Accueil / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 308 - Menagih Kesepakatan

Partager

Bab 308 - Menagih Kesepakatan

Auteur: Rianoir
last update Date de publication: 2024-11-19 13:18:07
"Maaf, tidak ada yang boleh masuk..." dua petugas berseragam menghadang jalan Tang San.

Namun sebelum mereka sempat menyelesaikan kalimat, gelombang tekanan qi yang mengerikan menyapu tubuh mereka.

Kedua petugas malang itu terpelanting ke samping, tubuh mereka terpelintir sebelum mendarat keras di aspal.

Tang San menerobos garis polisi tanpa ragu, langkahnya dipercepat oleh firasat buruk yang semakin kuat.

Begitu tiba di kamar hotel yang ditunjuk, jantungnya seolah berhenti berdetak.

Di s
Rianoir

Terima Kasih Kak Uus dan Kak Zaenul atas dukungan Gem-nya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Dengan ini, telah telah genap terkumpul 10 Gem, yang artinya ada 2 Bab bonus lagi (⁠≧⁠▽⁠≦⁠) Akumulasi Gem Bab Bonus: 19-11-2024 (siang): 0 Gem (reset) Bab Bonus Gem Hari ini: 1/3 Bab Bab Bonus Gem antrian: 25 Bab Bonus Hadiah: 0/1 Selamat membaca dan selamat makan siang (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 42
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (2)
goodnovel comment avatar
Rianoir
Terima kasih kak (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
goodnovel comment avatar
Zaenul Anwar
terima kasih kak yang telah menyuguhkan kisah luar biasa, semangat terus kak
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4136: Segel Myriad Sword

    Pemuda yang dilihat Wendy di kejauhan masih berdiri di puncak Gunung Freezing Sky. Ryan menancapkan Pedang Feralrot ke tanah beku, lalu menggunakan gagangnya sebagai penopang agar tubuhnya tidak ambruk.Jubahnya sudah basah oleh darah. Wendy melihat betapa sulitnya Ryan berdiri. Di atas pemuda itu, retakan ruang terus melebar, membawa tekanan yang jauh melampaui lawan mereka sebelumnya.Jika tetap berada di sana, Ryan pasti mati.'Kenapa kau sebodoh itu, Ryan? Kenapa dalam keadaan seperti ini kau masih memikirkan keselamatanku?'Air mata mengalir dari mata Wendy. Ketika jatuh ke permukaan es, tetesannya membuat salju di bawahnya meleleh. Ia ingin kembali, tetapi Dark Ray terus melesat menuruni lereng dengan kilat hitam yang mengikat pergelangan kakinya.Mungkin inilah terakhir kalinya Wendy melihat Ryan. Mereka bisa terpisah selamanya, sebelum pemuda itu mengetahui identitasnya.Kesedihannya perlahan berubah m

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4135: Formasi Darah Pemecah Ruang

    Pria tua berjubah hitam menatap api es yang menyembur dari retakan kulitnya dengan wajah ketakutan. Ia sudah mencoba mengerahkan sisa energi spiritual, tetapi kobaran biru pucat itu terus melahap tubuhnya dari dalam. Dalam keputusasaan, ia mengeluarkan sebuah rune dan melemparkannya ke udara. "Selamatkan aku!" teriaknya. Namun tidak ada lagi waktu untuk menunggu pertolongan. Api es menyebar ke seluruh tubuhnya dalam satu tarikan napas. Daging dan tulangnya terbakar bersama jubah hitam yang dikenakannya. Bahkan sebelum rune itu bisa membawakan bantuan, pria tua tersebut telah lenyap tanpa menyisakan abu. Puncak Gunung Freezing Sky akhirnya kembali sunyi. Setelah pertarungan panjang yang hampir merenggut nyawa mereka, musuh terakhir dari Keluarga Miles telah tewas. Wendy menoleh kepada Ryan yang masih terduduk di tanah. Senyum tipis muncul di balik cadarnya. Ia hendak menghampiri pemuda itu, tetapi baru beberapa langkah berjalan, setetes darah mengalir dari dahinya. Senyu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4134: Dewa Pedang Six Paths

    Pria tua berjubah hitam menatap telapak tangannya dengan wajah membeku. Sabit yang sejak tadi digunakannya untuk menyerang Ryan kini hanya menyisakan serpihan hitam yang jatuh dari sela-sela jarinya. Ia mengangkat kepala, lalu memandang peti pedang raksasa di hadapan Ryan. Benda itu bahkan tidak menunjukkan bekas kerusakan setelah menerima tebasan langsung darinya. "Benda apa itu sebenarnya?!" serunya tak percaya. Ryan tersenyum. Namun senyum itu berbeda dari sebelumnya. Tatapannya kini dipenuhi keangkuhan yang tidak biasa, seolah orang yang berdiri di sana sama sekali tidak memandang sang tetua sebagai ancaman. "Peti Pedang Six Paths." Ia mengangkat dagu sedikit. "Aku Quillon Wynn, Dewa Pedang Six Paths!" Begitu kata-kata itu terucap, peti pedang langsung bergerak. Benda raksasa tersebut berputar di udara sambil mengeluarkan dengungan berat, kemudian melesat menghantam pria tua berjubah hitam. Boom! Benturannya membuat esensi darah sang tetua bergejolak. Ia buru-buru meng

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4133: Peti Pedang yang Tersegel

    Raungan pria tua berjubah hitam belum selesai terdengar ketika Dark Ray mendadak melompat tinggi. Binatang itu lebih dahulu merasakan bahaya yang datang dari belakang, lalu mengerahkan kecepatannya untuk menjauh. Boom! Tanah tempat Dark Ray baru saja berpijak meledak, meninggalkan kawah besar. Pecahan es dan bebatuan terhambur ke udara. Ryan yang berada di punggungnya langsung menoleh, tetapi bayangan hitam sudah melesat mendekat sebelum ia sempat melakukan apa pun. Tidak ada cukup waktu untuk menghindar. Ryan mengangkat telapak tangan secara naluriah dan mengaktifkan sebagian kekuatan Garis Darah Ilahi Scarlet Dust untuk menahan serangan tersebut. Boom! Tubuhnya terpental dari punggung Dark Ray, lalu berguling beberapa kali di atas tanah beku. Ketika akhirnya berhenti, salah satu lengannya terasa nyaris kehilangan bentuk. Tulang-tulang di dalamnya seakan remuk, bahkan jari-jarinya tidak lagi bisa ditekuk. Ryan memuntahkan darah ke salju. Luka yang diterimanya sejak awal

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4132: Asura Nether

    Pria tua berjubah hitam memandang Ryan seolah sedang melihat sesuatu yang tidak mungkin ada. Pemuda yang sudah berkali-kali dihantamnya itu masih mampu berdiri. Lebih mengerikan lagi, energi iblis yang sebelumnya memenuhi domainnya kini menghilang sedikit demi sedikit. 'Apakah bocah ini memiliki tubuh abadi?' Bukan hanya luka Ryan yang membuatnya bingung. Bahkan Pedang Hukuman Langit yang baru saja dilepaskannya telah lenyap bersama energi iblis tersebut, seolah ditelan sesuatu tanpa meninggalkan jejak. 'Jangan-jangan dia sebenarnya iblis yang menyamar sebagai manusia?' Ryan tidak memedulikan keterkejutan lawannya. Ia menoleh kepada wanita bercadar di belakangnya. Sejak bertemu wanita itu, ada satu hal yang terus mengusik pikirannya. "Aku penasaran, wajah seperti apa yang kau sembunyikan di balik cadar itu?" "Kau tahu namaku, dan sebelumnya kau juga pernah menyelamatkanku. Apa kita sebenarnya saling mengenal?" Wendy sedikit gemetar. Jemarinya meremas ujung jubah yang su

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4131: Pedang Hukuman Langit

    "Kau mengaku kalah?" tanya Saint Immortal King sambil bersendawa setelah meneguk araknya.Pria tua berpakaian kasar justru tertawa. "Aku memang terkejut melihat Garis Darah Ilahi Scarlet Dust yang lengkap pada bocah itu." "Tapi jalan buntu tetaplah jalan buntu."Ia menunjuk bayangan Ryan di layar formasi. "Lihat kondisinya sekarang. Mengaktifkan garis darah itu sekali lagi saja pasti sangat sulit baginya." "Sementara itu, tetua Keluarga Miles masih memiliki tenaga untuk membunuh mereka berdua."Saint Immortal King tidak membantah. Ia bangkit, berjalan beberapa langkah, lalu menyandarkan punggung pada batang pohon besar di dekat papan catur."Kalau begitu, lanjutkan saja menontonnya. Aku ingin tidur sebentar," katanya santai. "Umurku sudah tua, dan belakangan ini aku kurang tidur. Harap dimaklumi."Pria tua berpakaian kasar memandangnya dengan mulut sedikit terbuka. Ia hendak mengatakan sesuatu, tetapi akhirnya menutup

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status