Share

14

Author: Eselitaa
last update publish date: 2026-05-28 13:00:14

Pintu ganda yang menghubungkan area kolam renang dalam ruangan dengan lorong utama terbuka dengan sentakan kasar.

Langkah kaki yang berat dan berwibawa menggema di atas lantai marmer, memecah kesunyian tempat itu.

Tiago Leander berjalan masuk dengan aura yang begitu menekan. Wajahnya yang dihiasi garis-garis tegas usia paruh baya tampak mengeras, mencerminkan ketidaksenangan yang mendalam.

Di tangannya, kertas surat yang ditulis Aeri tadi merenyuk akibat cengkeraman yang terlalu kuat.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   27

    Pengawal itu menatap Aeri selama beberapa detik, seolah sedang menimbang-nimbang apakah informasi yang akan dia bagikan termasuk rahasia atau sekadar rahasia umum di kalangan internal Leander. Dia mengembuskan napas pelan, lalu mendekatkan wajahnya sedikit ke arah Aeri."Felix? Dia bekerja di bawah Tuan Kaeragha," bisik pengawal itu pelan.Aeri terpaku. Jantungnya serasa berhenti berdetak selama satu ketukan penuh. Kaeragha?Nama itu seketika memicu memori dalam ingatan Aeri. Pikiran Aeri langsung melesat kembali ke malam sebelum dia dan Eryx mengalami kecelakaan mobil yang hampir merenggut nyawa mereka. Malam itu, di dalam mobil yang melaju membelah rintik hujan, Eryx sempat mengumpat dan menyebut satu nama dengan nada luar biasa muak: Kaeragha. Eryx mendeskripsikannya sebagai pria yang hobi gonta-ganti pasangan.Aeri mengepalkan tangannya di dalam saku. Amarah sekaligus kebingungan bergaul menjadi satu di dadanya. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa kakaknya—Felix yang begitu disiplin,

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   26

    Aeri mencari informasi di internet soal Ozias Leander, si koleksi barang antik dari keluarga Leander. "Konyol sekali. Apakah tidak ada hal lain yang dibicarakan sangat serius selain ketampanannya?" batin Aeri. Di keluarga Leander, kalian harus tahu Ozias Leander, yang suka jalan-jalan ke alam terbuka untuk menemukan barang antik. Yang paling penting, dia adalah yang tertampan di keluarga Leander menurutku. Ketampanan Ozias sempat menjadi trending topik. Aeri merasa kesal jadi dia mengetik hubungan Ozias dengan kematian Felix. Namun jawaban yang Aeri temukan adalah hubungan Ozias dengan kematian Felix sama sekali tidak ada. Ozias tidak berada di TKP pada saat kematian Felix. Dia sedang bekerja di luar negeri dan begitu pulang setelah beberapa bulan langsung pergi ke makam Felix untuk memberinya bunga. Betapa baiknya Ozias. Meskipun begitu, aura Ozias tetap dingin. Ada kalanya dia bertindak licik dalam mencapai barang antik yang di inginkan nya. Ada perdebatan soa

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   25

    Aeri masih terpaku, membeku di bawah tatapan tajam Ozias yang seolah mampu menguliti seluruh rahasia di dalam jiwanya. Detik demi detik terasa seperti siksaan yang berjalan lambat. Tepat ketika Aeri baru saja akan membuka mulut untuk menyusun kebohongan demi menyelamatkan dirinya, sebuah gebrakan keras memotong keheningan di sudut kantin tersebut. BRAAKK! Sebuah bayangan melesat cepat, menerjang maju tanpa peringatan. Sebelum Ozias sempat menyadari apa yang terjadi, sebuah tinjuan mentah mendarat telak di rahang kirinya. Itu Eryx. Pemuda itu berdiri dengan napas yang memburu hebat, dadanya kembang kempis, dan wajahnya pucat pasi karena memaksakan diri berlari dari lantai atas dalam kondisi tubuh yang belum pulih. Jarum infus di punggung tangannya bahkan telah tercabut paksa, meninggalkan tetesan darah segar yang mengalir di sela-sela jarinya. Matanya menyala-nyala oleh amarah yang tak terkendali. "Jangan berani-berani menyentuhnya, Ozias!" geram Eryx, suaranya parau namun

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   24

    Tiago melangkah lebih dekat ke sisi ranjang, bayangannya yang besar seolah mengintimidasi isi ruangan. Ketegangan di wajah pria paruh baya itu belum surut, justru semakin pekat. Ia menatap Eryx dengan pandangan menyelidik, menuntut penjelasan yang masuk akal dari putra tunggalnya. "Eryx, dengarkan Ayah," kata Tiago, suaranya merendah namun penuh penekanan. "Ayah tidak asal bicara. Selama kamu tidak sadarkan diri, Ayah sudah mencari tahu. Ayah mendengar banyak hal soal Gahensa dari teman-temannya di akademi. Mereka semua mengatakan hal yang sama: pengawalmu itu bersikap sangat aneh dan sangat berbeda dari orang-orang pada umumnya." Eryx memalingkan wajah, enggan menatap mata ayahnya. "Dia hanya menjalankan tugasnya dengan baik, Ayah. Tidak ada yang aneh dari dirinya." "Jangan naif, Eryx!" potong Tiago tajam. "Keanehannya bukan cuma soal sikap. Ayah sudah meminta orang untuk memeriksa latar belakangnya secara menyeluruh, dan tahu apa yang kami temukan? Latar belakang dan asal-us

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   23

    "Eryx," suara berat Tiago memecah kesunyian. "Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu diam tak bergeming seperti itu sejak tadi?" Eryx tidak bergerak, bahkan tidak berkedip. Melihat itu, Ozias akhirnya berbicara lagi. "Paman, kata suster yang menjaganya tadi, sejak Eryx sadar, kondisinya memang sudah seperti itu. Dia sama sekali tidak merespons siapa pun." Tiago menghela napas berat, rahangnya mengeras. Namun, tepat saat Tiago hendak memanggil dokter, bibir Eryx yang kering bergerak sedikit. Suaranya terdengar parau dan sangat pelan, namun sarat akan ketegangan. "Apakah... ayah menghabisi pengawalku?" Pertanyaan itu meluncur begitu saja, membuat suasana kamar seketika mendingin. Tiago sedikit terkejut, namun dengan cepat ia menggelengkan kepalanya. Tiago akhirnya mempercayai Gahensa. Tampaknya pria itu benar. Yang ikut campur urusan menyetir adalah Eryx. Apakah Eryx menjadi tidak bergeming seperti itu karena pengawalnya? Sekarang, apakah Eryx sedang merasa bersalah? "Tidak,

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   22

    Tamparan yang sangat keras diterima Aeri lagi. Pelakunya adalah orang yang sama lagi. "Bagaimana bisa kau membiarkan ini terjadi ketika banyak yang menginginkan kematian Eryx? Apakah kau sengaja? Apakah kau juga musuhnya?" tanya Tiago tajam. Kedua mata Tiago tidak luput dari Aeri yang menundukkan kepalanya dalam-dalam. Aeri menahan sakit tetapi tidak meringis akibat tamparan Tiago. "Maafkan saya, tuan Leander. Tetapi saya benar-benar tidak bermaksud menabrakkan mobil ke arah yang salah. Tuan muda merebut setir saya," kata Aeri terus membela diri. Tiago menggelengkan kepalanya tidak percaya. Di benaknya, Tiago sebenarnya percaya tetapi dia masih ragu-ragu. Karena bisa jadi ini adalah perbuatan Gahensa yang mana dia punya rencana tersembunyi untuk membunuh Eryx. Namun jika memang benar seperti yang dikatakan Gahensa Eryx melakukan hal senekat itu, pastinya alasannya karena dia sudah mendorongnya untuk menemui Lyra Xan dan meminta maaf. Eryx adalah tipe yang jika

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status