Share

Bab 45

last update Petsa ng paglalathala: 2025-06-22 20:33:44
Nada terdiam. Jantungnya berdebar kencang, bukan hanya karena kejadian itu, tetapi juga karena ingatan tadi siang di dalam kamar yang kembali menyeruak. Nada masih ingat dengan jelas, bagaimana ia dan Daffa bergumul dengan sangat panas, bahkan Nada sudah pecah perawan di bawah kungkungan Daffa. Akib
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Dede Puspita
ya bener knp gak lapor ke atas nya.bodoh banget jadi cewek
goodnovel comment avatar
Ummu Adzkya
kenapa yg jd nadanya bodoh yah gak mau teriak
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 235

    Beberapa bulan kemudian …. Cahaya senja membias indah di langit kota. Lembut dan keemasan, seolah langit pun ikut merayakan hari bahagia itu. Di sebuah gedung pernikahan yang elegan namun sederhana, Nada berdiri anggun dalam balutan kebaya putih gading berhias payet, rambutnya ditata sanggul renda

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 234

    “Astaga! Itu … itu kan Pak Gio? Guru kita, Ayu!” Nada menutup mulutnya dengan telapak tangan, suaranya nyaris tercekat di tenggorokan. Mata Ayu membelalak tak percaya. “Enggak mungkin. Dia kan di penjara! Kita lihat sendiri dia dibawa polisi waktu itu.” “Tenang. Jangan terburu-buru. Kita tunggu

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 233

    Tepat lima hari sejak Daffa terbaring koma di rumah sakit, kabut tebal mulai turun pelan menutupi jalan-jalan kota. Malam menjelma menjadi sosok yang menakutkan, seolah ikut menyembunyikan sesuatu. Langit mendung, tanpa bintang, dan udara terasa lembab karena hujan yang baru saja reda. Jalanan tam

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 232

    “Daffa!” Jerit Nada mengoyak keheningan malam. Ia mematung, matanya menatap shock dan tak percaya. Tubuh Daffa terhempas karena tabrakan keras oleh mobil itu. Kini tubuh malang tersebut tergeletak di aspal. Darah menggenang dari pelipis dan dada kirinya. Orang-orang mulai berkumpul. Lampu mobil-mo

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 231

    Langit mendung menggantung rendah sore itu. Petir samar menggeram dari kejauhan, seolah bumi pun tahu bahwa badai baru saja dimulai, bukan hanya di langit, tapi juga di hati manusia. Di dalam rumahnya yang kini terasa sempit meski luas, Hadi berjalan mondar-mandir dengan napas tersengal. Kertas anc

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 230

    “Sialan!” geram pria paruh baya itu. Tangan Hadi masih menggenggam kertas lusuh yang tadi terlipat di bawah batu. Angin malam menerpa wajahnya yang penuh peluh, meski suhu udara di luar tidak panas sama sekali. Lampu jalan berkedip pelan di kejauhan, menciptakan bayangan panjang di atas aspal yang

  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 203

    “Terus…” Nada melanjutkan. “Daffa hampir berantem sama satpam, gara-gara nggak mau disuruh pulang. Mau jadi drama Korea dia. Gak bisa jauh-jauh dari kamu katanya.” Daffa pura-pura cemberut. “Nggak segitunya juga…” “Ya iya dong! Dan aku?” Nada menunjuk dirinya sendiri. “Aku tidur duduk tiap malam

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 210

    Sinar yang cerah sore itu belum juga padam. Cahaya keemasan matahari sore menembus kaca depan mobil yang terparkir di sudut area parkir mall. Mobil hitam itu tampak biasa, tapi di dalamnya tersimpan ketegangan yang tak terlihat dari luar. Tania masih duduk di kursi penumpang, tubuhnya sedikit memb

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 212

    “Terima kasih, Tuan.” Mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu yang hangat. Interior rumah itu tidak banyak berubah, sofa mewah cokelat tua, karpet krem yang lembut, rak buku kayu jati, dan aroma teh hangat bercampur kue cokelat yang baru saja disajikan di meja. Tania duduk di ujung sofa, menyes

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
  • Pemuas Nafsu Tuan Muda   Bab 208

    “Hey?” Daffa masih tersentak kaget. Wanita itu menciumi pundak Daffa berkali-kali, pelukan itu begitu dalam, seakan dirinya menemukan lantaran menyambung dua jiwa yang selama ini terpisah. “A-Apa ini?” kata Daffa terbata, perlahan mencoba melepaskan pelukan itu. Tapi sedikit pun kekuatannya ta

    last updateHuling Na-update : 2026-04-03
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status