Share

Bab 945

Author: Danira Widia
"Begini saja, kalian semua masing-masing buat satu desain perhiasan kenang-kenangan. Nanti kita akan pilih yang terbaik," kata Amanda.

Mendengar mereka juga boleh ikut serta dalam proyek kerja sama dengan Keluarga Karim ini, karyawan lainnya langsung merasa sangat antusias. Jika sampai terpilih, jelas ini akan sangat membantu karier mereka. Memikirkan hal itu, mereka yang tadinya masih menjilat pun tidak peduli dengan ekspresi Leah lagi. Jika mereka tidak memikirkan diri mereka sendiri, siapa lagi yang akan peduli.

"Baik, kami pasti nggak akan mengecewakan harapan Bu Amanda."

"Ya, pergilah kerja," kata Amanda sambil melambaikan tangan untuk membubarkan rapat.

Semua orang meninggalkan ruang rapat dengan sangat bersemangat.

Sementara itu, Janice baru saja keluar dari keluar dari ruang rapat sambil membawa barang-barangnya, Leah langsung mengejarnya. Namun, dia tidak langsung mengungkapkan maksudnya, melainkan berkata dengan nada dingin, "Hebat juga."

Janice berkata dengan pura-pura polos
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1747

    Leah seakan-akan melihat secercah harapan. Dia menggigit bibirnya dan mengangguk kuat.Bayu memberi beberapa pesan dan penjelasan. Setelah itu, waktu kunjungan pun habis.Dengan berat hati, Leah berpamitan pada ayahnya, lalu bangkit dan keluar dari ruangan.Seto berdiri tepat di luar pintu.Leah mengangkat tangan dan berkata, "Apa yang dikatakan ayahku barusan seharusnya juga sudah kamu dengar. Aku bersedia memberikan kesaksian untuk menuduh Poppy."Seto memasangkan borgol padanya sambil mengingatkan, "Demi anakmu, jalani pembinaan dengan baik."Keduanya meninggalkan penjara. Saat pintu perlahan tertutup, seorang petugas menoleh ke sekeliling, lalu keluar dari penjara untuk menelepon."Barusan Leah datang menemui Bayu, katanya ....""Baik, aku sudah tahu."Pihak di seberang langsung menutup telepon.....Di kantor polisi, setelah mengantar Leah kembali ke rumah sakit, Seto membawa barang bukti kembali. Semuanya berjalan jauh lebih lancar dari yang dibayangkan.Saat Seto baru saja mengh

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1746

    "Ayah, bukan begitu. Aku sangat merindukanmu, aku benar-benar merindukanmu. Keluarga Azhara sudah nggak punya apa-apa lagi."Kerapuhan Leah langsung meledak.Mendengarnya, Bayu menoleh melihat sekeliling. Dia mendekatkan wajahnya ke kaca, lalu berkata pelan kepada Leah, "Tenang saja. Ayah sudah menyiapkan semuanya untukmu. Ibumu seharusnya sudah bilang padamu, 'kan?"Leah menahan air mata, terpaku di tempat.Ternyata memang begitu. Jadi selama ini, ayah dan anak itu sama-sama dipermainkan oleh Verica.Leah mengangkat tangan, menempelkan telapak tangannya ke kaca, lalu bertanya dengan terisak, "Ayah, aku mau tanya. Verica yang sekarang ini benar-benar ibuku?"Bayu terdiam, jelas tidak menyangka Leah akan bertanya seperti itu."Leah.""Ayah, hidupku nggak baik-baik saja. Harta yang Ayah tinggalkan untukku semuanya diambil Ibu dengan alasan membangun kembali Keluarga Azhara. Dia mendirikan perusahaannya sendiri, sementara aku menikah dengan Yosep. Sekarang aku hamil, lalu kami semua ditan

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1745

    "Bu, aku sudah bilang, hubunganku dengan Louise hanya sebatas teman, nggak ada hubungan lain," jelas Arya dengan sabar."Jangan pikir kamu bisa membohongiku. Kalau kalian memang nggak ada hubungan apa-apa, kenapa kamu menolak perjodohan?" tanya Amelia dengan serius.Arya memijat pelipisnya. "Bu, aku punya orang yang kusukai. Aku nggak akan ikut kencan buta. Jangan ikut campur lagi dalam urusanku."Amelia tertegun. Dia duduk dengan lemas."Dulu aku juga jarang mengurus adikmu, selalu merasa kalian berdua cukup bisa diandalkan. Tapi hasilnya bagaimana?""Azka meninggal karena kesalahannya sendiri. Itu nggak ada hubungannya denganmu," Arya menegaskan."Lalu kamu?"Arya membeku di tempat. Kalimat itu seperti pisau tajam yang membelah lapisan tipis yang tampak utuh di permukaan, padahal bagian dalamnya sudah lama membusuk.Saat Azka mengalami kecelakaan, ibunya tidak pernah menyalahkan Arya, hanya mengatakan bahwa Azka terlalu keras kepala dan melakukan kesalahan besar. Sementara Arya? Dia

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1744

    Orang-orang di sekitar mendengar keributan itu dan serentak menoleh. Hal ini membuat wajah Louise memucat lalu memerah, benar-benar malu."Aku, aku ...."Jason melirik Norman. Norman segera berbalik, mencari manajer restoran untuk menjelaskan situasinya."Duduk dulu," kata Jason.Louise duduk kembali dengan marah. Tangannya menggenggam handuk sambil menyeka sisa sup di tubuhnya dengan kuat. Untung dia mengenakan jaket. Kalau tidak, kulitnya pasti sudah melepuh."Sial sekali," keluh Louise, lalu menambahkan, "Bukannya aku mau bicara buruk soal Arya, tapi ibunya benar-benar nggak masuk akal."Janice juga merasa aneh. "Kenapa ibu Arya jadi seperti ini?"Jason menjawab, "Dia sakit.""Sakit apa?""Kejiwaan," jawab Jason dengan nada tak berdaya.Tangan Louise yang sedang mengelap tubuhnya terhenti. "Gangguan jiwa? Kok bisa? Dia .... Jujur saja, ibunya itu punya uang dan waktu. Meskipun satu anaknya meninggal, itu juga akibat dari perbuatannya sendiri. Setidaknya Arya ini anak yang baik, 'kan

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1743

    Leah diam saja, menekan bibirnya erat-erat.....Setelah keluar dari ruang rawat, Janice menghela napas panjang. Dia menatap Jason dan bertanya, "Menurutmu Leah akan memilih apa?"Jason menatap sekilas pintu kamar rumah sakit. "Leah dan Verica sebenarnya tipe orang yang sama."Janice merenung sejenak, lalu tiba-tiba tersadar. "Maksudnya, nggak peduli Verica ini asli atau palsu, Leah pasti akan percaya bahwa dia palsu demi dirinya sendiri. Ini malah jadi kesempatan bagus untuk menebus kesalahan sekaligus menolong diri sendiri.""Mm." Jason sebenarnya sudah melihat jawabannya dari mata Leah. Itulah jawaban yang dia inginkan, memasukkan Verica ke penjara.Hari itu berlalu dengan cepat. Saat istirahat sudah hampir waktu makan malam, Janice mengusulkan agar mereka sekalian makan bersama. Arya pun membawa mereka ke restoran di dekat rumah sakit.Sebelum hidangan disajikan, Arya menanyakan situasi Jason dan Janice di kamar Leah. Janice menjelaskan semuanya dengan jujur.Arya berkata, "Aku men

  • Pembalasan sang Istri Tertindas   Bab 1742

    Bukan?Di benak Leah, muncul sebuah gambaran yang sama sekali tidak sanggup diterimanya. "Nggak, nggak mungkin. Aku tahu kalian hanya ingin menipuku."Leah menutup telinganya, menolak mendengar kata-kata Janice lagi.Jason berkata dengan nada dingin, "Keluarga Azhara menjalankan bisnis seperti itu bukan hanya satu atau dua tahun saja. Sebelumnya bahkan ada dua negara yang bekerja sama menyelidikinya, tapi selalu lolos. Hanya kali ini saja mereka gagal total. Coba kamu pikirkan baik-baik, kenapa?"Leah perlahan-lahan menurunkan tangannya, lalu kembali memikirkan semua kejadian di kapal pesiar. Dia selalu mengira Janice yang menghancurkan rencana Keluarga Azhara, padahal Janice sebenarnya hanya mengetahui hanya mengetahui sedikit hal saja tentang Keluarga Azhara.Pukulan paling mematikan bagi Keluarga Azhara datang dari orang dalam, seolah-olah ada seseorang yang mengendalikan segalanya agar Janice menghancurkan rencana Keluarga Azhara. Janice memang terlihat seperti pemenang terakhirnya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status