เข้าสู่ระบบPagi semuaaa <( ̄︶ ̄)> pagi ini othor sedang baik, jadi langsung rilis 2 bab, wkwkwkwk ( ╹▽╹ ) Bab selanjutnya siang ya seperti biasanya. Selamat membaca (◠‿・)—☆ Bab Bonus: 0/3 Bab Reguler: 2/2 Bab (komplit)
"Mau lari ke mana kalian?"Suara yang keluar dari makhluk itu tidak terdengar seperti suara manusia. Dingin, bergema, dan mengandung ejekan yang tidak butuh nada tinggi untuk terasa menusuk. Sepasang mata yang terbuka di dalam wujud iblis yang kini sempurna itu menatap ke arah keduanya yang melarikan diri."Bocah, ada masalah besar!" Suara Andrey Xerxes menghantam pikirannya dari dalam Kuburan Pedang dengan nada yang tidak pernah ia dengar dari tetua itu sebelumnya. Serius. Tanpa satu pun nada bercanda yang biasanya menyelip. "Kenny Brook tidak benar-benar meledakkan dirinya. Ia memanggil jiwa iblis sejati yang tersembunyi di dalam pulau ini dan membiarkannya merasuki tubuhnya sebagai ganti. Lari sekarang!"Ekspresi Ryan berubah seketika.'Iblis sejati?'Ia tidak membuang waktu untuk bertanya lebih jauh. Tubuhnya sudah bergerak ke arah yang berlawanan dari makhluk itu dengan kecepatan penuh bahkan sebelum pikirannya selesai memproses semuanya.SYUUTT!Bersamaan dengan itu, jimat g
Pandangannya jatuh ke lubang yang dalam di bawah kakinya.Kenny Brook terbaring di dasarnya. Pedang hitam pekatnya tertancap miring di tanah di sampingnya, sudah tidak lagi di tangan yang memegang eratnya tadi. Armor artefak pertahanan yang menutupi tubuhnya terbelah bersih menjadi dua oleh kekuatan tebasan Ryan, dan di dadanya terpahat bekas garis miring yang menganga dalam hingga tulang rusuknya terlihat. Salah satu tangannya terpelintir dengan tulang yang menonjol keluar. Kakinya patah dari benturan keras ke tanah.Matanya yang merah darah masih menyala dengan kebencian dan niat membunuh yang tidak padam, namun tubuhnya tidak bisa bergerak. Bahkan bangkit pun sudah melampaui kemampuannya sekarang.Napasnya masih ada, namun tipis.Ia sudah berada di ambang kematian dan telah sepenuhnya kehilangan kemampuan untuk bertarung.Ryan menatapnya dari atas lubang dengan ekspresi yang tenang.'Orang ini memang bukan lawan yang bisa diremehkan. Tiga tebasan penuh dan ia masih bernapas.'Set
"Kakak Ryan!" Ekspresi Lehman Sun berubah seketika. "Jangan percaya padanya! Dia berbohong!" Ryan tersenyum tipis dengan nada yang acuh. "Aku tidak terlalu akrab denganmu. Kalau dia menginginkan nyawamu, itu urusan kalian berdua." Wajah Lehman Sun memucat. Napasnya tertahan. 'Dengan kekuatan yang sudah Kenny Brook tunjukkan tadi, melarikan diri pun belum tentu bisa tanpa menanggung luka yang parah!' Kenny Brook tertawa dengan kepuasan yang tidak ia sembunyikan. "Nah, begitu seharusnya. Kau tahu kapan harus mundur dan itu tanda orang yang tidak bodoh." Matanya beralih ke Ryan dengan nada yang dibuat terdengar santai. "Tinggalkan pulau ini sekarang. Kau bukan dari Sekte Nine Demon, jadi selama kau tidak membocorkan apa yang terjadi hari ini kepada siapa pun, aku tidak akan mempersulit langkahmu." Begitu kata-kata itu selesai meluncur, perhatiannya beralih penuh ke Lehman Sun. Matanya menyipit dengan cara yang tidak menyenangkan, seperti predator yang sudah memutuskan kapan akan
Mata Ryan menyipit. Di depan mereka, seorang pemuda berusia akhir dua puluhan melayang di udara dengan aura yang mengerikan dan tidak stabil, seperti api yang hampir lepas dari kendali. Rambut panjangnya tergerai berantakan, dan wajahnya mengandung sesuatu yang tidak bisa disebut manusia biasa lagi. Seluruh tubuhnya ditutupi sisik ungu-hitam yang berkilauan dengan cahaya yang tidak menyenangkan untuk dipandang terlalu lama. Sepasang mata merahnya menyapu Ryan dan Lehman Sun bergantian seperti predator yang sedang memutuskan mana yang lebih dulu. Di sudut bibirnya, senyum kejam terbentuk perlahan. Yang membuat Ryan dan Lehman Sun sama-sama mengerutkan kening bukan penampilannya. Yang mengejutkan adalah aura yang memancar dari tubuhnya. Meski hanya seorang kultivator Dao Integration tahap menengah, tekanan yang ia pancarkan beberapa kali lipat melampaui Yao Links yang sudah bertransformasi sepenuhnya. Ini bukan sesuatu yang seharusnya mungkin pada tingkatan itu. "Apakah ini
Lehman Sun mengangguk, ekspresinya berubah serius."Benar. Semua ini bermula dari logam Gao."Ia mengambil napas sebelum melanjutkan dengan runtut. "Beberapa hari yang lalu, Sekte Nine Demon melakukan eksplorasi ke sebuah alam rahasia." "Di dalam alam itu, salah satu kakak senior kami berhasil mendapatkan sejumlah logam Gao."" Entah bagaimana pengkhianat itu mengetahuinya. Yang kami tahu, ia memutuskan untuk membunuh kakak senior kami demi merampas harta itu." Nada Lehman Sun tidak berubah, namun ada sesuatu yang mengeras di baliknya. "Keduanya bertarung habis-habisan. Kakak senior kami kalah.""Namun pengkhianat itu juga tidak keluar tanpa luka," lanjutnya. "Kondisinya cukup parah.""Dan pada saat itulah Yao Links dan Simon Wandman menemukan apa yang terjadi secara tidak sengaja." "Yao Links memanfaatkan kondisi pengkhianat yang lemah dan menghantamnya dengan jarum beracun." Lehman Sun berhenti se
'Seorang anak Primordial Chaos tingkat pertama yang dimintai bantuan oleh Myriad Swords Palace?''Apakah ini nyata?'Eren Carster menatap Frost Sword dengan ragu-ragu yang tidak sepenuhnya bisa ia sembunyikan. "Senior, apakah kalian yakin... orang yang kalian maksud adalah Ryan Pendragon?"Frost Sword tersenyum tipis. Ada beberapa hal yang tidak bisa ia ceritakan kepada orang luar, dan ia tidak berniat memulainya sekarang."Ryan amat penting bagi sekte kami. Itu sudah cukup untuk menjelaskan kedatangan kami." Ia bangkit berdiri dengan gerakan yang ringan namun membawa bobot seseorang yang sudah terbiasa mengakhiri percakapan dengan cara ini. "Karena ia ada di sini, kami akan menemuinya sendiri. Kami tidak perlu merepotkan Sekte Moon Flower lebih jauh."Seluruh aula membeku.Tidak ada yang bersuara. Tidak ada yang bergerak. Semua orang dari Sekte Moon Flower duduk di tempat masing-masing dengan ekspre
Para tamu saling lirik dengan ekspresi tak percaya. Bukankah Rindy sudah dijodohkan dengan Keluarga Quins? Berani sekali Gawain Wealth mengabaikan hal itu! Yang lebih mengejutkan, Rindy sama sekali tak membantah perkataan Gawain Wealth! Jet Quins yang sejak tadi mengawasi bangkit dengan wajah
"Tuan..." suaranya bergetar hebat, bahkan tak berani mengangkat wajah takut menyinggung dewa kematian di hadapannya. "Di mana kediaman Keluarga Quins?" tanya Ryan datar. "Vila keluarga Quins terletak di selatan kota, Tuan," jawabnya cepat. "Naiki jalan pegunungan sejauh beberapa ratus meter dari s
Amarah berkobar dalam dada Ryan. Matanya berkilat berbahaya menatap Yun Jing yang bersiap menyerangnya dari pinggir arena. Sungguh ironis—orang tua ini baru saja bersumpah akan menegakkan keadilan dan menjaga ketertiban, namun sikapnya jelas menunjukkan keberpihakan. 'Jika situasinya terbalik d
Awalnya Ryan mengira mereka anggota Keluarga Snowfield, namun aura dan qi yang menguar dari tubuh keduanya jelas berbeda. Ini pasti anak buah Keluarga Quins. "Kalian menungguku?" Ryan tersenyum tipis. "Mari bicara di luar. Aku tak ingin darah kalian mengotori rumah Keluarga Snowfield." Tanpa menun







