Share

Bab 1271

Author: Danira Widia
"Ya, dia masih menggila di dalam. Sepertinya dia akan menghadiri pestanya."

Setelah mengatakan itu, Sissy menoleh dan berkata dengan pelan, "Nyonya Verica."

Verica tersenyum. "Panggil Ibu. Mulai sekarang, kamu adalah putri manisku. Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Aku akan memuaskan keinginanmu, asalkan kamu patuh dan ikuti perintahku saja."

Verica menggertakkan giginya, lalu menganggukkan kepala. "Baik, Ibu."

....

Di kamar pasien.

Chelsea membanting semua benda yang berada di atas meja sampai luka di tangannya yang baru saja dirawat perawat pun kembali robek dan darah menetes ke lantai dari ujung jarinya.

"Sudah puas melampiaskan amarah? Duduk," kata Landon.

"Nggak ada hubungannya denganmu! Kamu ini siapa?" marah Chelsea dengan napas terengah-engah.

"Majikanmu," balas Landon. Dia tidak sanggup mengatakan kata "sponsor" dan dia juga tidak memiliki kebiasaan seperti itu.

Chelsea tersadar kembali. "Oh."

Dia baru saja hendak kembali ke tempat tidur, tetapi otaknya kekurangan pasokan darah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Zhen Zhen
kereen pk landon langsung membeli agensinya chelsi
goodnovel comment avatar
Amai Yiep
geram kali lihat sissy semoga landon bos barunya biar bisa balas dendam chelsea
goodnovel comment avatar
Mare Marcu
pasti landon
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1271

    "Ya, dia masih menggila di dalam. Sepertinya dia akan menghadiri pestanya."Setelah mengatakan itu, Sissy menoleh dan berkata dengan pelan, "Nyonya Verica."Verica tersenyum. "Panggil Ibu. Mulai sekarang, kamu adalah putri manisku. Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Aku akan memuaskan keinginanmu, asalkan kamu patuh dan ikuti perintahku saja."Verica menggertakkan giginya, lalu menganggukkan kepala. "Baik, Ibu."....Di kamar pasien.Chelsea membanting semua benda yang berada di atas meja sampai luka di tangannya yang baru saja dirawat perawat pun kembali robek dan darah menetes ke lantai dari ujung jarinya."Sudah puas melampiaskan amarah? Duduk," kata Landon."Nggak ada hubungannya denganmu! Kamu ini siapa?" marah Chelsea dengan napas terengah-engah."Majikanmu," balas Landon. Dia tidak sanggup mengatakan kata "sponsor" dan dia juga tidak memiliki kebiasaan seperti itu.Chelsea tersadar kembali. "Oh."Dia baru saja hendak kembali ke tempat tidur, tetapi otaknya kekurangan pasokan darah

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1270

    Kebetulan sekali, Sissy jatuh tepat di pelukan Landon yang baru saja masuk."Terima kasih, aku baik-baik saja. Aku cuma ingin melihat Chelsea, nggak kusangka dia akan begitu marah sampai bahas soal tamu." Sissy menunduk. Wajahnya penuh rasa kecewa seolah-olah menanggung beban besar.Chelsea menatapnya dengan agak getir dan putus asa. Dia tidak menoleh ke Landon, langsung duduk."Ya, aku memang mengatakannya.""Chelsea ...." Sissy jelas tidak menyangka Chelsea akan begitu tegas mengakuinya. Dia menunduk, tetapi matanya tetap melirik ke arah Landon.Landon menyadari tatapan itu dan menjauh. Dia tidak menanggapi, hanya berkata pelan, "Sissy, kondisi Chelsea berbeda denganmu. Dia nggak bisa pulih secepatmu. Kalau kamu nggak ingin mendengarnya, sebaiknya jangan ke sini."Sissy terkejut, sontak menatap Landon. Matanya penuh ketidakpercayaan.Landon menunjuk ke pintu, tetap dengan sikap sopannya. "Silakan."Sissy mengerti maksud Landon yang mengusirnya. Dia tersenyum canggung. "Aku memang sal

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1269

    Janice menatap ke atas. "Kamu lagi-lagi merahasiakannya dariku?""Bukan begitu. Soal Verica operasi plastik itu, Arya juga nggak bisa pastikan. Sekarang operasi plastik bukan masalah besar, banyak wanita kaya dalam lingkaran ini yang cuma melakukan penyesuaian kecil, ini bukan rahasia yang bisa dipakai buat menekan siapa pun," jelas Jason."Kalau begitu, kenapa kamu menyuruh orang mencari dokter operasi plastiknya? Pasti ada alasan lain.""Dia mengubah bagian yang seharusnya nggak disentuh, dia sedang menutupi sesuatu. Selain itu, sikapnya terhadap Bayu, ambisinya, kesabarannya menanggung hinaan .... Kamu benar-benar pikir galeri seni itu sepenuhnya dikendalikan Bayu?"Janice teringat ekspresi Verica yang tersenyum tetapi tak tulus itu."Maksudmu, dia sebenarnya otak di balik galeri seni itu?""Cara mengadopsi Sissy itu nggak mungkin ide dari Bayu."Menyebut soal ini, Janice langsung duduk tegak, tetapi pinggangnya terasa sangat pegal sehingga dia kembali berbaring.Belum sempat berbic

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1268

    Pria itu menunduk dan mencium, lembut sekali, sama sekali tak seperti sifatnya yang biasa.Kasur sedikit amblas, napas keduanya menjadi kacau balau. Namun, Jason tidak bergerak lebih jauh, hanya memeluk Janice.Ciumannya berpindah dari bibir Janice, ke dagu, lalu ke leher, akhirnya ke dada yang bergerak naik turun.Janice sedikit mengernyit, sementara Jason tetap tenang dan tak terburu-buru. Tubuhnya yang tinggi dan hangat menempel erat pada Janice, napas beratnya terdengar di telinga Janice."Suka begini? Masih mau lagi?"Janice mencengkeram ujung terusannya, mencoba menenangkan jantung yang berdetak kencang. Dia ingin memaki pria ini."Kalau nggak bicara berarti suka. Ternyata kamu suka tipe seperti Landon."Jason menahan napas, menatapnya dengan mata yang seakan-akan bisa membeku menjadi es. Dia penuh kendali, tetapi juga berbahaya.Janice terkejut. Apakah Jason meniru Landon? Dia bahkan tidak tahu seperti apa Landon di ranjang, kenapa harus ditiru?"Kamu ...." Sebelum Janice berbic

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1267

    Mendengar itu, Landon mengerutkan alis dalam-dalam, cepat-cepat mengikuti Chelsea.Janice berbalik, tetapi tubuhnya tiba-tiba ditarik Jason. "Kamu mau ke mana? Mau bareng Landon?""Jason, mulutmu kenapa hari ini? Semua omonganmu nggak enak didengar." Janice menatap Jason."Hari ini aku makan cabai rawit."Benar-benar tak habis pikir.Sampai di tangga, Landon dan Chelsea sudah turun duluan. Janice hanya bisa menunggu lift lagi.Begitu masuk lift, tubuhnya langsung ditarik Jason ke pelukannya. Badannya menempel di dada Jason. Hangat, naik turun mengikuti napas.Janice mendorong sedikit. "Kamu ngapain? Di lift ada CCTV!""Dia sepenting itu? Kamu perhatian sama dia di depanku! Aku nggak cukup berusaha ya?"Pipi Janice memerah, sudut bibir bergerak sedikit. "Jason, tolong jaga wibawamu.""Itu nggak penting. Pokoknya kamu nggak boleh peduliin dia.""Aku cuma ... um ...."Janice baru ingin menjelaskan, tetapi bibir Jason sudah menempel di bibirnya. Terdengar suara mesin lift. Napas keduanya t

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1266

    "Leah di studio Amanda, sementara Chelsea beberapa waktu terakhir ikut Bayu."Setelah Landon menganalisis, jelas siapa yang ingin menyingkirkan Chelsea. Seharusnya orang itu tahu setiap wanita Bayu, yaitu Verica.Begitu Chelsea memikirkan keterlibatan Keluarga Azhara, luka di tubuhnya mulai terasa nyeri samar. Rona merah di wajahnya pun perlahan memudar.Bibirnya bergetar sedikit. "Verica itu aneh. Pelayan di apartemen itu orangnya, tapi Bayu sama sekali nggak tahu. Jelas dia diam-diam bersiap-siap, tapi yang dia waspadai bukan wanita, melainkan Bayu. Tapi dia rela membantu Bayu menangani dan memperkenalkan wanita."Janice mengangguk setuju, menatap wajah Chelsea. "Aku dan Chelsea ada kemiripan, tapi kami nggak mirip Verica sama sekali. Bayu begitu terobsesi dengan jenis wanita tertentu, terus kenapa dia menikahi Verica?""Karena Verica operasi plastik," jawab Jason.Janice terkejut sejenak.Jason melanjutkan, "Dokter pribadinya belum ditemukan. Kalau sudah ketemu, mungkin kebenaran ak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status