/ Romansa / Pemuas Hasrat Majikan / Hari Pertama Celine Bekerja.

공유

Hari Pertama Celine Bekerja.

작가: Violet Rapuh
last update 게시일: 2026-03-11 20:41:20

Rayhan membuka pintu kamar dan melihat Alisha yang sedang memberikan asi untuk Raka.

Rayhan duduk di samping Alisha dan mengecup pucuk kepala Alisha.

“Sayang apa kamu marah ? Maafkan mas yah, kalau kamu kecewa karena mas mengambil keputusan tanpa memberitahukan kamu. Ini semua mas lakukan karena mas tidak ingin melihat isteri cantik mas ini lelah setiap hari.”

Alisha berdiri dan meletakkan Raka diatas box tidurnya, sedangkan Rayhan masih duduk di pinggir ranjang sambil menatap Alisha yang masih berdiri di pinggir box tidur Raka dan menepuk nepuk Raka agar tidak terbangun.

Sesaat kemudian Alisha berjalan mendekati Rayhan dan merapikan bantal seolah tidak ingin Rayhan tahu kalau Alisha sebenarnya kecewa dengan Rayhan.

“Cantik ya mas, siapa yang memilih dia ?”

Pertanyaan Alisha membuat Rayhan bingung harus menjawab apa ?

“Eemmm begini sayang .. aku tidak memilih tapi Roby yang memilih sesuai kriteria yang aku berikan. Aku minta jangan yang tua dan juga jangan yang muda, jadi aku minta dicarikan yang sedang – sedang saja. Jika kamu keberatan kita bisa tukar.”

Rayhan menjelaskan kepada Alisha bagaimana Celine bisa terpilih menjadi baby sitter Raka dan berada di rumah Alisha dan Rayhan saat ini.

Alisha tersenyum sinis sambil merapikan selimut diranjangnya.

“Kamu mau kembalikan ? apa kamu yakin kalau aku tidak setuju lalu kamu akan kembalikan dia dan mengganti yang baru ? Aku tidak yakin mas.”

Alisha kembali mendekati Raka yang sedang tertidur dan menatap bayi mungil itu.

“Ya begitulah sayang, rasanya tidak enak jika kita mengembalikannya. Pertama aku tidak enak dengan Roby karena aku meminta dia mencarikan baby sitter. Giliran sudah ada kita malah mengembalikannya.”

“Yang kedua aku tidak enak dengan Celine, dia sudah sampai sini dan menyetujui gaji serta pekerjaan apa saja yang harus dia kerjakan. Kini kita harus mengatakan padanya kalau kita tidak jadi menerima dia. Huuuhh ... tapi kalau kamu ingin aku membatalkan dia, akan aku sampaikan sekarang sebelum dia terlanjur bekerja dan kita bisa ganti transport dia ?”

Rayhan yang sejak tadi mendekati Alisha, kini memeluk Alisha dari belakang.

“Aku ada janji dengan Roby akan main golf pagi ini sayang. Aku berangkat dulu ya ? Saran aku sih kita lihat kerjaan dia sebulan ini dulu bagaimana ? Kalau menurut kamu kerjaannya tidak bagus, kita langsung katakan padanya untuk tidak dilanjut lagi. Oke sayang, aku berangkat ya.”

Rayhan mengecup kening Alisha sebelum berangkat.

Alisha tidak menjawab pamit Rayhan dan Rayhan pun biasa saja, meskipun tidak biasanya Alisha diam tidak membalas Rayhan saat pamit akan pergi.

“Percuma protes karena tidak akan kamu terima protes aku mas. Terserah kamu lah mas, aku mah hanya isteri yang kamu katakan dibawah suami.”

Alisha merebahkan tubuhnya di atas ranjang karena lelah melanda setelah semalaman Raka menangis terus karena haus, apa lagi saat ini asi Alisha semakin berkurang.

Semua terjadi karena Alisha terlalu repot mengurus Raka, sehingga Alisha tidak sempat memasak sayur untuk menambah produksi asi.

“Sebaiknya aku istirahat sebentar, selagi Raka juga tidur.”

**

Tanpa terasa Alisha tertidur sampai tiga jam lebih lamanya, karena Raka tidak ada di ranjang tidurnya, sehingga dia leluasa tidur di ranjangnya tana ganguan Raka.

“Astaga jam berapa ini ?”

Alisha melihat jam di dinding dan sudah menunjukkan pukul sebelas lewat.

“Astaga ya tuhan aku tertidur lama sekali, hampir tiga jam aku tertidur. Apa Raka tertidur begitu pulas, sampai tidak menangis sama sekali ?”

Alisha beranjak dari tempat tidurnya dan melihat Raka, namun betapa terkejut Alisha yang tidak mendapati Raka di ranjang tidurnya.

“Raka ... astaga kamu dimana nak ?”

Alisha mencari ke segala sudut kamar, karena berpikir mungkin Raka jatuh.

“Tidak ... tidak mungkin Raka jatuh, karena kalau Raka jatuh dia pasti menangis. Dan kalau Raka menangis aku pasti dengar dan bangun.”

Alisha keluar dari kamar dan dari bawah terdengar suara orang sedang mengobrol.

Alisha pun berjalan menuju ke arah suara dibawah dan ternyata Raka sedang di gendong Celine dan ada Rayhan juga disana.

Alisha mengernyitkan keningnya melihat pemandangan tersebut.

“Mas kamu sudah pulang, kok tidak membangunkan aku ?”

Tanya Alisha sambil berjalan mendekati Raka yang sedang di gendong Celine.

“Sayang kamu sudah bangun ?”

Rayhan mendekati Alisha dan mengecup kepala Alisha sambil menggandeng Alisha mendekati Raka.

“Tadi kamu tidur sangat pulas, Raka menangis sampai kamu tidak mendengar. Kebetulan aku sudah pulang karena Roby ada acara keluarga jadi ya aku ikut pulang juga. Aku sampai di kamar melihat Raka sedang menangis jadi aku minta Celine membawa Raka kebawah dan membiarkan kamu tetap tertidur. Bagaimana apakah tidur kamu nyenyak ?”

Alisha mengangguk dan mengambil Raka dari tangan Celine.

“Berikan padaku biar aku berikan asi.”

Celine memberikan Raka pada Alisha.

“Raka baru saja aku berikan susu formula bu, jadi sepertinya dia masih kenyang. Kalau kebanyakan minum takutnya Raka muntah.”

Alisha tidak berkata apa – apa, setelah mengambil Raka dari tangan Celine, Alisha duduk di sofa dan memberikan asi kepada Raka, setelah beberapa menit, apa yang dikatakan Celine benar.

Raka muntah dan mengeluarkan susu yang sudah diminum.

Alisha panik begitu juga dengan Rayhan, lalu dengan sigap Celine membawa tisu untuk membersihkan bekas muntahan Raka.

Rayhan menarik nafas panjang, karena Alisha tidak mendengarkan apa yang sudah dikatakan oleh Celine sejak tadi.

Kini terbukti Raka muntah dan mengeluarkan susu serta asi yang sudah masuk sejak tadi.

“Sayang berikan Raka pada Celine, biarkan dia yang mengurus Raka. Kamu memang ibunya tapi tolong dengarkan apa yang dikatakan Celine. Buktinya baru saja Celine mengatakan takut Raka muntah dan akhirnya benar kan ?”

“Kamu dengar aku kan sayang ?”

Tanya Rayhan pada Alisha yang sedang sibuk membersihkan sisa muntahan Raka, sedangkan Raka dibawa Celine ke kamar Raka di lantai dua.

“Alisha ...?”

Kembali Rayhan memanggil Alisha dengan suara lembutnya dan Alisha hanya menjawab pelan.

“Iya aku dengar.”

Alisha pun meninggalkan Rayhan sendiri di ruang tengah, karena Alisha akan mengganti bajunya, tanpa mengatakan apapun lagi pada Rayhan.

Rayhan hanya menggelengkan kepala melihat Alisha yang semakin berubah setelah melahirkan Raka.

Alisha tidak lagi lembut dan penurut seperti dulu.

Bahkan sekarang Alisha tidak lagi bermanja – manja pada Rayhan membuat Rayhan sangat merindukan semua itu.

“Tidak apa – apalah mungkin saat ini Alisha sedang terkena syndrome baby blues, ini hanyalah masalah waktu. Nanti juga Alisha akan kembali seperti dulu lagi.”

Pikir Rayhan dan Rayhan beranjak dari sofa dan akan menyusul Alisha ke kamar.

Sampai diatas Rayhan bertemu dengan Celine yang sedang menggendong Raka.

“Celine berikan Raka padaku, kamu tolong bersihkan bekas muntah Raka dibawah.”

Celine pun memberikan Raka pada Rayhan dan Celine turun ke bawah, sesuai perintah Rayhan.

“Baik pak.”

Celine pun turun setelah memberikan Raka pada Rayhan.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Pemuas Hasrat Majikan   Sampai Di Kantor Rayhan

    Setelah menempuh perjalanan selama satu jam lebih, dengan menggunakan ojek online, akhirnya Celine sampai di gedung Bimantara Sakti.“Astaga gedungnya besar dan tinggi sekali. Pak Rayhan pasti mendapatkan gaji yang sangat besar, karena gedungnya saja besar pasti gajinya juga besar.”Celine tersenyum sambil terus menatap gedung tinggi tersebut.“Jika memang gajinya besar, kalau begitu aku akan minta dibelikan perhiasan.”Celine masih berdiri tepat di depan gedung perkantoran tempat Rayhan bekerja, ditangannya menggenggam sebuah tas berisi bekal makan siang. Setelah menarik napas panjang, dia melangkah masuk dengan sedikit gugup.“Aku takut salah didalam sana. Eh ... tapi aku pasti bisa.”Celine pun masuk kedalam melalui pintu utama dan ternyata ada pemeriksaan oleh security, namun Celine menjelaskan pada security tersebut kalau Celine akan bertemu Rayhan. Beruntungnya security tersebut mengenal Rayhan dan Celine diarahkan untuk bertemu Reseptionis terlebih dahulu.Sesampainya

  • Pemuas Hasrat Majikan   Kecewa Pada Alisha Dan Celine.

    Rayhan terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun. Saat ini Rayhan sedang berdiri tepat di depan pintu kamar Celine. Tangan Rayhan terangkat namun terdiam sejenak tanpa mengetuk pintu tersebut. Hingga akhirnya.TokTokTokSuara ketukan pelan terdengar dari balik pintu kamar Celine.“Celine ... ini aku Rayhan.”Suara Rayhan pelan dan nyaris tidak terdengar.TokTokTokRayhan kembali mengetuk karena tidak mendengar jawaban Celine.“Celine buka pintunya, aku tahu kamu belum tidur.”Cukup lama Rayhan menunggu Celine membuka pintu, namun sayang Celine tidak juga membuka pintu kamarnya.“Astaga ... Celine kamu dimana sih. Masa iya kamu sudah tidur jam segini ?”TokTokTokRayhan kembali mengetuk, namun sayang ... hasilnya sama Celine tetap tidak membuka pintunya.Rayhan mengepalkan tangannya seolah akan memukul pintu kamar Celine.“Sialan kamu Celine!” Rayhan terus memaki Celine pelan, bahkan dia terlihat sangat emosi karena Celine tidak membukakan pintu, sedangkan Ray

  • Pemuas Hasrat Majikan   Penolakan Alisha

    Rayhan naik ke tangga tanpa menoleh sedikit pun ke arah Celine yang masih berdiri terpaku di ruang tamu.Sikap Rayhan barusan benar-benar berbeda dari biasanya.Biasanya, setiap kali pulang kalau tidak ada Alisha, Rayhan selalu menunjukkan perhatian kecil kepada Celine. Sebuah tatapan, senyum tipis, atau sekadar pertanyaan sederhana sudah cukup membuat Celine merasa bahwa dirinya diperhatikan.Namun kali ini tidak. Rayhan bahkan seolah sengaja menjaga jarak. Celine mengepalkan tangannya dan wajahnya sedikit memerah.“Kenapa pak Rayhan bersikap seperti itu kepadaku. Tidak biasanya dia seperti ini.”Tatapannya mengikuti punggung Rayhan sampai pria itu menghilang di balik tangga.Dalam hati, Celine mendengus kesal.“Baiklah. Kalau sekarang kamu tidak menginginkanku, aku tidak akan memaksamu.”Celine menarik napas panjang sebelum akhirnya melanjutkan.“Tapi awas saja kalau suatu hari nanti kamu yang mencariku dan membutuhkanku.”Celine tersenyum tipis.“Jangan harap aku akan la

  • Pemuas Hasrat Majikan   Ketakutan Rayhan

    Dua jam kemudian, rapat Rayhan akhirnya selesai. Dia kembali ke ruangannya dengan wajah lelah. Namun begitu duduk, sekretarisnya langsung mengetuk pintu.TokTokTok “Masuk.” Suara Rayhan terdengar dari dalam."Permisi pak, ada bu Alisha ingin bertemu." Mila memberitahu Rayhan kalau ada Alisha ingin bertemu dengannya."Alisha?" tanya Rayhan."Iya pak bu Alisha."Rayhan langsung mengangkat wajah."Serius Alisha?" tanya Rayhan memastikan."Iya, pak."Rayhan berdiri. “Tidak biasanya Alisha datang ke kantor tanpa memberi kabar lebih dahulu.” Pikir Rayhan.Pintu terbuka. Alisha masuk sambil membawa sebuah tas kecil. Rayhan berjalan menghampirinya."Ada apa sayang ? Kenapa tiba-tiba datang?" suara Rayhan terdengar berpura-pura senang dan Alisha tersenyum."Aku ingin mengajakmu makan siang."Rayhan membalas senyum itu, tetapi ada sesuatu dalam tatapan Alisha yang membuatnya merasa tidak nyaman.Seolah-olah kedatangan istrinya bukan sekadar untuk makan siang."Baik. Tunggu

  • Pemuas Hasrat Majikan   Perubahan Celine

    Maaf yah kak baru lanjut lagi, kemarin hiatus lumayan lama. Semoga lanjutnya bisa nyambung dengan cerita sebelumnya.Rayhan menarik napas panjang, kemudian memaksa pandangannya kembali pada layar laptop.Dia membuka salah satu berkas yang sejak tadi terabaikan. Beberapa angka terpampang di layar, lengkap dengan laporan penjualan dan catatan dari bagian keuangan. Namun baru beberapa detik membaca, pikirannya kembali melayang. Siapa lagi yang menjadi beban pikirannya selain ... Celine.Nama itu seolah terus berputar di kepalanya. Rayhan mengusap wajah kasar. Dia sendiri tidak mengerti mengapa kehadiran Celine akhir-akhir ini begitu mengganggu pikirannya.Selama ini dia selalu mampu memisahkan urusan pribadi dan pekerjaan. Dia terbiasa mengambil keputusan dengan kepala dingin. Bahkan ketika menghadapi masalah besar di perusahaan, Rayhan hampir tidak pernah kehilangan fokus.Dia selama menikah tidak pernah berniat untuk selingkuh, bahkan dia tidak pernah memikirkan Alisha seperti dia

  • Pemuas Hasrat Majikan   Gagal Bertanya Pada Celine.

    Sampai di kantor, Rayhan langsung masuk ke ruangannya dan duduk di ruang kerjanya. Tas kerja diletakkan diatas meja dan Rayhan mengeluarkan Laptopnya. Laptop sudah terbuka dan beberapa berkas sudah tersusun. Namun selama hampir lima belas menit, tidak satu pun pekerjaan disentuhnya, pikiran Rayhan masih berada di rumah.Saat langkah kaki Celine yang tadi lewat di ruang makan, Alisha bertanya dan menatapnya saat sarapan tadi. Bahkan ke malam tadi, dimana dia baru saja bercinta dengan Celine.Rayhan menyandarkan tubuh ke kursi, lalu menatap langit-langit.“Kenapa malah makin susah dilupakan …” gumamnya.Rayhan mengambil onselnya, lalu dibuka layar chat dengan Celine.Dia menatap kolom pesan kosong beberapa saat. Ingin mengirim pesan untuk Celine tapi dia ragu.Akhirnya dia mengunci layar kembali dan memutuskan untuk tidak menghubungi Celine.“Arrgghh ... sial ada apa dengan aku ?” pertanyaan itu muncul untuk dirinya sendiri.Sementara itu, di rumah Alisha sedang membantu Celine

  • Pemuas Hasrat Majikan   Mulai Tertarik Dengan Celine

    Celine menutup pintu setelah Rayhan berangkat ke kantor.“Pak Rayhan tampan sekali tapi sayang sudah ada yang punya. Sebenarnya pak Rayhan itu bahagia tapi entah kenapa, seperti ada yang ditutupi oleh pak Rayhan. Tapi aku tidak tahu itu apa ? Ah ... sudahlah nggak usah ikut campur urusan rumah

  • Pemuas Hasrat Majikan   Perbedaan Celine & Alisha

    Setelah mengganti pakaian rumahannya dengan pakaian tidur, Celine kembali ke kamar Raka dan saat kembali melewati kamar Rayhan dan Alisha, suara desahan Alisha masih terdengar bahkan bukan hanya desahhan tapi juga suara erangan Alisha dan tidak berapa lama terdengar suara Alisha yang ingin menyudah

  • Pemuas Hasrat Majikan   Suara Desahan Di Kamar Alisha

    Rayhan mendekati Alisha dan Alisha membawa Raka ke kamar Alisha.“Sayang si tampan ini hanya milik kamu.”Alisha langsung duduk di pinggir ranjang dan Rayhan duduk disebelahnya.“Jangan berikan asi lagi nanti dia kembali muntah.”Alisha tidak menjawab lalu meletakkannya diatas ranjang tidur Ali

  • Pemuas Hasrat Majikan   Kedatangan Baby Sitter untuk Raka

    Pagi hari, Rayhan sudah rapi dan turun ke bawah untuk sarapan. Alisha sudah menyiapkan semua sarapan, namun begitu Rayhan datang Alisha langsung meninggalkan Rayhan di ruang makan. “Alisha kamu mau kemana? Temani aku sarapan karena ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu.” Alisha yang masih

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status