Home / Romansa / Pemuas Hasrat Tante Muda / Bab 6 - Cemburu Tanda Cinta

Share

Bab 6 - Cemburu Tanda Cinta

Author: SamL9
last update Petsa ng paglalathala: 2025-01-03 22:52:32

Apoy yang pingsan segera dibawa ke atas sofa. Zinc dan Leo yang mengangkat Apoy. Keduanya mencoba mencari cara untuk menyadarkan Apoy.

“Aku akan ambil minyak angin,” kata Zinc yang bergerak cepat.

“Baiklah. Aku ambil minuman hangat. Kasihan dia.” Leo pun segera ke dapur.

Sedangkan saat ini Ralf masih sibuk menasihati Gan dan Joe. “Kalian tahu kalau perkelahian ini bisa berefek buruk pada karier kita?”

“Dia dulu yang buat masalah. Memangnya dia suka dengan Tante Almara atau dia itu saudaranya, tidak, kan? Kenapa dia panas saat kami membicarakan wanita itu?” Joe mendengus kesal tidak terima dikira menjadi biang kerok.

“Iya, benar kata Joe. Kalau tidak ada urusan apa-apa dengan Tante Almara, harusnya jangan marah,” imbuh Gan yang merasa tidak bersalah.

“Kalian dan kami, sama-sama kerja di bawah naungan Tante Almara. Harusnya, kita semua menghormati orang yang berjuang mengorbitkan kita. Jangan menjadikan bahan bercandaan atau jadi bahan imajinasi kalian!” gertak Ralf yang merasa kesal dengan kedua partnernya itu.

Hidup dalam karantina sebelum launching memang bukan hal yang mudah, apalagi kondisi semakin panas karena perbedaan pendapat. Namun, mereka adalah tim. Mau tidak mau, harus kompak.

Zinc dan Leo kembali ke sofa dan mencoba menyadarkan Apoy. Beberapa usaha akhirnya membuahkan hasil. Apoy sadar.

“Apoy, maafkan aku. Karena aku, kamu jadi ....” Belum selesai Leo bicara, Apoy langsung memotong pembicaraannya.

“Bukan karena kamu, Leo. Ini semua karena kedua teman kita tidak tahu diri. Aku tahu, kamu pasti merasa Gan dan Joe tidak seharusnya berpikir dan berkata demikian.” Apoy sangat paham hal seperti ini harusnya tidak terjadi.

Beberapa saat kemudian, anak buah Tante Almara masuk. Dua pria bertubuh tegap dan tinggi.

“Kami mendapatkan laporan, kalian bertengkar. Nona Almara memerintahkan kalian semua masuk kamar dan Leo ikut kami!”

Perintah itu jelas membuat semua anggota Light menjadi khawatir. Leo yang dibawa pergi oleh kedua pria bertubuh kekar itu, padahal Gan dan Joe yang membuat masalah. Namun, kenapa Leo yang dibawa pergi.

Semua masuk ke kamar dan Leo dibawa pergi. Apoy merasa kasihan melihat Leo yang lengan tangannya dipegang kuat oleh pria suruhan Tante Almara.

Tante Almara ternyata menyuruh orang itu untuk melerai pertikaian lebih lanjut. Dia juga khawatir dengan Leo. Semua bisa dilihat dari CCTV yang terpasang di seluruh ruangan rumah karantina calon boyband.

Saat Leo masuk ke ruangan Tante Almara, kedua pria yang membawanya tadi segera pergi. Dia ditinggalkan dalam ruangan wanita itu.

Tante Almara langsung mendekat dan bertanya, “Leo, kamu tidak apa-apa? Kenapa kamu berkelahi dengan Gan dan Joe?”

Padahal Tante Almara sudah tahu semua yang terjadi, tetapi dia ingin bertanya untuk memeriksa kejujuran Leo.

Leo pun menatap wanita di hadapannya. Matanya mulai berkaca-kaca. “Aku tidak bisa menyembunyikan amarahku ketika mereka menghinamu. Aku tidak bisa membiarkan mereka menjadikanmu bahan imajinasi. Aku ....”

“Kamu kenapa?” Tante Almara mendekat hingga tubuhnya merapat pada tubuh Leo.

Jantung Leo mulai berdegup kencang tak karuan. Dia menatap wanita yang saat ini wajahnya semakin menempel di wajahnya. Hanya tinggal beberapa sentimeter lagi, untuk keduanya menempel tanpa batasan apa pun.

“Aku ....” Leo menelan salivanya perlahan. Sulit baginya untuk mengungkapkan perasaan, tetapi semua membuncah dan tidak bisa dibendung lagi. “Aku cemburu. Aku cemburu, Tante! Aku ... Tidak mau kehilangan kamu atau melihatmu disentuh pria lain. Pria mana pun. Termasuk berondong mau pun anggota boyband yang lain.”

Leo melontarkan kalimat itu dari lubuk hati yang paling dalam. Dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Menjalani debut bersama boyband memang menjadi impiannya, tetapi sejak bersama Tante Almara, ada sesuatu yang berbeda.

“Kamu cemburu? Kamu cemburu bibirku dikecup pria lain?” Tante Almara menyentuh bibir Leo perlahan. Lalu, tangannya meraba ke tubuh Leo. “Kami juga cemburu kalau ada pria lain yang menyentuh tubuhku?”

Leo merasakan getaran hebat dalam tubuhnya. Hal yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Awalnya, menjalani hubungan terlarang dan tersembunyi dengan Tante Almara merupakan sebuah keterpaksaan. Namun, saat ini tidak bisa dipungkiri, Leo mulai ketagihan. Bahkan satu hal terdengar gila, Leo menyukai Tante Almara!

“Tante ... Aku ....” Leo ingin sekali menyatakan cinta, tetapi lidahnya keluar, tak bisa melanjutkan ucapannya.

“Kamu juga cemburu kalau ada pria lain yang menjilatku?” Tante Almara langsung mengecup bibir Leo.

Kecupan itu disambut hangat oleh Leo yang merindukan bersentuhan dengan Tante Almara. Kecupan itu berubah menjadi ciuman yang panas. Keduanya pun saling melumat, lidah mereka saling bermain.

Entah mengapa, Tante Almara merasa begitu bergairah ketika bersama Leo. Dia bahkan melupakan Faizal sudah dibayar awal sebulan untuk bersamanya. Hal yang dipikirkan hanya Leo dan Leo.

Sentuhan Leo, kecupan Leo, bahkan jilatannya Leo membuat Tante Almara menjadi lupa diri. Hal yang membuat terbawa suasana dan seperti melayang-layang di surga dunia.

“Leo ....” Tante Almara mengentikan ciuman panas itu.

“Ya, Tante? Ada apa?” Leo menatap dengan sendu wajah wanita cantik di hadapannya.

“Apakah kamu benar-benar masih perjaka?”

Pertanyaan yang mengejutkan. Namun, kenyataannya Leo masih perjaka dan Tante Almara masih perawan.

“I-iya, Tante. Ada apa?” Leo menelan salivanya kembali. Merasa bingung dengan pertanyaan itu.

Tante Almara yang terbakar gelora asmara, mencoba untuk bertahan. Dia pun memilih jalan seperti biasa, hanya bermain lidah.

“Tidak apa-apa, Sayang. Apa kamu merindukan milikku?” Tante Almara meraba bagian bawah miliknya dengan perlahan.

Leo pun mengedipkan matanya. Dia merasa tertarik dan ketagihan untuk memuaskan Tante Almara. Dia senang ketika Tante Almara menggeliat keenakan dan akhirnya mencapai surga dunia hingga mengerang karena nikmat.

“Iya, Tante. Aku ... Rindu memuaskan kamu. Aku ... Ingin menjadi bagian dari hidupmu. Meski hanya memainkan lidah, tak apa.” Leo sadar betul konsekuensinya. Dia terjebak dalam hubungan yang sulit untuk dijelaskan.

Tante Almara langsung melangkah mundur. Dia membaringkan tubuhnya di atas sofa yang empuk. Dia segera menarik dress press body miliknya dan menurunkan celana dalam hingga ke mata kaki.

Kakinya yang mulus dan jenjang langsung terbuka memperlihatkan gundukan di bawah merekah terbuka. Leo menatap itu sambil berkali-kali menelan salivanya. Dia tidak tahu lagi harus berkata apa, hal yang jelas, dia ketagihan menjilat milik Tante Almara.

“Buktikan, Sayang. Buktikan seberapa kemampuanmu. Bawa aku ke surga,” kata Tante Almara yang merasa begitu bergelora.

Leo langsung berlutut di hadapan kaki jenjang Tante Almara yang sudah terbuka. Dia tidak keberatan menjadi pemuas hasrat tante muda yang ada di hadapannya. Baginya, pengalaman ini yang pertama dan yang terakhir. Dia diam-diam jatuh cinta kepada Tante Almara.

“Ya, Tante. Aku akan bawa kamu ke surga dunia. Bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali. Aku janji,” ucap Leo yang kemudian mendekatkan wajahnya ke kebun kecil terawat milik Tante Almara. Dia merindukan kebun itu untuk menyentuh dengan lidahnya.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Pemuas Hasrat Tante Muda   BAB 24 - Tante Almara Diculik! (18+++)

    Jantung Leo berdetak semakin keras. Tangannya masih menggenggam ponsel milik Tante Almara yang berisi pesan terakhir wanita itu."Maafkan Tante. Apa pun yang terjadi nanti, jangan tinggalkan panggung. Selamatkan konser ini."Bagaimana mungkin dia tetap berdiri di atas panggung ketika wanita yang dicintainya sedang berada dalam bahaya?"Leo!" Suara manajer membuatnya menoleh."Kamu di sini? Semua orang mencari kamu! Lima menit lagi pembukaan!"Leo menggertakkan rahangnya. "Bu Almara hilang."Manajer mengernyit. "Apa maksudmu?""Seseorang membawanya pergi."Belum sempat manajer bertanya lebih jauh, Rama datang berlari sambil membawa tablet di tangannya. "Leo!""Ada kabar?"Rama mengangguk cepat. "Aku berhasil menemukan rekaman CCTV yang sempat hilang.""Lihat."Leo menatap layar tablet. Rekaman itu hanya berlangsung beberapa detik. Terlihat Tante Almara berjalan seorang diri menuju lorong servis di bawah tribun stadion. Wajahnya tenang, tetapi langkahnya terlihat tergesa-gesa, seolah se

  • Pemuas Hasrat Tante Muda   BAB 23 - Membawa Kabur Tante Almara

    Pagi hari yang seharusnya menjadi awal paling membahagiakan bagi Almara Entertainment justru dipenuhi kecemasan. Sejak pukul enam, kawasan sekitar stadion sudah dipadati para penggemar. Ribuan lightstick berwarna biru muda memenuhi pelataran. Spanduk raksasa bergambar Leo dan anggota boyband lainnya terbentang di berbagai sudut.Namun, di balik kemeriahan itu, suasana di ruang kontrol keamanan jauh dari kata tenang. "Semua akses belakang sudah diperiksa?""Sudah, Pak.""Tim keamanan VIP?""Lengkap.""Petugas backstage?""Stand by."Rama berdiri di depan monitor CCTV bersama kepala keamanan. Puluhan layar menampilkan setiap sudut stadion. Tetapi perasaannya justru semakin tidak nyaman."Tambah personel di pintu barat," perintah Rama."Kenapa?""Perasaanku nggak enak."Di ruang ganti artis, Leo sedang mengenakan kostum panggung. Hari itu seharusnya menjadi hari yang selama bertahun-tahun dia impikan. Tur nasional pertama. Puluhan ribu penonton. Siaran langsung ke berbagai platform digit

  • Pemuas Hasrat Tante Muda   BAB 22 – Skandal yang Meledak

    Suasana di depan gedung Almara Entertainment berubah kacau. Puluhan wartawan berdesakan di depan pintu utama. Kilatan kamera menyala tanpa henti. Beberapa reporter bahkan melakukan siaran langsung. "Benarkah CEO Almara Entertainment memiliki hubungan spesial dengan salah satu artisnya?" "Apakah berita yang beredar di media sosial itu benar?" "Siapa idol yang dimaksud?" Pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan. Petugas keamanan berusaha menahan mereka agar tidak memasuki area lobi. Di lantai dua puluh, Tante Almara berdiri memandangi kerumunan itu dari balik kaca. Tangannya perlahan mengepal. "Dia berhasil..." Leo berdiri tidak jauh darinya. Tatapannya sama dinginnya. "Belum." Tante Almara menoleh. "Ini baru permulaan." Di ruang rapat darurat, seluruh jajaran direksi sudah berkumpul. Ekspresi mereka tampak tegang. "Bu Almara, harga saham perusahaan mulai bergerak turun setelah rumor itu menyebar." "Kami juga mendapat telepon dari dua sponsor utama." "Mere

  • Pemuas Hasrat Tante Muda   BAB 21 – Topeng yang Mulai Terbuka

    Pagi itu suasana di kantor pusat Almara Entertainment jauh lebih sibuk daripada biasanya. Para staf berlalu-lalang membawa berkas. Tim promosi sibuk membahas jadwal tur nasional boyband yang dipimpin Leo, sementara divisi media terus menerima telepon dari berbagai pihak.Namun di balik kesibukan itu, Tante Almara sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Semalaman dia tidak tidur. Pesan terakhir Faizal terus menghantui pikirannya."Nikmati dua hari terakhir kalian sebelum semuanya berubah."Kalimat itu bukan lagi terdengar seperti ancaman. Melainkan sebuah rencana. Sebuah rencana yang sudah disusun dengan matang.--------Leo memasuki ruang direktur tanpa mengetuk. Wajahnya terlihat tegang. "Tante."Tante Almara langsung berdiri. "Ada apa?"Leo menyerahkan tablet yang dibawanya. "Coba lihat."Di layar terpampang sebuah akun media sosial anonim. Akun itu baru dibuat beberapa jam lalu. Namun unggahan pertamanya langsung menarik ribuan perhatian. Isinya hanyalah sebuah foto siluet seorang w

  • Pemuas Hasrat Tante Muda   Bab 20 - Situasi Genting dan Tegang

    BAB 20Ruangan rapat di lantai paling atas gedung Almara Entertainment dipenuhi suasana tegang. Beberapa direktur, manajer artis, dan kepala divisi pemasaran sudah duduk mengelilingi meja oval besar. Di layar proyektor terpampang jadwal konser nasional yang akan dimulai dua bulan lagi."Kalau tidak ada perubahan, tiket akan mulai dijual minggu depan," ujar salah seorang manajer.Tante Almara mengangguk pelan. "Pastikan semua persiapan berjalan sesuai jadwal. Aku tidak ingin ada kesalahan sekecil apa pun."Semua mengiyakan. Namun di balik wajah tenangnya, pikirannya sama sekali tidak berada di ruang rapat itu.Pesan-pesan Faizal.Foto-foto yang diam-diam diambil.Ancaman yang semakin berani.Semua itu membuatnya sulit berkonsentrasi.Setelah rapat selesai, para peserta satu per satu meninggalkan ruangan. Baru saja Tante Almara hendak duduk kembali, sekretarisnya mengetuk pintu."Bu Almara.""Ya?""Ada wartawan hiburan yang menghubungi. Katanya ingin meminta konfirmasi mengenai rumor sa

  • Pemuas Hasrat Tante Muda   Bab 19 - Satu Ketukan Maut

    BAB 19Leo tiba di kantor pusat Almara Entertainment tepat dua puluh menit setelah menerima telepon dari Tante Almara.Begitu pintu ruang direktur utama terbuka, Leo langsung melihat wanita itu berdiri di dekat jendela dengan wajah pucat. Di atas meja masih tergeletak kotak kiriman misterius beserta bingkai foto yang sudah dicoret tinta merah.Ruangan itu terasa sunyi. Terlalu sunyi. Seolah-olah ancaman Faizal masih menggantung di udara."Tante."Tante Almara menoleh. Begitu melihat Leo, ketegangan di wajahnya sedikit mengendur. Namun hanya sedikit.Leo menghampiri meja dan mengambil bingkai foto tersebut. Foto dirinya dan Tante Almara sedang keluar dari sebuah restoran. Foto yang jelas diambil diam-diam.Wajah Leo dicoret dengan tinta merah. Di bawahnya tertulis kalimat yang membuat darahnya mendidih."Dia akan pergi. Cepat atau lambat."Leo meletakkan foto itu perlahan. Sangat perlahan.Namun justru itu yang membuat Tante Almara tahu bahwa dia sedang marah. Sangat marah."Leo ...."

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status