共有

06

作者: Eselitaa
last update 公開日: 2026-04-24 22:06:43

Namun ketegangan itu segera berubah total.

Lantai kantor Leander Corporation adalah gambaran efisiensi dan kekuasaan. Setiap orang bergerak dengan tujuan. Setiap interaksi terukur. Setiap detail direncanakan.

Lalu Eryx masuk, dan semuanya berubah menjadi kacau.

“Halo, semuanya,” katanya dengan nada yang terlalu ceria untuk pukul sembilan pagi, melambaikan tangan seperti anak kecil di taman hiburan. “Rapat dimulai, ya?”

Semua orang langsung berdiri. Para kepala departemen, manajer, analis—semuanya sudah siap dengan dokumen dan presentasi yang disusun selama berminggu-minggu.

Aeri berdiri di sudut ruang rapat, memposisikan diri agar bisa melihat semua pintu keluar dan semua orang sekaligus. Tugasnya jelas: mengawasi dan melindungi.

Eryx duduk di ujung meja dengan sikap santai yang mencolok.

“Baik,” katanya, meraih cangkir kopi yang sudah disiapkan. “Siapa yang mau mulai?”

Kepala divisi investasi—seorang pria bernama Soetrisno yang tampak seperti belum tidur selama tiga hari—mulai presentasi. Grafik. Data. Proyeksi pertumbuhan. Semuanya rapi dan profesional.

Eryx mendengarkan selama tiga menit.

“Ini membosankan,” katanya tiba-tiba, memotong Soetrisno di tengah kalimat tentang diversifikasi portofolio. “Serius, ini presentasi paling membosankan yang pernah aku dengar. Dan aku pernah mendengar ayahku bicara soal pajak selama empat jam, jadi itu cukup berarti.”

Soetrisno membeku. Semua orang di ruangan ikut membeku.

“Tuan,” kata Soetrisno hati-hati, “ini analisis yang komprehensif—”

“Ya, ‘komprehensif’ itu kode untuk ‘panjang dan membosankan’,” potong Eryx, mengambil pena mahal di meja dan memainkannya—mungkin harganya lebih dari gaji seorang asisten. “Oke, dalam satu kalimat saja, investasi kita akan naik atau turun?”

“Naik, Tuan, dengan tren—”

“Satu kalimat, Soetrisno.”

“Naik 23% dari tahun ke tahun.”

“Bagus,” kata Eryx, melempar pena itu kembali. “Disetujui. Selanjutnya?”

Soetrisno terlihat ingin mengatakan sesuatu, tapi ia menahan diri. Karena Eryx adalah CEO, dan keputusan ada di tangannya.

Presentasi berikutnya dimulai. Pengembangan proyek. Infrastruktur. Jadwal. Anggaran.

Eryx mendengarkan selama dua menit.

“Kenapa kita melakukan ini?” tanyanya.

“Tuan?”

“Kenapa. Kita. Melakukan. Ini,” ulang Eryx perlahan. “Proyek ini. Kenapa? Siapa yang memutuskan memulainya?”

“Keputusan strategis dari kuartal lalu, Tuan. Untuk memperluas jangkauan pasar—”

“Siapa yang memutuskan?”

“Anda, Tuan.”

Eryx mengernyit, seolah baru mendengar hal paling mengejutkan di dunia.

“Aku yang memutuskan ini?” tanyanya. “Serius?”

“Ya, Tuan. Anda yang menyetujuinya.”

“Hm,” gumam Eryx, menjatuhkan tubuhnya ke kursi dengan santai. “Kalau begitu, aku batalkan. Hentikan proyeknya. Alihkan anggarannya ke hal lain. Sesuatu yang tidak membosankan.”

Ruangan langsung sunyi.

“Tuan,” kata manajer proyek dengan hati-hati, “proyek ini sudah selesai 40%. Anggaran sudah terpakai. Membatalkan sekarang akan—”

“Ya, membuang uang, aku tahu,” potong Eryx sambil melambaikan tangan. “Tapi melanjutkannya juga buang uang. Jadi pilih saja racunnya. Keduanya sama-sama rugi. Aku lebih pilih yang tidak membuatku bosan.”

Sesuatu terasa menghantam dada Aeri.

Ini bukan cara menjalankan perusahaan. Ini cara menghancurkannya—dengan kepercayaan diri yang terlalu santai.

"Orang seperti itu seharusnya dipukul pasti sudah ketakutan dan menangis. Kenapa orang-orang mudah sekali menuruti perkataannya? Jika aku menjadi karyawannya, aku akan berbohong, mengkhianatinya, dan berbuat seenaknya demi keuntunganku sendiri. Jika ada apa-apa, tinggal salahkan dia saja. Dia kan tidak dipercaya oleh anggota keluarganya yang lain. Orang-orang dari keluarga ini tidak komplain mengenai calon kepala keluarga selanjutnya karena sudah tahu apa yang mereka lakukan setelah kematian kepala keluarga sekarang. Eryx Leander hanya perlu disingkirkan dengan mudah. Kehancurannya sudah bisa dipastikan. Sebab jika dia sampai menjadi kepala keluarga, akan jadi apa reputasi keluarga Leander?" batin Aeri.

"Tetapi, bagaimana bisa orang seperti itu membunuh kakakku? Ditambah kakakku dibunuh oleh orang seperti itu?" batin Aeri kesal.

"Apakah ada orang lain dibalik Kematian Kakakku tidak hanya Eryx Leander? Bahkan jika dia melakukannya, orang-orang dari keluarga ini akan mati-matian menutupi kasusnya. Sebab mereka bisa terseret karena Eryx masih bagian dari keluarga ini," batin Aeri.

"Dia sudah jelas ketakutan. Menanyakan kepada calon pengawalnya apakah mereka siap membunuh untuknya? Apakah ada yang mencoba membunuh dia? Bagaimana sebenarnya keluarga ini?" batin Aeri.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   102

    Setelah perbincangan beralih ke perihal gaji dan kecelakaan Felix, keheningan kembali menguasai kamar tidur utama paviliun barat. Aeri menekan seluruh gejolak emosinya, kembali memasang topeng "Gahensa" yang patuh, dan dengan telaten mengurus segala keperluan Eryx. Dia menyiapkan obat penenang dari tim medis, membantu membetulkan posisi perban di perut pria itu, hingga akhirnya Eryx memejamkan mata dan tertidur pulas di bawah pengaruh obat.Begitu deru napas Eryx terdengar konstan dan berat, Aeri bergerak tanpa suara. Mengambil kain lap dan beberapa peralatan pembersih, dia mulai menyeka sisa-sisa air hujan yang sempat terbawa masuk ke lantai marmer dekat balkon. Namun, itu hanyalah kedok. Sembari membersihkan tempat itu, Aeri menyelidiki setiap sudut kamar dengan jeli. Matanya menyisir sela-sela laci, kolong meja, hingga balik bingkai lukisan besar, berharap menemukan sisa-sisa rahasia yang mungkin Eryx sembunyikan—semacam kertas, dokumen, berkas Proyek Utama, atau petunjuk apa pun t

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   101

    Setelah punggung Kaeragha menghilang di balik pintu kaca lobi, suasana koridor kembali lengang. Keheningan yang tertinggal terasa pekat dan menekan, menyisakan ketegangan yang masih berdesir di udara. Eryx membalikkan tubuhnya perlahan, jubah kebesaran yang tersampir di pundaknya berdesir halus mengikuti pergerakannya. "Kau terluka lagi, Kak Gahensa," ucap Eryx tiba-tiba. Suaranya tidak lagi menggelegar penuh harga diri seperti saat menghadapi Kaeragha tadi. Nada bicaranya melunak, kembali pada intonasi rendah yang sarat akan perhatian posesif yang teramat akrab—dan teramat dibenci Aeri karena selalu berhasil menggoyahkan dinding pertahanannya. Aeri tersentak kecil di balik topeng penyamarannya. Dia buru-buru menyembunyikan telapak tangannya yang terbalut saputangan ke balik saku celana taktisnya. "Ini hanya luka kecil akibat pecahan kaca di kantor polisi kemarin, Tuan Muda. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Eryx tidak menjawab. Dia hanya menatap Aeri dengan sepasang manik ma

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   100

    Lobi Kediaman Utama Leander yang luas mendadak terasa menyempit. Aura intimidatif dari Kaeragha, berpadu dengan kekejaman laten yang menguar dari tubuh Eryx. Di antara mereka, Aeri berdiri tegak sebagai Gahensa, merasakan tatapan tajam Kaeragha seolah sedang menguliti topengnya lapis demi lapis. Pria itu belum lupa rasa sakit akibat serangan di jalan layang semalam, dan dia sepertinya sedang mencoba menyambungkan titik-titik yang meresahkan itu dengan kehadiran Aeri."Ada seseorang di balik layar, Eryx," suara Kaeragha memecah keheningan, matanya tak lepas dari wajah Aeri. "Seseorang yang cukup serius ingin mengorek kematian Felix hingga ke tulang-tulangnya. Ini bukan lagi sekadar bisingnya publik, tapi sabotase yang terencana. Kau harus lebih waspada."Eryx menanggapi dengan tawa dingin yang terdengar seperti gesekan pisau. Dia melirik Kaeragha dengan tatapan penuh penghinaan. "Kau bicara seolah kau peduli, Kaeragha. Padahal, sejak hari pertama Felix tewas, kau bahkan tidak menunjuk

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   99

    Setelah merangkak keluar dari pipa ventilasi, Aeri bergegas merapikan kembali seragam taktisnya di toilet lantai dua. Dia mengatur napasnya yang memburu, menghapus sisa abu besi yang menempel pada wajah penyamarannya, lalu melangkah kembali ke koridor luar ruang rapat dengan postur "Gahensa" yang tegak.Tidak lama kemudian, pintu mahagoni ruang rapat terbuka. Eryx melangkah keluar sendirian, jubah kebesarannya tampak sedikit longgar, memancarkan aura frustrasi yang jarang ia tunjukkan. Aeri segera menyambutnya dan berjalan di sampingnya menuju paviliun barat.Memanfaatkan situasi, Aeri memberanikan diri untuk bertanya soal rapatnya. "Bagaimana hasil rapatnya, Tuan Muda?"Eryx mendengus pendek, rahangnya mengeras. "Rapatnya masih belum selesai, Kak Gahensa. Dewan tetua masih belum menetapkan aku sebagai calon pewaris kepala keluarga yang sah. Mereka terlalu pengecut."Eryx menjeda langkahnya, menatap Aeri dengan sorot mata yang dipenuhi kejengkelan yang mendalam. "Mereka ketakutan kare

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   98

    Aeri melangkah dengan tergesa menuju lorong darurat yang sepi di sisi barat aula utama. Dadanya bergemuruh hebat, dipenuhi rasa frustrasi yang mendalam karena terbentur oleh tembok kerahasiaan keluarga Leander. Di dalam ruangan di ujung koridor sana, rapat rahasia yang akan menentukan nasib penyelidikan kematian kakaknya sedang berlangsung, dan dia dikunci di luar seperti orang asing.Dengan tangan yang masih gemetar menahan amarah, Aeri meraba saku taktisnya dan mengeluarkan gawai enkripsi khusus. Dia langsung menghubungi saluran anonim milik detektif terhebat di negara itu."Mereka sedang berkumpul di ruang rapat utama sekarang," bisik Aeri dengan nada bariton penyamarannya yang mendesak, matanya melirik tajam ke setiap sudut langit-langit untuk menghindari kamera pengawas. "Tiago, Selena, dan Eryx ada di dalam. Ini saatnya. Lakukan penyerangan sekarang juga ke kediaman ini. Gunakan wewenang pasukan kementerian untuk mendobrak mereka saat mereka sedang lengah!"Namun, di seberang sa

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   97

    Malam pelantikan yang agung itu tiba dengan kemegahan yang dingin. Riuh rendah musik klasik dan obrolan para petinggi distrik di aula utama Kediaman Leander terdengar samar hingga ke koridor ruang kerja Tiago yang sepi. Sesuai rencana Calixto, lampu indikator kamera pengawas di lorong itu mendadak mati, berkedip merah sebelum padam total selama lima belas menit.Aeri bergerak laksana bayangan. Menggunakan duplikat stempel digital Eryx yang berhasil ia kloning, ia menempelkannya pada panel pemindai pintu baja di balik tirai mahagoni.Klik. Pintu brankas terbuka tanpa suara.Jantung Aeri bertalu hebat saat jemarinya memilah tumpukan dokumen rahasia, arsip Proyek Utama, hingga mutasi rekening gelap faksi militer. Namun, nihil. Aeri tidak menemukan berkas apa pun soal kematian Felix. Lembar arsip untuk bulan tersebut kosong melompong, seolah sengaja dieliminasi dari sejarah keluarga.Aeri mengepalkan tangannya hingga gemetar. Dia yakin berkas itu sudah diamankan di tempat lain, karena Ery

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   05

    Pukul delapan pagi, Eryx muncul di ruang makan dengan penampilan yang membuat Aeri terdiam sejenak. Ia tidak bertelanjang dada seperti yang Aeri bayangkan. Sebaliknya, ia mengenakan kaus desainer yang pas di tubuh, celana rapi berpotongan presisi, dan arloji yang nilainya lebih tinggi dari gaji Ae

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   04

    Aeri datang lebih awal karena itu adalah cara untuk menunjukkan kepada Eryx Leander bahwa keputusannya untuk mengambil Gahensa Xan bukan kesalahan—itu adalah investasi dalam hidupnya sendiri.Maya, pembantu rumah tangga, terlihat terkejut melihat Aeri sudah di penthouse saat pagi buta."Tuan Eryx m

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   03

    "Gahensa Xan, tuan.""Gahensa," ulangi Eryx, melafalkannya dengan cara yang berlagak-lagak, seolah-olah nama itu adalah bahan lelucon. "Nama yang aneh. Kamu dari planet mana? Atau itu nama asli? Karena ini terdengar seperti nama yang dibuat saat ayahmu sedang mabuk dan ibu mu sedang—""Tuan," poto

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   02

    Enam bulan kemudian, Aeri masuk ke akademi keamanan elite dengan nama palsu dan identitas palsu yaitu Gahensa Xan. Selama enam bulan itu, dia berlatih sangat keras. Ketika kakaknya libur bekerja, dia biasanya cerita soal pekerjaannya termasuk bagaimana caranya menjadi seorang pengawal terlatih. Dan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status