Compartilhar

174. Part 10

last update Data de publicação: 2026-04-29 01:01:53

Di pedataran selatan yang hanya dipisahkan oleh gundukan bukit kecil Momok Laknat tiba-tiba menyela. "Paduka.. Sebagai pewaris tahta mungkin kelak paduka perlu kiranya mengangkat diriku menjadi seorang maha patih di Istana Es"

"Nenek yang berada di seberang. Soal tahta dan Istana saya belum memikirkannya. Tapi bila kau berhasrat menjadi patih. Rasanya kau pantas memangku jabatan sebagai patih. Dan mengingat aku hanya seorang Pendekar Sinting kemungkinan kau layak menjadi patihnya orang

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   174. Part 10

    Di pedataran selatan yang hanya dipisahkan oleh gundukan bukit kecil Momok Laknat tiba-tiba menyela. "Paduka.. Sebagai pewaris tahta mungkin kelak paduka perlu kiranya mengangkat diriku menjadi seorang maha patih di Istana Es""Nenek yang berada di seberang. Soal tahta dan Istana saya belum memikirkannya. Tapi bila kau berhasrat menjadi patih. Rasanya kau pantas memangku jabatan sebagai patih. Dan mengingat aku hanya seorang Pendekar Sinting kemungkinan kau layak menjadi patihnya orang gila".Ucapan Pendekar Sinting ini tentunya mengundang gelak tawa bagi yang lain-lainnya. Sambil bersungut-sungut si nenek berujar. "Menjadi patih orang gila Juga tidak mengapa paduka. Aku rasa Pendekar Sinting patut berpasangan dengan patih gila. Hik hik hik.""Aku menghargai usul itu. Tapi mengapa kau dan sahabatmu puteri Pemalu tidak mau datang kemari bergabung bersama kami," Tanya Pendekar Sinting.Puteri Permalu melangkah maju. Dengan malu-malu dan tutupi wajahnya dia

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   173. Part 9

    Mereka menyerang lawan dengan jurus-jurus serta pukulan mematikan. Tetapi walau mahluk-mahluk menyerupai kera ini mempunyai kelebihan dapat menggandakan diri. Namun Angin Pesut ternyata mengetahui kelemahan mereka.Dengan segala kelebihan yang dimiliki si kakek mengambil bumbung emas dari dalam mulutnya. Tabung itu berisi sejenis kutu ganas dan biasa menyerang bagian telinga tembus sampai ke otak.Di dalam otak lawan sang kutu membuat berbagai kekacauan dan kerusakan. Tanpa ampun di saat kawanan perajurit alam gaib semakin mengganas hingga membuat empat lawannya jedi sangat kewalahan.Di saat seperti itu sang kutu yang oleh Angin Pesut diberi nama Kutu Gila menyelinap masuk ke dalam telinga para mahluk. Mula-mula mahluk-mahluk berujud kera berwarna coklat dan hitam merasakan telinga masing masing terasa gatal luar biasa di bagian liang dalam. Setelah itu rasa gatal menjalar kesekujur tubuh hingga membuat mereka terpaksa menggaruk.Dalam keadaan yang demik

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   172. Part 8

    Ketika tangan ditarik ke belakang lalu dihantamkan ke depan. Dua tangan yang dikepal segera dibuka. Dari tangan kiri yang terbuka melesat cahaya hitam disertai hawa panas luar biasa. Cahaya panas memecah menjadi sembilan bagian. Bergerak meliuk-liuk seperti sembilan ekor ular ganas berkepala lancip. Sedangkan dari tangan kanan berkiblat cahaya biru redup melesat sedemikian rupa tidak ubahnya seperti kilat yang menyambar sebelum munculnya petir di tengah hujan.Sekejab saja kilatan cahaya menghantam Maha Sesat di sembilan titik mematikan pada bagian tubuhnya. Maha Sesat yang semula bersikap acuh terkesan memandang sebelah mata serangan lawan jadi terkesima begitu merasakan sekujur tubuhnya seperti disedot dan diremas oleh satu kekuatan maha dahsyat yang tak dapat dilihatnya.Dalam kejut selagi sekujur tubuh menggeletar hebat, laki laki ini segera miringkan tubuh sekaliigus menyambut serangan Pendekar Sinting dengan pukulan sakti Muslihat Di Balik Kegelapan.Ketik

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   171. Part 7

    "Kau tak mengerti apa-apa. Kau masih hijau, bocah ingusan. Segala rahasia perseteruan antara aku dan ayahandamu salah satunya menyangkut pedang keramat itu. Tapi juga ada hal-hal yang tak perlu kau ketahui. Aku tak perlu menjelaskan, kelak kau akan mengetahuinya sendiri. Sekarang kau mau berbuat apa? Ingin menuntut balas atas kematian keluargamu? Aku sangat ragu kau sanggup melakukannya! Ha ha!"Lagi-lagi Maha Sesat mengumbar tawa berderai.Pendekar Sinting tidak menjawab. Sebaliknya dengan tak terduga tiba-tiba saja pemuda itu berkelebat ke arah lawan. Secepat kilat dengan tangan terkembang seperti cakar sepuluh jemari tangan Pendekar Sinting yang telah berubah memutih seperti perak mencengkeram siap menjebol perut dan dada lawannya.Kejut di hati Maha Sesat bukan kepalang. Serangan Cakar Rajawali yang dilancarkan Pendekar Sinting bukan saja mempunyai kecepatan yang sangat luar biasa. Tapi juga terasa ganas disertai deru hawa dingin mematikan. Diserang dengan c

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   170. Part 6

    Teriakan Maha Sesat disambut pekik riuh gegap gempita dari mahluk-mahluk berujud kera bersenjata berbagai jenis. Serentak mahluk-mahluk itu dengan beringas menyerang ke arah Angin Pesut, Dewi Harum juga Pendekar Sinting.Sedangkan sebagian lagi menyebar menyerbu ke arah Momok Laknat dan Puteri Pemalu. Mendapat serangan mahluk mahluk itu Momok Laknat tertawa mengekeh."Mahluk-mahluk celaka tidak tahu diri. Kita sama sama bertampang buruk. mengapa menyerang kami,""Mungkin dia mengira kita ini musuh bebuyutan nenek moyang mereka nek" Sahut Puteri Pemalu.Berkata begitu gadis ini segera mengumbar pukulan ganas mengerikan. Momok Laknat mendengus. Tidak tanggung tanggung dia menggunakan senjata tulangnya untuk menghalau sekaligus mematahkan serangan mahluk-mahluk ganas itu.Di bagian lain Dewi Harum terpaksa mengumbar pukulan sekaligus memutar pedang kayunya untuk mencerai-beraikan gabungan serangan kawanan mahluk kegelapan yang demikian berbahaya. Seda

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   169. Part 5

    "Kkk... kau.., apakah kau putra terakhir prabu Sangga Langit? Apakah kau yang bernama Angon Luwak dan dikenal dengan sebutan Pendekar Sinting?" Tanya Maha Sesat dengan bergetar.Walau dendam dan kemarahannya pada Maha Sesat setinggi langit sedalam lautan namun Pendekar Sinting malah manggut-manggut sambil sunggingkan senyum mengejek.Menatap sekilas pada Maha Sesat, Pendekar Sinting kemudian alihkan perhatiannya pada Angin Pesut dan Dewi Harum. Merasa diperhatikan oleh pemuda tampan, hati sang dara sempat dak dik duk tak karuan. Apalagi tatapan itu disertai kedipan mata. Jelas Dewi Harum jadi tersipu.Dengan wajah merah cepat gadis ini alihkan perhatian ke arah ratusan perajurit alam gaib yang berpenampilan seperti kawanan kera. Angin Pesut kiranya melihat Pendekar Sinting mengedipi saudara angkatnya.Tanpa merasa canggung dan sungkan membuka mulut berucap. "Anak muda melihat matamu berkedip. Apakah kau sedang kelilipan? Atau memang ada yang salah pada ur

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   105. Part 14

    "Segala jawaban yang kuterima baik berupa keburukan maupun kebaikan bakal menjadi hidupku kelak. Melalui raga yang telah berkalang tanah ini aku mohon diberi petunjuk. Aku sudah tidak sabar menunggu karena segala kesabaranku telah punah ditelan amarah..." Kata Momok Laknat dengan suara menggerung

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   104. Part 13

    Mula-mula si nenek mengeruk sisa-sisa tanah yang menimbun sebagian tubuh penghuni makam. Aneh walau mata si nenek hanya berupa dua buah rongga hitam mengerikan. Orang tua ini bersikap seolah melihat.Terbukti ia dapat memastikan dimana kepala dan yang mana bagian kaki dari kubur yang telah

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   103. Part 12

    Belum sempat si Angon Luwak menjawab, Bahala Raka Langitan sudah berteriak. "Bocah Angon Luwak. Benar seperti yang dikatakan kakek kerdil itu. Bila kau tak membunuhku kali ini. Kelak aku akan membunuhmu!"Ancaman itu membuat ciut hati si kakek kerdil namun tidak demikian halnya dengan Ango

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   102. Part 11

    Permukaan tanah yang dilapisi es, meleleh mencair. Cairan itu dengan cepat mendidih menghantam segenap sudut penjuru hingga membuat Bocah Ontang Anting kalang kabut selamatkan diri dari amukan api dan luapan air panas bergolak.Melihat kenyataan ini. Angon Luwak terpaksa menggunakan jurus-

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status