เข้าสู่ระบบSampai tiba-tiba terdengar suara kendaraan memasuki halaman rumah. Celine langsung melepaskan pelukannya pada Rayhan dan beranjak dari sofa lalu mengambil pakaiannya."Mas.” Panggil Celine.Rayhan mengerutkan kening. "Kenapa?" tanya Rayhan tanpa rasa takut."Itu suara mobil!"Keduanya terdiam. Celine bergegas menjauh, sedangkan Rayhan berjalan mendekati jendela sambil menggunakan pakaiannya.Wajahnya seketika berubah pucat.“Mobil Alisha.” Ucap Rayhan.Istrinya ternyata sudah pulang."Ya Tuhan, bagaimana ini?" bisik Celine panik.Rayhan segera merapikan pakaiannya."Tenang. Kamu kembali ke kamar." Perintah Rayhan pada Celine."Tapi kalau bu Alisha melihatku keluar dari sini?" Celine terdengar bergetar."Jangan panik. Bertindaklah seperti biasa."“Kamu berpura-pura membuka pintu dan aku akan ke ruang kerja.”Celine mengangguk cepat, kemudian membuka pintu dengan hati-hati.Namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara Alisha dari arah ruang keluarga."Mas Rayhan?"C
Siang hari, Alisha berpamitan kepada Rayhan untuk pergi sebentar ke minimarket sekaligus membeli beberapa kebutuhan Raka. Sebelum berangkat, Alisha sempat menghampiri suaminya yang sedang duduk di ruang keluarga sambil memeriksa dokumen pekerjaan."Mas, aku keluar sebentar, ya. Ada beberapa barang Raka yang harus dibeli." Pamit Alisha pada Rayhan.Rayhan mengangkat wajahnya. "Mau mas antar?" tanya Rayhan."Nggak usah. Mas kan baru pulang dari kantor. Istirahat saja di rumah."Rayhan mengangguk sambil tersenyum. "Ya sudah. Hati-hati. Jangan terlalu lama di luar."Alisha tersenyum, kemudian mendekati suaminya lalu mengecup pipinya sebelum mengambil tas dan kunci mobil.“Kalau mas butuh sesuatu, telepon aku." Ucap Alisha sebelum berangkat."Iya, sayang."Setelah memastikan Raka berada dalam pengawasan Celine, Alisha akhirnya pergi.Rayhan memperhatikan mobil istrinya sampai menghilang di balik pagar. Begitu suara mesin mobil tak lagi terdengar Rayhan tersenyum, dia mengeluarkan
Pagi hari, Rayhan terbangun lebih awal daripada biasanya. Dia duduk di tepi tempat tidur sambil memeriksa ponselnya. Ada satu pesan dari Celine yang masuk menjelang tengah malam, tetapi belum sempat dibalasnya, karena tadi malam dia sudah sangat mengantuk.“Besok kita harus bicara, pak. Aku tidak mau terus-menerus merasa takut setiap kali bu Alisha bertanya tentang pacarku.”Pesan dari Celine tadi malam. Dan Rayhan menghela napas panjang, setelah membaca pesan dari Celine tersebut.Rayhan memahami kegelisahan Celine. Semakin lama, kebohongan mereka semakin sulit dikendalikan. Namun, dia juga belum siap menghadapi kemungkinan Alisha mengetahui hubungan mereka.Rayhanpun akhirnya mengetik sebuah balasan.“Nanti siang kita bertemu. Aku akan mengatur waktunya.”Isi pesan balasan Rayhan untuk Celine.Setelah mengirim pesan tersebut, Rayhan segera bangkit dan bersiap untuk mandi.Tiga puluh menit Rayhan berada di kamar mandi, dan ketika keluar dari kamar mandi, dia mendapati Alisha
Sejak kejadian di toko beberapa hari lalu, Rayhan dan Celine semakin berhati-hati.Mereka tidak lagi berani bertemu sesering sebelumnya. Bahkan ketika saling mengirim pesan, keduanya selalu memastikan tidak ada orang lain yang berada di dekat mereka. Yang lebih penting setiap kali habis berkirim pesan, semua percakapan dihapus, untuk mencegah diketahui oleh Alisha.Namun justru sikap terlalu berhati-hati itulah yang mulai membuat Alisha merasa ada sesuatu yang berbeda.Pagi itu, Alisha sedang menyiapkan sarapan ketika Rayhan turun dari kamar."Mas, sarapan dulu." Ucap Alisha yang sedang merapikan beberapa sarapan di atas meja makan."Iya."Rayhan duduk di meja makan.Celine juga baru saja datang dari belakang rumah setelah membantu beberapa pekerjaan."Pagi, bu Alisha." Ucap Celine begitu masuk ke ruang makan."Pagi, Celine."Celine mengambil tempat duduknya. Alisha memperhatikan mereka berdua secara bergantian.Entah mengapa, dia merasa ada sesuatu yang aneh. Bukan karen
Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa, tetapi bagi Rayhan dan Celine, semuanya terasa berbeda.Sejak kejadian di hotel, keduanya semakin sering mencari kesempatan untuk bertemu tanpa diketahui Alisha.Mereka sadar bahwa sedikit saja kesalahan bisa membuat rahasia mereka terbongkar, bahkan Alisha bisa saja mengusir Celine dari rumah.Siang itu, Rayhan sedang berada di kantor ketika ponselnya bergetar.Sebuah pesan masuk dari Celine.“Pak, nanti sore ada waktu?”Rayhan tersenyum tipis. Dia melihat sekeliling sebelum membalas.“Ada. Kenapa?’Beberapa detik kemudian, balasan dari Celine masuk.“Aku ingin bertemu.”Rayhan terdiam sejenak. Kemudian dia mengetik.“Kita ketemu di tempat biasa. Jangan terlalu lama. Aku khawatir Alisha curiga karena aku pulang terlambat terus.”Ceine pun langsung membalas pesan Rayhan.“Baik.”**Sore harinya, Rayhan tiba lebih dahulu di sebuah kafe yang cukup jauh dari rumah.Celine datang sekitar sepuluh menit kemudian.Dia mengenakan p
Pagi menjelang ketika Rayhan membuka mata. Dia hanya berbaring sambil menatap langit-langit kamar.Pikirannya masih teringat kejadian semalam. Pertemuannya dengan Celine di hotel yang berakhir menghabiskan waktu di ranjang.Kemudian dua puluh panggilan tidak terjawab dari Alisha.Rayhan segera meraih ponsel yang berada di meja samping tempat tidur. Layar ponselnya menunjukkan beberapa notifikasi. Dia kembali membuka daftar panggilan dan kembali melihat nama Alisha memenuhi layar.Rayhan menghela napas."Aku harus hati-hati."Dia kemudian menoleh ke samping. Alisha masih tertidur pulas, setelah tadi malam menunggu Rayhan.Wajah perempuan itu terlihat tenang. Sepertinya sama sekali tidak menyadari bahwa Rayhan baru saja memeriksa ponselnya.Rayhan turun dari tempat tidur dengan hati-hati agar tidak membangunkannya.Namun baru beberapa langkah, terdengar suara Alisha."Mas ..."Panggil Alisha dan Rayhan langsung berhenti."Iya?"Alisha masih memejamkan mata."Mas sudah pul
Celine menutup pintu setelah Rayhan berangkat ke kantor.“Pak Rayhan tampan sekali tapi sayang sudah ada yang punya. Sebenarnya pak Rayhan itu bahagia tapi entah kenapa, seperti ada yang ditutupi oleh pak Rayhan. Tapi aku tidak tahu itu apa ? Ah ... sudahlah nggak usah ikut campur urusan rumah
Setelah mengganti pakaian rumahannya dengan pakaian tidur, Celine kembali ke kamar Raka dan saat kembali melewati kamar Rayhan dan Alisha, suara desahan Alisha masih terdengar bahkan bukan hanya desahhan tapi juga suara erangan Alisha dan tidak berapa lama terdengar suara Alisha yang ingin menyudah
Rayhan mendekati Alisha dan Alisha membawa Raka ke kamar Alisha.“Sayang si tampan ini hanya milik kamu.”Alisha langsung duduk di pinggir ranjang dan Rayhan duduk disebelahnya.“Jangan berikan asi lagi nanti dia kembali muntah.”Alisha tidak menjawab lalu meletakkannya diatas ranjang tidur Ali
Rayhan membuka pintu kamar dan melihat Alisha yang sedang memberikan asi untuk Raka. Rayhan duduk di samping Alisha dan mengecup pucuk kepala Alisha. “Sayang apa kamu marah ? Maafkan mas yah, kalau kamu kecewa karena mas mengambil keputusan tanpa memberitahukan kamu. Ini semua mas lakukan kar







