Share

Merem Melek

Author: Atieckha
last update Last Updated: 2025-09-09 09:17:08

“Kamu ini benar-benar tidak punya harga diri ya, Arka. Makanya kamu itu waktu tanda tangan kontrak harusnya perhatikan apa isi perjanjiannya, jangan main tanda tangan aja. Akhirnya kayak gini kan jadinya,” ucap Bu Yuli dengan ketus.

Seperti biasa, bukan anaknya yang disalahkan, melainkan keadaan. Bu Yuli seolah tidak pernah bisa mengakui kalau Arkana yang ceroboh. Yang jadi korban tetaplah Luna. Bagi wanita paruh baya itu, Luna memang harus tunduk apa pun alasannya, meskipun Arkana sudah berkali-kali menyakiti hati istrinya.

Bahkan lebih kejam lagi, demi cucu yang ia idamkan sejak dulu, Bu Yuli rela menutup mata. Rela membiarkan Arkana membawa Amel, seorang mantan wanita penghibur, masuk ke rumah ini tanpa rasa bersalah pada menantunya yang sudah Ia sakit di bertubi-tubi.

“Kalau sampai Luna cerita pada tetangga kita tentang pekerjaan Amel dulu, mau taruh di mana muka kita, Arkana? Ibu bukannya membela Luna, tapi ada benarnya kata Luna. Harusnya yang kamu bawa pulang itu gadis remaja a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Huda Maulida
knp pas bagian arkana, g se hot si devan?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 376

    “Bos, kami sudah siap. Barang yang akan dikirim juga sudah siap semua,” lapor anak buah Arkana.“Oke, nanti atur jarak aman ya,” balas Arkana.“Siap, Bos.”“Sepuluh menit lagi kita berangkat,” pesan Arkana pada orang kepercayaannya. “Baik, Bos. Kami siap menerima perintah berikutnya. Setelah itu anak buahnya segera pergi dan kembali ke posisi semula.Setelah semua persiapan dianggap cukup, Arkana dan Amel mengenakan rompi antipeluru yang sudah disiapkan sejak awal. Benda itu terasa berat di badan, tapi bagi mereka sudah menjadi bagian dari rutinitas setiap kali harus turun langsung. Arkana mengambil senjata yang disimpan di brankas kecil di sudut ruangan, memastikan pelurunya terisi penuh. Amel melakukan hal yang sama, meski gerakannya sedikit kaku. Ini bukan kali pertama, tapi setiap kali tetap saja ada rasa tidak nyaman yang sulit dihilangkan.Mereka masuk ke dalam satu mobil yang sama. Arkana di balik kemudi, Amel duduk di sampingnya. Wajah keduanya tampak serius. Tidak ada canda,

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 375

    Setelah puas berkeliling dari satu kota ke kota lain, akhirnya Arkana dan Amel benar-benar bersiap kembali ke tanah air. Semua urusan di luar negeri dianggap beres, setidaknya untuk sementara waktu. Sisanya tinggal pekerjaan yang sudah menunggu di rumah, pekerjaan yang justru menjadi alasan utama mereka melakukan perjalanan ini sejak awal.Di dalam pesawat, keduanya duduk berdampingan. Amel menyandarkan punggung, melepas rasa lelah setelah hari-hari panjang yang penuh perhitungan. Namun matanya masih tampak menyala, penuh ambisi. Ia menoleh ke arah Arkana yang sejak tadi sibuk membuka catatan di ponselnya.“Jadi gimana, kita langsung kirim barangnya pas sudah sampai atau suruh orang lain yang kirim?” tanya Amel, suaranya dibuat santai, seolah yang dibicarakan hanyalah urusan bisnis biasa.Arkana mengalihkan pandangan dari layar ponselnya. “Ini langganan besar buat ke depannya. Aku nggak mau ambil risiko kalau harus menyuruh orang lain. Kita yang kirim langsung. Keuntungannya besar ban

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 374

    Sementara itu jauh di luar negeri, Arkana dan Amel sepakat untuk tidak lagi mempermasalahkan soal Amel tidur dengan sang raja mafia. Biar bagaimanapun orang itu adalah orang yang paling berpengaruh dalam hidup mereka saat ini. “Kita harus fokus untuk menimbun kekayaan. Jangan lupa buat club malam yang banyak, karena dari tempat itu kita bisa mengedarkan barang-barang terlarang itu.” Amel memberi ide pada suaminya, seolah yang mereka lakukan adalah perbuatan yang sangat terpuji. Padahal perbuatan mereka melanggar hukum. Tapi siapa yang nggak butuh uang? Mereka benar-benar butuh uang. Mereka tak bisa hidup tanpa uang. Jadi yang mereka lakukan adalah yang terbaik untuk hidup mereka. Mereka tak peduli yang mereka lakukan merugikan orang lain atau bukan. “Iya, nanti aku buat club malam lagi. Kan sekalian tempat itu bisa jadi tempat pencucian uang,” jawab Arkana.“Aku sudah tidak sabar menyamakan kedudukanku dengan mantan istrimu. Kan ku buat aku lebih unggul segalanya dari dia,” ujar Ame

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 373

    “Pak, kita langsung ke ruang meeting. Klien sudah datang,” ucap Ryan.“Baik Ryan. Lima menit lagi saya ke sana,” balas Devan.Devan segera bersiap-siap setelah asistennya keluar dari ruangannya. Setelah itu dia segera menuju ruang meeting. Kali ini meeting dengan pihak pemerintahan yang sudah memberinya proyek dengan harga fantastis. Mereka mulai membahas tentang banyak hal mengenai perkembangan pembangunan yang akan segera dimulai. Tak ada satu hal pun yang terlewat oleh Devan. Penjelasannya sangat lengkap sehingga membuat pihak dari pemerintahan itu mengerti dengan cepat penjelasan Devan. Hampir 2 jam mereka ada di ruang meeting, sampai akhirnya meeting pun berakhir. Saat Devan kembali ke ruang kerjanya, dia terkejut melihat istrinya ada di sana bersama Nia, El, dan Dika. “Daddy,” sapa El dan Nia.“Om,” sapa Dika memeluk Devan seakan mereka sudah berpisah selama berminggu-minggu. Devan berjongkok dan memeluk ketiganya. El dan Nia mengecup wajah sang Daddy bertubi-tubi. Kalau sud

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 372

    CeklekAmel masuk ke dalam kamar yang ditempati dirinya dan Arkana. Arkana menatap istrinya penuh selidik.“Udah puas?” Tanyanya ketus.“Kenapa kamu jadi marah? Bukankah harusnya bagus kalau Mr. Mark mau pilih aku? Bukankah dengan begitu semua rencana kita lancar, kita bisa kaya raya dan membeli banyak saham Wijaya Group. Kalau cuma kayak gini aja kamu baper keterlaluan sih bagi aku,” ujar Amel marah.Arkana terdiam. Di satu sisi apa yang Amel katakan itu benar adanya. Tapi di sisi lain harga dirinya sebagai laki-laki seperti diinjak-injak. Harusnya Amel bilang tidak, walaupun pada akhirnya sang raja mafia akan memaksa untuk tetap memintanya melayani hasrat pria itu. Tapi ini nyatanya Amel sendiri yang bilang dia mau melayani hasrat Bos mereka. Demi apapun darah Arkana mendidih, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dan beberapa orang anak buah Mr. Mark juga mengalami perasaan yang sama seperti yang Arkana rasakan.“Kalau kamu bersikap kayak anak kecil seperti ini, aku lebih baik tingg

  • Pemuas Hasrat Atasanku   Bab 371

    “Mom, nanti Nia bobo sama Mommy dan Daddy?” Nia agak lesu. Bahkan dia ndak sempat ribut dengan Kevin. Kevin udah berusaha mengganggu Nia tapi gadis kecil itu tampak males bergerak. Setelah makan malam mereka duduk di ruang keluarga. “Iya, sayang. Nia masih sakit jadi harus sama Mommy dulu Bobonya. El dan Dika bobo di kamar, nanti Dika bobo di kasurnya Nia,” jelas Luna. Nia mengangguk patuh.“Biasanya anak kembar sakitnya barengan. Ini kok yang satu sakit satunya nggak?” tanya Kevin.“El udah sakit, Mbah,” celetuk Dika. Semua orang tertawa terbahak-bahak. Tadi depan yang ngasih tahu Dika untuk memanggil Kevin dengan sebutan Mbah. Tentu saja Dika percaya dan terus memanggil Kevin dengan sebutan Mbah.Kevin memutar bola mata malas, lalu menarik tangan Dika dan menggelitik tubuh anak gempal itu. Tawanya memenuhi ruang keluarga di kediaman keluarga Wijaya. El berusaha menolong Dika. Malah satu kali gerakan Kevin mengangkat tubuh El dengan satu tangan.“Eh aku malah diterbangin sama Mbah.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status