Início / Fantasi / Pendekar Dua Jiwa / 145. Musuh Atau Teman?

Compartilhar

145. Musuh Atau Teman?

Autor: WarmIceBoy
last update Data de publicação: 2021-10-08 23:46:09

Cao Cao dan para punggawa berada di kota Ba. Mereka berkumpul guna menyelidiki surat-surat rahasia Yuan Shao yang ditujukan pada teman-temannya di daerah kekuasaan Cao Cao.

Cukup banyak surat-surat sampai dua hari menyita perhatian Cao Cao, menetap di ruang baca.

"Apa yang hendak sepupu lakukan dengan semua surat-surat?" tanya Cao Hong, memberanikan diri setelah menant

WarmIceBoy

Cao Cao berhasil mendapat tiga wilayah utama Han dan niatnya semakin jelas, dari pahlawan dia menjadi pengkhianat. Sementara Liu Bian dan Sima Zhou berhasil mendapat prasasti, mereka berlatih di ruang ajaib. Nu An yang nyaris bertemu Adiknya, kini terseret masuk dalam peperangan melindungi Danau Rembulan, tempat Liu Bian dan Sima Zhou berlatih. Ikuti kelanjutannya di buku Legenda Pedang Meteor dan Pednag Bumi (Pendekar Dua Jiwa Jilid Dua ) TERIMA KASIH BAGI PEMBACA YANG MEMBACA CERITA SAMPAI HABIS. JILID SATU TELAH TAMAT. LANJUTKAN KE JILID DUA. :)

| Curtir
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (13)
goodnovel comment avatar
ewata Waas
Parah...gak niat authornya
goodnovel comment avatar
Princess Ciicweg N
mana lanjutannya kak thor?? ke gantung nih critanya
goodnovel comment avatar
Priyo Pak e Bagas
gak jelasssss..nyesel baca gak ada terusannya lamaaaaa.
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Pendekar Dua Jiwa   145. Musuh Atau Teman?

    Cao Cao dan para punggawa berada di kota Ba. Mereka berkumpul guna menyelidiki surat-surat rahasia Yuan Shao yang ditujukan pada teman-temannya di daerah kekuasaan Cao Cao. Cukup banyak surat-surat sampai dua hari menyita perhatian Cao Cao, menetap di ruang baca. "Apa yang hendak sepupu lakukan dengan semua surat-surat?" tanya Cao Hong, memberanikan diri setelah menanti begitu lama, sampai kakinya pegal. Cao Cao menghela nafas panjang membaca satu surat, lalu dia terkekeh. "Yuan Shao, Dong Cheng, Liu Bei, Sun Ce, Ma Teng, Liu Zhang, Liu Biao, King Ring, Meng Tian, Meng Huo, Zhang Reng. Mereka bersumpah setia pada Kaisar untuk membunuhku." Dia terkekeh hingga terlentang di bantal. "Haiya, jadi surat ini yang membuat Yuan Shao berani menantangku, Perdana Menteri Han?"

  • Pendekar Dua Jiwa   144. Nu An dan Zuo Ci

    Nu An dan pengikutnya malam ini sibuk dengan kegiatan merawat korban perang.Pelarian pasukan Yuan Shao banyak yang singgah di pertigaan Hubei, pertigaan antara kota Ye, Beihai, dan kota Ba.Bisa dibilang pertigaan Hubei menjadi tempat paling netral dari politik juga peperangan di seantero Han saat ini.Semua karena nama besar Nu An membuat pasukan Cao Cao sungkan hendak menyerang, terlebih bukan hanya pelarian pasukan Yuan Shao yang dia tolong, tapi juga beberapa pasukan Cao Cao yang terluka pun dirawat di sana.Ha Nif berlari dari arah hutan dengan raut wajah panik. "Guru, Guru Nuan!"Nu An sedang menjahit luka tebas di badan salah satu pasukan Yuan Shao, dia fokus pada pekerjaan tak mengindahkan muridnya itu.&n

  • Pendekar Dua Jiwa   143. Quan Long di Utara

    Sementara itu di pelabuhan Yang Feng, pelabuhan dekat kota Ye, puluhan kapal besar berlabuh dikawal ratusan kapal kecil dan ribuan sampan. Cahaya obor mewarnai sungai kuning di malam hari, mempertontonkan bendera Cao Cao yang berkibar di masing-masing kapal. Semua warga berkumpul di depan rumah masing-masing, menunjuk-nunjuk ribuan prajurit yang berbaris menuju utara. Para warga mulai berbisik. "Wah, bukankah Cao Cao telah mengalahkan Yuan Shao, kenapa pasukan mereka masih siaga seperti ini?" "Haiya, Perdana Menteri mungkin ingin menghabisi seluruh penduduk utara karena mendukung Yuan Shao." Mereka berhenti bicara ketika Quan Long bersama beberapa jendral berkuda

  • Pendekar Dua Jiwa   142. Selamat Tinggal

    Ini ucapan pertama Liu Bang setelah beberapa jam berdiam diri."Baik, selamatkan rakyat dari tirani adalah hal terpenting."Zhou lega, mengetahui Liu Bang orang baik. Namun, dia sadar, pasti sulit mengucapkan tirani pada sesuatu yang dia bangun sepenuh jiwa dulu. Sesuatu yang diyakini berbeda dari dinasti sebelumnya.Liu Bang berbalik menghadap Zhou. Lagi-lagi dia memberi raut wajah yang serius. "Aku merasakan dua tenaga dalam dirimu. Katakan, apa kalian melakukan transfer ruh?"Zhou mengangguk."Kenapa? Siapa yang kehilangan badan?"Zhou menceritakan apa yang terjadi pada Liu Bang karena percaya buyut Liu Bian tidak memiliki niat jahat kepadanya.

  • Pendekar Dua Jiwa   141. Legenda Asli

    Liu Bang masih terpukul. Kedua telapak tangannya menekan dua sisi pelipis, memandang pantulan wajah di jernih air danau."Bian, bagaimana ini?" tanya Zhou dalam tubuh Bian. "Cepat selidiki, sebenarnya apa yang terjadi."Tanpa disuruh pun Bian ingin bertanya, hanya saja dia menanti saat yang tepat, melihat kondisi pemuda itu membuatnya sungkan untuk mendesak.Liu Bang tertawa histeris menggeleng cepat. "Dewa naga sialan, dia benar-benar berhasil membuat danau rembulan!"Dia berbalik mencengkram kedua lengan Zhou. "Kamu berhasil masuk, berarti kamu keturunanku. Katakan, keturunan ke berapa dan bagaimana keadaan di luar sana?""A-aku keturunan ke-13. Keadaan di luar kacau balau. Setelah nyaris empat ratus tahun Han berdiri

  • Pendekar Dua Jiwa   140. Liu Bang

    Pertukaran terjadi. Sekarang Bian memegang kendali tubuh Zhou.Dia berdiri membawa obor abadi, mengamati kemegahan dinding batu raksasa berlumut dengan seksama. Sesekali dia meraba-raba dinding berharap menemukan keajaiban seperti tempo hari, di mana dia tidak sengaja menekan tombol rahasia yang membuat pintu terbuka.Sambil memakan biji padi dia duduk bersila mengamati pintu raksasa berhias tanaman hijau memanjang bak tirai."Zhou, menurutmu bagaimana?" tanya Bian.Tidak ada jawaban dari sahabat di dalam alam bawah sadar."Hei, bantu berpikir.""Ah berisik, aku sedang menikmati arak!"Bian menghela napas panjang. Terkadang

  • Pendekar Dua Jiwa   119. Cao Cao dan Guan Yu

    "Apa kamu akan pergi ke kam Yuan Sgao dan bergabung dengan mereka?" tanya Cao Cao, dengan nada memelas. "Apa begitu cara kesatria?"Ucapannya menusuk jiwa pahlawan Guan Yu. Dua memejam mengelus jenggot panjang.

    last updateÚltima atualização : 2026-04-01
  • Pendekar Dua Jiwa   118. Pertemuan dengan Saudara

    Pertarungan Xiahou Dun dan Guan Yu terhenti ketika Cao Cao menghampiri mereka."Kalian dipihak yang sama, bagaimana kalian menjelaskan pada Kaisar tentang hal ini?" tanya Cao Cao, bergantian memandang dingin kedua petaru

    last updateÚltima atualização : 2026-04-01
  • Pendekar Dua Jiwa   114. Orasi Xun You

    Sekarang Cao Cao seorang perdana menteri, dalam keadaan formal dia tidak boleh duduk di bantal. Cao Cao duduk di kursi kayu berlengan dalam ruang di gedung gubernur Xuchang, sementara yang lain berdiri. Xun You berada d

    last updateÚltima atualização : 2026-04-01
  • Pendekar Dua Jiwa   112. Bukit Gersang

    Hari berganti, kali ini Bian mengambil alih tubuh Zhou. Sebelum langit menggelap, dia menanti dua sosok yang membuat janji akan bertemu di danau rembulan. Dia duduk di dahan pohon sambil berayun satu kaki, bermain suling sebagai hiburan.

    last updateÚltima atualização : 2026-03-31
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status