Masuk"Periksa bagian bawah perahu itu! Pasti ada orang yang bersembunyi di sana sambil mendorong perahu untuk merapat kemari!" perintah Nakhoda Salju kepada Sumbing Gerhana. Dan segera Sumbing Gerhana perintahkan kepada dua anak buahnya untuk memeriksa bagian bawah perahu berlayar biru itu. Tapi mereka tidak menemukan siapa-siapa di bawah perahu tersebut.
Bahkan bagian dalam perahu diperiksa dengan teliti ternyata tidak ada benda lain yang mencurigakan, kecuali sekumpulan daun kecil yang me
Nada bicaranya semakin memanja. "Mengapa kau hiraukan, Baraka? Nanti kita kemalaman di perjalanan lho.""Aku kenal gadis berjubah kuning itu.""Terus kalau kenal mau apa?" nadanya sedikit ketus."Aku harus menolongnya. Kita ke lembah itu, Ayunda!""Tidak mau!" Ayunda cemberut. "Kalau kau mau ke sana, pergilah ke sana. Aku menunggu di sini saja.""Mengapa kau tidak mau ke sana!""Karena tujuanku pergi menemui Nini Pucanggeni, bukan mencampuri urusan orang lain!"Baraka agak tak enak hati, sehingga timbul kebimbangan yang menggelisahkan.-o0o-PERTARUNGAN itu sebenarnya merupakan pertarungan yang tak bisa dicampuri orang lain, karena yang bertarung adalah murid-murid satu perguruan. Cumbu Bayangan menolak paksaan Kunta Aji untuk pulang ke perguruan. Akibat penolakan itu, Kunta Aji menjadi jengkel dan mencoba dengan cara kasar. Tapi Cumbu Bayangan ternyata berani melayani serangan kakak perguruannya itu.
Ayunda menambah penjelasannya lagi. "Dulu anak itu dibuang bersama ibunya karena anak itu berupa manusia biasa, berbadan kurus, tidak seperti ayahnya. Tapi belakangan ini rupanya Gandapura sadar bahwa anak itu bagaimanapun juga adalah anaknya. Satu-satunya anak lelakinya adalah Ranggu Pura. Karenanya, ia mencari anak itu untuk menurunkan seluruh ilmunya. Jika Ranggu Pura sudah mendapat warisan ilmu dari Gandapura, maka ia pun akan menjadi manusia pemakan daging manusia."Pendekar Kera Sakti tertegun membayangkan wajah Ranggu Pura yang tampan dan punya sikap berjiwa ksatria. Dalam bicaranya pun penuh nada kejantanan dan mampu bersikap lemah lembut. Dalam hati Pendekar Kera Sakti pun berkata, "Jika Ranggu Pura mendapat warisan ilmunya Gandapura, maka sudah pasti dia akan menjadi manusia terkutuk dan membahayakan bagi keselamatan orang banyak, ia harus dimusnahkan jika sampai kembali kepada ayah kandungnya, sebab itu berarti dia sudah menerima warisan ilmu sang Ayah."Ayunda memecah kesu
"Kusarankan, batalkan niatmu datang ke Pulau Jelaga, Kisanak. Sebab orang-orang yang mengungsi kemari menceritakan kengerian yang terjadi di sana.""Kengerian apa itu, Paman?" tanya Baraka dengan dahi berkerut."Apakah kau belum mendengar kabar bahwa Penguasa Pantai Ajal yang bernama Gandapura itu sekarang ada di Pulau Jelaga!""Gandapura...!" Baraka menggumam lirih, kemudian teringat keterangan Putri Malu tentang Gandapura, manusia titisan raksasa yang gemar memakan daging manusia itu."Maksud Paman, Gandapura si pemakan manusia itu?" tanya Baraka minta dipertegas lagi."Benar, Anak muda! Gandapura sekarang sedang berusaha menguasai Pulau Jelaga, karena ia ingin mengambil alih pulau itu untuk pusat kekuasaannya. Kira-kira begitu cerita yang kuterima dari para pengungsi itu."Pendekar Kera Sakti jadi termenung memikirkan hal itu. Ia biarkan nelayan itu menurunkan barang-barang dari atas perahunya. Diamnya Baraka bukan berarti ia menuruti sar
"Begitulah aku meninggalkan dia," kata Baraka mengakhiri kisahnya kepada Ranggu Pura. Agaknya rasa sakit Ranggu Pura telah lenyap dan luka di bagian lambungnya telah sembuh. Ranggu Pura mampu berdiri dengan tegak, badannya terasa lebih segar dari sebelumnya."Jadi dia bersama Kunta Aji? Hmmm... kukira bersama pria lain.""Siapa Kunta Aji itu? Apakah kekasihnya?""Dia kakak seperguruannya.""O, jadi Kunta Aji juga murid Ki Buyut Gerang?""Benar. Kismi kurang akur dengan Kunta Aji. Sesekali mereka sering cekcok, tapi kadang-kadang kelihatan akur juga."Baraka menggumam dan manggut-manggut. Setelah itu ia bertanya kepada Ranggu Pura."Lantas, mengapa Ki Buyut Gerang menyangka kau yang membawa lari Cumbu Bayangan, muridnya itu?""Karena hubunganku dengan Kismi tidak direstui."Pendekar Kera Sakti sedikit kerutkan dahinya. "Kau dan Kismi ada hubungan cinta?""Benar. Kami saling jatuh cinta. Tapi guru kami tidak saling
"Kalau tidak memakan korban nyawa, apakah aku harus memakan dia bulat-bulat!" ketus Buyut Gerang."Percayalah, aku akan mengusahakan muridmu kembali," bujuk Baraka dengan tetap tenang. "Terserah apa maumu! Yang jelas aku menunggu sampai batas matahari tenggelam. Kalau muridku belum dikembalikan, kucari dia dan kuhancurkan perguruannya!"Setelah berkata begitu, Buyut Gerang melesat pergi bagaikan angin berhembus. Weesss...!Baraka hanya geleng-geleng kepala dan bicara pelan pada diri sendiri, "Galak juga orangtua itu! Ilmunya cukup tinggi, tapi menahan amarah masih belum bisa."Setelah mendekati Ranggu Pura, Baraka menggunakan hawa ‘Kristal Bening’ miliknya untuk mengobatinya.Setelah selesai mengobati Ranggu Pura, Baraka bertanya kepada Ranggu Pura sambil masih jongkok di depannya, "Siapa nama murid Ki Buyut Gerang itu?""Kismi, atau sering disebut Cumbu Bayangan?""Ooo...," Baraka manggut-manggut sambil berdiri,
Puiih...!Wuuuss...!Angin kencang terlepas dari mulutnya. Hembusannya begitu besar dan membadai. Tubuh yang dihembus angin kencang itu adalah tubuh Ranggu Pura. Dan anak muda yang terbakar itu terhempas dalam keadaan api birunya padam seketika.Blabb...!Baraka ingin lakukan sesuatu, namun gerakannya tertahan karena ia melihat keadaan Ranggu Pura sudah tak terbungkus api. Bahkan kulitnya tidak mengalami luka bakar sedikit pun. Pendekar Kera Sakti segera menyadari bahwa Buyut Gerang tadi melakukan penyelamatan dengan semburan napas dari mulutnya.Namun keadaan Ranggu Pura masih tak bisa berdiri karena luka tendangan tadi. Kini si jubah abu-abu memandang Baraka dengan wajah garang karena masih memendam kemarahan kepada Ranggu Pura."Apa maksudmu mencampuri urusanku, Pendekar Kera Sakti!""Kakek tahu namaku, rupanya?""rajah naga yang ada dipunggung lenganmu menjadi ciri dari nama dan gelarmu sebagai Pendekar Kera Sakti. Bagiku t
"Itulah aku yang sekarang, Dadung Amuk!""Tapi aku buk... buk... bukan Dadung Amuk!""Omong Kosong! Ha ha ha...! Aku tak bisa kau tipu dengan kepura-puraanmu. Kau adalah Dadung Amuk! Kau tidak banyak berubah dan tetap berwatak pura-pura bodoh seperti dulu saja! Walaupun kau tanpa tamb
SUNGGUH sederhana pengobatan itu. Setelah beristirahat satu malam, esok paginya semua luka memar telah hilang, luka berdarah di betisnya menjadi kering dan nyaris hilang. Badan terasa segar, bahkan Badai Kelabu merasa seperti mendapat kekuatan baru. Lebih lincah dalam bergerak, lebih lega dalam b
"O, jadi kaulah murid tersisa dari Iblis Pulau Bangkai?!""Ya. Dan bagaimana jika murid bertemu murid untuk membereskan hutang gurunya, hah?! Setelah kubereskan muridnya, segera akan kubereskan gurunya! Biar sama-sama meratap di dasar neraka!" Geram Nagadipa dengan matanya yang menampakkan
Singo Bodong memang tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Hanya kepada Baraka ia ceritakan semuanya secara bisik-bisik, tapi Baraka pun tidak ingin mempermalukan Cempaka Ungu dengan membeberkan cerita itu kepada setiap orang. Dan diam-diam Cempaka Ungu merasa bersyukur, bahwa cerita ten







