Share

Bab 855

Penulis: Danira Widia
Namun, Janice menghadapi masalah sulit selanjutnya, yaitu harus bagaimana menyapa Ivy dan Zachary. Saat hendak memperkenalkan mereka pada Vega, pikirannya tiba-tiba buntu. Di kehidupan sebelumnya, mereka jarang bertemu setelah keduanya benar-benar tersingkirkan. Jason juga tidak ada di tempat setiap kali mereka bertemu, sehingga tidak pernah terjadi situasi canggung seperti ini.

Janice diam-diam melirik Jason sebagai isyarat agar Jason yang menjelaskannya.

Setelah berpikir sejenak, Jason berkata, "Terserah Vega saja mau panggil apa, aku juga nggak rugi."

Jason berpikir paling-paling statusnya turun satu generasi saja, malahan lebih muda.

Zachary menatap Vega dengan penuh kasih sayang. "Nggak rugi, punya putri yang begitu lucu seperti Vega tentu saja nggak rugi. Jason, matanya sangat mirip dengan matamu saat kecil. Saat kamu sebesar ini, aku dan kakak ...."

"Kak Zachary, aku masih harus jaga wibawaku di depan anakku," sela Jason dengan nada yang lebih lembut. Suasana di dalam kamar pasi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Zhen Zhen
ivy hamil ya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1725

    Verica tiba-tiba menatap Janice, seolah-olah hendak melihat tembus ke dalam pikiran Janice.Namun, saat Janice berusaha menangkap ekspresi Verica, Verica malah tersenyum. "Menurutmu, aku ini siapa? Selagi aku masih punya sedikit waktu, coba ceritakan."Janice yang tahu ini adalah kesempatannya pun mengucapkan nama itu dengan tegas. "Poppy."Saat mendengar nama itu, bahu Verica terlihat jelas menegang sejenak. "Poppy? Poppy? Aku nggak kenal.""Kamu nggak bisa menyangkal. Aroma anggrek di tubuhmu sama persis dengan wangi parfum yang kamu berikan pada ibuku, itu parfum racikan khususmu. Kamu boleh saja bilang itu formula parfum yang kamu beli, tapi kamu sebenarnya sudah membuka kedokmu sendiri sejak kamu mulai menargetkan ibuku."Saat mengatakan itu, Janice terus mengamati ekspresi Verica. Namun, ekspresi Verica sangat sulit untuk ditebak.Tatapan Verica sempat goyah saat mendengar nama Poppy, tetapi bukan karena terkejut. Terlihat jelas, ini bukan pertama kalinya dia mendengar nama itu.

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1724

    Saat Janice menatap langit, para pengawal di sekitar perlahan-lahan mendekat atas isyarat Verica. Dia segera mengalihkan kembali pandangannya, lalu tersenyum pada Vega. "Lanjutkan saja mainnya ya, Mama duduk di samping.""Mama, siapa dia? Kenapa dia terus menatapku?" tanya Vega sambil menunjuk Verica.Janice yang tidak ingin menakuti Vega pun menenangkan, "Orang yang Mama kenal. Dia sebentar lagi pergi, jangan khawatir.""Baiklah," kata Vega sambil menggandeng Louise dan kembali bermain.Janice berbalik dan menatap Verica. Cuaca di sekitar memang terlihat cerah dan damai, tetapi suasana di antara mereka sebenarnya sudah lama penuh dengan ketegangan. Saat melangkah ke arah Verica, tangannya terkulai di samping dan ujung jarinya mengetuk layar ponsel beberapa kali. Setelah itu, dia kembali duduk di samping Verica dengan santai. "Bu Verica, apa yang kamu takuti?""Janice, kamu nggak usah pura-pura sangat mengenalku."Saat mengatakan itu, Verica menundukkan kepala dan melirik jam tangannya

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1723

    Dalam sekejap, Janice teringat dengan obat saraf itu. Jika Yosep masih ingin menyingkirkan satu orang lagi selain Jason, berarti yang tersisa hanya Verica.Begitu mendapatkan surat wasiat dan langsung menyingkirkan Jason, Yosep pasti akan langsung dicurigai. Namun, jika Verica lumpuh dan dia yang sebagai menantu merawat Leah dan mengambil alih bisnis Keluarga Azhara, itu justru terlalu masuk akal.Janice berpikir pantas saja Jason berkata menarik saat mendengar efek obat itu, ternyata begitu. Yosep sama sekali tidak bodoh, hanya berniat mempelajari alurnya dengan matang sebelum menyingkirkan Verica. Memikirkan itu, dia pun tertawa.Verica mengernyitkan alisnya. "Apa yang kamu tertawakan?"Janice bertanya balik, "Bu Verica, apa Yosep juga tahu kamu datang mencariku?""Apa maksudmu?" tanya Verica."Dia nggak menentang dan malah memujimu berpikir matang, 'kan?" tanya Janice lagi, tanpa menunggu jawaban dari Verica.Melihat Verica akhirnya terdiam sepenuhnya, Janice berpikir sepertinya teb

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1722

    Orang yang duduk di samping Janice ternyata adalah Verica yang seharusnya berada di bandara pribadi Keluarga Karim.Janice secara refleks menoleh ke arah Vega yang sedang bermain ayunan.Verica mengikuti arah pandangan Janice dan ikut melihat ke sana. Seolah-olah sedang mengobrol, dia berkata dengan santai, "Anak ini cantik sekali, mirip kamu dan juga Pak Jason. Pantas saja Pak Jason nggak mau melepaskanmu."Janice menatap Verica dengan waspada. "Bu Verica, apa yang kamu inginkan?""Tenang saja. Kalau aku benar-benar mau macam-macam, kamu rasa kalian tiga wanita ini bisa lolos? Orang-orangku ada di sekitar sini," kata Verica sambil menatap Janice dan mengernyitkan alisnya.Janice langsung melihat ke sekelilingnya dan memang benar ada beberapa pengawal yang sedang mengawasi mereka. Dengan kemampuan para pengawal itu, mereka mungkin akan langsung ditangkap begitu mereka berteriak minta tolong. Dia menggenggam ponselnya dengan erat dan memaksakan dirinya untuk tetap tenang."Bu Verica, ya

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1721

    Louise tertegun sejenak. "Aku pikirkan lagi nanti. Sekarang lebih baik menemani Vega kontrol ulang dulu. Arya sudah menunggu.""Ya," jawab Janice.Begitu masuk ke rumah sakit, Janice langsung membuka ponselnya. Melihat titik kecil yang terus bergerak di layar, dia merasa agak tenang. Jason pasti tidak tahu dia sudah lama mengganti kancing di mantel Jason. Target Yosep selama ini adalah Jason, sehingga dia khawatir Yosep akan menggunakan obat saraf itu pada Jason.Namun, saat menundukkan kepala dan memperbesar peta di layar, ekspresi Aura terlihat bingung. Mereka ini sebenarnya ingin pergi ke mana?"Janice, kamu lagi lihat apa? Liftnya sudah datang," kata Louise."Baik, aku datang," balas Janice sambil menggandeng Vega masuk ke dalam lift.....Setibanya di lantai atas.Begitu melihat Janice, Louise, dan Vega, Arya langsung mendekat. "Pemeriksaannya masih yang itu-itu saja, aku sudah atur semuanya."Arya melirik Vega. "Vega pasti nggak takut, 'kan?""Tentu saja, aku ini sangat berani,"

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1720

    Tentu tidak mungkin mereka menyiapkan obat itu untuk dipakai sendiri. Jadi, Yosep dan Senia seharusnya masih punya satu orang lagi yang ingin mereka singkirkan.Janice menoleh pada Jason dengan penasaran. "Kira-kira siapa ya?"Jason tampak memikirkan sesuatu, lalu mengejek sambil tersenyum tipis, "Cukup menarik.""Ada apa?" tanya Janice."Nggak ada apa-apa. Tunggu saja, pertunjukan baru mau dimulai."Selesai berkata begitu, Jason kembali fokus pada telepon. "Pak Seto, menurutku mereka akan segera bergerak.""Baik, aku akan memperhatikan situasinya. Kalian juga hati-hati," pesan Seto."Ya." Jason menutup telepon.Janice merasa sedikit gelisah. Entah kenapa, dia selalu merasa masalah ini tidak sesederhana itu. "Jason, aku agak takut. Yosep sudah nekat. Apa dia akan melakukan sesuatu lagi diam-diam?"Yosep tidak mewarisi kebijaksanaan Anwar, tetapi kelicikannya menurun 100%. Sekarang, apa lagi yang tidak berani dia lakukan?Jason berujar, "Saat ini kita nggak boleh bereaksi berlebihan, na

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status