공유

1278. Part 20

last update 게시일: 2025-05-26 01:01:34

"Akulah El Maut yang akan menjemput nyawamu, dan nyawa ketuamu dan seorang temanmu yang gendut itu!" geram Ki Palaran dengan mata dingin.

Tangannya mulai bergerak pelan-pelan. Landak Boreh mundur dengan wajah tegang, sangat ketakutan. Namun sebelum Ki Palaran sentakkan tangannya, ia mendengar suara seruling berkumandang.

Tulit, tuliiiiittt... tit, tit.... tulit...!

Ki Palaran pun mengejang. Tubuhnya gemetar. Telinganya mulai berdarah. Ia segera menutup kedua telinganya de

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Pendekar Kera Sakti   1602. Part 2

    "Wah, gadis itu bakal remuk nganggur kalau begitu caranya?" pikir si pengintai.Kemudian ia melesat keluar dari persembunyiannya.Zlappp...!Dalam sekejap ia sudah berada di depan Poci Dewa. Mata si Poci Dewa terkesiap memandang kemunculan seorang pemuda yang tidak diketahui dari mana datangnya. Pemuda itu berambut poni tak mengenakan ikat kepala. Bajunya rompi berwarna keemasan tanpa lengan. Di punggung lengannya terlihat rajah naga emas melingkar. Melihat ciri-ciri seperti itu, Poci Dewa langsung sadar akan siapa yang ada di depannya saat itu."Kau...!""Aku bukan kau. Aku Baraka, Eyang.""Iya, maksudku mau bilang; kau Pendekar Kera Sakti, mau apa menghadapku tanpa memberi kabar sebelumnya?""Bagaimana aku mau memberi kabar kepadamu, Eyang. Aku belum tahu siapa dirimu!""Aku yang berjuluk Poci Dewa! Aku tahu siapa kau, sebab aku kenal dengan gurumu; Setan Bodong itu.""O, jadi Eyang Poci sahabat guruku?""Benar.

  • Pendekar Kera Sakti   1601. FITNAH DALAM PERTARUNGAN

    SEBUAH pukulan membuat si gadis melayang tinggi dan tersangkut di dahan pohon. Jika bukan pula bertenaga dalam tinggi tak mungkin bisa membuat gadis itu nyangsang di pohon. Dan jika bukan si gadis punya lapisan tenaga dalam tebal, tentunya sudah hancur berkeping-keping, setidaknya jebol punggungnya. Seandainya ada yang melihat pertarungan tersebut, pasti akan mengatakan pertarungan itu adalah pertarungan tak seimbang. Yang dipukul gadis cantik berusia sekitar dua puluh satu tahun. Wajahnya masih imut-imut, penuh pancaran pesona muda belia. Sedangkan yang memukulnya tadi seorang lelaki berusia sekitar delapan puluh tahun lebih.Tokoh tua yang tubuh kurusnya dililit kain putih menyilang di pundak model biksu itu dikenal dengan nama Poci Dewa, karena dialah satu-satunya tokoh di dunia persilatan yang aliran silatnya menggunakan gerak-gerak seperti poci teh. Di padepokannya ia mempunyai aneka macam poci, bahkan ada yang berasal dari tanah Tiongkok.Poci Dewa selalu berpaka

  • Pendekar Kera Sakti   1600. Part 26

    "Keparat! Kau belum tahu siapa aku sebenarnya, hah! Terima ini jurusku yang bukan sekadar permainan anak kemarin sore. Hiaaah...!"Sang Ratu lepaskan pukulan bersinar biru bagaikan bola berekor.Wuusss...! Sinar biru itu keluar dari telapak tangannya yang dihantamkan ke arah Pendekar Kera Sakti. Maka sinar biru itu pun meluncur cepat ke arah sang Pendekar.Melihat kemunculan sinar biru itu, Baraka segera melepaskan pukulan 'Tapak Guntur ' yang memancarkan sinar biru terang.Claaap...!Sinar biru terang segera beradu dengan sinar biru di pertengahan jarak.Blaab...! Blegaaarr...!Cahaya ungu berkerilap dari hasil benturan dua sinar tadi. Ledakan menggelegar pun sempat mengguncang tanah lapang alun-alun, membuat orang-orang menjadi gaduh karena ketakutan. Namun di luar dugaan, ternyata sinar ungu itu menguncup dan membentuk gumpalan sinar biru lagi yang melesat ke arah Baraka.Wuuusss...!"Gila! Sinarnya masih utuh!" senta

  • Pendekar Kera Sakti   1599. Part 25

    Namun Baraka bagai tidak memainkan jurus sedikit pun. Ia hanya berjalan pelan mondar-mandir di depan sang Ratu sambil mata memandang dan bibir sunggingkan senyum. Senyum itu tetap merupakan 'Penakluk Hawa' yang membahayakan bagi perempuan mana pun juga."Bersiaplah, Kekasihku...!" geram sang Ratu sambil mengubah posisi kuda-kudanya, makin mendekat lagi."Seranglah aku jika kau perempuan yang gemar bercinta."Sang Ratu bagai ditantang kemesraannya. Untuk membuktikan kehebatan bercintanya, sang Ratu segera melepaskan serangan lebih dulu dengan satu lompatan kecil yang mencapai tanah depan Baraka"Hiiaah...!"Jleeeg ..! Lalu mereka beradu kecepatan tangan dalam memukul dan menangkis.Plak, plak, plak, plak, plak....Zlaaab...! Baraka bergerak melingkar hingga berada di belakang sang Ratu. Gerakan itu tak diketahui oleh sang Ratu karena Baraka menggunakan Jurus 'Gerak Kilat Dewa Kayangan'-nya.Ketika perempuan itu

  • Pendekar Kera Sakti   1598. Part 24

    Perempuan yang kini menjadi wanita paling kerempeng seistana itu segera turun dari tandu. Dua pengawal mendampinginya di kanan-kiri. Kepalanya yang gundul tanpa selembar rambut dipayungi oleh seorang pembawa payung dari belakang. Ratu Sukma Semimpi segera mendekati Baraka dengan pandangan mata yang berbinar-binar. Semakin dekat semakin mekar senyumnya menandakan kegembiraan hatinya saat itu."Selamat datang di Tanah Ratu, Pendekar Kera Sakti; Baraka!" sapa sang Ratu dengan penuh wibawa.Baraka membungkuk, memberikan hormat ala kadarnya. Karena ia diberi tahu oleh Putri Malu bahwa sang Ratu suka dengan hormat dan sanjungan."Salam hormatku untukmu, Gusti Ratu.""Terima kasih. Kau benar-benar lelaki yang pandai membuat hatiku bangga dan gembira."Baraka segera sunggingkan senyum. Hati sang Ratu bergetar melihat senyuman itu. Ia tak tahu bahwa Baraka telah gunakan jurus 'Penakluk Hawa' yang mampu membuat lawan kasmaran dan mau tak mau pasrah

  • Pendekar Kera Sakti   1597. Part 23

    Hal itulah yang dikhawatirkan oleh Putri Malu. Karenanya, Baraka mempunyai cara sendiri untuk mengatasi kekuatan aji pemikat sang Ratu. Pendekar Kera Sakti juga punya cara sendiri untuk membebaskan Tabib Getar Hati, ibu dari Putri Malu yang menjadi kambing hitam sang Ratu itu."Bagaimana hasilnya, Putri Malu!" sapa sang Ratu dalam pertemuan yang diadakan secara mendadak karena Putri Malu pulang dari tugasnya."Mana pemuda tampan yang bergelar Pendekar Kera Sakti itu! Mengapa kau datang tidak membawa Baraka? Apakah kau tak ingin Ibumu selamat? Ingat tujuh hari lagi purnama tiba. Jika kau belum bisa membawa Pendekar Kera Sakti kemari, maka Ibumu akan kugantung di depan umum!""Gusti Ratu," kata Putri Malu sambil menahan kegeraman dalam hatinya. "Saya sudah bertemu dengan Pendekar Kera Sakti.""Bagus!" sahut sang Ratu dengan wajah mulai berseri-seri. "Lalu bagaimana?""Baraka ada di luar, Gusti!""Hah...! Mengapa tidak kau bawa masuk? Lek

  • Pendekar Kera Sakti   698. Part 5

    Pada waktu prajurit itu belum tiba di istana, Singo Bodong sudah hampir membawa lari tombak pusaka tersebut. Tapi ketika ia didesak terus untuk memainkan satu jurus tombak oleh Hantu Laut, dan ia kibaskan tombak itu dengan sembarangan, Hantu Laut sempat terpental dan Singo Bodong pun cepat melepa

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • Pendekar Kera Sakti   707. Part 14

    Tabib Akhirat meringis sebentar, lalu cepat-cepat bangkit dan kembali menghadap sang ketua. Wajah sang ketua tetap tak ada perubahan, dingin dan datar. Seakan tak pernah memukul Tabib Akhirat dengan kekuatan tenaga penuh. Wajah Tabib Akhirat pun menjadi pucat."Jelaskan yang sebenarnya!" pe

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • Pendekar Kera Sakti   687. Part 12

    Kepergian Loh Gawe bukan sekadar kepergian seorang bawahan yang ingin melapor kepada atasannya. Hantu Laut tahu, Loh Gawe ketakutan menghadapi dirinya bersama Pusaka Tombak Kematian. Karenanya, Hantu Laut semakin bangga atas kekuatan dirinya, dan kian besar tekadnya untuk menundukkan Ratu Pekat d

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • Pendekar Kera Sakti   694. Rahasia Dadung Amuk

    KAPAL Neraka dikerumuni beberapa orang. Bukan karena mereka kagum dan heran melihat kapal yang terkenal sebagai penyebar maut itu, tapi dengan sangat terpaksa mereka melakukan tugas dari Ratu Pekat untuk memperbaiki beberapa kerusakan kapal tersebut. Kepada salah seorang prajurit yang memimpin pe

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status