LOGINDi dalam apartemen yang sedang mati lampu, pacarku, si Jason berlutut di depanku. Tangannya yang biasanya selalu kasar itu, saat ini malah bergerak perlahan, seolah membawa kobaran api yang menjalar perlahan-lahan ke tubuhku. Di bawah belaiannya, tubuhku bergetar perlahan-lahan dan tanpa sadar mengeluarkan isakan pelan yang terdengar memohon. Hingga saat gairah itu hampir mencapai puncaknya, dalam kondisi setengah sadar, aku mengangkat kedua lenganku. Aku memeluk erat leher pria itu. Namun, jariku tak sengaja menyentuh sebuah tahi lalat kecil yang agak menonjol di bahunya. Seketika, seluruh tubuhku membeku, rasanya seperti disiram seember air es. Tidak ada tahi lalat itu di bahu Jason! Seolah menyadari keanehanku, pria itu menundukkan badannya, lalu hembusan napasnya yang panas menerpa daun telingaku. “Kok berhenti? Kakak ipar….” ….
View MoreAku tak berani menimbulkan suara gesekan kain sekecil apapun. Dengan kaki telanjang yang menginjak karpet tebal, aku melangkah mundur setapak demi setapak, sangat lambat dan penuh perjuangan menuju pintu utama kamar suite itu.“Ketrin?”Baru lewat setengah menit, Jeff yang berada di atas ranjang tampaknya mulai menyadari keheningan yang mematikan di sekitarnya. Suhu tubuh dan deru napasku sudah tidak ada lagi di udara.Dia agak mengerutkan kening, lalu meraba-raba sisi kasur di sampingnya dengan mata tertutup.“Ketrin, kamu lagi apain?”Suaranya memberat, membawa nada curiga yang berbahaya. Sejenak kemudian, dia mengulurkan tangan untuk melepaskan penutup mata wajahnya.Tepat di detik saat dia berhasil melepas ikat pinggang tersebut….Aku langsung menarik paksa pintu kayu kamar suite yang tebal itu, lalu berlari keluar dengan mengerahkan seluruh sisa tenaga yang kupunya!“Brak!”Setelah pintu tertutup rapat di belakangku, aku sempat mendengar suara raungan marah Jeff yang tertahan dari
“Harus merangsang Jason di tempat-tempat yang bisa terekam CCTV, seperti pintu masuk atau ruang tamu.”Tanganku gemetar hebat sampai-sampai hampir tak bisa memegang ponsel, lalu dengan kaku menekan tombol kembali untuk keluar dari ruang obrolan itu.Namun, di bagian paling atas pesan yang di pin pada halaman utama Whatsapp, aku melihat sebuah nama [Pak Oman - Tukang Listrik Apartemen].“Jam dua belas malam ini, gunting kabel di dalam kotak sekring gedung utama, buat seolah-olah terjadi insiden mati lampu yang nggak disengaja. Uang transferan yang kemarin sudah diterima, ‘kan?”Ponsel itu jatuh keras ke selimut.Aku menutup mulut kuat-kuat. Air mata karena rasa ngeri dan takut yang luar biasa mengalir deras, sementara perutku terasa diaduk-aduk hingga rasanya hampir mau muntah.Ternyata… tidak ada yang namanya kebetulan!Mulai dari pintu kamar tidur di siang hari yang sengaja tak ditutup rapat untuk memperlihatkan kondisiku yang memalukan.Lalu mati lampu di tengah malam yang terjadi di
Melihat pesan itu, aku menggigit bibir bawahku kuat-kuat, sementara jantungku berdetak sangat liar di dalam rongga dada.Karena Jason sudah menginjak-injak hubungan kami… lalu untuk apa lagi aku mempertahankan batasan yang konyol ini dan berpura-pura menjadi korban yang malang?Sensasi kepuasan untuk membalas dendam, berpadu dengan harapan tersembunyi di dalam lubuk hati, benar-benar memutuskan jalinan saraf akal sehatku.Dengan jari yang gemetar, aku mengetikkan beberapa patah kata di atas layar.[Waktu dan tempat.]….Begitu pintu kamar suite di lantai teratas hotel dibuka, aroma terapi mawar yang pekat dan cahaya lampu kuning yang hangat langsung menyatu menyambutku.Jeff yang memakai jubah mandi sedang bersandar di depan jendela besar setinggi langit-langit, sambil menggoyang-goyangkan gelas berisi anggur merah di tangannya.Begitu melihatku, senyuman di sudut bibirnya perlahan melebar.Jeff meletakkan gelas anggurnya, lalu berjalan menghampiriku tanpa tergesa-gesa, layaknya seekor
Sesaat kemudian, keduanya mengeluarkan suara-suara rayuan yang memuakkan, sambil saling mendekap dan berjalan terhuyung-huyung masuk ke dalam kamar tidur.Pintu kamar itu dibiarkan agak terbuka dan apa yang terjadi selanjutnya sudah tak perlu dipertanyakan lagi.Sekujur tubuhku gemetar hebat di luar kendali, langsung membuat asam lambungku naik hingga terasa sangat mual.Rasa muak, penghinaan dan amarah bercampur aduk menjadi satu, layaknya sebuah tamparan keras yang menghantam kata ‘cinta sempurna’ yang kubangga-banggakan selama tiga tahun ini.“Kakak ipar, sudah lihat?”Jeff perlahan menarik kembali ponselnya, lalu menatap wajahku dari posisinya yang lebih tinggi dengan tatapan matanya yang tajam.Dia agak menundukkan kepalanya, sementara suaranya terdengar membawa hasutan seperti iblis.“Dia itu hanya pria brengsek yang memikirkan nafsu, sama sekali nggak tahu cara menyayangimu.”Ujung jari Jeff mengusap lembut sudut bibirku yang gemetar karena amarah.“Mau balas dendam padanya? Iku
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.