Share

107

Penulis: Eselitaa
last update Tanggal publikasi: 2026-07-08 10:25:52

Malam berlalu seperti mimpi buruk yang enggan usai, dan ketika fajar menyingsing di ufuk timur, kabut tebal menyelimuti seluruh area kediaman utama Leander. Aeri terbangun dengan kepala yang terasa jauh lebih ringan berkat efek obat semalam, tetapi beban di dadanya justru terasa berkali-kali lipat lebih berat. Hari pelantikan sang pewaris telah tiba. Hari di mana semua rahasia yang terkubur di balik dinding-dinding marmer ini dipaksa menyeruak ke permukaan.

Aeri segera mengenakan seragam taktis
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   107

    Malam berlalu seperti mimpi buruk yang enggan usai, dan ketika fajar menyingsing di ufuk timur, kabut tebal menyelimuti seluruh area kediaman utama Leander. Aeri terbangun dengan kepala yang terasa jauh lebih ringan berkat efek obat semalam, tetapi beban di dadanya justru terasa berkali-kali lipat lebih berat. Hari pelantikan sang pewaris telah tiba. Hari di mana semua rahasia yang terkubur di balik dinding-dinding marmer ini dipaksa menyeruak ke permukaan.Aeri segera mengenakan seragam taktis formalnya. Dia menjalin rambut panjangnya dengan amat rapi, menekannya di balik wig pendek, lalu memasang baret hitamnya dengan presisi yang sempurna. Di cermin, sosok "Gahensa" yang kaku, dingin, dan tanpa cela kembali menatapnya. Tidak boleh ada sedikit pun gurat kelemahan. Hari ini, dia adalah seorang prajurit, seorang adik yang menuntut balas, bukan wanita rapuh bernama Rhea yang menangis di atas ranjang Eryx.Tepat pukul tujuh malam, Aula Agung Leander telah disulap menjadi samudra kemewah

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   106

    Pintu kamar tertutup dengan bunyi klik yang solid, meninggalkan Aeri dalam kesunyian yang mencekam. Dia menatap langit-langit kamar yang tinggi, tempat bayangan lampu gantung membentuk pola-pola aneh yang tampak seperti jaring laba-laba yang siap mengurungnya selamanya. Setitik air mata kembali lolos dari sudut matanya, membasahi bantal sutra di bawah kepalanya.Kata-kata Eryx barusan—"Aku tidak suka barang milikku rusak sebelum waktunya"—terasa seperti belati yang diputar di dalam lukanya. Pria itu memperlakukannya seperti properti, sebuah aset yang harus dijaga agar tetap berfungsi demi kepentingannya sendiri. Namun, di balik kedinginan itu, cara Eryx menggendongnya dan kelembutan yang tidak disengaja saat menyelimutinya tadi terus mengacaukan logika Aeri."Kau harus fokus, Aeri," bisik wanita itu pada dirinya sendiri, meremas selimut tebal yang menutupi dadanya. "Dia adalah seorang Leander. Siapa pun dia di masa lalu, sekarang dia adalah calon kepala dinasti yang paling kejam. Jang

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   105

    Beberapa hari berlalu.Semenjak malam konfrontasi nama palsu di kamar itu, dan rangkaian persiapan pelantikan yang kian mencekik, Aeri sama sekali tidak bersemangat. Jalur penyelidikannya macet, dan energinya terkuras habis untuk mempertahankan topeng "Gahensa" di depan publik, sementara di dalam kamar ini, dia harus menghadapi tatapan intens dari sang tiran. Dia merasa hampir putus asa.Bagaimana tidak?Aeri merasa sangat sakit hati karena Eryx tentu saja. Logikanya berteriak bahwa pria ini adalah bagian dari dinasti yang melenyapkan Felix, tetapi interaksi jarak dekat yang mereka lalui perlahan mengikis dinding pertahanannya."Aku mulai menyukainya, tetapi itu tidak sepadan dengan perasaan gelisah karena bingung apakah dia benar-benar membunuh kakakku atau tidak. Dan sekarang, aku harus menyadari bagaimana dia berperilaku terhadapku. Dia benar-benar sangat berbeda," batin Aeri pedih.Eryx yang biasanya penuh dengan sarkasme tajam atau gestur kekanakan yang menyebalkan kini berubah t

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   104

    Suasana di dalam kamar tidur utama paviliun barat itu mendadak mendingin hingga ke titik beku. Pertanyaan Eryx yang menghunjam lurus tanpa tedeng aling-aling meruntuhkan sisa-sisa ketenangan yang susah payah Aeri bangun. Nama "Callista" yang baru saja ia sebutkan memantul di dinding ruangan, terdengar sumbang dan dipenuhi kepalsuan yang telanjang di hadapan ketajaman insting seorang Eryx Leander.Eryx melangkah maju satu kali lagi, membuat jarak di antara mereka terkikis habis. Ia menunduk sedikit, menatap lurus ke dalam sepasang manik mata Aeri dengan tatapan yang begitu pekat, seolah-olah ia bisa melihat menembus tengkorak kepala wanita itu dan membaca setiap memori yang tersimpan di sana."Callista?" Eryx mengulang nama itu, lalu mendengus sinis. Sebuah tawa hambar lolos dari bibirnya. "Jangan meremehkan inteligensiku, Kak Gahensa. Atau haruskah aku memanggilmu dengan nama fiktif barumu itu? Sejak awal aku tahu kau berbohong tentang motif uang dan pengaruh, dan sekarang kau bahkan

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   103

    Aeri merasakan seluruh persendian tubuhnya membeku. Udara di dalam kamar tidur utama paviliun barat itu seolah tersedot habis, menyisakan ruang hampa yang dipenuhi oleh ketegangan yang ekstrem. Jemari dingin Eryx yang masih mengusap pipinya terasa laksana mata pisau yang siap menggores kulitnya kapan saja. Identitasnya telah dikuliti habis, dan pria di hadapannya ini adalah pemegang kendali atas hidup dan matinya malam ini. Dengan sisa-sisa keberanian yang ia kumpulkan dari dasar takdirnya, Aeri menepis pelan tangan Eryx. Aeri menatap lurus ke dalam manik mata gelap Eryx, menuntut jawaban. "Bukankah Anda sudah tahu sejak awal... kalau saya adalah seorang gadis?" Eryx tidak berpaling. Dia menurunkan tangannya perlahan, lalu menyandarkan tubuhnya pada tepi meja jati dengan gaya yang teramat santai, seolah-olah bongkar-pasang identitas ini hanyalah permainan catur yang membosankan. "Memang," jawab Eryx pendek, nadanya sangat datar. "Aku tahu sejak awal bahwa kau adalah seorang gadis

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   102

    Setelah perbincangan beralih ke perihal gaji dan kecelakaan Felix, keheningan kembali menguasai kamar tidur utama paviliun barat. Aeri menekan seluruh gejolak emosinya, kembali memasang topeng "Gahensa" yang patuh, dan dengan telaten mengurus segala keperluan Eryx. Dia menyiapkan obat penenang dari tim medis, membantu membetulkan posisi perban di perut pria itu, hingga akhirnya Eryx memejamkan mata dan tertidur pulas di bawah pengaruh obat.Begitu deru napas Eryx terdengar konstan dan berat, Aeri bergerak tanpa suara. Mengambil kain lap dan beberapa peralatan pembersih, dia mulai menyeka sisa-sisa air hujan yang sempat terbawa masuk ke lantai marmer dekat balkon. Namun, itu hanyalah kedok. Sembari membersihkan tempat itu, Aeri menyelidiki setiap sudut kamar dengan jeli. Matanya menyisir sela-sela laci, kolong meja, hingga balik bingkai lukisan besar, berharap menemukan sisa-sisa rahasia yang mungkin Eryx sembunyikan—semacam kertas, dokumen, berkas Proyek Utama, atau petunjuk apa pun t

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   08

    Aeri semakin kesal dengan segala omong kosong ini. Tetapi demi mencapai tujuannya, mau tidak mau dia harus melayani hal-hal tidak penting ini. "Benar tuan. Saya lebih tua dari tuan. Saya berusia hampir 27 tahun sementara tuan 25 tahun," kata Aeri. Aeri pernah melihat informasi di internet bahw

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   07

    Rapat berlanjut.Eryx menyetujui beberapa hal. Menolak yang lain. Membuat keputusan besar berdasarkan kriteria yang Aeri tidak sepenuhnya pahami—apakah ia tertarik, apakah ia bosan, apakah ia sedang merasa beruntung.Di tengah rapat, seorang asisten membawa makanan ringan. Eryx langsung mengambil p

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   06

    Namun ketegangan itu segera berubah total. Lantai kantor Leander Corporation adalah gambaran efisiensi dan kekuasaan. Setiap orang bergerak dengan tujuan. Setiap interaksi terukur. Setiap detail direncanakan. Lalu Eryx masuk, dan semuanya berubah menjadi kacau. “Halo, semuanya,” katanya denga

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   05

    Pukul delapan pagi, Eryx muncul di ruang makan dengan penampilan yang membuat Aeri terdiam sejenak. Ia tidak bertelanjang dada seperti yang Aeri bayangkan. Sebaliknya, ia mengenakan kaus desainer yang pas di tubuh, celana rapi berpotongan presisi, dan arloji yang nilainya lebih tinggi dari gaji Ae

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status