共有

Bab 177 - End

作者: Rana Semitha
last update 公開日: 2026-04-09 12:32:19

Bab 177

Setelah jamuan makan malam berakhir, Gendon menghadap ki Arya Saloka di ruangan nya.

“Guru.”

“Duduk Ndon.”

Gendon mengangguk dan duduk di hadapan Ki Arya Saloka.

“Bagaimana? Kau siap dengan pernikahan ini?”

“Hihihi … siap Guru. Dadakan nggak papa, Gendon tetep bahagia kok,” ucap Gendon dengan senyum lebar.

Ki Arya Saloka mengangguk pelan, wajahnya tampak berat saat menatap muridnya itu. Perasaan bersalah muncul di hatinya.

“Gendon, kau tidak ingin menanyakan apa-apa?”

“Tanya apa Guru?”
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Pendekar Tombak Matahari   Bab 177 - End

    Bab 177Setelah jamuan makan malam berakhir, Gendon menghadap ki Arya Saloka di ruangan nya.“Guru.”“Duduk Ndon.”Gendon mengangguk dan duduk di hadapan Ki Arya Saloka.“Bagaimana? Kau siap dengan pernikahan ini?”“Hihihi … siap Guru. Dadakan nggak papa, Gendon tetep bahagia kok,” ucap Gendon dengan senyum lebar.Ki Arya Saloka mengangguk pelan, wajahnya tampak berat saat menatap muridnya itu. Perasaan bersalah muncul di hatinya.“Gendon, kau tidak ingin menanyakan apa-apa?”“Tanya apa Guru?” tanya Gendon dengan kening berkerut.“Tentang kedua orang tuamu, kau tidak ingin menanyakan apa-apa?”“Hmm … Gendon sebenarnya pengin tanya, tapi Gendon takut kalo ucapan Gendon nantinya bakal nyakitin Guru.”“Katakan saja, aku tidak akan marah padamu.”“Guru kok jahat banget sih nggak ngasih tau Gendon kalo yang minta habisin keluarga Gendon itu Raja? Karena Gendon nggak tau, jadi kemarin Gendon marah tau ke Den Bagus. Gendon pikir dalang utamanya itu mantunya Guru lho.”Ki Arya Saloka menarik

  • Pendekar Tombak Matahari   Bab 176

    Bab 176Esok harinya, tak lama setelah matahari terbit, Tumenggung Adhyaksa melepas rombongan Surya Yudha dan lainnya dari kota Batu Ceper. Rombongan tersebut tidak begitu besar, hanya berisi beberapa orang yang berasal dari kediaman Ki Arya Saloka.Surya Yudha dan Ningrum menunggang kuda yang sama yaitu Bintang, sementara yang lainnya menunggang kuda masing masing. Hanya Ki Arya Saloka, Dewi Mayangsari dan Sekar yang menuaiki kereta kuda.Setelah hari hari panjang yang melelahkan, akhirnya mereka sampai di kediaman Ki Arya Saloka. Surya Yudha menatap tempat ini dengan tatapan takjub, terakhir kali dia datang ke tempat ini, rumah ini sedikit lebih kecil dibanding sekarang.“Eyang, sejak kapan rumah ini menjadi sebesar ini, Ayah?” Tanya Dewi Mayangsari yang terkejut melihat rumah Ki Arya Saloka.“Sejak kapan? Kau mengatakan itu seolah sudah sewindu tidak mengunjungi tempat ini,” balas Ki Arya saloka.Dewi Mayangsari terkekeh.“Memang berapa lama aku pergi? Setahun? Dua tahun?”Ki Arya

  • Pendekar Tombak Matahari   Bab 175

    Bab 175Setelah jamuan malam itu berakhir, Ki Arya Saloka mengajak Ki Antasena bekerja sama. Dengan menggunakan merpati pos, mereka menghubungi semua relasi yang bisa membantu menyelesaikan masalah ini. Dan sebelum matahari terbit, apa yang mereka lakukan sudah membuahkan hasil. Ada puluhan orang yang sudah mengantri di gerbang kota Batu Ceper. Mereka adalah utusan-utusan orang yang dihubungi oleh Ki Antasena dan Ki Arya Saloka.Di pusat kota Batu Ceper, Panggung yang begitu megah sudah rampung hanya dalam waktu satu hari. Tak hanya itu, pakaian pengantin yang biasanya selesai lama pun rampung dalam waktu tiga hari saja.Ki Arya Saloka mengawasi semuanya karena tidak ingin terjadi kesalahan sedikit pun. Dan pada matahari tenggelam di hari keempat, semua persiapan sudah selesai. Tamu-tamu dari jauh sudah mulai berdatangan sejak hari kelima, membuat seluruh penginapan di kota Batu Ceper penuh.Hingga akhirnya, hari yang dinanti pun tiba. Surya Yudha dan Ningrum berdiri di altar pernikah

  • Pendekar Tombak Matahari   Bab 174

    Bab 174Mendengar jawaban sang ayah, Ningrum mengangguk. berita sebesar itu pasti sudah tersebar ke segala penjuru negeri. Apalagi dengan statusnya sebagai penguasa kota, Tumenggung Adhyaksa pasti sudah mendengar kabar ini lebih cepat dibanding yang lain.Tumenggung Adhyaksa menyapa Dewi Mayangsari begitu melihat wanita tersebut keluar dari kereta kuda.“Nyonya, saya turut berduka cita atas gugurnya Panglima Besar Indra Yudha.”“Terima kasih, Tuan Adhyaksa. Kedatanganku kali ini tidak untuk basa basi, aku ingin membicarakan tentang pernikahan Surya dan Ningrum,” ucap Dewi Mayangsari lugas. Puluhan tahun hidup sebagai istri seorang prajurit, Dewi Mayangsari juga ikut menjadi sosok yang lugas.Tumenggung Adhyaksa mengangguk, hal ini sudah sesuai dengan prediksi Ki Arya Saloka dan Ki Antasena yang sudah datang sejak kemarin.“Kami sudah menyiapkan paviliun untuk Anda istirahat, pembahasan tentang pernikahan Surya dan Ningrum bisa kita lakukan ketika jamuan malam, Nyonya.”Dewi Mayangsari

  • Pendekar Tombak Matahari   Bab 173

    Bab 173Malam itu, Surya Yudha meminum arak hingga perut mereka kembung. Dengan kekuatan mereka sekarang, minum belasan guci arak pun tidak akan membuat mereka mabuk. Hingga pagi menjelang, keduanya masih minum-minum.Sekar yang bangun pertama kali, segera mengeluh karena aroma arak yang begitu menyengat padahal mereka sedang berada di alam terbuka.“Pagi-pagi kenapa bau arak sekali?” keluh Sekar mendekati Surya Yudha dan Gendon.“Semalem dingin, Dek Sekar, jadi kita minum-minum biar anget,” jawab Gendon mencari alasan.“Dingin? Apa kalian becanda? Aku yang manusia biasa bahkan tidak meraa kedinginan, bagaimana kalian para pendekar bisa selemah itu?”Gendon menggaruk kepalanya yang tak gatal ketika menyadari jika alasannya tidak masuk akal sama sekali.“Iya iya, Gendon sama Den Bagus tadi Cuma seneng-seneng.”“Ndon, bukannya aku sudah bilang, berhenti memanggilku Den Bagus?”“Lah, susah banget tau Den eh Kakang,” balas Gendon dengan bibir mengerucut.Surya Yudha tersenyum nakal. Meman

  • Pendekar Tombak Matahari   Bab 172

    Bab 172Malam itu, wanita dalam rombongan istirahat lebih awal karena besok perjalanan masih panjang. Surya Yudha dan Gendon berjaga karena khawatir ada hewan buas yang mendekat. Dengan kemampuan yang mereka miliki sekarang, terus berjaga selama seminggu penuh pun tidak akan mengurangi kemampuan mereka.Surya Yudha menatap bara api unggun di depannya. Ada banyak hal yang terngiang di kepalanya, terlalu banyak hingga dia sendiri pun bingung bagaimana mengolahnya.“Den Bagus, jangan ngelamun, ntar kesambet,” celetuk Gendon memecahkan keheningan.Surya Yudha menunduk lantas menoleh kepada sahabatnya itu.“Maaf, Ndon,” ucap Surya Yudha dengan suara parau.“Maaf kenapa, Den bagus?”“Maaf karena ayahku yang menghancurkan keluargamu, maaf karena dulu aku tidak memperlakukanmu dengan baik, maaf karena dulu aku selalu mengusirmu,” ucap Surya Yudha dengan suara bergetar. Rasanya dia tidak mampu menatap wajah sahabatnya itu.Gendon menepuk pundak Surya Yudha.“Kan Gendon udah bilang, kita itu Cu

  • Pendekar Tombak Matahari   Bab 137

    Bab 137Surya Yudha membawa ketiganya untuk berkeliling Wanayasa, ada banyak kedai arak dan teh yang sudah buka, tetapi tidak ada satupun yang menarik perhatiannya.Candrika yang tampak sudah lelah, menjadi murung. “Kenapa kita berputar-putar terus? Ada banyak penginapan sejak tadi.”“Sabar ya Dek

    last update最終更新日 : 2026-04-02
  • Pendekar Tombak Matahari   Bab 139

    Bab 139Mata penyerang itu terbelalak tak percaya, mereka sudah mendengar jika kekuatan Surya Yudha memang mengerikan, tetapi tidak menyangka jika perbedaan kekuatan di antara mereka begitu jauh.Surya Yudha ingin menghajar mereka lebih jauh, tetapi dia sadar jika nyawa Ningrum sekarang dalam baha

    last update最終更新日 : 2026-04-02
  • Pendekar Tombak Matahari   Bab 141

    Bab 141Begitu menyelesaikan urusannya dengan para penyusup itu, Surya Yudha kembali ke ruangan yang dia pesan. Di sudut ruangan, tampak Gendon yang sedang duduk di samping Candrika, menatap gadis itu dengan penuh kekhawatiran.Surya Yudha berjalan mendekat, menghampiri Gendon dan menepuk bahu saha

    last update最終更新日 : 2026-04-02
  • Pendekar Tombak Matahari   Bab 131

    Bab 131Ningrum tertunduk sejenak. Rengganis hanya memiliki 3 hari lagi bersama Surya Yudha, sementara dia memiliki lebih banyak waktu bersama pemuda itu. bagaimana mungkin dia akan menjadi wanita yang begitu egois dan mengambil seluruh kesempatan Rengganis.Melihat bagaimana sikap muridnya, Ki Ant

    last update最終更新日 : 2026-04-01
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status