Share

77~

Author: Na_Vya
last update Last Updated: 2025-06-05 22:30:58

Beberapa hari ini Ozkhan tidak bisa tidur lantaran ada banyak hal, yang harus dia selesaikan satu persatu. Dari mulai proyek pembangunan resort di Dubai, mengurus perceraian dan hak asuh anak. Ozkhan juga masih harus memantau orang-orang suruhannya, yang dia utus untuk memata-matai sang mertua.

Belum lagi, dia pun sedang mencari informasi mengenai kehidupan Shanum terdahulu. Langkah tersebut diambil tanpa sepengetahuan Shanum tentunya. Ozkhan harus bertindak diam-diam agar tidak menimbulkan masalah baru.

Bagaimana pun, kasus pembunuhan yang dilakukan ayah mertuanya tidak pernah terungkap di media. Membuat Ozkhan cukup kesulitan lantaran tidak memiliki petunjuk.

Namun, usaha dan upaya pria itu tetap tak berhenti sampai di situ. Tekadnya sudah bulat. Ozkhan akan memberikan hukuman setimpal pada orang-orang yang telah menghancurkan hidup Shanum dan keluarganya.

Belakangan ini dia sempat memikirkan satu nama yang kemungkinan akan memberinya petunjuk. Satu nama yang mengaku seb
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    154~

    Perjalanan menuju yayasan hanya diisi oleh kekosongan dan kebungkaman Shanum. Setelah beberapa saat lalu Ozkhan memberi pengakuan yang sangat mengejutkan. Tidak. Hal itu tidak hanya mengejutkan Shanum. Melainkan menumbuhkan rasa sesak di dada wanita itu. Hingga pada saat Ozkhan menegur, Shanum hanya berkata, 'Aku tidak tahu harus berkomentar apa soal ini, Ozkhan. Mungkin aku butuh waktu untuk mencernanya.' Tanggapan Shanum terlalu datar dan membuat rasa bersalah Ozkhan makin besar. Ozkhan tahu jika istrinya ini sedang terluka. Hanya dari mendengar nada bicaranya saja, pria itu sudah bisa merasakan. Dan Ozkhan tidak ingin membuat Shanum kian terluka dengan mengabaikannya. Maka dia pun meraih jemari istrinya, mengisi kekosongan dengan kehangatan telapak tangannya, sambil mengendalikan roda kemudi dengan tangannya yang lain.. Kehangatan itu perlahan merambat ke hati Shanum, yang reflek mengalihkan pandangannya ke genggaman tangan Ozkhan di atas pangkuan. Shanum berkedip, menghal

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    153~

    Hampir menjelang malam perayaan kecil-kecilan itu akhirnya selesai. Rona bahagia belum sirna dari raut masing-masing orang yang meninggalkan ruang VIP itu. Ozkhan menyuruh Pedro mengantar ibunya Shanum kembali ke Panti, sedangkan Murat diperintah untuk mengantar nyonya Jihan. Sementara itu, Gul, Sira, Esme dan Elis menginap di hotel, dan akan baru pulang ke rumah esok hari. "Aku ke atas dulu." Shanum pamit pada Ozkhan yang nampaknya hendak mengobrol dengan Hakkan. Ozkhan mengizinkan sang istri untuk naik ke kamar mereka lebih dulu. Dipeluknya Shanum sambil berkata, "Istirahatlah dulu dan tunggu aku." Sebelah matanya mengerling nakal, dan pastinya disaksikan oleh Hakkan yang hanya geleng-geleng kepala sambil mendengkus. Shanum hanya mengulum senyum, malu dengan Hakkan yang saat ini sedang memerhatikan tingkah Ozkhan, yang belakangan ini agak mesum. Dia langsung memilih pergi dari tempat itu. Satu cangkir espresso panas dan satu cangkir teh hijau baru saja diletakkan di atas

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    152~

    Semenjak Shanum menginjakkan kakinya di tempat mewah ini, isi kepala wanita itu tak berhenti memikirkan tindakan Ozkhan, yang rupanya benar-benar akan menagih janjinya. Bayangkan saja, di siang menjelang sore hari seperti ini, pria itu hendak mengajaknya bercinta, bahkan sampai menyewa kamar hotel. 'Pria ini, benar-benar tidak sabaran.' Batin Shanum sambil melirik Ozkhan, yang sangat posesif mengamit pinggangnya. Harusnya mereka mendatangi kafe atau restoran, bukannya hotel mewah. Apalagi saat ini perut Shanum mulai terasa lapar. Helaan panjang berembus dari bibir wanita, yang kini sudah berstatus nyonya Ozkhan itu. "Sebenarnya kita mau ke mana, Ozkhan? Kenapa kamu malah membawaku ke sini? Alih-alih ke restoran?" Pada akhirnya, pertanyaan itu pun meluncur dari mulut Shanum, membuat Ozkhan seketika menghentikan langkahnya. Reflek, langkah Shanum pun berhenti. Mendongak, dengan sepasang alis yang menaut, dia bertanya, "Ada apa, Ozkhan?" Yang ditanya justru tersenyum, lalu

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    151~

    Semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan perkiraan Ozkhan. Lelaki itu rupanya sudah mempersiapkan hal ini jauh-jauh hari. Bahkan sebelum Shanum berniat membantu mengurus sekolah Gul. Mulai dari dokumen dari pihak mempelai wanita, dan persetujuan orang tua. Mulai hari ini, dia dan Shanum telah resmi menjadi sepasang suami istri. Dan mereka tinggal melakukan pemberkatan di gereja saat Ozkhan kembali dari Dubai. Tentunya, dengan pesta meriah dan mewah. Kendati pernikahan ini merupakan pernikahan kali kedua untuk mereka. Baik dari Shanum maupun Ozkhan. Namun, pria itu berniat menciptakan momen yang tak terlupakan bagi Shanum saat di pesta nanti. "Silakan disimpan salinan dokumen ini. Jangan sampai hilang." Petugas pria memberikan berkas salinan kepada sepasang pengantin baru itu. "Nanti, Anda bisa kembali lagi ke sini untuk memperbarui setelah melakukan pemberkatan." "Baik. Terima kasih." Ozkhan mengambil berkas tersebut, lalu menyerahkannya ke Shanum. "Simpanlah." Sha

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    150~

    "Kamu suka dasinya?" tanya Shanum setelah memasangkan dasi pemberiannya pada Ozkhan, yang pagi ini hendak berangkat ke kantor. Wanita itu juga sudah terlihat cantik dan rapi karena hari ini dia berencana hendak ke rumah sakit. "Apa pun itu asal kamu yang memberi, aku pasti suka. Terima kasih, Sayang." Ozkhan mengecup kening Shanum begitu lama. Kemudian mengusap pipi wanitanya dan berkata lagi, "Nanti siang aku akan menjemputmu di rumah sakit." "Menjemputku?" Ozkhan mengangguk, kedua tangannya tak mau diam. Direngkuhnya pinggang Shanum, ditatapnya lekat-lekat wajah cantik yang hingga detik ini mampu membuatnya makin terpikat. "Kamu yakin sudah siap melepas alat pencegah kehamilan yang ada di rahimmu?" Semalam, Shanum sempat memberitahu Ozkhan perihal kesiapannya untuk melepas alat pencegah kehamilan yang selama ini terpasang di rahimnya. Keputusan tersebut diambil oleh Shanum semata-mata untuk membalas kebaikan Ozkhan padanya selama ini. Pria itu menginginkan anak darinya. Ten

  • Pemuas Hasrat Tuan Atasan    149~

    Selesai makan malam, Elis dan Sira membereskan meja, sedangkan Shanum dan Ozkhan naik ke kamar bersama Gul, karena gadis kecil itu meminta ditemani sebentar. Shanum membantu Gul membersihkan diri, dan menggosok gigi. Ritual sebelum tidur yang sudah menjadi kebiasaan. Sambil menunggu sang ayah yang hendak mandi terlebih dulu, dan berganti baju, baru setelah itu kembali menyusul bergabung. "Gul, ada yang bibi mau tanyakan padamu," ujar Shanum setelah memakaikan selimut untuk Gul yang sudah berbaring di tempat tidur. Wanita itu duduk di tepi, sambil mengusap-usap puncak kepala Gul. "Bibi mau tanya apa?" Gul menguap, usapan di puncak kepala membuatnya mengantuk. Sebelumnya, Shanum sudah memikirkan hal ini baik-baik. Karenanya, dia merasa perlu bertanya pada anak ini, supaya tidak menimbulkan salah paham. "Kira-kira, Gul ingin kembali ke sekolah, tidak?" Manik Shanum memerhatikan raut Gul yang seketika berubah. Mungkin, rasa kantuk gadis kecil itu pergi seketika. Terlihat je

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status