Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 3864: Domain Cloudsky

Share

Bab 3864: Domain Cloudsky

Author: Rianoir
last update publish date: 2026-09-12 06:19:41

Corwin Samian menyadari sesuatu.

Pemahaman Ryan Pendragon terhadap kekuatan Domain memang belum sebaik miliknya.

Namun di dalam tubuh pemuda itu ada aura lain yang begitu dalam, begitu kacau, sampai Corwin sendiri tidak sanggup memahaminya sepenuhnya.

Jika dirinya adalah pedang murni, pedang yang tajam tanpa cela dan bergerak lurus ke depan, maka Ryan adalah kekacauan pembantaian.

Di dalam niat membunuh pemuda itu, seolah ada darah, harimau, dan pedang yang melebur menjadi satu.

“Semula kukira
Rianoir

Pagi Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ) Ini bab pertama pagi ini. Selamat membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 7
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3866: Taruhan Tribun

    Wajah Corwin Samian berubah untuk pertama kalinya sejak pertarungan dimulai.Harimau emas yang terbentuk dari serangan Ryan Pendragon memang mulai retak di bawah tekanan naga awan, tetapi tidak langsung hancur seperti yang Corwin perkirakan. Kedua kekuatan itu justru tertahan di tengah arena, saling mengikis sambil memuntahkan gelombang energi ke segala arah.Tanah di bawahnya bergetar. Udara berdesing keras. Bahkan tabir pelindung di tepi arena ikut beriak beberapa kali.Mata Corwin menyipit.Ia tahu persis seberapa kuat Domain Pedang Cloudsky miliknya. Naga awan itu seharusnya mampu meremukkan pertahanan lawan dalam satu tarikan napas. Namun Ryan, yang tingkat kultivasinya jauh di bawahnya, berhasil membendung serangan tersebut.Di tribun, murid-murid angkatan kedua yang sebelumnya sudah bersiap menertawakan Ryan mulai terdiam.Mereka paling memahami kekuatan Corwin. Karena itu, mereka juga paling tahu betapa tidak masuk akalnya pemandangan di arena. Jika mereka sendiri berada di p

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3865: Harimau dan Naga

    Sesaat kemudian, raungan naga terdengar dari dalam lautan awan.Samar-samar, sesosok naga awan berkelebat cepat di antara kabut putih. Tubuhnya besar, tetapi gerakannya ringan dan licin, seolah setiap sisik di tubuhnya terbentuk dari esensi pedang yang dipadatkan.Naga itu membawa ketajaman yang tidak tertandingi, lalu menerjang lurus ke arah Ryan Pendragon.Tebasan Corwin Samian dipenuhi keyakinan.Sejak mulai berkultivasi, hanya sedikit orang yang sanggup menahan pedangnya. Dan setiap orang yang pernah berdiri di hadapannya bukan lawan biasa, melainkan para genius yang oleh orang lain disebut monster.Ia tahu Ryan mungkin menyimpan kemampuan luar biasa. Namun baginya, pemuda ini tidak berbeda jauh dari musuh-musuh sebelumnya.Pedangnya adalah segalanya.Sejak umur tiga belas tahun, tidak ada satu pun masalah dalam hidup Corwin yang tidak bisa diselesaikan dengan satu tebasan.Adapun para penonton, sebagian dari mereka semula memang masih menyimpan sedikit keyakinan pada Ryan.Namu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3864: Domain Cloudsky

    Corwin Samian menyadari sesuatu.Pemahaman Ryan Pendragon terhadap kekuatan Domain memang belum sebaik miliknya. Namun di dalam tubuh pemuda itu ada aura lain yang begitu dalam, begitu kacau, sampai Corwin sendiri tidak sanggup memahaminya sepenuhnya.Jika dirinya adalah pedang murni, pedang yang tajam tanpa cela dan bergerak lurus ke depan, maka Ryan adalah kekacauan pembantaian.Di dalam niat membunuh pemuda itu, seolah ada darah, harimau, dan pedang yang melebur menjadi satu.“Semula kukira kau menang hanya karena lawan-lawanmu meremehkanmu,” ujar Corwin tiba-tiba. “Ternyata bukan begitu. Aku memang sudah salah menilaimu.”Ia tertawa pelan.Meski mengakui kesalahannya, di dalam kalimat itu tetap terselip kesombongan. Bukan kesombongan yang sengaja ditunjukkan, melainkan sesuatu yang sudah menyatu dengan tulang dan napasnya.“Ada apa?” Ryan tersenyum tenang. “Kau takut? Kalau memang takut, kau boleh menyerah.”Corwin tertawa seperti baru saja mendengar lelucon. “Kau pikir dirimu m

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3863: Tantangan Dimulai

    Quillon Wynn memandangi dua bola cahaya merah dan biru tempat Sphinx memurnikan dirinya.“Kalau makhluk ini pulih sampai keadaan puncaknya, aku sendiri belum tentu sanggup menanganinya,” ujarnya pelan.Ryan Pendragon menoleh. Kalimat itu membuat matanya bergerak sedikit.Quillon melanjutkan, “Untuk memurnikan tulang rusuk itu, dia mungkin membutuhkan setidaknya seribu tahun.”“Kalau begitu, sampai kapan aku harus menunggu?” tanya Ryan dengan senyum masam.Quillon menggeleng.“Aku juga tidak tahu. Tapi satu hal sudah pasti. Dia akan muncul tepat ketika kau paling membutuhkannya.”Setelah berkata begitu, Quillon seperti teringat sesuatu. Tatapannya bergeser ke arah Ryan.“Oh iya, hati-hati besok. Corwin Samian itu bukan orang sederhana.”Mata Ryan menyipit. Ia sama sekali tidak menyangka Quillon sampai memberinya peringatan khusus.‘Sekuat apa sebenarnya orang ini?’**Malam berlalu dalam sunyi.Keesokan harinya, seluruh perhatian Akademi Heavenly Flame tertuju ke lapangan latihan terbu

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3862: Suara Celestedragon

    Setelah waktu yang cukup lama, kabut racun di sekeliling tubuh Lina Jirk akhirnya menipis, lalu lenyap tanpa sisa.Semuanya kembali sunyi.Namun wilayah sejauh belasan kilometer di sekitar Lina sudah berubah menjadi hamparan pasir kuning. Tidak ada rumput, tidak ada pohon, bahkan tidak ada bebatuan yang masih utuh. Tanah yang semula tandus kini menjadi jauh lebih mati, seolah tidak akan pernah bisa pulih lagi.“Letak Keluarga Foxcroft tidak sulit diselidiki,” gumam Lina.Matanya dipenuhi tekad.“Hanya saja, dilihat dari aura mereka di dalam bayangan tadi, orang-orang itu sebenarnya tidak terlalu kuat.” “Kemungkinan besar ada keberadaan yang jauh lebih mengerikan berdiri di belakang Keluarga Foxcroft.”Ia mengepalkan tangan kecilnya.  “Aku tidak mungkin melawan mereka sendirian.”“Aku harus mencari Ryan.”Lina mengembungkan pipi, lalu menghentakkan tongkat kayunya ke tanah. 

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3861: Pedang Waktu

    Semangat bertarung meluap di mata Ryan Pendragon. Aura di sekeliling tubuhnya bergolak tipis, membuat udara di sekitar meja makan terasa sedikit lebih tajam. Ia justru menantikan pertarungan besok melawan Corwin Samian. Sudah terlalu lama Ryan tidak bertemu lawan yang mampu memaksanya mengeluarkan sesuatu yang benar-benar ia simpan. Bagi orang lain, berhadapan dengan sosok semengerikan Corwin mungkin hanya membawa tekanan dan keputusasaan. Namun bagi Ryan, itu justru membawa antusiasme. Sejak awal, jalan kultivasinya memang selalu ditempa oleh lawan yang seharusnya tidak sanggup ia hadapi. Setiap kali ia melewati batas, selalu ada keberadaan yang lebih kuat berdiri di depannya. Dan justru karena itulah pedangnya, tubuhnya, serta hatinya bisa ditempa sampai titik sekarang. ** Di sebuah tempat terpencil di Benua Valorisia, sesosok tubuh mungil tiba-tiba muncul. Lina Jirk. Entah dari mana, gadis kecil itu mengenakan kacamata berbingkai merah muda dan sebuah topi. Di tangan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status