MasukAku bekerja sebagai tutor privat untuk seorang murid. Saat mengajar, aku tiba-tiba mengalami serangan kecanduan seksual dan mencapai orgasme di depan orang tua murid. Hari itu, obat penenangku sudah habis. Ruang belajar terasa semakin sempit, di depanku ada murid yang aku ajar. Pada saat aku hampir disiksa kepuasan klimaks hingga hampir kehilangan akal sehat, sebuah sentuhan dari satu tangan terasa, dengan kekuatan yang belum pernah aku rasakan, memicu bagian tubuhku yang paling sensitif dan tersembunyi. Aku tetap berusaha mengajar, memaksakan diri menyelesaikan penjelasan dengan terbata-bata. Ketika pelajaran mencapai bagian terakhir, aku akhirnya runtuh. Aku mengeluarkan suara kepuasan yang sempat aku tahan. Dan saat itu, ada sesuatu yang hangat dan menusuk di belakangku.
Lihat lebih banyakSeluruh sel di tubuhku seakan-akan dengan gila menyampaikan satu-satunya pesan ke otakku, yaitu, “Aku mau!”Surya membuka ikat pinggangnya, berdiri tidak jauh dariku, kemudian memanggilku seperti sedang mengerjai seekor anjing. “Merangkak ke sini sambil berlutut, memohonlah padaku!”Aku melakukannya tanpa ragu sedikit pun, menengadah dengan tak sabar, pandanganku kabur dan linglung.“Tolong … tolong bantu aku .…” rintihku.Entah sudah berapa lama berlalu, langit di luar jendela perlahan menggelap, dan dupa yang menyala itu pun akhirnya habis terbakar. Kepalaku berangsur-angsur kembali jernih. Saat kesadaranku pulih dan akal sehat kembali, aku benar-benar ingin menampar diriku sendiri.Yang kemarin sudah melampaui batas, itu saja seharusnya cukup. Kali ini, suamiku bahkan berjaga di luar pintu, tapi aku lagi-lagi ….“Kali ini performamu lumayan, aku puas. Ingat baik-baik, mulai sekarang kapan pun kupanggil, kamu harus datang. Mengerti?”Surya dengan santai membakar rokok, lalu menyalaka
Sebenarnya, setelah kejadian dengan Surya tadi, aku sama sekali tidak berminat. Tapi aku juga tidak ingin suamiku curiga. Aku pun tidak punya pilihan lain selain berpura-pura senang dan membalas ciuman suamiku.Saat melihat suamiku memperlihatkan kejantanan miliknya yang sudah begitu familier dan kemudian mendekat kepadaku, di dalam hatiku, alih-alih muncul gairah, malah terselip rasa enggan yang sulit kujelaskan.Tak bisa dipungkiri. Setelah melihat yang lebih baik, dan merasakan perbedaan itu, wajar jika muncul perbandingan di dalam hati. Dulu, ketika hanya ada suamiku seorang, aku tidak pernah merasa ada yang janggal. Namun kini, jika dibandingkan dengan Surya, rasanya seperti langit dan bumi.Aku memejamkan mata, tanpa sadar bayangan kebersamaan aku dengan Surya hari ini kembali muncul di benakku. Sedikit demi sedikit, barulah tubuhku merespons. Tapi bahkan sebelum apa pun benar-benar terjadi, suamiku sudah selesai.Aku melirik waktu di ponsel, meski sudah minum obat, baru sekitar
Kalau memang tidak menaruh curiga, pertanyaan seperti itu tak mungkin dilontarkan. Surya pun tampak jelas ikut menegang, meski senyum masih dipaksakan di wajahnya.“Tidak ada, kok. Istrimu mengajar dengan sangat baik.”Suamiku mengangguk. Setelah melirikku sekilas, ia kembali bertanya, “Waktu dia tadi ke kamar mandi, kamu dengar sesuatu tidak?”Surya mengatupkan bibir, refleks melirik ke arahku. Melihatku yang gelisah, entah apa yang terlintas di benaknya, ia justru berkata jujur, “Eh … sepertinya iya, memang sempat dengar. Seperti ada suara dengungan alat listrik.”Suamiku menghela napas panjang, kemudian berkata, “Ah, ini benar-benar aib keluarga. Ini mungkin bakal membuatmu tertawa.”“Istriku ini, dia kena penyakit kecanduan seksual, dia selalu butuh laki-laki.”Hal paling pribadi seperti itu justru dikatakan terang-terangan oleh suamiku!Aku panik, wajah dan tubuhku panas seperti terbakar. Sekalipun Surya tadi sempat berhubungan intim denganku, aku tetap tak ingin hal memalukan ini
Dia ini menganggap aku sebagai apa? Perempuan bayaran?Penghinaan yang begitu terang-terangan membuat wajahku pucat, seluruh tubuh gemetar. Aku hendak membantahnya, ketika ponselku tiba-tiba berdering, itu pesan dari suamiku.[Istriku, kamu kambuh lagi? Cepat kirim lokasimu, aku ke sana sekarang.][Tadi aku rapat proyek, ponselku aku setel mode jangan ganggu, jadi tidak lihat pesanmu.]Ternyata suamiku bukan sengaja tak membantuku, dia benar-benar tidak melihat pesan itu. Memikirkan apa yang baru saja kulakukan dengan pria yang bahkan baru sekali kutemui, penyesalan dan rasa bersalah langsung menyesakkan dadaku, bercampur dengan rasa terhina dan sedih.“Suamiku, andai saja kamu menghubungiku lebih cepat, aku tak akan mengkhianati kamu seperti ini,” bisikku.Aku mengusap air mata di wajah, melotot tajam ke arah Surya, lalu keluar tanpa menoleh lagi. Tak lama kemudian, suamiku datang tergopoh-gopoh. Melihatku tampak normal, dia justru tertegun.“Istriku, bukankah kamu bilang sedang kambu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.