Short
Rahasia di Tempat Pijat Desa

Rahasia di Tempat Pijat Desa

By:  RichyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Chapters
4views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

“Mmhh … Paman, kamu membuatku merasa sangat geli.” Aku mengangkat pantatku tinggi-tinggi, Paman Robby dari desaku memberikan pelatihan desensitisasi untuk area pribadiku. Jari-jarinya lincah dan bertenaga, membuat seluruh tubuhku terasa sangat geli hingga ke tulang-tulangnya. Ia lalu merangkak ke atas tubuhku dan menopang pinggang rampingku. “Apa rasa gelinya mengganggumu? Paman akan segera membuatmu merasa nyaman .…”

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Jane. Setelah lulus dari sekolah kejuruan, aku tidak bisa menemukan pekerjaan dan terus tinggal di rumah.

Ibuku melihat keadaan itu dan sangat khawatir, lalu memaksaku pergi belajar keterampilan dari Paman Robby.

Paman Robby adalah orang terkenal di desa. Dia membuka sebuah klub mewah di kota dan cukup banyak orang di desa yang mengirim putri mereka ke sana untuk belajar pijat. Kabarnya, yang paling sedikit pun bisa menghasilkan 40 juta.

Aku memiliki wajah yang masih muda dan segar, dengan tubuh yang sangat menarik. Sepasang dadaku yang besar tampak bergelombang, bahkan bergoyang-goyang saat aku berjalan.

Apalagi kedua kakiku yang panjang. Jika mengenakan stoking hitam, bisa membuat para pria terpikat dan kehilangan akal.

Namun aku justru lama tinggal di rumah dan hampir tidak pernah keluar rumah.

Ibuku merasa sangat kesal dan berkata, “Kamu benar-benar menyia-nyiakan tubuh sebagus ini!”

Ketika Paman Robby kembali ke desa kali ini, ibu menarik paksa diriku ke hadapannya dan memohon agar dia membawaku untuk belajar pijat.

“Kak Robby, tolong bawa putriku untuk belajar pijat, ya?” kata ibuku sambil memegang kedua tangannya, dan hampir saja berlutut.

Paman Robby menatap tubuhku dari atas ke bawah, tatapannya seolah memiliki sentuhan nyata yang mengusap dada depan dan pinggulku. Aku menyusutkan tubuhku dengan canggung. Aku merasa tatapan itu seakan ingin membakar pakaian yang kupakai hingga tembus, membuatku tidak punya tempat untuk bersembunyi di hadapan pria ini.

“Sedikit sensitif ya? Bagus.” Reaksiku yang masih polos tampak membuatnya sangat puas. “Dilatih sedikit saja sudah bisa langsung bekerja.”

Ibuku tersenyum lebar lalu segera mendorongku ke arah Paman Robby sebelum berbalik pergi.

Paman Robby menepuk bahuku dan membuka pintu kursi penumpang. “Kalau kamu mau ikut denganku, masuklah.”

“Tetapi Jane, setelah ikut denganku kamu harus patuh. Apa pun yang terjadi, kamu harus menurutiku, mengerti?”

Jelas itu sebuah perintah, tetapi ketika mendengarnya tubuhku justru gemetar, bahkan merasa sedikit berdebar.

Akhirnya aku masuk ke dalam mobil dan menarik-narik ujung bajuku dengan canggung.

“Pa … Paman Robby, aku tidak bisa apa-apa. Apa aku benar-benar bisa bekerja dengan baik di sana?”

“Tenang saja,” kata Paman Robby. Satu tangannya memegang setir dan tangan lainnya mengusap pahaku pelan.

“Kami punya pelatihan pra-kerja gratis. Kami akan memberimu pelatihan desensitisasi seluruh tubuh dan setelah latihan itu selesai, kamu sudah bisa mulai bekerja.”

Telapak tangannya lebar dan kuat. Aku belum pernah disentuh pria di bagian pangkal paha, di bagian bawah terasa geli, seperti ada arus listrik yang merangsang.

“A … apa maksudnya pelatihan desensitisasi itu?” Aku menggigit bibir bawahku, berusaha menahan rasa geli di tubuhku.

Tangan Paman Robby terus mengusap pahaku, bahkan sempat mencubitnya sedikit.

“Seperti sekarang ini … aku akan membantumu menguji tingkat sensitivitasmu dulu.”

Selesai berbicara, tangan kanan Paman Robby membuka ritsleting celanaku. Jari-jarinya hanya terpisah oleh satu lapis tipis celana dalam dari bagian pribadiku.

Aku terkejut dan refleks mundur sedikit.

Paman Robby berhenti sejenak. “Ini juga bagian dari latihan, Jane. Kalau yang seperti ini saja kamu tidak tahan, turunlah dari mobil.”

“Kamu masih ingat apa yang sudah kamu janjikan padaku, kan?”

Aku terdiam sejenak, mengingat kembali sentuhan yang menggosok luar celana dalamku barusan. Meskipun terasa asing, tetapi … aku tidak membencinya.

Aku menggigit bibirku dan pada akhirnya tetap mengangguk.

Melihatku setuju, tangan itu dengan terampil membuka ritsleting celanaku, lalu seluruh telapak tangannya diletakkan di atas celana dalamku.

Rasa malu dan gugup langsung memenuhi hatiku karena disentuh seperti itu.

Seumur hidupku, aku belum pernah disentuh pria seperti ini. Ternyata perasaan itu … bisa senyaman ini ….

Mmhh ….

Telapak tangan Paman Robby terasa sangat lembut.

Bagian perut bawahku terasa penuh dan hangat, seolah ada api yang terus-menerus merangsang sarafku.

Telapak tangan Paman Robby mulai menggosok dengan lembut, lalu menekan perlahan.

Ah … nyaman banget, kenapa bisa segatal ini .…

Rasanya seluruh pori-pori tubuhku terbuka dan dengan rakus menikmati sensasi itu.

Perasaan ini sangat asing, padahal hanya sentuhan biasa, tetapi aku sudah hampir kehilangan kendali.

Aku menggeliatkan pinggangku dengan gelisah, entah aku ingin menjauh … atau justru menginginkan lebih.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status