Beranda / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 3168 - Sekte Slaughter (II)

Share

Bab 3168 - Sekte Slaughter (II)

Penulis: Rianoir
last update Tanggal publikasi: 2026-04-07 13:00:57

"Tuan, biarkan aku yang mengurus sisanya!" Fernando Chester berkata, matanya bersinar dengan antusiasme yang sulit ia kendalikan.

Bukan tanpa alasan ia seantusias itu. Bakat yang Ryan tunjukkan sampai hari ini sudah lebih dari cukup untuk membuat siapa pun berpikir berkali-kali sebelum memusuhinya.

Selama Ryan tidak jatuh sebelum waktunya, nama itu akan mendominasi Benua Valorisia suatu hari nanti. Fernando yakin akan hal itu tanpa perlu bukti lebih jauh lagi.

Begi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3695 - Warisan di Samudra Sembilan Keterpencilan

    Tiga kultivator Spirit Hall lainnya mengangguk pelan.Tak satu pun dari mereka berniat turun mengejar Ryan.Samudra Sembilan Keterpencilan bukan tempat yang bisa dimasuki hanya karena emosi sesaat. Bagi mereka, begitu Ryan melompat ke sana, nasibnya sudah selesai. Mau seberapa besar bakatnya, mau seberapa banyak kartu truf yang ia simpan, semuanya tidak berarti lagi jika ia mati."Biarkan saja," ujar salah satu dari mereka sambil menahan nyeri di dadanya. "Tidak ada yang bisa keluar hidup-hidup dari tempat itu."Yang lain mengangguk."Ayo kembali ke peti-peti mati itu. Uji cobanya belum selesai.""Benar. Waktu kita tidak banyak. Kalau pekerjaan ini terlambat, Kepala Spirit Hall pasti tidak akan senang."Setelah berkata demikian, mereka segera meninggalkan tepi jurang. Tak seorang pun menoleh lagi ke bawah.Bagi mereka, Ryan sudah menjadi mayat.**Ryan tidak tahu sudah berapa lama tubuhnya terjatuh.Kesadarannya timbul tenggelam. Ia hanya merasakan tubuhnya terus dihantam angin ding

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3694 - Jurang Samudra Sembilan Keterpencilan

    Riak dari empat tetes saripati darah itu membuat ruang di sekitar mereka berguncang.Udara tampak berlapis-lapis seperti permukaan air yang terkena batu. Keempat tetes darah tersebut melayang di tengah formasi, lalu memancarkan cahaya tajam yang menusuk mata.Ryan tetap berdiri di tempatnya.Tubuhnya sudah penuh luka. Energi spiritualnya hampir kering. Namun pikirannya masih bekerja cepat, mencari satu jalan keluar sebelum formasi itu benar-benar sempurna.Ia tidak akan menyerah.Bahkan jika tubuhnya tinggal menyisakan satu tarikan napas, ia tetap akan mencari cara untuk hidup.Ryan mengangkat kepala dan menyapu pandangan ke sekitar.Tak jauh dari sana, sekitar seribu meter dari posisinya, ada sebuah jurang besar yang membelah tanah. Mulut jurang itu gelap, dalam, dan tidak memperlihatkan apa pun di bawahnya.Ryan tidak tahu apa yang ada di dasar sana.Namun ia tahu satu ha

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3693 - Empat Tetes Saripati Darah

    Waktu berlalu dalam keheningan.Asap hitam masih menggantung di atas medan perang kuno. Tanah yang tadinya dipenuhi reruntuhan kini berubah menjadi cekungan besar. Semua yang berada dalam radius ledakan lenyap, seolah pernah disapu oleh bencana yang jatuh dari langit.Tak lama kemudian, suara batuk terdengar dari balik debu."Uhuk! Uhuk! Uhuk!"Seorang kultivator Spirit Hall perlahan bangkit dari tanah. Tubuhnya gemetar, dan setiap tarikan napas membuat darah merembes dari lukanya."Orang gila itu..." gumamnya dengan suara serak.Ia mengangkat kepala dan melihat sekeliling.Tidak ada rumput.Tidak ada batu utuh.Bahkan sisa aura dari formasi dan teknik sebelumnya hampir tak terasa lagi. Ledakan tadi benar-benar menghapus semua yang ada di sekitar mereka.Satu demi satu, kultivator Spirit Hall lainnya yang tersisa juga bangkit dengan susah payah.

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3692 - Ledakan di Pusat Medan Perang

    Kultivator Spirit Hall yang sebelumnya menjaga rekannya yang terluka akhirnya tak bisa tinggal diam.Melihat tiga rekannya terus dipukul mundur oleh Asura Nether, ia segera melepaskan orang yang dipapahnya dan melesat maju. Jika ia terlambat beberapa napas saja, tiga orang itu mungkin benar-benar akan mati di bawah hantaman raksasa tersebut.Ryan sendiri sempat terperangah melihat hasilnya."Asura ini sekuat itu?" tanyanya dengan nada heran.Mata Iblis tersenyum tipis."Kunci teknik ini bukan hanya bentuk Asura, tapi sumber energinya.""Teknik Pemanggil Asura membutuhkan energi iblis dalam jumlah besar. Tempat seperti ini jarang sekali ada. Karena itu, teknik ini akan jauh lebih berguna ketika kau pergi ke Wilayah Iblis nanti."Ryan sedikit menyipit. "Jadi ini tidak bisa dipakai kapan saja?""Tentu tidak," jawab Mata Iblis. "Dan wujud ini juga tidak bisa bertahan lama."Suaranya menjadi lebih serius."Kau tidak merasakannya? Aura Asura Nether mulai turun. Energi iblis di sekitar sini

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3691 - Teknik Pemanggil Asura

    "Death Domain Universe adalah salah satu tempat paling misterius di seluruh Benua Valorisia. Menarik sekali," ujar Mata Iblis.Suaranya terdengar tenang, tetapi Ryan bisa menangkap nada serius di baliknya."Tempat ini sudah ada sejak zaman kuno. Selama bertahun-tahun, Benua Valorisia mengalami banyak perubahan, tetapi Death Domain Universe tetap sama. Tidak berubah sedikit pun."Ryan tidak menyela.Di depannya, tiga Kultivator Ranah Star Seed tingkat enam masih menekan dari arah berbeda. Dua lainnya berada sedikit lebih jauh, salah satunya terluka parah akibat serangan Ryan sebelumnya."Guru yang sedang kau cari juga terkurung di tempat ini," lanjut Mata Iblis. "Menurutku, pasti ada rahasia besar di balik semua ini."Ryan mencengkeram Pedang Feralrot semakin erat."Meski kau sudah mencapai Ranah Dao Integration tingkat sembilan, kultivasimu belum sepenuhnya stabil. Pengalamanmu juga belum cukup untuk menghadapi lima orang seperti mereka dalam waktu lama."Mendengar itu, mata Ryan sed

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3690 - Mata Iblis yang Terbangun

    Kultivator Spirit Hall itu sudah tidak punya ruang untuk menghindar.Ryan terlalu dekat.Pedang Feralrot sudah turun dari belakangnya, dan aura tajam dari bilah itu lebih dulu menyayat kulit sebelum pedangnya benar-benar tiba.Kultivator tersebut menghentikan langkahnya dengan paksa. Ia tahu melarikan diri hanya akan membuat punggungnya terbuka lebih lebar. Dalam sekejap, aura hitam meledak dari tubuhnya dan membungkus seluruh badannya.Aura itu memadat menjadi baju zirah hitam.Boom!Pedang Ryan menghantam zirah tersebut.Kraak!Retakan panjang langsung muncul di permukaannya. Garis-garis retak itu menyebar seperti jaring laba-laba, mulai dari titik benturan hingga ke seluruh dada.Tubuh kultivator itu terpental jauh.Ia menabrak reruntuhan pilar di belakangnya, lalu jatuh dengan keras ke lantai.Pfft!Darah menyembur dari mulutnya.Wajahnya memucat, sementara baju zirah hitam di bagian dada hancur sebagian. Pecahannya rontok satu demi satu dan berjatuhan ke tanah.Namun ia belum mat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status