Share

Bab 367

Author: Danira Widia
Vania tidak mungkin sebaik itu.

Seorang staf mendekati Janice dan berujar, "Silakan lewat sini."

"Hm."

Janice meletakkan cangkir tehnya dan langsung berdiri. Dia hanya ingin segera keluar dari ruangan yang membuatnya merasa tersiksa ini.

....

Janice melangkah masuk ke ruang ganti kecil yang terpisah. Dari balik tirai tebal, staf menunjuk rak pakaian dengan sikap dingin dan berkata, "Silakan dipilih."

Janice membalik beberapa pakaian dengan santai. Hampir semua pakaian berwarna merah atau ungu, bahkan masih ada warna neon lainnya. Setiap gaun didesain dengan potongan punggung terbuka atau leher berbentuk V yang sangat dalam. Sepertinya semua gaun aneh dari merek ini sengaja dikumpulkan di sini.

Dengan sabar, Janice bertanya, "Apa ada pilihan lain?"

Staf itu memalingkan wajahnya, berpura-pura tidak mendengar, lalu memutar matanya dengan malas.

Janice tertawa dingin dalam hati. Dia tahu Vania tidak mungkin membiarkannya begitu saja. Tanpa ragu, dia berucap, "Aku nggak akan pakai gaun di s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1727

    Ucapan Verica saling bertentangan, tetapi dia malah bisa mengabaikan semuanya dan tetap menyalahkan Ivy. Begitu mendengar perkataan itu, ekspresinya tiba-tiba berubah seperti baru tersadar dari mimpi. "Dia bilang begitu?""Apa ada yang salah?" tanya Janice balik.Verica menatap wajah Janice. "Aku benar-benar nggak menyangka ternyata Ivy begitu mencintaimu. Sungguh lucu."Janice tidak mengerti maksud perkataan Verica itu. Namun, dari semua perkataan tadi, Verica termasuk sudah mengakui dirinya adalah Poppy. "Bu Verica, kamu sudah mengakuinya. Kalau nggak, mana mungkin kamu bisa tahu begitu banyak.""Benarkah? Kata-kata mana yang aku bilang itu adalah pengakuan? Kamu sudah bersama Pak Jason begitu lama, tapi tetap nggak bisa menahan amarahmu. Sejak awal aku bicara tentang orang lain, semua kabar itu hanya hasil penyelidikanku. Mengenal lawan adalah hal yang penting, benar kan Bu Janice?" kata Verica sambil tertawa.Janice menggigit bibirnya, benar-benar tidak menyangka Verica masih bisa

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1726

    Pertanyaan Janice membuat Verica tertegun sejenak, tetapi dia jelas tidak ingin menerima bentuk keraguan apa pun. "Itulah hebatnya ibumu, dia selalu membuat orang merasa dia bodoh. Tapi, dengan statusnya dan membawamu yang sebagai beban, apa Pak Zachary mau menikahinya kalau dia nggak punya cara? Pak Zachary bahkan memutuskan pacarnya yang dicintainya saat itu, lalu bersamanya."Mendengar itu, Janice tertegun sejenak. Dalam hatinya, dia makin yakin bahwa wanita di depannya ini memang Poppy dan terus memperhatikan Ivy selama bertahun-tahun sebagai Verica. Jika tidak, Verica tidak mungkin tahu detail tentang Ivy setelah pergi. Hanya saja, Verica ini jelas sudah terjebak prasangka sejak awal.Sebenarnya, banyak orang yang awalnya mengira Ivy adalah wanita yang sangat licik. Namun, setelah benar-benar berinteraksi dengannya, mereka baru sadar pikirannya memang benar-benar polos.Janice berkata, "Kamu dengar semua kabar ini dari siapa? Netizen atau mantan rekan kerjamu?"Melihat Verica terd

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1725

    Verica tiba-tiba menatap Janice, seolah-olah hendak melihat tembus ke dalam pikiran Janice.Namun, saat Janice berusaha menangkap ekspresi Verica, Verica malah tersenyum. "Menurutmu, aku ini siapa? Selagi aku masih punya sedikit waktu, coba ceritakan."Janice yang tahu ini adalah kesempatannya pun mengucapkan nama itu dengan tegas. "Poppy."Saat mendengar nama itu, bahu Verica terlihat jelas menegang sejenak. "Poppy? Poppy? Aku nggak kenal.""Kamu nggak bisa menyangkal. Aroma anggrek di tubuhmu sama persis dengan wangi parfum yang kamu berikan pada ibuku, itu parfum racikan khususmu. Kamu boleh saja bilang itu formula parfum yang kamu beli, tapi kamu sebenarnya sudah membuka kedokmu sendiri sejak kamu mulai menargetkan ibuku."Saat mengatakan itu, Janice terus mengamati ekspresi Verica. Namun, ekspresi Verica sangat sulit untuk ditebak.Tatapan Verica sempat goyah saat mendengar nama Poppy, tetapi bukan karena terkejut. Terlihat jelas, ini bukan pertama kalinya dia mendengar nama itu.

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1724

    Saat Janice menatap langit, para pengawal di sekitar perlahan-lahan mendekat atas isyarat Verica. Dia segera mengalihkan kembali pandangannya, lalu tersenyum pada Vega. "Lanjutkan saja mainnya ya, Mama duduk di samping.""Mama, siapa dia? Kenapa dia terus menatapku?" tanya Vega sambil menunjuk Verica.Janice yang tidak ingin menakuti Vega pun menenangkan, "Orang yang Mama kenal. Dia sebentar lagi pergi, jangan khawatir.""Baiklah," kata Vega sambil menggandeng Louise dan kembali bermain.Janice berbalik dan menatap Verica. Cuaca di sekitar memang terlihat cerah dan damai, tetapi suasana di antara mereka sebenarnya sudah lama penuh dengan ketegangan. Saat melangkah ke arah Verica, tangannya terkulai di samping dan ujung jarinya mengetuk layar ponsel beberapa kali. Setelah itu, dia kembali duduk di samping Verica dengan santai. "Bu Verica, apa yang kamu takuti?""Janice, kamu nggak usah pura-pura sangat mengenalku."Saat mengatakan itu, Verica menundukkan kepala dan melirik jam tangannya

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1723

    Dalam sekejap, Janice teringat dengan obat saraf itu. Jika Yosep masih ingin menyingkirkan satu orang lagi selain Jason, berarti yang tersisa hanya Verica.Begitu mendapatkan surat wasiat dan langsung menyingkirkan Jason, Yosep pasti akan langsung dicurigai. Namun, jika Verica lumpuh dan dia yang sebagai menantu merawat Leah dan mengambil alih bisnis Keluarga Azhara, itu justru terlalu masuk akal.Janice berpikir pantas saja Jason berkata menarik saat mendengar efek obat itu, ternyata begitu. Yosep sama sekali tidak bodoh, hanya berniat mempelajari alurnya dengan matang sebelum menyingkirkan Verica. Memikirkan itu, dia pun tertawa.Verica mengernyitkan alisnya. "Apa yang kamu tertawakan?"Janice bertanya balik, "Bu Verica, apa Yosep juga tahu kamu datang mencariku?""Apa maksudmu?" tanya Verica."Dia nggak menentang dan malah memujimu berpikir matang, 'kan?" tanya Janice lagi, tanpa menunggu jawaban dari Verica.Melihat Verica akhirnya terdiam sepenuhnya, Janice berpikir sepertinya teb

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1722

    Orang yang duduk di samping Janice ternyata adalah Verica yang seharusnya berada di bandara pribadi Keluarga Karim.Janice secara refleks menoleh ke arah Vega yang sedang bermain ayunan.Verica mengikuti arah pandangan Janice dan ikut melihat ke sana. Seolah-olah sedang mengobrol, dia berkata dengan santai, "Anak ini cantik sekali, mirip kamu dan juga Pak Jason. Pantas saja Pak Jason nggak mau melepaskanmu."Janice menatap Verica dengan waspada. "Bu Verica, apa yang kamu inginkan?""Tenang saja. Kalau aku benar-benar mau macam-macam, kamu rasa kalian tiga wanita ini bisa lolos? Orang-orangku ada di sekitar sini," kata Verica sambil menatap Janice dan mengernyitkan alisnya.Janice langsung melihat ke sekelilingnya dan memang benar ada beberapa pengawal yang sedang mengawasi mereka. Dengan kemampuan para pengawal itu, mereka mungkin akan langsung ditangkap begitu mereka berteriak minta tolong. Dia menggenggam ponselnya dengan erat dan memaksakan dirinya untuk tetap tenang."Bu Verica, ya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status