เข้าสู่ระบบIni bab kedua siang ini. Cerita mulai memasuki arc kecil baru. Selamat membaca (◠‿・)—☆ Bab Bonus: 3/6 Bab Bab Reguler: 1/1 Bab (komplit)
Buku tua itu ternyata mencatat teknik-teknik jiwa yang digunakan Elias Miles.Teknik pertama adalah Pembunuh Penyegel Dewa. Ryan masih mengingat jelas tekanannya karena teknik itu menyerang kesadaran secara langsung dan mampu menjatuhkan lawan kuat dalam satu serangan.Daya hancurnya sangat tinggi, tetapi cakupannya terbatas. Teknik itu paling cocok digunakan pada satu target, atau paling banyak dua target yang berdiri sangat dekat.Teknik kedua bernama Guncangan Jiwa Surgawi.Daya bunuhnya lebih rendah daripada Pembunuh Penyegel Dewa, tetapi jangkauannya jauh lebih luas. Selama berada dalam area tertentu, semua target bisa terkena serangan jiwa pada saat yang sama.Ryan selama ini memiliki Jiwa Primordial yang jauh lebih kuat daripada kultivator selevel, tetapi kekurangan teknik serangan yang benar-benar memanfaatkan keunggulan itu.Sekarang kekurangan tersebut akhirnya tertutup.Ryan baru hendak mempelajari halaman per
Setelah kembali ke Penginapan Moonrest, Ryan tidak langsung beristirahat. Ia duduk bersila di dalam kamar, menutup formasi pelindung, lalu mulai mengeluarkan satu demi satu hasil yang dibawanya dari Istana Divine Heart.Perjalanan ke Kerajaan Nine Nether kali ini jauh lebih berbahaya daripada perkiraannya, tetapi hasil yang ia peroleh juga sebanding.Kultivasinya sekarang sudah mencapai Ranah Creation tingkat empat.Terobosan itu bukan terjadi tanpa sebab. Sebagian kekuatan urat spiritual Akademi Heavenly Flame yang sebelumnya diserap Kuburan Pedang masih terus mengalirkan energi kepadanya sedikit demi sedikit.Pertarungan melawan Elias Miles juga memaksanya terus melampaui batas. Setiap tebasan, tekanan jiwa, dan luka membuat pemahamannya terhadap kekuatan sendiri semakin dalam.Ketika semua itu menumpuk, terobosan menjadi sesuatu yang tidak lagi bisa ditahan.Ryan mengepalkan tangan. Kekuatan yang mengalir di lengannya terasa j
Ryan menoleh kepada Permaisuri Liam. “Sudah selesai. Tubuh Iblis Mental sudah masuk ke tubuhku.”Permaisuri Liam menutup mulut dengan satu tangan. Sebelum sempat berkata apa pun, Putri Kesembilan perlahan membuka mata.Mata hitam yang sebelumnya redup kini kembali jernih. Gadis kecil itu mengedip beberapa kali seperti baru terbangun dari tidur panjang, lalu bangkit berdiri tanpa terlihat pusing atau lemah.Ia menatap kedua tangannya, lalu wajahnya langsung berseri-seri. “Ibu! Tubuhku sudah tidak sakit!”Putri Kesembilan berlari keluar dari formasi dan memeluk Permaisuri Liam. Sang permaisuri segera membalas pelukannya erat-erat. “Benarkah?”“Iya! Tidak ada yang menghisap tenagaku lagi.”Air mata jatuh dari mata Permaisuri Liam. Ia memegang kedua pipi putrinya sambil berkata, “Bagus... akhirnya selesai.”Kaisar Nine Nether mengembuskan napas panjang, dan wajah kerasnya melunak. “Tuan Pendragon, terima kasih karena sudah menyelamatkan putriku.”Permaisuri Liam juga mengucapkan terima ka
Mulut siluet besar di belakang Ryan tetap terbuka, sementara bayangan abu-abu itu menjerit lagi. Tubuhnya sudah hampir menyentuh deretan gigi cahaya yang memancarkan tekanan mengerikan.“Aku menyerah!”Siluet itu tidak berhenti.“Aku akan patuh! Aku benar-benar akan patuh!”Ryan akhirnya mengangkat tangan. “Berhenti.”Siluet besar itu langsung membeku. Mulutnya masih terbuka hanya beberapa sentimeter dari tubuh bayangan abu-abu.Kalau Ryan terlambat satu tarikan napas saja, Tubuh Iblis Mental mungkin benar-benar sudah dilahap sampai tidak tersisa.Ryan menatap makhluk itu. “Sudah yakin?”Bayangan abu-abu langsung mengangguk berkali-kali. “Yakin! Tuan, aku akan mematuhimu. Aku akan mengikuti semua perintahmu dan tidak akan melawan lagi.”Nada suaranya yang tadi penuh kesombongan kini berubah hampir memohon. “Tolong lepaskan cahaya ini. Rasanya seperti membakar seluruh keberadaanku.”Ryan tersenyum tipis. Perubahan sikap makhluk itu begitu cepat sampai hampir terasa lucu.Ia mengibaskan
Ryan tetap diam sambil menatap makhluk abu-abu di depannya. Makhluk itu mengamatinya beberapa saat, tetapi anehnya tidak langsung menyerang.Ada sesuatu dalam diri Ryan yang membuat nalurinya menegang. Sejak pemuda itu masuk ke ruang jiwa tersebut, ia merasakan tekanan yang sulit dijelaskan.Karena itulah makhluk itu memberi peringatan lebih dulu. “Pergi. Keluar sekarang. Aku bisa membiarkan jiwamu tetap utuh.”Ryan mengangkat alis. “Kalau tidak?”“Kau tidak akan pernah bangun lagi.”Ryan tertawa pendek. “Hanya itu?”Bayangan abu-abu itu bergetar.Ryan melangkah maju. “Kau hanya Iblis Mental yang tinggal di tubuh seorang anak. Dari mana datang keberanianmu berbicara seperti penguasa?”“Diam!” Makhluk itu langsung meraung. “Aku pemilik tubuh ini!”Ledakan daya jiwa meletus seketika. Kegelapan di sekeliling mereka pecah seperti permukaan air yang dihantam batu raksasa.Gelombang jiwa membentuk pusaran besar yang berputar cepat, lalu menelan Ryan dari segala arah. Tekanan mengerikan lang
“Mulai.”Ryan berdiri tepat di luar lingkaran utama Formasi Pemindah Jiwa. Tatapannya tertuju pada Putri Kesembilan yang tubuhnya sudah sepenuhnya diselimuti cahaya ungu.Tetua Herstone mengangguk. “Sesaat lagi kesadaran Tuan Pendragon akan dihubungkan dengan jiwa sang putri. Apa pun yang terjadi di dalam, jangan melawan tarikan formasi.”“Kalau koneksi terputus secara paksa, jiwa Putri Kesembilan yang akan menerima akibatnya.”“Aku mengerti,” jawab Ryan singkat.Tetua Herstone mengangkat satu-satunya tangannya. Telunjuknya berhenti beberapa sentimeter dari kening Ryan, lalu cahaya ungu berkumpul di ujung jari dan melesat masuk.Kepala Ryan langsung terasa berat. Istana Divine Heart menghilang dari pandangan, sementara suara orang-orang di sekelilingnya juga lenyap.Ketika membuka mata kembali, Ryan tidak lagi melihat lantai, dinding, ataupun langit. Ia berdiri di ruang tanpa batas yang sepenuhnya dipenuhi kegelapan.Tidak ada angin dan tidak ada suara. Bahkan konsep arah terasa samar







