Accueil / Romansa / Pengawal Setia Gadis Buta / Bab 1. Bodyguard Baru

Partager

Pengawal Setia Gadis Buta
Pengawal Setia Gadis Buta
Auteur: SecretAK

Bab 1. Bodyguard Baru

Auteur: SecretAK
last update Date de publication: 2025-04-08 15:36:24

“Kau hampir saja ditabrak taksi, Sasha!” seru Harris, suaranya bergetar antara marah dan cemas. “Apa kau benar-benar baik-baik saja?”

Ruang tamu rumah keluarga Vanderbilt dipenuhi ketegangan yang menyesakkan. Harris Vanderbilt berdiri tegak di hadapan putrinya, Sasha, yang duduk tenang di sofa. Meskipun wajahnya pucat, Sasha mencoba tersenyum untuk menenangkan ayahnya.

Sasha mengangguk lembut. “Ayah, aku baik-baik saja. Aku memang terjatuh, tapi tidak terluka. Lagipula, aku tidak sendirian. Ada pria yang menolongku dan mengantarku pulang.”

Mendengar itu, Harris menoleh tajam ke arah pria yang berdiri di dekat pintu. Pria itu, Simon, membalas tatapan Harris dengan tenang, meskipun jelas dia tak mengira akan diselidiki seperti ini.

“Siapa kau?” tanya Harris dengan nada tegas. “Dan bagaimana kau bisa menemukan putriku? Apa yang sebenarnya terjadi pada Sasha?”

Simon menarik napas dalam sebelum menjawab. Dia tampak seperti pria berusia tiga puluhan yang tangguh, wajahnya keras tetapi penuh ketenangan, membawa aura misteri yang sulit dibaca. “Saya Simon Neels, kebetulan tadi saya sedang berada di dekat pusat kota ketika melihat kejadian itu. Seseorang … mencoba mendekati putri Anda. Awalnya dia hanya berpura-pura baik, lalu berbalik menjadi ancaman.”

Harris mengerutkan kening. “Ancaman?”

Simon mengangguk, nadanya mulai serius. “Pria itu mencoba menggoda Sasha, tapi saat dia menyadari bahwa Sasha tidak bisa melihat, dia memanfaatkan situasi untuk menjambret tasnya.”

Sasha menghela napas, meremas jemarinya. “Aku berusaha mempertahankan tasku, Ayah, tapi pria itu menariknya dengan kuat. Aku terseret … sampai aku hampir jatuh ke tengah jalan.”

“Apa pentingnya tasmu, Sasha. Astaga. Nyawamu lebih penting, Sayang.” Mata Harris membesar, sorot ketakutan jelas tampak di wajahnya. “Dan … taksi itu?”

Simon menunduk sejenak, lalu menatap Harris dengan tenang. “Ya, sebuah taksi melintas tepat saat Sasha hampir terseret ke jalan. Saya berlari dan menariknya ke tepi sebelum hal buruk terjadi. Dan maaf saya jika saya lancang, saya mengantar putri Anda pulang hanya ingin memastikan dia sampai di rumah dengan selamat.”

Sasha tersenyum kecil, berusaha meredakan ketegangan yang terasa di ruangan itu. “Dia sudah menyelamatkan aku, Ayah. Kalau bukan karena dia, mungkin aku takkan berada di sini sekarang.”

Harris menarik napas panjang, membiarkan ketegangan yang masih mengganjal di dadanya perlahan mereda. Rasa syukur dan lega kini memenuhi wajahnya, menggantikan amarah dan kecemasan yang semula terpancar di matanya.

“Terima kasih, Simon. Kau telah menyelamatkan putriku dan membawanya pulang dengan selamat. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau kau tidak datang tepat waktu,” ucap Harris dengan ketulusan yang jarang terlihat. Dia menatap Simon sejenak, lalu melanjutkan, “Katakan padaku, apa ada sesuatu yang kau inginkan sebagai imbalan? Aku bisa membelikannya untukmu, apa pun itu.”

Simon tersenyum samar, lalu menggeleng. “Sebenarnya, ada sesuatu yang lebih saya butuhkan, Tuan.”

“Oh?” Harris menaikkan alisnya, tertarik dengan jawaban Simon yang tidak biasa.

“Saya baru saja kehilangan pekerjaan sebagai bodyguard keluarga Walikota,” jelas Simon sambil menunduk sedikit. “Putri Walikota akan melanjutkan sekolah ke luar negeri, jadi mereka tidak membutuhkan perlindungan lagi. Saya ingin mencari pekerjaan baru yang tetap, dan ... sepertinya ini kesempatan yang pas untuk bertanya.”

Harris terdiam sejenak, memikirkan ucapan Simon. Sementara Sasha terkejut dengan arah pembicaraan Simon.

“Kalau begitu, kebetulan sekali.” Harris akhirnya tersenyum, tampak puas dengan arah pembicaraan ini. “Aku akan pergi selama beberapa bulan ke Texas. Akan sangat baik jika ada seseorang sepertimu untuk menjaga Sasha selama aku tidak di sini.”

Simon mengangguk, matanya beralih ke arah Sasha, yang kini terlihat syok dan penuh rasa tidak percaya. “Saya akan sangat senang bisa menjaga Sasha, Tuan. Saya pastikan dia akan aman.”

Harris menepuk pundak Simon dengan percaya diri. “Baiklah, Simon. Mulai hari ini, kau resmi bekerja untukku.”

Sasha merasakan wajahnya memanas saat mendengar keputusan ayahnya. “Ayah, aku tidak membutuhkan bodyguard,” katanya, mencoba untuk tetap tenang meski suaranya terdengar sedikit tajam. “Aku bisa menjaga diriku sendiri.”

Harris mendengus pelan. “Benarkah, Sasha? Apa kejadian tadi belum cukup untuk membuktikan bahwa kau tidak bisa menjaga diri?”

Sasha menggigit bibir, merasa sedikit terpojok. “Ayah, kejadian tadi hanya karena Annete sedang ke toilet. Kalau dia ada di sana, semuanya pasti baik-baik saja,” kilahnya. “Aku janji, aku tidak akan pernah sendirian lagi di tempat umum. Aku akan ikut ke mana pun Annete pergi.”

Harris memandangnya lama, jelas tidak terpengaruh oleh argumen Sasha. “Dan berapa sering Annete bisa menemanimu, Sasha? Kau tahu dia sibuk dengan pekerjaannya sebagai fashion desainer. Sekalipun dia setia dan selalu meluangkan waktu untukmu sebulan sekali, itu tidak cukup.”

Sasha menghela napas dalam-dalam. Dia tahu ayahnya benar; Annete, sahabat yang dikenalnya sejak kuliah, memang sering kali terlalu sibuk untuk selalu bersamanya. Akan tetapi Sasha tidak ingin menyerah begitu saja. “Ayah, aku tidak suka diawasi sepanjang waktu. Aku tidak nyaman punya orang asing yang terus-menerus membuntutiku.”

Harris tersenyum tipis, tetapi sorot matanya tegas. “Simon bukan orang asing lagi. Dia menyelamatkanmu hari ini, Sasha. Dan ini bukan tentang apa yang kau suka atau tidak suka. Ayah mempekerjakannya demi kebaikanmu.”

Nada suara Harris yang tegas membuat Sasha terdiam. Dia tahu ayahnya jarang membuat keputusan sepihak, tetapi sekali ayahnya mengambil keputusan, biasanya tidak ada ruang untuk penolakan.

“Jadi Ayah minta kau menerima keputusan ini,” lanjut Harris, tatapannya melunak sedikit. “Ayah hanya ingin memastikan bahwa kau aman, terutama saat aku pergi nanti. Demi kebaikanmu, Sasha.”

Sasha sangat mengenal sang ayah dan tahu bahwa tidak ada yang bisa dia katakan untuk mengubah pendapat Harris. Dengan perasaan yang campur aduk, dia mengangguk kecil, meskipun jauh di dalam hatinya ada perasaan tidak puas. Simon yang kini berdiri tak jauh dari mereka, hanya menunduk sopan, tampak tenang seolah sudah siap menjalankan tugas barunya.

Di balik rasa kesalnya, Sasha tak bisa menampik bahwa kehadiran Simon membuat perasaannya sedikit berubah, meskipun dia masih belum siap menerima kenyataan bahwa pria itu kini adalah pengawalnya.

---

Beberapa hari sebelumnya, Simon duduk di kantornya bersama sang asisten pribadi, Josie. Di meja, terhampar berkas-berkas tebal berisi profil para calon istri yang direkomendasikan ayahnya. Salah satu berkas menarik perhatian Simon, Sasha Vanderbilt.

“Sasha Vanderbilt,” gumam Simon sambil membaca profilnya. “Buta, tidak banyak bicara, dan putri tunggal dari konglomerat Vanderbilt. Sempurna.”

Josie mengangguk setuju. “Dia memang calon yang ideal, Tuan. Dia cantik, kaya, tidak banyak tuntutan, dan tidak akan mengganggu bisnis keluarga.”

Simon tersenyum sinis. “Tapi bagaimana caranya agar dia mau menikah denganku? Dia pasti sudah banyak menolak lamaran.”

“Kita bisa menggunakan pendekatan yang berbeda,” jawab Josie. “Misalnya, Tuan bisa berpura-pura menjadi bodyguard-nya. Kita bisa memanfaatkan rasa kesepian dan ketergantungan Nona Vanderbilt.”

Simon pun menyeringai. “Ide bagus, Josie. Kita mulai lusa.”

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Pengawal Setia Gadis Buta   Bab 55. Cukup Bertiga

    Simon Kingsley sedang berbincang santai dengan ayahnya, Robert, di ruang kerja besar di kediaman keluarga Kingsley. Suasana rumah itu tenang, dengan aroma teh hangat yang baru saja disajikan oleh Emma. Sasha sedang duduk di ruang keluarga bersama Emma, membicarakan rencana menyambut bayi yang tinggal beberapa minggu lagi lahir.Namun, ketenangan itu tiba-tiba pecah saat terdengar suara kecil dari Sasha. “Simon!” panggilnya, suaranya terdengar panik.Simon segera berlari ke ruang keluarga, menemukan Sasha duduk dengan wajah pucat sambil memegang perutnya. “Apa yang terjadi, Sayang?” tanyanya cemas.Sasha meringis kesakitan. “Aku ... aku rasa kontraksi. Dan—” Ia berhenti berbicara sejenak, matanya membesar saat melihat cairan mulai mengalir di lantai. “Air ketubanku pecah!”“Astaga!” Emma langsung berdiri, wajahnya penuh kekhawatiran. “Simon, cepat! Kita harus membawa Sasha ke rumah sak

  • Pengawal Setia Gadis Buta   Bab 54. Melegakan

    Setelah menyaksikan wawancara Simon di layar televisi, Sasha menghela napas panjang. Perasaan lega mengalir di dalam dirinya, tetapi di balik itu ada rasa bersalah yang perlahan-lahan menyeruak. Ia telah sempat meragukan suaminya, meskipun Simon berulang kali menunjukkan dedikasi dan cintanya.Sasha duduk di sofa ruang tamu penthouse mereka, memandangi layar ponsel yang telah beberapa kali ia periksa. Waktu terus berjalan, tetapi Simon belum juga pulang. Biasanya, setelah menghadapi situasi sulit seperti ini, Simon akan segera kembali ke rumah untuk bersama dengannya.Rasa khawatir mulai menyelimuti Sasha. Ia akhirnya memutuskan untuk menelepon Joicy, asisten Simon yang selalu tahu keberadaan suaminya. Panggilan tersambung, dan suara Joicy terdengar di ujung sana.“Halo, Joicy. Maaf mengganggumu, tapi aku ingin tahu, di mana Simon sekarang?” tanya Sasha dengan nada hati-hati.Joicy terdiam sesaat sebelum menjawab. “Dia sedang menemui ses

  • Pengawal Setia Gadis Buta   Bab 53. Membersihkan Kotoran

    Simon terhuyung, memegangi pipinya yang kini memerah akibat tinju keras Harris.“Kita bisa bicarakan ini baik-baik, Harris!” seru Robert, ayah Simon, sambil berusaha menarik Harris menjauh. Sasha berdiri terpaku, tubuhnya gemetar melihat ayahnya yang biasanya tenang berubah menjadi sosok yang begitu penuh amarah.“Kau tahu apa yang dia lakukan, Robert?” Harris menuding Simon dengan mata membelalak. “Anakmu ini mempermalukan keluarga kita! Bagaimana bisa dia menghamili wanita lain?!”Sasha ternganga, matanya melebar. “Apa?!” katanya dengan

  • Pengawal Setia Gadis Buta   Bab 52. Ledakan Gairah (21+)

    Tanpa banyak kata lagi, Simon meraih Sasha ke dalam pelukannya. Pelukan itu erat namun penuh kehati-hatian, seolah ia memeluk sesuatu yang rapuh namun sangat berharga. Bibirnya mengecup dahi Sasha sebelum beralih ke pipi, lalu berhenti di bibirnya yang penuh. Kecupan mereka dimulai dengan lembut, perlahan semakin dalam dan penuh emosi.“Simon, sssshhhhh….”Ia menatap Sasha lama, seakan ingin menyimpan setiap detil momen ini dalam ingatannya. “Aku ingin kau tahu, aku akan selalu menjagamu, dengan cara apa pun,” katanya pelan, suaranya penuh ketulusan.Sasha mengangguk, matanya berkaca-kaca oleh emosi.Ketika Simon melanjutkan ciumannya, sentuhan mereka tetap lembut. Hasrat yang terasa meledak-ledak dalam dirinya tak membuatnya terburu-buru. Ia memastikan setiap gerakannya tidak hanya membawa kenikmatan, tapi juga rasa aman bagi Sasha. Ia mengeksplorasi perasaan mereka, bukan hanya hasrat fisik, tetapi juga cinta mendalam yang

  • Pengawal Setia Gadis Buta   Bab 51. Gangguan Kecil

    Simon dan Sasha akhirnya bertemu dengan dokter kandungan mereka, Dr. Milea Grande, yang terkenal dengan keahliannya menangani kehamilan berisiko. Setelah pemeriksaan mendalam, Dr. Grande memberikan kabar yang sangat melegakan.“Kandunganmu cukup kuat, Sasha. Jadi, hubungan suami istri diperbolehkan, asalkan tidak terlalu intens atau membuat kau kelelahan,” jelasnya dengan senyuman lembut.Sasha, yang merasa malu sekaligus lega, mengangguk pelan. Simon, di sisi lain, merasa seperti mendapat lampu hijau setelah sekian lama menahan diri. Mereka berdua saling melirik penuh arti, memahami bahwa momen kebersamaan mereka akan terasa lebih istimewa dari sebelumnya.Selain itu, Dr. Grande memberikan resep untuk membantu meredakan morning sickness yang cukup sering dialami Sasha. “Pastikan istirahat cukup dan konsumsi makanan bergizi,” tambah Dr. Grande. “Dan Simon, pastikan kau menjaga perasaan istrimu. Ini bukan hanya untuk kesehatan mental

  • Pengawal Setia Gadis Buta   Bab 50. Rindu Sentuhannya

    Beberapa hari setelah kondisi Sasha mulai membaik, suasana rumah sakit tempat ia dirawat terasa lebih tenang. Meskipun tubuhnya masih lemah, warna di wajah Sasha perlahan kembali. Namun, kehadiran pihak kepolisian pada pagi itu membawa ketegangan baru yang tak bisa dihindari.Simon berdiri di sudut ruangan, wajahnya tegang. Ia mendampingi Sasha saat seorang detektif datang untuk meminta keterangan resmi. Sasha duduk di tempat tidur, tangannya menggenggam selimut dengan erat. Meskipun tubuhnya sudah pulih, pikirannya masih terbayang-bayang kejadian yang ia alami di pulau terpencil itu.“Bu Sasha, kami paham ini sulit,” ujar detektif dengan nada lembut. “Tapi kesaksian Anda sangat penting untuk mengungkap kasus ini.”Sasha menarik napas panjang, menenangkan diri. “Baik, saya akan menjawab sejujurnya,” katanya pelan.Ia mulai menceritakan semuanya, bagaimana Kael menculiknya, bagaimana ia merasa terjebak di pulau terpencil

  • Pengawal Setia Gadis Buta   Bab 2. Mulai Nyaman

    “Kurasa Sasha tidak akan menerimamu dengan mudah, tapi dia gadis yang baik. Aku yakin dia tidak akan terlalu merepotkanmu. Cukup jaga dia dengan baik selama aku pergi, dan aku akan memberimu imbalan yang besar ketika kembali nanti.”“Baik, Tuan.”Harris kemudian memperkenalkan Simon pada tiga pelaya

  • Pengawal Setia Gadis Buta   Bab 6. Hanya Wanita Buta

    Sasha meraba-raba meja di ruang tengah, mencoba mencari kain lap yang biasa diletakkan di dekatnya. Akan tetapi tangannya hanya menyentuh permukaan meja yang basah, jejak dari segelas susu yang baru saja dia tumpahkan. Dengan sedikit panik, dia memanggil, “Dorothy! Dorothy, bisa ke sini sebentar?”D

  • Pengawal Setia Gadis Buta   Bab 4. Insiden

    “Nancy,” suara Sasha lembut tapi tegas, “Bisa tolong bantu bereskan meja?”Sore itu, udara taman terasa sejuk, dengan embus angin yang perlahan mulai menyejukkan kulit. Sasha duduk di bangku taman, baru saja selesai menikmati secangkir teh. Salah satu pelayan bernama Nancy, tengah sibuk menyiram tan

  • Pengawal Setia Gadis Buta   Bab 3. Berbeda

    “Apa kau sangat membutuhkan pekerjaan ini?” tanya Sasha dengan suara lembut. Sasha merasa gelisah dengan perkataan Simon. Dia tidak mau ada yang kehilangan pekerjaan hanya karena dirinya.Simon berdiri di belakangnya, mengamati reaksi Sasha atas keputusannya dengan hati-hati. Sejak pertama kali dian

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status