Home / Pendekar / Pendekar Kera Sakti / 393. KITAB LIMA SETAN

Share

393. KITAB LIMA SETAN

last update Huling Na-update: 2024-08-25 01:01:39

PEMUDA ganteng yang punya rajah Naga Emas Melingkar di punggung lengan tidak ada duanya kecuali si Pendekar Kera Sakti, Baraka. Sang Pewaris para Dewa ini memang mempunyai ketampanan yang bisa bikin para gadis maupun janda pada 'celeng'.

Semua orang bilang; Baraka itu tampan. Cuma orang hutan yang nggak bilang begitu. Sebagian orang mengakui bahwa Baraka itu hebat, ilmunya tinggi. Nggak aneh lagi kalau Baraka sekarang sedang jadi sorotan massa. Ia adalah idola para wanita. Banyak yang tergila-gila padanya, banyak pula yang gila beneran. Malah ada yang mengusulkan agar Baraka dijadikan 'cover boy' untuk sebuah kitab pusaka yang terbit sebulan sekali. Tapi Baraka menolak usul para gadis itu, alasannya karena ia tak ingin wajahnya dijadikan poster dan dipajang di sembarang dinding, termasuk dinding kamar mandi segala.

"Dia memang tampan, dia memang menawan, dia memang menggairahkan, dia memang sangat dirindukan, cuma kalau mau cari dia susahnya bukan main," ujar seorang g

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pendekar Kera Sakti   1501. Part 19

    "Pakai kepala ayam juga bisa!" jawab Baraka membuat suasana agar tak terlalu dicekam ketegangan.Tak ada cara lain kecuali mengikuti saran Telaga Sunyi. Titik putih yang tadi dilihat Telaga Sunyi saat Baraka masih terkapar itu sekarang masih ada. Titik putih itu bagaikan ada di ujung lorong. Dan mereka pun bergerak menyusuri lorong tersebut dengan saling bergandengan, karena suasana gelap membuat mereka sulit saling berhubungan jika terjadi bahaya secara mendadak. Tetapi anehnya titik putih itu semakin lama bukan semakin dekat, namun semakin terasa menjauh.Pendekar Kera Sakti segera hentikan langkah dan berkata kepada Telaga Sunyi, "Kita terjebak. Itu bukan titik sinar mulut gua! Perhatikan saja, sejak tadi jaraknya masih tetap jauh dan bahkan lebih jauh dari yang pertama kita lihat, bukan?""Benar juga. Jadi, kita tersesat di mana ini, Baraka?""Akan kucoba untuk melihat alam lain. Mungkin ada yang mengganggu kita, sehingga kita terkurung di sini tanpa

  • Pendekar Kera Sakti   1500. Part 18

    "Kenapa Kertapaksi dan Karto Dupak tidak mati di tangan Penguasa Teluk Neraka?""Mereka belum bertemu Penguasa Teluk Neraka. Coba kalau Kertapaksi bertemu dengan Penguasa Teluk Neraka, pasti dihajar habis oleh Penguasa Teluk Neraka itu.""Lalu, apa hubungannya denganku? Mengapa Kertapaksi dan Karto Dupak menyangka aku adalah kekasihnya Muria Wardani?""Mungkin kau memang kekasihnya? Mana kutahu!""Sumpah setan tujuh warna, aku bukan kekasihnya! Aku tidak kenal sama Muria Wardani.""Betul?""Yaah... masa' kau belum percaya juga. Aku toh sudah bersumpah! Mau sumpah apa lagi? Sumpah biar mati disambar lalat. Boleh!"Telaga Sunyi tertawa kecil. "Lelaki mana saja memang paling berani kalau disuruh bersumpah. Buat lelaki, sumpah adalah bunga bibir.""Terserah apa katamu, yang jelas aku tidak kenal dengan Muria Wardani.""Bagaimana kalau kutemukan dengan Muria Wardani. Berani?""Berani!" jawab Baraka bersemangat.

  • Pendekar Kera Sakti   1499. Part 17

    "Hmmm... sedikit," jawab Baraka tetap membiarkan keningnya diusap oleh jari-jari lentik itu. Telaga Sunyi memeriksa lebih teliti lagi dengan cara memandang lebih dekat karena cahaya kurang terang. Keadaan itu membuat Baraka dapat memperhatikan kehalusan kulit wajah dan kecantikan yang alami lebih jelas lagi."Cepat sekali pulihnya?" ucap Telaga Sunyi lirih, saat berkata begitu wajahnya tepat di depan Baraka."Berkat pertolonganmu, luka separah apa pun dapat sembuh dengan cepat.""Aku tak banyak membantu dalam hal ini," kata Telaga Sunyi sambil matanya menatap Baraka.Jari-jari tangannya masih merayapi pipi pemuda tampan itu, tapi bukan untuk memeriksa luka yang pulih kembali. Jari-jari itu bergerak pelan merayap ke bibir Baraka, kemudian mulut Baraka pun menangkap jari itu. Menggigitnya pelan, dan sang gadis gemetar sekujur tubuhnya."Jangan. Jangan, Baraka...," ucapnya lirih sekali ketika jari itu tak mau dilepaskan oleh mulut Baraka.Wajah

  • Pendekar Kera Sakti   1498. Part 16

    "Jurus pukulan keparat! Memang benar apa kata Guru, jurus pukulan 'Inti Bara' sulit dijinakkan, sulit disembuhkan, dan karenanya Guru berpesan agar aku pun tidak sembarangan dalam menggunakan jurus pukulan 'Inti Bara'. Tetapi si keparat Aryani itu mengumbar jurus ini seenaknya saja! Pantas kalau dia dinyatakan sebagai murid murtad yang tak pernah mau ikuti peraturan perguruan," ucap Telaga Sunyi sebagai ungkapan rasa kesalnya, ia tampak kebingungan menghadapi luka-luka Pendekar Kera Sakti.Duduknya di atas batu samping Baraka yang tingginya hanya sebetis kurang. Suaranya sering bercampur dengan desah penyesalan dan kesedihan."Sayang sekali Guru belum turunkan Ilmu 'Penyerap Luka' seperti yang sudah diajarkan kepada Dewi Gapit Mesra itu. Kalau saja Ilmu 'Penyerap Luka' sudah kumiliki, maka menghadapi keadaan Baraka seperti ini bukan hal yang sulit lagi bagiku."Ucapan lirih itu masih sempat didengar oleh Pendekar Kera Sakti secara samar-samar. Dengan susah payah

  • Pendekar Kera Sakti   1497. Part 15

    Gusraak...!Ia buru-buru bangkit karena mendengar seruan Dewi Gapit Mesra yang bergegas menyerangnya kembali."Hiaaat...!" Lompatannya kali ini menyerupai seekor singa betina yang buas dan sangat bernafsu terhadap mangsanya. Senjata cakra bergerigi itu dikibaskan ke arah dada Telaga Sunyi yang baru saja berdiri. Namun pedang Telaga Sunyi menangkisnya dengan cepat.Trang... duaaar...!Tubuh Telaga Sunyi terpelanting hingga memutar. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk melayangkan tendangannya hingga kepala Dewi Gapit Mesra tersabet kaki Telaga Sunyi dengan keras.Plook...!Wuuut...! Tubuh Dewi Gapit Mesra terlempar ke samping. Jatuh dengan pundak membentur pohon cukup keras.Duurr...! Pohon pun bergetar sebagai tanda bahwa benturan itu mempunyai tenaga dalam cukup tinggi.Tab, tab, tab, tab...!Telaga Sunyi berjungkir balik di tanah dengan lincah dan cepat, tahu-tahu tubuhnya melayang dan mendarat di tanah datar tak jauh dar

  • Pendekar Kera Sakti   1496. Part 14

    Dees...!"Aaahg...!" Pendekar Kera Sakti tersentak dan mengejang, kemudian limbung ke kiri dan jatuh.Bruuk...!"Barakaaa...!" pekik Telaga Sunyi yang terlambat menyambar tubuh Pendekar Kera Sakti.Gadis itu menjadi tegang melihat Pendekar Kera Sakti mengerang dengan wajah mulai membiru. Napas ditahan kuat-kuat untuk imbangi rasa panas yang membakar bagian dalam tubuhnya, ia tak bisa berbuat apa-apa ketika diseret ke bawah pohon oleh Telaga Sunyi."Barakaaa...! Ada apa? Kenapa kau!"Tentu saja Telaga Sunyi bertanya demikian karena ia tidak melihat datangnya sinar hijau. Tahu-tahu ia dikejutkan dengan gerakan Baraka yang berkelebat ke arah belakangnya dan sebelum rasa kaget itu lenyap ia sudah temukan Baraka jatuh terhempas ke tanah."Ad... ada orang yang... yang ingin menyerangmu!" ucap Baraka dengan suara berat dan susah karena tenggorokannya mulai terasa panas, terlalu sakit untuk keluarkan suara.Telaga Sunyi makin membelala

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status