分享

173. Part 9

last update publish date: 2026-04-28 01:01:09

Mereka menyerang lawan dengan jurus-jurus serta pukulan mematikan. Tetapi walau mahluk-mahluk menyerupai kera ini mempunyai kelebihan dapat menggandakan diri. Namun Angin Pesut ternyata mengetahui kelemahan mereka.

Dengan segala kelebihan yang dimiliki si kakek mengambil bumbung emas dari dalam mulutnya. Tabung itu berisi sejenis kutu ganas dan biasa menyerang bagian telinga tembus sampai ke otak.

Di dalam otak lawan sang kutu membuat berbagai kekacauan dan kerusakan. Tanpa ampu

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   245. Part 13

    "Astaga! Aku tak pernah menyangka berhadapan dengan orang sehebat dirimu Dewa Mabok. Aku yang berilmu rendah dan tak punya ke pandaian apa-apa ini mohon maaf. Terimalah hormatku." ujar Penujum Aneh Sambil rangkapkan dua tangan di depan dada dengan sikap segan cepat si kakek bungkukkan badan menghormat pada Dewa Mabok. Tapi begitu dia kembali tegak, turunkan kedua tangan dan menatap ke depan.Penujum Aneh dibuat takjub Dewa Mabok hilang raib berubah menjadi kepulan asap."Aneh, Apakah benar aku bertemu dan bercakap-cakap dengin orang tua sakti itu?" desis sikakek seolah tidak percaya dengan penglihatannya sendiri.Seakan mendengar apa yang dikatakan Penujum Aneh. Dikejauhan terdengar suara gelak tawa dan santernya aroma tuak. Lalu sayup sayup terdengar ucapan."Kau telah bertemu dan bercakap-cakap denganku. Jadi jelas kau tak bicara dengan setan yang menyerupai diriku. Namun terus terang kau baru bertemu dengan bayanganku saja, bukan ujudku yang asli. Ha h

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   244. Part 12

    Setelah peristiwa yang memalukan sekaligus menggemparkan itu. Ratu Tria Arutama meninggalkan istana. Sebagian orang berpendapat sang ratu mengasingkan diri dan menetap disebuah tempat rahasia tak jauh dari Malingping. Dia hidup hingga dua ratus tahun kemudian. Seorang pengikut yang sangat setia terus mendampingi dan melayani segala kebutuhan sang ratu sampai akhir hayatnya."Penujum Aneh. Apalagi yang kau renungkan. Jangan melamun nanti setan kuburan malah menyusupimu? Ha ha ha."Suara orang tua berperut besar yang keras membuat si kakek terkejut sekaligus tersadar dari tamunannya. Masih dengan wajah diliputi rasa heran dia menatap laki-laki itu. Kemudian dengan suara perlahan dia bertanya lagi."Aku melihat lebah-lebah, sebelum muncul perempuan-perempuan muda dalam keadaan hamil besar. Apakah yang kulihat di alam gaib itu punya arti tertentu?"Yang ditanya dongakkan kepala. Mata berputar menatap ke arah bintang-bintang yang mulai bermunculan di langit. S

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   243. Part 11

    "Hua ha ha. Aku sudah tahu. Dan aku juga tahu yang kaulakukan di makam Loh Seta. Bukankah karena kau ingin tahu siapa yang telah membunuhnya?" ucap laki-laki itu sambil meneguk tuaknya.Penujum Aneh terdiam belum sempat dia membuka mulut orang di depannya lanjutkan ucapan."Aku sudah melihat dengan kekuatan yang aku miliki. Kau baru saja kembali dari alam gaib. Dan dari alam yang tak mudah dimasuki oleh manusia itu bukankah kau mendengar suara deburan ombak, kau melihat dua peti mati, kawanan lebah. Kau juga melihat gadis-gadis yang dimabuk cinta. Tidak hanya itu. Aku berpikir kemungkinan kau juga melihat banyaknya perempuan muda yang hamil mendadak serta ratusan bayi yang baru terlahir ke dunia?" terang laki-laki itu.Mendengar suara petir di siang bolong si Penujum Aneh tentu tak akan seterkejut mendengar ucapan orang di depannya."Bagaimana kau bisa mengetahui segalanya? Bagaimana kau bisa melihat apa yang aku lihat. Siapa kau yang sebenarnya? Hidup ta

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   242. Part 10

    Laki-laki yang usia sebenarnya lebih dari tujuh ratus tahun itu selalu membawa beberapa bumbung bambu berisi tuak keras dan harum. Rupanya tuak dalam bumbung-bunmbung yang tergantung disekeliling pinggang si perut gendut inilah yang tadi tercium oleh Penujum Aneh. Beberapa saat memperhatkan orang tua ini. Kiranya si kakek tidak mengenalnya. Tidak mengherankan Penujum Aneh melangkah maju hampiri orang tua itu. Sejarak dua tombak di depan orang tua itu Penujum Aneh buka mulut ajukan pertanyaan."Seperti yang kukatakan. Aku tidak punya waktu untuk melayani manusia sepertimu. Lebih baik kau berterus terang mengapa kau muncul di tempat ini?"Si orang tua yang wajah serta penampilannya tak jauh berbeda dengan orang yang usianya lima puluh tahun bersikap acuh. Tanpa menghiraukan Penujum Aneh, dia angkat bumbung tuak yang berada di tangan kanan tinggi-tinggi. Setelah itu dia dongakkan kepala dan membuka mulut lebar-lebar. Kemudian tak ubahnya seperti orang yang kehausan dia tu

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   241. Part 9

    Tiba-tiba dia merasakan ada angin menderu dari arah depannya. Penujum Aneh terkesiap. Belum sempat dia melakukan sesuatu. Tubuhnya tersapu oleh hantaman angin dingin yang begitu keras.Bluk!Dalam kenyataannya Penujum Aneh memang jatuh tak jauh dari makam Loh Seta Karawuri. Pendupaan menyala yang ditusuk dengan tangan kanan hancur lebur menjadi kepingan.Sementara batu nisan yang di tusuknya dengan tangan kiri bertaburan diseluruh penjuru makam Loh Seta dalam keadaan menjadi bubuk. Terkejut melihat semua itu. Penujum Aneh cepat merayap bangkit.Sambil berdiri tegak mata si kakek memperhatikan sekelilingnya. Tak ada orang lain, tidak terlihat sesuatu ataupun tanda-tanda yang mencurigakan. Sang Penujum menghela nafas lega. Namun kelegaan yang dirasakannya tidak berlangsung lama.Tiba-tiba saja dia mendengar suara orang bersendawa selayaknya orang yang kekenyangan makan. Terkejut Penujum Aneth memutar tubuh balikkan badan menghadap ke arah darimana su

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   240. Part 8

    Walau tidak baru namun keadaannya masih bagus. Penujum Aneh jatuhkan diri, duduk diatas tikar pandan lalu letakan pendupaan membara yang dia bawa dari pondok. Setelah merapikan diri dengan duduk bersila. Perlahan namun pasti Penujum Aneh pejamkan matanya. Tanpa membuka mata dua tangan yang tadinya diletakkan diatas lutut tiba-tiba diangkat tinggi. Setelah itu kedua tangan di putar diatas kepala sebanyak tiga kali.Tangan di turunkan lalu diletakkan diatas pendupaan menyala. Tanpa menyentuh mulut pendupaan yang panas luar biasa sekali lagi mulutnya bergetar membaca mantra. Tak lama setelah untaian mantra-mantra sakti di baca.Sekujur tubuh Penujum Aneh bergetar hebat. Asap mengepul dari dalam pendupaan, lalu menebar ke seluruh penjuru makam mengikuti arah hembusan angin. Bersamaan dengan itu di kejauhan terdengar suara lolong dan raungan menggidikkan. Seakan sudah terbiasa mendengar suara-suara aneh menyeramkan seperti itu.Penujum Aneh bersikap acuh.Kini seluruh

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   161. Part 21

    "sepertinya aku pernah melhatmu. Tapi aku lupa di mana..!""Paduka, kalau dia mengenalmu mengapa dia memukulku dengan cara pengecut seperti Itu!" Tukas Bocah Ontang Anting kesal.Kakek ini segera berdiri sambil mengusapi perutnya yang berdenyut sakit Angon Luwak tersenyum."T

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   155. Part 15

    Si Gadis yang bersama si kakek yang tak lain adalah Dewi Harum alias Puteri Pedang Harum terkejut tak menyangka Kupu Kupu Putih mau membeberkan kesalahan gurunya. Sambil berdecak kagum dan menatap Kupu Kupu Putih yang berjarak sejauh lima belas tombak di depannya.Dewi Harum berucap dengan

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   98. Part 7

    Bocah Ontang Anting memandang Angon Luwak dengan kening berkerut, walau heran bin penasaran, tapi Bocah Ontang Anting tak ingin memaksa lebih jauh."Oh ya. Ada satu hal lagi yang ingin kutanyakan.”"Jadi pertanyaanmu belum habis. Selagi aku bermurah hati dan mau bersikap seada

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   88. Part 19

    Kedua laki-laki yang sesungguhnya memiliki nama Kalebu dan Kalametu ini kemudian merasakan tubuhnya melayang sedemikian rupa, lalu meluncur jatuh di undakan anak tangga tak jauh dari tumpukan tengkorak.Si gadis tertawa mengekeh begitu Kalebu dan Kalametu menghaturkan sembah sambil benturk

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status