Share

70. Rajendra… aneh!

Author: Blue Ice
last update Petsa ng paglalathala: 2025-08-20 23:45:07

Keributan yang dibuat Felicia berhasil menarik perhatian orang-orang di sekitar. Beberapa teman Felicia segera menghampiri dengan wajah penuh kepura-puraan prihatin.

“Felicia, astaga. Kamu harus ganti baju dulu. Ayo aku temani ke belakang!” ujar salah satunya.

“Sikap wanita ini sudah keterlaluan,” timpal yang lain, melirik sinis ke arah Selina.

“Meski kau istri Zander Castellvain, kau tak bisa semena-mena terhadap keluarga Castellvain yang lain. Terlebih Felicia, yang juga termasuk anggota
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pengantin Pengganti untuk Tuan Zander   97. Bertemu Denganya

    "Berhenti!" Selina mengintruksikan ke Lumi yang memegang kemudi, lalu menoleh ke Aswin. "Kita turun di sini." Aswin terkesiap, menatap sekelilingnya yang penuh dengan jejeran mobil. Mereka baru saja keluar dari gedung Castellvain Group dikala matahari mulai tenggelam. Kening pria itu berkerut heran karena mobil berhenti di depan sebuah mall yang padat pengunjung. "Maaf Nona, bukankah kita akan menemui Tuan Zander?" tanya Aswin saat Selina dan Lumi membantunya untuk pindah ke mobil kota yang berukuran lebih kecil. "Kita tidak boleh lengah, Aswin. Paman William punya mata di mana-mana," ujar Selina menatap serius ke manik Aswin. Lalu ia menoleh ke Lumi, "Tolong keliling mall dulu ya sebelum pulang ke rumah," pintanya. "Siap Bos!" balas Lumi dengan sigap. Lalu Selina mulai menyalakan mesin mobil. Ia memacu mobil menuju arah pinggiran kota, melewati jalan-jalan tikus yang jarang dilalui kendaraan besar. Selama perjalanan, tak satu pun dari mereka berbicara. Aswin terus menata

  • Pengantin Pengganti untuk Tuan Zander   96. Pertarungan Sengit

    Ketukan pantofel di atas lantai marmer ruang rapat utama Castellvain Group terdengar seperti detak jam membosankan bagi William. Pria tua itu duduk di kursi samping meja oval besar, menyunggingkan senyum kemenangan saat melihat Selina masuk sendirian. Di belakangnya, jajaran direksi sudah memasang wajah skeptis.Pagi-pagi sekali Selina meminta untuk mengadakan rapat lagi. Para petinggi saham mendesah bosan. Berpikir terlalu banyak membuang waktu karena kemarin sudah rapat, namun hari ini malah diulangi lagi. Namun kali ini Selina hanya sendirian tanpa Lumi yang biasa mengekori. "Nona Selina," sapa William dengan nada merendahkan. "Mana sekretaris Anda itu? Apakah Anda yakin sanggup membaca laporan audit ini? Jika tidak, saya sarankan Anda segera menandatangani pengalihan proyek ke Mahesvara Group demi keselamatan aset kita." Selina tidak menjawab. Ia menarik kursi CEO di ujung meja, namun tetap berdiri. "Rapat belum dimulai, Paman. Kita masih menunggu satu orang lagi." "Siapa?

  • Pengantin Pengganti untuk Tuan Zander   95. Jangan Gegabah!

    " Sayang sekali Aswin..., Zander telah tiada. " Mata Aswin terbelalak dengan pernyataan yang baru saja dia dengar. Mendadak tenaganya hilang, seketika lutut Aswin lemas menghantam lantai. Suara gedebum tumpul membuat semua orang menoleh. "Aswin!" pekik Selina. Dokter dan perawat pun ikut terkejut. Mereka segera membantu Aswin yang masih pucat pasi karena syok berlebihan. "Ti-tidak mungkin! Itu tidak mungkin!" Aswin menggeleng keras. Satu tangannya yang tak patah menarik rambutnya dengan kasar. Kecelakaan itu..., dia sangat yakin telah meminimalisir cedera untuk Zander. Bahkan dia mengorbankan dirinya sendiri dengan membanting setir ke sisi kemudi agar dia yang terhantam pembatas jalan. Lantas, bagaimana bisa Zander yang meninggal dunia? Aswin menggeleng tak percaya. Dia merasa sangat gagal sebagai sekretaris dan pengawal Zander. "Aku yang membunuhnya! Aku membunuhnya!" racau Aswin mulai menampar dirinya sendiri. William yang menyaksikan kejadian itu diam-diam me

  • Pengantin Pengganti untuk Tuan Zander   94. Harus Berhadapan!

    Selina melangkah keluar dari ruangan rapat diikuti Lumi. Wanita itu tak lagi menoleh ke belakang, tempat para eksekutif yang dia tebak tengah menyeringai ke arahnya. Jebakan mereka sudah termakan umpannya. Tanpa bisa dihindari maupun ditolak. Untuk membuktikan kemampuannya dalam memimpin, Selina harus menyelesaikan kontrak dengan perusahaan Rajendra. "Sial!" decak Selina kesal seraya membanting pintu mobil yang sudah siap menjemputnya di pintu keluar perusahaan. "Sabar, Lin..., liat urat-urat di kepalamu itu. Duh, kek cacing Alaska tauk!" goda Lumi yang juga ikut masuk ke dalam mobil. Sengaja dia lontarkan sedikit candaan agar pikiran sahabatnya tak terpaku pada masalah. Dan caranya tentu saja berhasil. Selina sedikit terkekeh mendengar cibiran Lumi. Lantas dia menggeser tubuhnya untuk memberikan tempat bagi Lumi duduk. "Iya-iya Lu..., Aku terlalu emosi berhadapan dengan mereka. Kau lihat sendiri, kan? Mereka sengaja mendorongku ke jalan buntu," keluh Selina. Lumi m

  • Pengantin Pengganti untuk Tuan Zander   93. Terpaksa Menerima

    Di kursi bagian kepala meja, Selina duduk dengan tak fokus. Pembicaraan dalam rapat dengan para petinggi perusahaan itu hanya sekedar dengungan nyaring di telinganya. Dia sadar rapat ini hanyalah cara mereka untuk menampilkan kecacatan dirinya dalam memimpin. Namun Selina belum bisa membalas semua serangan itu, lantaran harus bertanding dengan mempertahankan kesadarannya sendiri. Lingkaran hitam di matanya menunjukkan betapa kerasnya Selina melawan rasa kantuknya. ‘Apa perlu mereka berputar-putar seperti itu? Kenapa tidak langsung ke intinya saja?’ geramnya dalam hati.Kepalanya semakin sakit dengan perdebatan panjang di antara petinggi yang sebenarnya hanya ingin menjatuhkannya. Selina mendesis pelan ketika denyutan di pelipisnya semakin terasa.Tadi malam, ketika dia hendak tidur, ada telepon dari Rumah Sakit yang memberitahukan kondisi Aswin yang mendadak kritis. Terpaksa Selina harus ke sana meski jarak kediaman Madam itu ke Rumah Sakit memakan waktu 3 jam. Zander sampai turun t

  • Pengantin Pengganti untuk Tuan Zander   92. Isi Energi

    Matahari sudah tenggelam sepenuhnya ketika mobil Selina berhenti di depan rumah dua lantai di ujung kota. Salah satu kediaman milik Madam Natasya yang jauh dari hiruk pikuk kota. Tempat yang paling dibutuhkan Selina untuk menenangkan kekacauan dalam pikiran.Suara langkahnya bergema di lantai marmer, jernih dan lambat, seolah setiap denting tumit sedang menghitung berapa banyak masalah yang dia hadapi hari ini. Udara di dalam rumah tenang, tapi keheningannya seperti dinding es yang membungkam, menekan, memantulkan pikirannya sendiri.Ia meletakkan tas di kursi, lalu menjatuhkan tubuh di sofa. Bahunya berat, matanya separuh tertutup. Entah berapa lama ia hanya duduk begitu, mendengarkan jam dinding berdetak dan napasnya sendiri yang terasa terlalu nyata.Sepasang tangan tiba-tiba menyentuh kepalanya pelan. Hangat. Ragu di awal, lalu beralih jadi pijatan lembut di pelipis. Selina tak perlu menoleh. Aroma sabun kayu cendana itu tak bisa salah.Senyum kecil muncul di bibirnya. “Terima kas

  • Pengantin Pengganti untuk Tuan Zander   87. Apa yang terjadi?

    Zander menghadiri undangan pertemuan privat dengan seorang klien lama di ruang eksklusif sebuah hotel ternama. Lampu kristal berpendar lembut, memantulkan cahaya ke meja panjang yang dipenuhi sajian mahal. Tawa dan denting gelas beradu memenuhi udara. Beberapa klien telah berkumpul mengelilingi Za

  • Pengantin Pengganti untuk Tuan Zander   86. Siapa Pelakunya?

    Aswin mengangkat kepalanya perlahan. Tatapannya masih dingin, tapi kali ini ada bayangan letih di sana. Matanya lurus ke Zander."Maaf Tuan. Saya memang ada di sana," akunya. Suara Aswin terdengar serak, layaknya batu yang digerus waktu.Lumi sampai melongo tak percaya. Benarkah semua kecurigaan S

  • Pengantin Pengganti untuk Tuan Zander   85. Rangkaian Puzzle Lainnya

    “Jadi aku dipaksa jadi partner kamu sekarang?” desis Lumi, suaranya setengah geram. Aswin menoleh sekilas, tenangnya hampir menyebalkan. "Kau bisa marah sesukamu, tapi tetap harus bekerja.” “Dasar robot tanpa hati,” gumam Lumi, meski pipinya merah sendiri ketika Aswin tiba-tiba berdiri terlalu d

  • Pengantin Pengganti untuk Tuan Zander   84. Ketahuan

    Selina mengintip keluar taksi, memperhatikan halaman Klinik yang saat ini masih ramai. Banyak kendaraan masih terparkir rapi di sana. Namun matanya bergerak liar berharap di antara deretan kendaraan itu, tak ada mobil suaminya."Mas Zander belum datang, kan?" guman Selina sambil memicingkan ke arah

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status