Share

Bab 176 Hadapi Badai

Author: Dama Mei
last update publish date: 2026-04-29 22:18:27

Sore mulai merambat turun, menyisakan semburat jingga di langit Jakarta yang mulai sibuk dengan kemacetan. Catarina melirik jam tangan mewahnya yang bertahtakan berlian, lalu segera berdiri.

"Gio, Xavier, kita harus segera mengemas barang-barang ini!" seru Catarina sembari memasukkan beberapa sketsa ke dalam tasnya. "Jika Adriel sampai pulang, dia akan menceramahiku sampai telingaku panas."

Gio menguap pelan, merapikan syal sutranya dengan gerakan gemulai. "Oh, Sir V memang sulit dipuaskan. Bai
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 233 Korban Konspirasi

    Victor Varmadeo, dengan rambutnya yang memutih sempurna, masih berdiri tegak di samping kantong jenazah putra tunggalnya. Kedua tangannya bersedekap di balik punggung, dan sepasang matanya yang berkilat tajam menatap Alexander.Sebuah senyuman tipis terukir di bibir keriput Victor."Kau tidak perlu berbasa-basi denganku, Alexander," ucap Victor. "Julian adalah putraku yang malang."Alexander melangkah maju. "Julian melewati batas, Paman. Dia menjadikan istri Adriel yang sedang hamil tua sebagai korban. Tindakannya hampir menghancurkan garis keturunan utama papaku, Leonidas Varmadeo.""Garis keturunan utama?" Victor terkekeh rendah. Ia perlahan berjalan memutari kantong jenazah Julian. "Kalian selalu mengagungkan diri sendiri, seolah-olah seluruh dunia harus berlutut di bawah kaki Leonidas dan keturunannya. Julian hanya sedang bermain-main, tak lebih.""Dengan cara menyekap wanita hamil dan memasang gas beracun?" sergah Alexander. "Itu bukan permainan tapi kegilaan."Victor menghentika

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 232 Putra yang Malang

    Leonidas Varmadeo duduk kaku di salah satu kursi tunggu. Kedua telapak tangannya bertumpu di atas lutut, dengan rahang yang mengeras rapat. Di dekatnya, Catarina Varmadeo berdiri gelisah. Ia terus berjalan mondar-mandir sembari menggandeng erat tangan suaminya, Sebastian."Tenanglah, Catarina. Adriel sudah di dalam bersama Aira. Semuanya akan baik-baik saja," bisik Sebastian, mengusap lembut punggung tangan istrinya.Catarina menghentikan langkah, menatap pintu kaca buram di hadapan mereka dengan mata berkaca-kaca. "Bagaimana aku bisa tenang? Marcus bilang pendarahannya cukup hebat. Aku hanya... aku hanya tidak ingin hal buruk terjadi pada Aira."Tuk... Tuk... Tuk...Suara ketukan kayu yang konstan beradu dengan lantai marmer tiba-tiba memecah kesunyian koridor. Sosok Guntur Ragendra melangkah masuk ke dalam lorong VIP dengan napas yang memburu berantakan. Tangan kanannya mencengkeram kuat tongkat kayu berukir yang menyokong langkah kakinya yang renta, sementara tangan kirinya dipapa

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 231 Sukacita

    BUM!Helikopter mendarat dengan guncangan terakhir di atas helipad rumah sakit. Begitu pintu geser terbuka, embusan angin dan air hujan langsung menyergap mereka. Puluhan staf medis berpakaian seragam hijau steril dengan sigap merangsek maju, memindahkan tandu Aira ke atas brankar dorong dengan pergerakan yang sangat cepat."Cepat! Pasien mengalami pendarahan dan kontraksi aktif!" teriak dokter yang memimpin evakuasi saat mereka mendorong brankar memasuki lift khusus menuju ruang tindakan.Begitu pintu ruang bersalin ditutup rapat, Adriel dipaksa untuk tetap tinggal di luar koridor. Langkah kakinya tertahan oleh daun pintu kaca buram yang tebal. Ia menatap telapak tangannya sendiri yang dipenuhi oleh noda darah.Tidak lama kemudian, dokter kandungan senior keluar dengan wajah yang teramat serius. Adriel langsung menyergapnya, mencengkeram bahu sang dokter."Bagaimana istriku?! Katakan padaku dia baik-baik saja!" gertak Adriel, napasnya memburu berantakan."Sir V, tolong tenanglah," uc

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 230 Varmadeo Terkutuk

    Suara klik dari perangkat kotak hitam di tangan Julian terdengar nyaring. Seketika itu juga, sistem darurat apartemen merespons. Lampu merah yang tadinya memancar statis kini mulai berkedip-kedip cepat, menyiram seisi ruangan dengan pendaran warna putih yang bergulung-gulung.Ssssshhhh...Desisan udara yang berat dan beracun mulai menggema dari empat lubang ventilasi di sudut langit-langit kamar. Kabut tipis tak berbau namun berasa pahit di lidah mulai merayap turun, mengkontaminasi pasokan oksigen yang tersisa.Adriel tidak memedulikan racun yang mulai dilepaskan ke udara. Begitu melihat pegangan Julian pada bahu Aira terlepas, Adriel menerjang maju melompati meja makan kecil. Tubuh jangkungnya menghantam Julian dengan kekuatan penuh.BUAAGHH!"Ugh!" Julian mengerang keras saat tubuhnya terangkat dan dihantamkan Adriel ke dinding panel kayu jati.Benturan keras itu membuat perangkat kotak hitam di tangan kiri Julian terlempar jauh, menghantam lantai marmer hitam, dan hancur berkeping

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 229 Harga yang Mahal

    Cahaya darurat berwarna merah darah yang memancar dari sudut-sudut langit-langit kamar itu menciptakan siluet yang mengerikan. Adriel Varmadeo tetap berdiri mematung di ambang pintu kamar. Kedua tangannya tergantung bebas di sisi tubuh, kemeja putihnya yang digulung hingga siku memperlihatkan otot-otot lengannya yang menegang. Wajahnya pias, namun sepasang matanya berkilat penuh amarah. Darahnya mendidih, bergejolak hebat hingga ke titik puncak saat melihat sepasang tangan Julian bertengger di atas bahu Aira.Itu adalah pemandangan yang menguji batas akhir kewarasan Adriel. Namun, ia tahu, satu gerakan impulsif darinya bisa berakibat fatal bagi dua nyawa paling berharga di depannya.Adriel menarik napas dalam-dalam."Lepaskan tangan kotormu dari bahu istriku, Julian," ucap Adriel. "Kau memancingku kemari karena kau menginginkan aku, bukan dia. Aku sudah berdiri di depanmu sekarang tanpa senjata. Hadapi aku."Julian tidak langsung menjawab. Ia justru terkekeh rendah, meremehkan ketena

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 228 Selamat Datang

    Marcus menegang di tempatnya berdiri. Tanpa membuang waktu sedetik pun, Marcus langsung menekan tombol interkom pada earpiece yang terpasang di telinganya."Tuan! Saya sudah menemukan Serafina di basemen," lapor Marcus. Di lobi utama gedung apartemen The Regent, Adriel sedang berdiri dengan rahang mengeras, dikelilingi oleh beberapa anggota polisi yang bersiaga. Mendengar suara Marcus, Adriel langsung menekan earpiece-nya. "Di mana Aira?!""Nyonya Aira dan Selena ada di Penthouse 01, Tuan," jawab Marcus, napasnya memburu. "Julian telah memodifikasi seluruh sistem ventilasi di apartemen itu. Ruangan tempat Nyonya disekap telah dialiri pipa gas melumpuhkan dosis tinggi. Julian memegang perangkat kendali jarak jauh dengan sensor tombol lepas di tangannya. Jika kita mendobrak masuk, atau jika Julian tertembak dan jarinya terlepas dari tombol itu, gas akan menyembur keluar dalam hitungan detik."Suara Marcus bergetar saat melanjutkan kalimat berikutnya. "Keselamatan bayi Anda adalah taruh

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 62 Jejak Rahasia di Tengah Malam

    Keheningan malam di taman belakang mansion Varmadeo terasa begitu syahdu. Adriel menarik napas panjang, mencoba menenangkan sisa-sisa debaran jantungnya yang masih memburu. Ia menatap Aira yang terkulai lemas di atas meja, wajah istrinya itu tampak sangat cantik di bawah siraman cahaya bulan. Deng

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 69 Runtuhnya Istana Pasir

    Selena berdiri mematung di dekat jendela, kedua tangannya saling bertautan erat untuk menyembunyikan getaran hebat yang menyerang jemarinya. Di depannya, Leonidas Varmadeo duduk dengan tenang. Namun, ketenangan Leonidas justru seribu kali lebih menakutkan bagi Selena. Pria tua itu perlahan melepas

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 68 Prahara di Tepi Danau

    Adriel melangkah keluar dari ruang kerjanya dengan langkah yang menggetarkan lantai marmer Varmadeo Tower. Amarahnya tidak lagi berupa api yang berkobar, melainkan es yang membeku dan mematikan. Matanya menatap lurus ke depan, fokus pada satu titik: menemukan Aira dan menghancurkan siapa pun yang be

  • Pengantin Polos untuk Penguasa Kejam   Bab 67 Mengakhiri Segalanya

    Suara deru mesin motor sport Arvin membelah jalanan Jakarta yang padat. Aira memeluk erat pinggang Arvin, membenamkan wajahnya di punggung pemuda itu. Angin kencang yang menerpa wajahnya seolah membantu mengeringkan air mata yang tak henti mengalir, namun rasa sesak di dadanya tetap tak kunjung hila

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status