Home / Pendekar / Pendekar Kera Sakti / 74. Datangnya Raja Penyasar Sukma

Share

74. Datangnya Raja Penyasar Sukma

last update publish date: 2024-05-13 01:02:05

Dan, Iblis Seribu Wajah pun benar-benar tertipu. Dia menyangka bila benda yang masuk ke perut Gamabunta adalah tubuh Ksatria Topeng Putih. Karena takut terjadi apa-apa, Iblis Seribu Wajah lalu memerintahkan Gamabunta untuk mengerahkan tenaga 'Mengolah Api Guncangkan Bumi'. Tentu saja ranting pohon jati terbakar hangus oleh gumpalan api yang tersimpan di dalam perut Gamabunta. Dan, Iblis Seribu Wajah pun menyangka Ksatria Topeng Putih benar-benar telah dijemput ajal. Iblis Seribu Wajah itu tid

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pendekar Kera Sakti   1623. KAPAK KUBUR

    LEBIH dari dua puluh orang mengarak seorang kakek berusia sekitar tujuh puluh tahun. Kakek berbadan kurus dan mengenakan pakaian abu-abu itu dalam keadaan tubuhnya dililit tali, hingga kedua tangannya tak bisa bergerak. Lehernya dikalungi tambang lalu dituntun seperti menuntun kambing bandot."Gantung dia! Gantung saja! Ayo, gantung! Sekali gantung tetap gantung!" seru mereka bersahutan dengan hentak-hentakkan kepalan tangannya ke atas.Para pengarak itu bukan saja terdiri dari orang dewasa, malah ada yang masih remaja ikut-ikutan mengarak dan berteriak. Tapi yang menuntun kakek berambut putih pendek itu adalah seseorang yang berseragam keprajuritan, membawa pedang di pinggang. Sedangkan beberapa prajurit bertombak mengamankan daerah sekeliling. Dari ciri pakaiannya dapat diketahui bahwa mereka adalah prajurit-prajurit Kadipaten Balungan, adipatinya masih berusia sekitar lima puluh tahun kurang, bernama Adipati Janarsuma.Wajah tua yang digiring ke bukit tak seberapa tinggi itu tampak

  • Pendekar Kera Sakti   1622. Part 22

    "Karena dia menotokku, lalu dalam keadaan lemas tak berdaya dia ingin memperkosaku, Guru! Dia kejam dan jahat...!" Kismi akhirnya menangis karena tak tahan menderita sakit hati membayangkan peristiwa itu.Lalu, Ranggu Pura berseru kepada gurunya sendiri; Poci Dewa. "Guru, izinkan saya bertarung melawan Kunta Aji sekarang juga! Saya ingin beradu kejantanan dengannya demi kehormatan Cumbu Bayangan!"Kedua tokoh tua itu saling pandang dalam kebimbangan. Pendekar Kera Sakti segera memberi saran, "Rasa-rasanya tak perlu terjadi. Cukup para Guru yang saling menyadari bahwa permusuhan diantara dua perguruan yang berasal dari satu sumber ini tidak perlu terjadi lagi. Sebab jika kita saling bermusuhan, maka ada pihak lain yang akan memanfaatkan keadaan kita ini, untuk membuat kedua perguruan semakin hancur lebur. Dan kalau sudah begitu, yang berjaya adalah pihak perguruan lain, yang menderita dan menjadi korban adalah pihak kita sendiri.""Benar...!" ada orang berseru da

  • Pendekar Kera Sakti   1621. Part 21

    Blaarr... blegaar... blaang.... Duaar...!Dalam satu kesempatan, ketika mereka masih mengambang di udara tanpa pedulikan bumi dan alam yang bergetar, Buyut Gerang berhasil hantamkan pukulan telapak tangannya ke dada Poci Dewa. Sedangkan pihak Poci Dewa pun mendapat kesempatan menghantamkan tangannya yang menguncup ke ulu hati Buyut Gerang. Pukulan itu sama-sama timbulkan bunyi menggelegar secara bersamaan.Blegaarr...!Kedua tokoh tua tanpa pengikut itu sama-sama terpental dan jatuh bergulingguling. Napas mereka terengah-engah. Wajah mereka dicekam rasa sakit yang tetap dipertahankan kekuatannya. Buyut Gerang memuntahkan darah merah kental, rambutnya rontok sebagian karena pukulan Poci Dewa. Sedangkan lawannya pun mengalami hal yang serupa, rambut Poci Dewa rontok sebagian, bahkan yang semula berwarna putih sempat menjadi semburat hitam karena hangus terbakar oleh pukulan telapak tangan Buyut Gerang. Keduanya tak ada yang merasa kalah dan tak ada yang merasa lem

  • Pendekar Kera Sakti   1620. Part 20

    "Ranggu...!" Seruan itu berasal dari gadis cantik berjubah kuning yang tak lain adalah Cumbu Bayangan.Gadis itu diizinkan oleh Baraka untuk keluar dari persembunyian dan menemui kekasihnya."Kismi...!" seru Ranggu Pura dengan girang, ia pun segera berlari menyambut kekasihnya. Gadis itu berlari kecil dan akhirnya mereka berpelukan penuh curahan rindu.Pendekar Kera Sakti sengaja dibuat terbatuk-batuk untuk memberi tanda agar mereka jangan terlalu lama berpelukan. Pikir Baraka saat itu, "Terlalu lama melihat mereka berpelukan kepalaku jadi puyeng! Ingat kekasihku; Hyun Jelita."Ranggu Pura tampak ceria memandang kemunculan kekasihnya, tapi sedikit curiga ketika tahu kekasihnya datang bersama Pendekar Kera Sakti yang lebih ganteng dari dirinya sendiri. Kismi segera menjelaskan tentang perbuatan Kunta Aji dan penyelamatan yang dilakukan Pendekar Kera Sakti."Terima kasih kau telah selamatkan kekasihku, Baraka," ujar Ranggu Pura dengan ceria."

  • Pendekar Kera Sakti   1619. Part 19

    Wajah Ranggu Pura menegang lagi dengan gusar. "Sebaiknya lupakan tentang Cumbu Bayangan. Toh ada perempuan lain yang bersedia kau cumbu lebih lama lagi. Sayang kau menyepelekan diriku, sehingga kau tidak melihat ada perempuan lebih hebat dari Kismi yang mampu memberikan kebahagiaan padamu sepanjang masa.""Persetan dengan kata-katamu, Ayunda! Kau perempuan bermulut busuk! Mengapa kau racuni pikiran guruku dengan bualanmu! Kaulah biang keladi dari masalah yang menyangkut tentang hubunganku dengan Cumbu Bayangan!""Kalau kau keras kepala tak mau melayani gairahku, aku pun keras kepala untuk tetap ingin mencabut nyawamu, Ranggu Pura!""Biadab dia!" geram Cumbu Bayangan dalam persembunyiannya. Wajahnya menjadi merah jambu karena dibakar kemarahan. Tapi Pendekar Kera Sakti menahannya agar tidak terburu-buru keluar dari persembunyian."Banyak yang perlu kita ketahui dari mereka! Kita lihat dulu, jangan terburu nafsu, Kismi!" bisik Baraka."Tapi perempuan

  • Pendekar Kera Sakti   1618. Part 18

    "Hmmm... ya, aku kenal dia. Dia yang bernama Ayunda. Dia sering berkunjung ke perguruanku dan menjalin hubungan baik dengan guruku!""Benarkah begitu! Tapi ketika kau menderita racun 'Hawa Bangkai' tadi, gurunya Ayunda menyerangku dan mengancamku agar tidak mencampuri urusannya.""Urusan apa?""Mana kutahu? Dia tidak jelaskan urusan itu."Cumbu Bayangan masih berkerut dahi dan mencoba memikirkan hal itu. Tapi Baraka lebih dulu berkata dalam bisikan lagi. "Aku curiga dengan gerakan Ayunda yang mengendap-endap menuruni tanggul sungai itu. Kita lihat apa yang dilakukannya!"Pendekar Kera Sakti melenting di udara, tubuhnya melesat naik dan hinggap di atas pohon. Cumbu Bayangan mengikuti gerakan itu dan ternyata cukup mampu, walau ia hampir saja jatuh saat mendaratkan kakinya di sebuah dahan. Untung segera disambar oleh tangan Pendekar Kera Sakti, sehingga ia terhindar dari kecelakaan kecil itu.Dari pohon ke pohon, akhirnya mereka tiba di

  • Pendekar Kera Sakti   1455. Part 19

    Bwweerrsss...!Claap...! Mahesa Sulung terbengong seketika, diam bagaikan patung dengan tangan hampa, tanpa pedang tanpa senjata apa pun. Pedang itu lenyap setelah ditiup oleh Baraka menggunakan Jurus ‘Tabir Ghaib’, untuk memberi peringatan kepada pihak Prabu Wiloka bahwa perta

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Pendekar Kera Sakti   1453. Part 17

    Melihat kedatangan Baraka didampingi empat prajurit, mereka menyangka keempat prajurit menemukan seorang mata-mata. Para prajurit lainnya segera bergerak cepat. Dalam waktu singkat mereka sudah mengurung Baraka dan keempat prajurit itu. Dua orang berbadan tinggi besar yang menjaga pintu gua meman

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Pendekar Kera Sakti   1466. Part 8

    Lalu, Baraka berkata, "Percayalah padaku, kalian sebentar lagi akan menjadi manusia tanpa raga! Kalian telah terkena kekuatan sakti dari Golok Setan yang dimiliki oleh Durjana Belang alias si Maling Sakti itu!"Roh Seribu Dewa menjadi gusar. "Tidak mungkin! Golok Setan dimiliki oleh Malaik

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Pendekar Kera Sakti   1460. Part 2

    Sumbaruni diam berpikir, ia masih ingat di mana letak Perguruan Tongkat Sakti yang diketuai oleh Malaikat Miskin itu. Ketika ia berubah menjadi bocah, ia pernah disandera di perguruan itu, sehingga ia masih ingat jalan menuju tempat tersebut. Hal yang dipikirkan Sumbaruni adalah: “Haruskah

    last updateLast Updated : 2026-04-04
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status