Short
Hasrat Terlarang Seorang Tutor

Hasrat Terlarang Seorang Tutor

Oleh:  PeachTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Bab
3Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Aku bekerja sebagai tutor privat untuk seorang murid. Saat mengajar, aku tiba-tiba mengalami serangan kecanduan seksual dan mencapai orgasme di depan orang tua murid. Hari itu, obat penenangku sudah habis. Ruang belajar terasa semakin sempit, di depanku ada murid yang aku ajar. Pada saat aku hampir disiksa kepuasan klimaks hingga hampir kehilangan akal sehat, sebuah sentuhan dari satu tangan terasa, dengan kekuatan yang belum pernah aku rasakan, memicu bagian tubuhku yang paling sensitif dan tersembunyi. Aku tetap berusaha mengajar, memaksakan diri menyelesaikan penjelasan dengan terbata-bata. Ketika pelajaran mencapai bagian terakhir, aku akhirnya runtuh. Aku mengeluarkan suara kepuasan yang sempat aku tahan. Dan saat itu, ada sesuatu yang hangat dan menusuk di belakangku.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Namaku Lisa, aku seorang guru. Setelah menikah, karena terlalu sering dieksploitasi oleh suamiku, aku mempunyai sebuah gangguan kecanduan yang memalukan.

Entah sejak kapan, bahkan sentuhan sekecil apa pun bisa memicu kenikmatan puluhan kali lipat di dalam tubuhku.

Pikiranku dipenuhi hasrat untuk diisi dan dipenuhi. Hanya dengan bayangan-bayangan erotis di kepala saja sudah cukup membuatku mencapai klimaks di mana pun aku berada.

Bahkan gesekan saat berjalan pun bisa membuatku basah, sampai-sampai aku ingin dipuaskan setiap saat. Saat kambuh, rasanya seperti ada puluhan serangga kecil merayap di tubuhku, rasa gatalnya benar-benar tak tertahankan.

Karena itu, aku meminta suamiku membantuku meredakannya. Pada awalnya, dia menikmatinya dan ketagihan, tetapi perlahan-lahan, suamiku tak lagi mampu memenuhi hasratku yang terus meningkat. Suatu kali setelah penyakitku kambuh, suamiku meninggalkanku begitu saja, sambil mengumpat dan menarik kembali celananya.

“Sial, kambuh lagi!”

“Aku setiap hari masih harus bekerja. Lain kali kamu cari cara sendiri saja deh!”

Setelah berkata seperti itu, suamiku pergi. Menyisakan aku seorang diri, gemetar, berlutut dan menelungkup di atas meja kerja. Gelombang kenikmatan membuat wajahku memerah. Kedua tanganku yang lemas bahkan tak punya tenaga untuk merapikan kembali kemejaku yang kusut. Lubang belakangku yang bengkak sedang menahan cairan putih keruh, namun tetap tak kenal lelah mengatup dan membuka. Kekosongan di belakang membuat sekujur tubuhku terasa gatal.

Di udara masih tertinggal aroma yang begitu familier, siapa pun bisa tahu apa yang baru saja terjadi di sini. Sedangkan di lantai berserakan jejak-jejak basah milikku yang diam-diam mengingatkan pada kegilaanku barusan. Namun semua yang sudah dilakukan tadi hanya meredakan sedikit saja.

Tak ada jalan lain, sekarang suamiku benar-benar sudah tak mampu memuaskanku lagi.

Aku segera menyemprotkan pengharum ruangan, merapikan kantor, lalu berbalik pergi untuk mengajar privat.

Meski bantuan suamiku tadi sudah cukup meredakan, demi berjaga-jaga aku tetap membawa obat. Namun aku tak menyangka, orang tua murid itu adalah seorang pria bertubuh kekar. Pada detik pertama bertemu Surya, bagian bawah perutku langsung bergejolak, berdenyut tak terkendali.

Bukan hanya tingginya yang melampaui suamiku hampir satu kepala, kedua pahanya juga kekar bahkan lebih besar dari pinggangku. Tubuh bagian atasnya yang penuh otot seolah bisa membungkus seluruh tubuhku. Kedua tangannya pasti dapat dengan mudah mencengkeram pergelangan tanganku dan menekanku di mana saja. Jari-jarinya yang kasar dan kuat akan meninggalkan jejak di tubuhku, lalu akhirnya menyusup ke bagian paling privat di belakang. Cukup digerakkan beberapa kali saja pasti sudah bisa membuatku mencapai klimaks seketika.

Tanpa sadar aku menatap ke bawah, pada tonjolan yang mengangkat celana Surya itu. Jariku refleks mengerut, dan aku terkejut menyadari bahwa tanganku mungkin tak sanggup menggenggam alat mengerikan itu.

Ya Tuhan … ini pertama kalinya aku melihat yang sebesar itu ….

Saat kegelisahanku kian memuncak, tatapan Surya yang mengamati aku pun mulai terasa membara. Aku datang dengan tergesa-gesa, tanpa sengaja membuat satu kancing di kerah bajuku salah terpasang. Akibatnya, bagian dadaku terbuka sedikit, lekuk yang terhimpit oleh dadaku itu terlihat jelas.

Di bawah sorot matanya aku bergetar pelan, merasakan tubuhku mulai memanas. Kenikmatan yang menggelora bercampur kekosongan perlahan membakar kewarasanku. Surya menelan ludah, pandangannya menyapu ujung rok pensilku, saat berbicara nadanya terdengar sarat makna.

“Ibu Lisa, ya? Kita pertama kali bertemu. Anda sama seperti yang diceritakan putri saya, cantik sekali.”

Dengan canggung aku menarik-narik ujung rok pensilku. Wajahku terasa panas, tapi tetap bisa menjawabnya dengan, “Terima kasih.”

Di ruang tamu, muridku, Citra, sudah membuka buku dan menungguku, sementara di sampingnya tergeletak setumpuk peralatan kebugaran.

Surya menggaruk kepala, tersenyum sambil menjelaskan, “Kamar Citra sedang direnovasi, jadi belajarnya terpaksa di ruang tamu.”

“Baik, tidak apa-apa,” jawabku sopan.

Kemudian aku duduk untuk mulai mengajar Citra, tetapi pikiranku sulit sekali berkonsentrasi.

Dari belakang, terdengar tarikan napas berat seorang pria, iramanya teratur namun cukup mengganggu fokusku. Setiap helaan nafasnya menambah hawa nafsu dalam tubuhku yang sudah terasa panas sejak tadi.

Aku perlahan menoleh, melirik sedikit, dan dari sudut mataku terlihat pria yang tampak berkeringat deras. Surya mengenakan kaus tanpa lengan yang longgar, sedang melakukan push up. Setiap kali ia bergerak, otot-ototnya menegang dan mengendur bergantian, memancarkan hormon yang sulit diabaikan. Naik-turun tubuhnya diiringi desahan yang seksi khas seorang pria. Dan itu terdengar seperti sedang ….

Aku diam-diam merapatkan kedua kaki, berusaha menekan hasrat yang hampir memuncak.

Tidak, tidak boleh. Ini rumah muridku. Aku tak berani membayangkan jika terjadi sesuatu yang memalukan, bagaimana mungkin aku masih bisa kembali mengajar dengan kepala tegak?

“Bu Guru, apa Ibu gatal?” Pertanyaan Citra langsung menyadarkan aku, membuatku terkejut hingga kata-kataku tersendat.

“Ka-kamu bilang apa?”

Dengan mata besar polosnya, Citra menunjuk ke arah kakiku yang sedang aku gesekkan erat-erat.

“Tidak apa-apa, Ibu cuma, ingin ke toilet,” ucapku mencari alasan sembarangan, kemudian buru-buru beranjak menuju toilet.

Namun tepat sebelum masuk toilet, aku merasakan ada tatapan yang tertuju padaku. Ketika melirik sekilas, kulihat Surya memandang dengan ekspresi yang sulit ditebak. Pandangannya fokus pada pantatku, dan sekilas aku melihat seringai samar dari bibirnya yang membuatku hampir bergetar.

Sial.

Citra masih kecil, belum mengerti apa pun.

Namun Surya berbeda. Dari sorot matanya, seolah ia sudah menebak ada sesuatu yang tidak beres. Biasanya aku akan diliputi kekhawatiran, takut orang tua murid melaporkanku. Tetapi saat itu aku bahkan tak sempat memikirkan sejauh itu, karena kondisiku kembali kambuh.

Dengan tangan gemetar aku merogoh tas, mencari obat penenang. Namun yang aku temukan hanyalah botol kosong. Bodoh, aku lupa mengisinya.

Bersamaan dengan kepanikan itu, seluruh tubuhku terus merasakan panas dan titik sensitif milikku terasa sangat gatal. Hanya gesekan di kaki jelas tidak bisa meredakan gatal itu. Kini, celana dalam yang menutupi area intim milikku sudah basah kuyup, sampai hampir menetes.

Aku melepas celana dalam, saat bagian intim milikku terpapar udara, rasa dingin membuatku mendesah dan jatuh lemas di tempat.

Begitu vibrator mini yang aku bawa ke mana pun menyentuh area intim milikku, aku tidak bisa menahan diri lagi dan mengeluarkan suara lenguhan yang nyaman. Untung ada alat ini, kalau tidak, serangan gatal itu pasti akan membuatku sampai lemas tak berdaya.

Benda yang terjebak di lubang itu bergetar dengan pasti, membawa kenikmatan yang memuncak hingga membuatku gemetar dan hampir pingsan. Tapi ini hanya mengatasi gejala, bukan penyebabnya.

Dokter pernah mengatakan, saat kambuh tiba-tiba, jika tidak melakukan dengan pria secara langsung, aku akan terus merasa cemas hingga kehilangan kendali sepenuhnya.

Tanpa sadar, sambil terengah-engah, aku mengirim pesan pada suamiku untuk meminta bantuan. Namun tak ada balasan darinya. Tiba-tiba perkataan suamiku pagi tadi terlintas kembali di kepalaku, “Jalang, kalau kamu kambuh lagi, cari orang lain saja! Aku sudah kering, tidak bisa mengisi kelaminmu!”

Suamiku itu benar-benar mau mengabaikanku?!

Aku ingin menangis, tapi tidak ada air mata yang jatuh. Seluruh perhatianku tertuju pada satu hal, bagaimana caranya melewati saat-saat seperti ini tanpa benar-benar menyerah dengan akal sehat?

“Apa yang harus kulakukan?”

Jika tidak ada pria yang membantuku meredakan kondisi ini, aku benar-benar bisa celaka!

Ketegangan membuat tubuhku semakin kaku. Gerakan kecil dari benda yang terjebak di lubang belakangku menyentuh titik paling sensitif, memicu reaksi mendadak yang membuatku tersentak. Dalam sekejap, aku mencapai klimaks, cairan kenikmatan menyembur keluar bersamaan dengan vibrator tadi.

Aku terengah-engah,

Aku ambruk ke kamar mandi, terengah-engah. Sensasi kenikmatan yang tersisa belum hilang ketika kekosongan di bagian bawahku menyusul, terasa lebih panas dari sebelumnya.

Dengan pandangan kabur, aku tanpa sadar mendongak ke arah pintu. Entah karena pikiranku terlalu peka, atau karena rasa takut yang berlebihan, bayangan gelap tampak menutupi cahaya di balik pintu kamar mandi. Bentuknya samar, seperti ada seseorang berdiri terlalu dekat.

'Jangan-jangan, Surya mengintip aku?'

Pikiran aneh itu muncul begitu saja, membuat gejolak di tubuhku justru semakin menjadi. Membayangkan seorang pria yang kuat dan asing mungkin menyadari keadaanku sekarang, membuat gelombang hawa nafsu semakin melonjak. Seolah-olah aku merasakan pandangannya menyusuri tubuhku yang basah.

Sekarang aku hampir menangis, merasakan lubangku menjadi semakin gatal.
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
7 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status