เข้าสู่ระบบIni Bab Kedua pagi ini. Bab berikutnya akan rilis siang seperti biasanya. Selamat membaca dan berakhir pekan (◠‿・)—☆ Bab Bonus: 1/6 Bab
Begitu kalimat Ryan selesai, suasana di sekeliling langsung membeku.Ribuan pasang mata menatapnya dengan campuran takut dan tidak percaya.Pemuda ini datang untuk mengikuti seleksi murid luar Divine Sword Palace, tetapi sekarang justru berkata tidak ingin menjadi murid luar sekte tersebut.Sebagian calon murid bahkan curiga Ryan sengaja memprovokasi Divine Sword Palace. Kalau benar, ia mungkin tidak bisa pergi dengan selamat.Raut wajah kedua belas kepala puncak langsung berubah dingin.Kepala Istana Divine Sword Palace juga menunjukkan ekspresi aneh.Tepat ketika suasana semakin menegang, suara Quillon Wynn tiba-tiba terdengar di benak Ryan.‘Muridku, aku sedang mengaktifkan sebuah teknik di dalam Kuburan Pedang. Teknik ini membutuhkan waktu cukup lama.’‘Kau tinggal saja di Divine Sword Palace beberapa hari.’‘Saat waktunya tiba, seharusnya aku sudah bisa memastikan lokasi Peti Pedang Six Paths.’
Kedua belas kepala puncak masih berdebat sengit.Suara mereka saling tindih, bahkan beberapa orang sudah meraba gagang pedang masing-masing. Kalau keadaan ini berlanjut, bukan tidak mungkin mereka benar-benar akan bertarung di depan ribuan calon murid hanya demi memperebutkan Ryan.Belum pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya.“Hmph, lihat apa yang sudah kalian lakukan.”Tepat ketika suasana hampir meledak, sebuah suara tiba-tiba menggema dari langit.Semua orang mendongak.Seorang pria paruh baya perlahan turun dari udara. Sebilah pedang tergantung di punggungnya, sedangkan jubahnya sangat sederhana tanpa hiasan mencolok.Meski begitu, wibawa yang terpancar dari dirinya membuat udara di sekeliling terasa berat.“Kepala Istana!” Kedua belas kepala puncak langsung berseru hampir bersamaan.Begitu melihatnya, ekspresi mereka berubah. Tak seorang pun menyangka Kepala Istana Divine Sword Palac
Dulu, ketika nisan Quillon Wynn terbangun di dalam Kuburan Pedang, Dewa Pedang Six Paths itu pernah meminta Ryan mencari Peti Pedang Six Paths.Ryan masih mengingat betapa mengerikannya kekuatan peti tersebut.Hanya dengan daya indra spiritualnya, Peti Pedang Six Paths sudah mampu mengguncang seorang Kultivator Ranah Star Sealed.Kalau peti itu hadir dalam wujud fisik, kekuatannya pasti jauh lebih menakutkan.Namun ada hal lain yang membuat Ryan penasaran. Kenapa Peti Pedang Six Paths berada di Divine Sword Palace?Kekuatan keseluruhan Divine Sword Palace memang tidak lemah, tetapi jelas belum termasuk jajaran kekuatan papan atas di Benua Valorisia.Apa yang sebenarnya pernah terjadi di tempat ini?Ryan menekan keterkejutannya lalu bertanya, ‘Guru, di mana peti pedang itu?’ ‘Karena aku sudah berada di Divine Sword Palace, aku pasti akan mengambilnya kembali untukmu.’Quillon Wynn memejamkan mata dan mencoba merasakan sekeliling. Beberapa saat kemudian, ia membuka mata dan menggeleng
Para kepala puncak kembali menoleh ke arah Ryan.Angka Hati Pedangnya yang sebelumnya sudah mengejutkan mereka tiba-tiba melonjak lagi.Empat ribu delapan ratus meter.Dan itu belum berhenti.Sss!Kedua belas kepala puncak hampir bersamaan menarik napas tajam.Saat ini, hasil tertinggi di antara peserta lain adalah Rowan Liam dengan Hati Pedang setinggi lima ribu empat ratus meter.Namun dalam sekejap, Ryan sudah menembus enam ribu meter tanpa menunjukkan tanda akan melambat.“Bagus! Divine Sword Palace kita akan melahirkan seorang genius tiada tanding!”Hati Pedang setinggi enam ribu meter sudah cukup menunjukkan potensi besar untuk mencapai Ranah Star Sealed di masa depan.Kalau mendapat cukup sumber daya dan kesempatan, bukan mustahil Divine Sword Palace bahkan bisa melahirkan seorang Kultivator Ranah Great Void.“Aku ingin melihat setinggi apa Hati Pedangnya bisa naik!”Sudah lama kedua belas kepala puncak tidak merasa seantusias ini.Bertahun-tahun lalu, Divine Sword Palace perna
Ina merasa gugup sekaligus bersemangat.Ini pertama kalinya ia mengikuti ujian murid luar Divine Sword Palace. Meski sudah berlatih keras, Ina tetap tidak yakin dirinya akan lolos.Ia tidak ingin mengecewakan Kakek Sherman.Di luar Divine Sword Palace, para kultivator muda bercakap-cakap penuh semangat. Hampir semuanya membayangkan kehidupan setelah menjadi murid sekte dan tumbuh menjadi kultivator yang dihormati.Ryan memperhatikan mereka dengan sedikit iri.Sudah lama ia tidak memiliki cara pandang sesederhana itu. Terlalu banyak pengalaman telah mengubah hatinya.Seperempat jam kemudian, gerbang utama Divine Sword Palace akhirnya terbuka.Dua belas sosok muncul dari dalam.Mereka semua merupakan Kultivator Ranah Star Seed puncak dan masing-masing adalah kepala dari dua belas puncak Divine Sword Palace.Kerumunan yang tadi riuh langsung hening.Semua peserta menatap dengan gugup karena apa yang terjadi setelah ini akan menentukan masa depan mereka.Salah seorang kepala puncak berdi
Raut jijik melintas di wajah Ryan. Ia memungut pedang yang jatuh ke tanah, lalu bergerak tanpa ragu.Sret!Pedang itu langsung menembus dada murid luar yang tersisa, menembus jantung sampai ujung bilahnya keluar dari punggung.Tubuh orang itu menegang sesaat sebelum akhirnya roboh.Kakek Sherman terpaku. Ina bahkan menutup mulut dengan kedua tangan.Dua Kultivator Ranah Creation dikalahkan Ryan semudah itu tanpa sedikit pun energi spiritual.Seberapa kuat sebenarnya pria yang masih terluka ini?“Ina, ayo bawa kakekmu pulang.”Suara Ryan membuat Ina tersadar. Gadis itu segera melepaskan ikatan Kakek Sherman.Ryan kemudian menggendong lelaki tua itu di punggungnya. Tubuh Kakek Sherman terasa sangat ringan, hampir seperti hanya tersisa tulang terbungkus kulit.Sambil menggandeng tangan Ina, Ryan membawa keduanya meninggalkan Gunung Myriad Dragon.Adapun dua mayat murid luar Divine Sword Palace yang tertinggal, kemungkinan besar akan menjadi makanan binatang buas malam itu.**Setibanya d







