Beranda / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 985 - Bertemu Teman Lama

Share

Bab 985 - Bertemu Teman Lama

Penulis: Rianoir
last update Tanggal publikasi: 2025-03-14 13:01:54

"Tuan! Gawat! Ada dua orang yang muncul entah dari mana dan menghancurkan formasi pelindung Sekte White Tower!" serunya panik. "Mereka telah melukai lebih dari sepuluh praktisi kita!"

Napasnya terengah saat melanjutkan, "Kemungkinan besar mereka dikirim oleh sekte seni bela diri. Dan salah satunya mengaku dari Keluarga Jirk!"

Pria yang melapor ini adalah orang yang sebelumnya dihajar oleh Ryan dan Lina.

Begitu pulih dari luka-lukanya, hal pertama yang dia lakukan a
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Bubun Burhanudin
nunggu lagi ah bab 986 ok
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3854: Legenda Bernapas

    Sebanyak apa pun darah yang mereka keluarkan, seberat apa pun luka yang mereka terima, tubuh mereka selalu pulih dalam waktu singkat.Konon, genius dengan tubuh sekuat itu sanggup menghajar keberadaan yang kultivasinya jauh lebih tinggi sampai tersungkur ke tanah hanya dengan kekuatan fisik.Namun legenda tetaplah legenda.Kultivator memang memiliki berbagai kesaktian, tetapi semuanya tetap punya batas. Di mata para murid Akademi Heavenly Flame, cerita seperti itu hanya pantas hidup di dalam legenda, dibicarakan saat minum arak, lalu dilupakan begitu matahari terbit.Sekarang, tepat di depan mata mereka, legenda itu berdiri dan bernapas.Bahkan lebih sulit dipercaya daripada kisah yang pernah mereka dengar.Inilah Ryan Pendragon.Keberadaan yang sudah melampaui batas bayangan mereka.**Instruktur penjaga pintu Sumber Urat Spiritual pun terpaku sepenuhnya.Perlahan, senyum masam muncul di wajahnya.Ia sama sekali tidak menyadari kekuatan Ryan. Lebih memalukan lagi, ia bahkan sempat m

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3853: Tinju dan Kapak

    Lalu bagaimana dengan Ryan?Ia sama sekali tidak menghindar.Ia juga tidak memasang pertahanan khusus.Di bawah tatapan semua orang, pemuda itu justru mendorong tinjunya maju, seolah benar-benar hendak menyambut kapak Dunn secara langsung.Ia ingin menahan Artefak Lesser God dengan tangan kosong.Semua murid di sana terperangah. Bahkan instruktur Ranah Star Sealed yang menjaga pintu masuk Sumber Urat Spiritual ikut membeku sesaat.Ada orang yang senekat itu?Mengadu tinju kosong dengan Artefak Lesser God?Ryan memang kuat. Namun di mata kebanyakan orang, pengalaman bertarungnya tampak masih terlalu dangkal. Artefak Lesser God bukan senjata biasa. Bahkan Kultivator Ranah Star Seed pun akan memilih menghindar atau menangkis dengan artefak lain, bukan menyambut mata bilahnya memakai daging dan tulang sendiri.Sebaliknya, Dunn justru kegirangan.Ryan gila.Pemuda itu benar-benar sudah gila.Ia berani mengadu tinju dengan kapaknya yang mengerikan? Kalau begitu, sekuat apa pun pukulan Ry

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3852: Pukulan Ryan

    Di luar dugaan semua orang, Ryan Pendragon yang seharusnya mulai panik justru tersenyum.Senyum itu bukan senyum kaku untuk menutupi rasa takut.Ia benar-benar tampak senang.Dunn tertegun.Apa yang terjadi dengan bocah Ranah Creation ini? Ia sudah ditekan sampai ke sudut, bahkan alasan terakhirnya sebentar lagi akan dicabut. Namun bukannya gentar, pemuda itu malah masih bisa tertawa?“Kau tertawa apa?” Dunn mendengus. “Sampai detik ini pun kau masih ingin berlagak.” “Aku mulai kagum padamu. Kenapa kau tidak jadi pemain sandiwara saja? Siapa tahu kau bisa mendapat penghargaan.”Mendengar ejekan itu, tawa kembali pecah di pelataran.Bagi mereka, sikap Ryan terlalu sulit dimengerti. Kalau ia tidak sedang berpura-pura kuat, berarti kepalanya memang bermasalah.“Tidak ada apa-apa,” ujar Ryan dengan senyum tipis. “Aku cuma berharap kau menandatanganinya lebih cepat.”Begitu kalimat itu keluar, seluruh tawa di pelataran berhenti seketika.Wajah puas Dunn pun ikut kaku.Bocah ini benar-be

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3851: Surat Dunn

    Kadang-kadang, seseorang melanggar aturan bukan karena sejak awal ingin melanggar, atau merasa dirinya berdiri di atas aturan.Terkadang, mereka melanggarnya karena hanya merekalah yang masih berusaha mematuhi aturan itu.Jika sudah begitu, apakah aturan semacam itu masih pantas disebut aturan?Aturan yang tidak dihormati semua pihak hanya berubah menjadi alat di tangan yang kuat, dan rantai di kaki yang lemah.Terlebih lagi, meski Dunn bukan berasal dari faksi kelas puncak, latar belakangnya tetap tidak sederhana. Di antara faksi kelas satu, keluarganya berdiri di jajaran atas. Latar belakang, bakat, dan hubungannya memberinya hak istimewa untuk mengabaikan aturan dalam batas tertentu.Ia memang tetap akan dihukum kalau tertangkap oleh Nolan Chester yang terkenal keras. Namun sekadar memberi pelajaran kepada murid tahun pertama Ranah Creation, memangnya sebesar apa masalahnya?Dunn sama sekali tidak

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3850: Aturan Akademi

    “Aku tidak bisa memukulmu.”Akhirnya Ryan Pendragon membuka mulut. Ia menatap lurus ke mata Dunn, suaranya tenang tanpa getaran sedikit pun.Bukan karena ia tidak berani. Melainkan karena ia memang tidak bisa.Alasannya sederhana. Dunn berhasil membuatnya marah.Jika Ryan benar-benar menggerakkan tangan sekarang, ia tidak yakin bisa menahan kekuatannya. Dengan tubuh yang sudah ditempa berulang kali, ditambah peningkatan dari Api Mistik dan Teknik Membakar Darah, satu pukulan yang lepas kendali bisa saja membuat Dunn tewas di tempat.Melukai sesama murid Akademi Heavenly Flame adalah satu perkara.Membunuh sesama murid adalah perkara yang sama sekali berbeda.Kalau sampai itu terjadi, bahkan Nolan Chester maupun Kepala Akademi Quinton Greaves belum tentu bisa melindunginya sepenuhnya. Dan Ryan belum boleh meninggalkan akademi ini. Tablet Flame masih tersembunyi di suatu sudut, sementara keber

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3849: Tantangan Dunn

    Ketiga pria itu menatap Ryan Pendragon dengan tajam. Di mata mereka, dengan kultivasi serendah itu, Ryan pasti akan pergi dengan patuh begitu ditekan aura tiga Kultivator Ranah Star Seed tahap akhir. Kalau nyalinya lebih kecil, mungkin ia bahkan akan kabur ketakutan tanpa berani menoleh. Namun di luar dugaan mereka, Ryan justru berdiri dengan tenang. Tidak ada setitik pun kepanikan di wajahnya. Tatapannya datar, napasnya stabil, dan tubuhnya sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda tertekan. “Tadi kau bilang aku tidak punya kelayakan?” Ryan menatap Dunn dengan sorot dingin. Dunn dan dua temannya memang selalu tinggi hati. Mereka jarang bergaul dengan murid Akademi Heavenly Flame yang lebih lemah dari mereka, apalagi memperhatikan kabar kecil dari kalangan murid tahun pertama. Karena itu, mereka bertiga sama sekali tidak tahu apa saja yang sudah Ryan lakukan beberapa hari terakhir. Mendengar pertanyaan tersebut, ketiganya justru tertawa. Bagaimana mungkin mereka tidak ter

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status