共有

Bab 149

last update 公開日: 2025-07-01 09:05:18
Sore yang cerah dan indah menyelimuti Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, saat pesawat yang dinaiki Daffa dan Nada akhirnya mendarat dengan mulus setelah perjalanan panjang dari Jakarta. Suara pesawat yang memudar menjadi hening, diikuti dengan suara pengumuman dari awak kabin yang memberitahukan para
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 235

    Beberapa bulan kemudian …. Cahaya senja membias indah di langit kota. Lembut dan keemasan, seolah langit pun ikut merayakan hari bahagia itu. Di sebuah gedung pernikahan yang elegan namun sederhana, Nada berdiri anggun dalam balutan kebaya putih gading berhias payet, rambutnya ditata sanggul renda

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 234

    “Astaga! Itu … itu kan Pak Gio? Guru kita, Ayu!” Nada menutup mulutnya dengan telapak tangan, suaranya nyaris tercekat di tenggorokan. Mata Ayu membelalak tak percaya. “Enggak mungkin. Dia kan di penjara! Kita lihat sendiri dia dibawa polisi waktu itu.” “Tenang. Jangan terburu-buru. Kita tunggu

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 233

    Tepat lima hari sejak Daffa terbaring koma di rumah sakit, kabut tebal mulai turun pelan menutupi jalan-jalan kota. Malam menjelma menjadi sosok yang menakutkan, seolah ikut menyembunyikan sesuatu. Langit mendung, tanpa bintang, dan udara terasa lembab karena hujan yang baru saja reda. Jalanan tam

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 232

    “Daffa!” Jerit Nada mengoyak keheningan malam. Ia mematung, matanya menatap shock dan tak percaya. Tubuh Daffa terhempas karena tabrakan keras oleh mobil itu. Kini tubuh malang tersebut tergeletak di aspal. Darah menggenang dari pelipis dan dada kirinya. Orang-orang mulai berkumpul. Lampu mobil-mo

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 231

    Langit mendung menggantung rendah sore itu. Petir samar menggeram dari kejauhan, seolah bumi pun tahu bahwa badai baru saja dimulai, bukan hanya di langit, tapi juga di hati manusia. Di dalam rumahnya yang kini terasa sempit meski luas, Hadi berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal. Kertas anc

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 230

    “Sialan!” geram pria paruh baya itu. Tangan Hadi masih menggenggam kertas lusuh yang tadi terlipat di bawah batu. Angin malam menerpa wajahnya yang penuh peluh, meski suhu udara di luar tidak panas sama sekali. Lampu jalan berkedip pelan di kejauhan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 198

    Saat mobil mendekati gerbang rumah sakit, Daffa meraih ponselnya. Ia menelpon Yugo. “Halo, Bos.” Suara Yugo terdengar. “Halo, Go. Aku sama Nada udah sampai. Apa Ayu masih di ICU?” Suara Yugo di ujung telepon terdengar lelah, serak. “Masih, Bos. Aku tunggu kalian di lobi. Buruan ke sini.”

    last update最終更新日 : 2026-04-02
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 182

    “Ahh!” Sofi mendesah. Dengan agresif, ia mulai mencium bibir Tomi dan melumatnya. Lidahnya mulai bermain di bibir dan lidah pria itu, disesapnya, hingga saliva mereka saling berdecak dan bertukar. Tomi tak mau kalah dan turut membalas ciuman itu dengan lebih buas. Setelah itu, suasana mulai memana

    last update最終更新日 : 2026-04-01
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 186

    “Kamu tenang saja, Sayang. Nggak akan ada yang berani marahin kita juga kok. Jadi kita bisa bebas sepuas-puasnya. Kita akan menginap di sini lagi malam ini, dan kita akan bersenang-senang sepanjang malam. Kita akan bercinta sampai beberapa ronde. Sampai kita mencapai klimaks berkali-kali.” Sofi berk

    last update最終更新日 : 2026-04-01
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 188

    Daffa menarik napas panjang, mencoba meredakan detak jantungnya yang berpacu cepat. Matanya menatap ke luar, menembus tirai hujan yang mengaburkan pandangan. “Mereka pikir mereka bisa menyentuh Nada tanpa konsekuensi…” gumamnya. “Kali ini, aku gak akan diem aja.” “Oke,” katanya lebih lantang. “Kiri

    last update最終更新日 : 2026-04-01
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status