluarga, mohon redakan amarah." Suara mereka satu. "Kraig memang selalu bertindak tanpa berpikir panjang sejak kecil, tapi hatinya tulus untuk keluarga. Kasihanilah nyawanya."Keempat orang ini adalah bibit terbaik generasi muda Keluarga Blazesky. Mereka sering bersaing satu sama lain di dalam latihan, tapi saat menyangkut kehormatan keluarga, mereka tidak pernah terpecah.Dan kenyataannya, tidak ada yang bisa meragukan kekuatan Kraig Blazesky.Di antara seluruh generasi muda keluarga ini, Kraig hanya setingkat di bawah kontestan peringkat empat. Ada yang percaya dalam kondisi terbaiknya, dia bisa melampaui posisi itu. Darah leluhur kuno mengalir dalam tubuhnya dengan kadar yang tidak biasa, membuat setiap pukulannya mengandung kekuat
BRAK! BRAK!Dua orang yang tadi berbisik-bisik itu terpelanting ke kiri dan ke kanan secara bersamaan.Bukan karena serangan. Seseorang melintas di antara mereka dengan langkah yang tidak berubah kecepatan sedikit pun, dan badan orang itu saja sudah cukup untuk menyapu dua anggota keluarga itu ke tanah.Keduanya bangkit, amarah sudah naik ke wajah mereka.Tapi begitu melihat siapa yang melintas, amarah itu padam dalam satu detik."Oh... Kraig." Yang satu menggosok lengannya yang tadi terbentur. "Maaf, kami tidak sengaja menghalangi jalan."Kraig Blazesky tidak menoleh ke arah mereka. Matanya sudah menemukan punggung Ryan di kejauhan dan tidak lepas dari sana.Usianya tidak jauh dari dua puluhan, dengan rahang yang keras dan mata yang selalu terlihat seperti sedang menilai sesuatu untuk kemudian memutuskan tidak ada yang layak. Tubuhnya besar, tapi gerakannya tidak lamban, tidak kikuk. Ada se
Tanpa membuang waktu, dua pria lainnya berteriak murka dan mempercepat gerakan mereka. Mereka menyerang Ryan secara bersamaan, melancarkan serangkaian pukulan telapak tangan yang mematikan. Serangan mereka begitu rapat hingga menutup semua rute pelarian Ryan. Sementara itu, si lelaki tua bertun
Perkataan Sammy Lein itu membuat ekspresi Ryan berubah serius. "Apa yang telah terjadi?" "Tuan Ryan, mari kita bicara langsung. Ada sebuah SUV di pintu masuk vila Anda. Saya ada di dalam mobil." "Baiklah." Ryan menutup telepon dan memberikan beberapa instruksi singkat pada Adel sebelum bergegas me
Ryan yakin Farid Askari tidak akan berani mencari masalah dengannya jika masih ingin hidup. Namun jika pemimpin Ordo Hassasin cabang Riveria itu nekat, maka Ryan akan menghapus eksistensi organisasi pembunuh itu dari muka bumi. 'Setidaknya dia memberiku hadiah perpisahan yang menarik,' batinnya s
Wajah Ryan mulai memucat. Energi qi dalam dantiannya terkuras dengan kecepatan mengkhawatirkan. Ternyata menempa ulang pedang spiritual membutuhkan energi jauh lebih besar dari perkiraannya. Keringat dingin membasahi punggungnya, namun tekadnya tak goyah. Tangannya terus membentuk segel demi se







