Share

26,

Author: Fatimahnur
last update publish date: 2026-08-30 23:50:03

Tiga hari berlalu. Tubuh yang semula lemah kini sudah kembali sehat. Bahkan pergelangan tanganku yang sebelumnya terluka pun tidak meninggalkan bekas sedikit pun.

Entah harus berterima kasih, atau justru sebaliknya.

Aku bingung harus bersikap bagaimana setelah ini.

Dan setelah aku kembali ke sana — apakah aku masih bisa bebas nantinya.

Pintu ruangan terbuka saat aku masih melamun.

"Anda sudah boleh pulang nanti, Bu. Bapak juga berpesan pada saya untuk membantu Anda membereskan bar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   61, Ingin.

    Untuk kesekian kalinya, wanita itu menguasai akal sehatku. Aku merasa takut terjadi hal buruk padanya, itu sebabnya kakiku bergerak cepat dan bahkan setengah berlari ke arah kamarnya. Persetan dengan berkas ya g menumpuk! Persetan dengan banyaknya urusan yang akan datang dan mungkin akan menyulitkan ku dengan beberapa hal. Aku memperlihatkan sebuah sisi yang bahkan tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Selama ini, semua orang mengenalku sebagai Ferdo yang dingin, tegas, dan tidak pernah menunjukkan perasaan. Di depan keluarga besarku, aku adalah pewaris yang harus terlihat kuat dan tidak boleh goyah. Di depan lawan bisnisku, aku adalah musuh yang kejam dan tidak memiliki belas kasihan. Bahkan di depan Max, asisten kepercayaanku sendiri, aku tidak pernah menunjukkan sisi lemahku. Tetapi malam ini, di dalam kamar paviliun belakang yang temaram ini, semua topeng itu terlepas dengan sendirinya. Aku memeluk Alicia dengan erat. Aku mengelus rambutnya dengan lembut, sesuatu yang tid

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   60. Marah

    POV 1 - Ferdo.Aku duduk di kursi kerjaku dengan kepala yang tertunduk lesu. Ruangan kerjaku yang luas dan mewah ini terasa begitu sesak bagiku malam ini. Lampu di atas meja masih menyala terang, menerangi tumpukan berkas-berkas laporan yang belum sempat aku baca satu pun.Aku pusing menghadapi segala hal.Kalimat itu terus berputar di dalam kepalaku. Aku benar-benar pusing. Pusing menghadapi segala serangan yang datang bertubi-tubi tanpa henti. Dari pagi hingga malam, aku tidak pernah berhenti menerima telepon dan pesan yang berisi tekanan.Segala serangan dan tekanan dari keluarga maupun dari lawan datang secara bersamaan. Dari pihak keluarga, pamanku terus mendesakku untuk segera menikah dengan putri dari rekan bisnis keluarga demi memperkuat aliansi perusahaan. Ibuku terus menangis di telepon dan memintaku untuk pulang ke rumah besar, meninggalkan semua urusanku di kota ini. Sementara dari pihak lawan, perusahaan kompetitor terus melakukan serangan dengan cara menurunkan harga pas

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   59, Pulang.

    Sore harinya... Ferdo membawaku pulang ke rumah lain, dan akunmenyadari jarak rumah yang akan kami tempati lebih dekat dari rumah sakit besar di kota itu. Aku menatap Ferdo lama, ia menoleh ke arahku lalu bertanya... "Kenapa kamu memandangku begitu? Ada yang salah denganku?" tanyanya pelan, tapi suaranya terdengar datar. Aku menggeleng pelan, tapi kembali menatap rumah itu. "Kenapa di sini?" tanyaku tanpa mengatakan hal yang jelas. "Alasannya mungkin kamu tahu tanpa aku mengatakannya. Lebih dekat dari rumah sakit, dan pusat perbelanjaan. Kalau ada sesuatu akan lebih cepat ditangani, dan kalau ada sesuatu yang ingin kamu makan dan kamu beli kamu akan mudah membelinya dan tidak menunggu waktu yang lama. Alicia, mungkin nantinya aku akan meminta bantuan padamu." ujar Ferdo. Lelaki itu mulai bicara dengan sangat serius. "Ada apa? Katakan saja." "Tidak sekarang, nanti aku akan katakan padamu, ini soal keluargamu yang gila itu, tapi aku masih ada banyak pekerjaan jadi kamu istir

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   58,

    Ferdo melumat bibirku tanpa ampun, ia tampak menghisapnya dan membuatku merasa terlena. Tangannya menarik di bawah sana dan membuatku mengalami pelepasan yang membuatku basah! "Ummppphh! Ferdo." satu panggilan itu menghentikan aksinya ia memegang pipiku dengan kedua tangannya, menarik wajahku ke arahnya lalu mengecup keningku perlahan. "Alicia, aku benci mengatakan ini, tapi aku merasa aku nyaman ketika kamu ada di sini bersamaku. Aku mohon, tetap di sini, bersamaku dan tunggu aku menyelesaikan semua kekacauan yang ada." Ferdo bicara dengan lembut, setiap katanya seakan menggetarkan hatiku yang semula sangat kacau dan sedikit tidak mempercayainya. Aku menatapnya lama sekali, dan aku mengangguk kecil. "Apa kamu mencintaiku?" tanyaku pelan. Entah bagaimana ceritanya aku menemukan keberanian sebesar itu untuk bertanya tentang perasaannya padaku. Ferdo tidak menjawab, Ferdo hanya diam sembari menatap wajahku. "Alicia, aku masih belum tahu soal itu. Yang jelas sekarang –

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   57,

    Sudah tiga hari aku dirawat di rumah sakit ini. Selama tiga hari itu, Ferdo memperlakukanku dengan sangat baik. Terlalu baik, bahkan. Jika aku boleh jujur, aku tidak pernah diperlakukan seperti ini seumur hidupku. Setiap pagi, ia selalu memastikan sarapanku datang tepat waktu. Ia akan menyuapiku sendiri jika tanganku terlalu lemah untuk memegang sendok. Ia akan membetulkan posisi bantal di punggungku, memastikan selimutku tidak terlalu tipis atau terlalu tebal. Ketika perawat datang untuk memeriksa infus dan detak jantung janin, ia akan berdiri di sampingku, menggenggam tanganku erat-erat, seolah-olah memberikan kekuatan. Di malam hari, ia tidak pernah membiarkanku sendirian. Sofa panjang yang ada di sudut ruangan VIP itu telah menjadi tempat tidurnya. Ia menolak pulang ke rumah, menolak untuk beristirahat di tempat yang lebih layak. Ia bilang, ia tidak akan tenang jika tidak melihatku dengan mata kepalanya sendiri. Ia benar-benar memanjakanku. Ia membawakanku buah-buahan segar y

  • Pengantin Pengganti Untuk Tuan Alpha   56,

    "Ferdo, aku akan mati kan kalau anak ini lahir?" aku mulai bicara. Di rumah sakit itu, di antara aroma antiseptik yang menusuk dan suara monitor detak jantung yang berdetak pelan, akhirnya aku memberanikan diri untuk mengutarakan seluruh isi hatiku kepada Ferdo.Selama ini aku diam. Aku menahan semuanya sendirian. Rasa takut, rasa sakit, dan rasa bersalah yang terus menghantamku tanpa henti."Ferdo," suaraku bergetar. Tanganku memegang perutku yang semakin membesar. "Aku takut. Aku sangat takut, Ferdo."Aku menatapnya dengan mata yang sudah penuh air mata. Aku tidak lagi peduli terlihat lemah. Di hadapannya, aku hanyalah seorang perempuan yang sedang berusaha mempertahankan dua nyawa sekaligus, nyawaku dan nyawa janin yang ada di dalam kandunganku."Aku takut aku tidak akan kuat. Aku takut terjadi sesuatu pada anak ini. Aku takut kehilangan dia sebelum aku sempat mendengar tangisannya," ucapku terisak.Ferdo tidak langsung menjawab. Ia terdiam sejenak, sorot matanya yang biasanya teg

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status