MasukMalam Semua ( ╹▽╹ ) Terima Kasih Kak Eny Rahayu dan Kak Om De atas hadiah Koinnya (. ❛ ᴗ ❛.) Terima kasih Kakak-Kakak Pembaca atas dukungan Gem-nya (◍•ᴗ•◍) karena jumlah Koin belum mencapai target, maka ini adalah bab terakhir hari ini. Selamat Bermalam Minggu (◠‿・)—☆
Sudut bibir klon iblis itu perlahan terangkat membentuk senyum dingin.Ia memang berniat memperkenalkan Ryan kepada tuannya, tetapi bukan sebagai seorang tamu atau bawahan. Yang ia incar hanyalah raga Ryan. Di matanya, tubuh pemuda itu adalah wadah terbaik yang pernah ia temui.“Oh? Begitukah?” Ryan melirik pemuda bengis itu dengan tatapan dingin.Tangannya bergerak, lalu sebilah pedang hitam muncul di genggamannya. Permukaannya kusam dan tampak reyot, seperti besi tua yang sudah lama terkubur di dalam tanah.Pedang Feralrot.Melihat senjata itu, pemuda Ras Iblis tersebut justru tertawa keras sampai suaranya memantul di dinding gua.“Sekalipun memakai pedang rongsokan itu, kau tetap tidak punya kekuatan untuk menghancurkan Rantai Myriad Demon!”“Kalau Rantai Myriad Demon semudah itu dihancurkan, rantai itu tidak akan pantas menyandang namanya!”Ia sangat yakin.Ryan masih berada di Ranah Creation. Menurutnya, mustahil seorang kultivator di tingkat itu mampu memutus Rantai Myriad Demo
Melihat perubahan sorot mata Ryan, kultivator Ras Iblis itu mencibir.“Sepertinya kau sudah ingat. Dulu di Pulau Sorna, kau berhasil lolos. Kali ini kau tidak akan seberuntung itu.”Senyumnya perlahan melebar. “Aku benar-benar menginginkan tubuhmu.”Ryan akhirnya mengingatnya.Kultivator Ras Iblis di hadapannya adalah klon iblis yang pernah ia hadapi di Pulau Sorna.Jelas sekali, klon itu sudah merebut tubuh seorang kultivator lain. Tidak hanya itu, kultivasinya kini bahkan sudah mencapai Ranah Star Sealed.Emmett Huxley menarik napas dalam-dalam.Tangannya yang menggantung di sisi tubuh sempat bergetar sedikit sebelum akhirnya mengepal. Tanpa melepaskan pandangan dari klon iblis tersebut, ia berbisik kepada Ryan.“Ryan, sebentar lagi aku akan menahannya. Kau selamatkan Xander Jett dan yang lain lebih dulu, lalu bawa mereka keluar dari gua.”“Baik.”Ryan mengangguk.Dengan kekuatannya sekarang, ia sebenarnya tidak gentar menghadapi klon iblis itu.Namun keselamatan Xander dan yang la
Kalau hanya dirinya sendiri yang tertangkap, Xander Jett tidak akan pernah sudi menundukkan kepala kepada iblis itu, sekalipun nyawanya menjadi taruhan.Namun ia tidak sendirian di dalam gua ini.Zane Stern, Lena Sharpe, Thea Wexler, dan Roxanne Carr juga ada di sana dalam keadaan terikat dan tidak sadar.Zane yang selalu tertawa paling keras, Lena yang diam-diam paling tabah, serta Thea dan Roxanne yang bertarung sampai tenaga terakhir sebelum akhirnya tumbang.Demi mereka, Xander rela menelan penghinaan apa pun. Xander tidak mungkin hanya memikirkan harga dirinya sendiri sekarang. Kalau harus diam agar tetap sadar dan mencari celah, ia akan melakukannya.**Pada saat yang sama, Emmett Huxley dan Ryan sedang melesat menembus Hutan Polaris menuju altar.Mereka sudah meninggalkan Elang Windchaser di tanah lapang di tepi hutan. Pepohonan di dalam terlalu rapat untuk dilewati binatang iblis sebesar itu.Lina Jirk mengikuti dari belakang. Langkah kecilnya hampir tidak menimbulkan suara d
Wajah Xander langsung memucat.Ia menarik kedua lengannya sekuat tenaga, berusaha melepaskan diri dari rantai hitam yang membelit tubuhnya. Urat-urat di lehernya menonjol, tetapi rantai itu sama sekali tidak bergeser, seolah sudah tertanam jauh ke dalam daging.Meski begitu, Xander segera memaksa dirinya tenang. Ia mengatur napas perlahan, lalu menatap dingin pemuda bengis yang berdiri di hadapannya.“Berhentilah meronta!” Pemuda itu mencibir. “Kau pikir dengan kultivasi serendah itu kau bisa lepas dari Rantai Myriad Demon?”Wajah Xander menggelap.Sebelumnya, ia datang ke Hutan Polaris bersama Zane Stern, Lena Sharpe, Thea Wexler, Roxanne Carr, dan beberapa murid lain hanya untuk menjalankan misi akademi.Mereka mengira sumber masalah di tempat ini hanyalah binatang iblis yang menerobos area altar dan mengganggu formasi pelindung.Namun yang mereka temukan justru seorang pemuda dari Ras Iblis.Lebih b
Emmett Huxley memandangi kawanan elang raksasa di hadapan mereka sambil menjelaskan, “Elang Windchaser adalah salah satu dari sedikit binatang iblis kuat yang bisa dipelihara manusia.” “Kecepatan terbang mereka sangat tinggi, hanya saja daya tahannya agak kurang.” Ia menunjuk salah satu elang. “Untuk perjalanan jarak pendek, Elang Windchaser jauh lebih cepat daripada kebanyakan artefak terbang.” Selesai berkata, mata Emmett menyala. Pandangannya tertuju pada seekor Elang Windchaser yang tubuhnya sedikit lebih tinggi dibandingkan kawanan lainnya. Kepala elang itu terangkat angkuh, seolah enggan disamakan dengan yang lain. ‘Yang ini,’ pikir Emmett. Ia bersiul pendek. Elang Windchaser itu menundukkan tubuh dan membiarkan Ryan, Lina Jirk, serta Emmett naik ke punggungnya yang lebar. Sesaat kemudian, pekikan nyaring menggema dari tebing. Aura hitam di sekitar tubuh elang itu meledak, lalu sosoknya melesat ke angkasa seperti sambaran petir hitam. Angin menghantam wajah Ryan beg
lKegugupan mulai terlihat jelas di wajah instruktur itu. Jakunnya bergerak ketika ia menelan ludah. Kalau yang mengalami masalah hanya murid biasa, perkara ini masih bisa ditangani. Namun kalau beberapa genius terbaik angkatan pertama benar-benar celaka saat menjalankan misi, dirinya pun bisa ikut dimintai pertanggungjawaban. Tanpa membuang waktu, instruktur itu segera mengeluarkan sebuah lempeng giok berisi catatan misi yang baru-baru ini diambil para murid Akademi Heavenly Flame. Tidak lama kemudian, matanya melebar. “Ketemu! Ini misi yang mereka ambil. Lihatlah.” Ia segera menyerahkan lempeng giok tersebut kepada Ryan. Senyum ramah di wajahnya sudah menghilang. Berdasarkan pengalamannya mengelola aula misi, Zane Stern dan yang lain seharusnya sudah kembali ke akademi sejak lama. Ryan menerima lempeng itu lalu menyapukan indra spiritualnya ke dalamnya. Matanya berkilat. “Terima kasih, Instruktur.” Setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan, Ryan langsung berbalik dan







