共有

32. Latihan yang berat

last update 公開日: 2025-10-17 01:03:16

Sehari terlewati.

Tiba waktunya bagi Angon Luwak untuk menjalankan tugas berat yang dibebankan padanya. Selama Ki Kusumo merawat dan mengobati Nyai Cemarawangi, maka bocah berhati baja itu yang akan berenang pulang-balik dari pantai Tanjung Karangbolong ke Pulau Hantu untuk mengambii segala keperluan Ki Kusumo. Ombak besar memburu ke pantai. Susul-menyusul ketepian, sampai akhirnya surut kelelahan di batas pasir yang tak bisa lagi didaki. Angon Luwak berdiri, menatapi riuh gelombang.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   211. Part 2

    "Siapa yang tertawa.Apa yang ditertawakan? Aku sedang tergesa-gesa.Tidak ada yang lucu. Hanya orang sinting yang tertawa tidak pada tempatnya," Membatin senopati dalam hati.Baru saja dia bicara seperti itu. Seakan mendengar apa yang dikatakan laki-laki itu, suara tawa mengikik tiba-tiba lenyap. Tapi ketika senopati kembali melangkah menuruni undakan tangga-tangga batu menuju ke kaki bukit.Anehnya tawa kembali terdengar seolah orang yang tertawa seperti mentertawai dirinya. Senopati yang mempunyai sifat tidak sabaran dan termasuk orang tinggi hati ini tentu saja merasa tersinggung. Dia tidak dapat memastikan apakah orang yang tertawa itu sengaja mempermainkannya. Yang pasti dia tidak suka dipermainkan seperti itu. Tidak mengherankan senopati pun kemudian berteriak."Siapa yang tertawa selagi orang berduka dan diliputi kegalauan adalah manusia yang sama sekali tidak punya budi tak punya otak!""Hik hik. hik Edan! Orang waras begini dia bilang tak punya ot

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   210. Cambuk Sakti Naga Intan

    SETELAH hampir setengah malam penuh menunggang kuda putih bernama Cantrik Abimayu. Laki-laki gagah berpakaian bagus warna hitam membekal senjata berupa keris ini sampai di selatan gunung Kidul. Laki-laki berusia empat puluhan ini tak lain adalah senopati Gagak Panangkaran. Seperti telah dikisahkan dalam episode sebelumnya, Sang senopati sekaligus orang kepercayaan adipati ditugaskan untuk menghubungi beberapa tokoh sakti yang masih terhitung sahabat dekat adipati.Para sahabat itu diharapkan membantu pihak kadipaten untuk meringkus pembunuh haus darah yang telah melakukan serangkaian pembunuhan terhadap para pejabat kerabat adipati, para tumenggung juga beberapa orang penting lainnya.Gagak Panangkaran seperti telah diketahui memutuskan untuk pergi sendiri tanpa didampingi pasukan kadipaten. Kini setelah tiba di tepi pantai tak jauh dari bebukitan batu karang tempat dimana Windu Saketi atau yang juga dikenal dengan julukan si Tongkat Bala menetap, Gagak Panangkaran seg

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   209. Part 23

    Karuan saja ucapan Angon Luwak ini membuat kedua manusia kera seperti kebakaran jenggot. Ukuwudra melompat maju. Dengan sangat marah dia berteriak. "Pemuda sinting kurang ajar. Beraninya kau mencampuri urusan kami? Sekarang juga kau harus merasakan akibatnya!" Teriakan Ukuwudra disusul dengan tindakan sambil melompat maju.Lalu dengan mengandalkan jurus-jurus keranya Ukuwudra menyerang Angon Luwak. Diserang sedemikian rupa pemuda ini berkelit menghindar, lalu membalas serangan itu dengan jurus Badai Menggusur Gunung.Ketika Angon Luwak memutar dan mendorong kedua tangan ke arah Ukuwudra. Tiba-tiba terdengar suara menggemuruh seperti topan.Ukuwudra terkesima begitu melihat segulung angin menghantam tubuhnya. Secepat kilat dia jatuhkan diri. Serangan luput, Angon Luwak memutar tubuh dan menghantam kaki Ukuwudra dengan menggunakan kaki kiri. Tapi yang diserang telah bergulingan menjauh.Hentakan kaki Angon Luwak menimbulkan guncangan pada permukaan tanah. M

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   208. Part 22

    Ketika dua manusia berwajah kera melewati jalan setapak di Lor Ploso, Mereka merasa lega karena dalam perjalanan ternyata tidak ada hambatan atau rintangan berarti yang mereka temui.Kedua orang ini terus berlari. Ukuwudra yang membawa Mangir Ayu dalam panggulan berada di sebelah depan. Sedangkan Kara terus mengikuti tak jauh di belakangnya.Setelah melewati jalan berliku dan memasuki sebuah tikungan panjang. Di ujung tikungan tak jauh dari samping tebing terlihat sebuah gua besar menghadap ke sebuah lembah subur. Itulah guo Cerekan yang menjadi tempat tinggal mereka selama ini.Melihat tempat yang mereka tuju telah berada diambang mata. Kedua manusia kera ini pun mempercepat larinya. Tapi sejarak lima puluh tombak lagi mereka sampai di depan mulut gua.Tanpa pernah terduga Mangir Ayu yang berada di atas bahu Ukuwudra tiba-tiba tersadar dari pingsannya. Gadis cantik ini mula-mula mengeluh, tapi ketika kesadarannya mulai pulih dan dia merasa seperti sedang

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   207. Part 21

    Begitu tangan dikibaskan ke depan. Si Mata Bara melihat seolah-olah tangan lawan bertambah panjang dan tambah membesar. Lima jemari tangan yang berubah sebesar pisang ambon terus meluncur siap menjebol dadanya."ilmu setan!" Dengus Mata Bara.Dia menggeser kaki sambil miringkan tubuh. Serangan tangan besar luput dan lewat sejengkal di depan dada Si Mata Bara. Begitu tangan lawan lewat secepat kilat dia mencengkeram tangan itu.Tumenggung Dadung Kusuma yang tak menyangka bakal mendapat serangan seperti itu segera berusaha menarik tangan yang dicekal sekaligus tikamkan tombak di tangan kanannya.Usaha menarik tangan sekaligus membunuh lawan terlambat. Dengan tak terduga Mata Bara tiba-tiba kedipkan matanya ke arah tangan dalam cengkeramannya.Dua cahaya merah membara setajam mata pedang membersit dan siap menebas putus tangan sang tumenggung. Ketika tusukan tombak datang siap menembus perut, si Mata Bara segera melompat mundur ke belakang selamatkan

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   206. Part 20

    Namun dia segera batalkan serangan dan berusaha selamatkan diri."Pedang milik si rambut merah itu. Sungguh sebuah senjata aneh dan benar-benar gila!" Teriak Purudana pula.Segala teriakan dan seruan kaget kemudian berubah menjadi jerit dan pekik kesakitan. Satu persatu manusia singa hanya mampu delikkan mata sambil dekap dada masing-masing yang berlubang menganga di tembus pedang. Mereka tidak pernah melihat kapan Pedang Laut Selatan melukai mereka. Yang mereka sadari adalah darah mengucur deras dari luka di tubuh mereka."Mengapa bisa begini.. ?" Desis Kuruseta seolah tak percaya nasibnya berubah seburuk itu.. Laki-laki itu lalu ambruk. Dua temannya juga menyusul bertumbangan. Pedang Laut Selatan berputar diketinggian lalu kembali masuk ke dalam rangkanya.Slep! Angon Luwak tersenyum."Terima kasih kau telah membantu. Terima kasih pula kau telah menunjukan baktimu.” Ujar Angon Luwak ditujukan pada pedang."Hamba juga berterima kasih

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   202. Part 16

    Diserang dari dua arah sekaligus. Giri Soradana terpaksa menggunakan ilmu meringankan tubuh serta kecepatan gerak untuk menyelamatkan diri. Ketika pukulan dan tendangan yang dilakukan oleh dua lawannya meleset.Kini giliran si kakek merangsak maju. Satu jotosan keras diarahkan ke wajah Pur

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   201. Part 15

    Selagi Giri Soradana terombang-ambing dalam kebimbangan. Salah seorang diantara mereka yang berada di sebelah kiri melangkah maju. Dua tindak di depan tiga kepala yang tergeletak di tanah dia hentikan langkah. Mewakili dua temannya orang ini membuka mulut perkenalkan diri."Giri Soradana a

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   200. Part 14

    "Apakah mungkin pembunuhan yang terjadi terhadap para tumenggung pejabat bawahan senopati Seta Kurana ada hubungannya dengan malapetaka yang dialami oleh murid-muridnya"Si kakek gelengkan kepala.Belasan tahun Seta Kurana menjadi adipati. Walau antara sang adipati dengan dirinya ma

  • Pendekar Sinting dari Laut Selatan   198. Part 12

    Melihat serangan berbahaya yang datang dari arah depan dan belakangnya. Si Mata Bara keluarkan suara berdengus. Sekali menghentakkan kakinya tubuh laki-laki ini melambung ke atas.Pada saat tubuh melesat, dia memutar tubuh lalu kepalkan kedua tangan menyongsong serangan senjata kepala peng

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status