author-banner
SecretAK
SecretAK
Author

Novels by SecretAK

Pengawal Setia Gadis Buta

Pengawal Setia Gadis Buta

Gadis buta ini baru mengetahui kalau bodyguard-nya ternyata seorang pewaris dari konglomerat paling berpengaruh di kotanya. Sasha Vanderbilt, yang kehilangan penglihatan dan ibunya dalam kecelakaan tragis, menjalani hidupnya dengan satu prinsip: jangan bergantung pada belas kasihan siapa pun. Namun kedatangan Simon, bodyguard dengan sikap dingin dan penuh perhatian, perlahan mengisi kehampaan dalam dunianya. Tanpa sepengetahuan Sasha, Simon Kingsley sebenarnya bukan sekadar pelindung. Pewaris Kingsley Corp itu menyamar demi memenuhi desakan keluarganya untuk segera menikah. Namun, rencana Simon berubah saat dia menemukan sesuatu yang lebih dari sekadar kewajiban dalam diri Sasha—kehangatan yang selama ini dia cari. Ketika rahasia besar Simon terbongkar, Sasha merasa dikhianati oleh orang yang telah ia percayai sepenuhnya. Apakah perhatian Simon selama ini hanyalah bagian dari sandiwara? Atau ada perasaan tulus di balik kebohongan itu? Di tengah cinta, kebohongan, dan rahasia yang tak terduga, Sasha harus memutuskan: melanjutkan hubungan yang dibangun di atas kepalsuan atau pergi dan memulai kembali? Bisakah hati yang terluka menemukan kepercayaan lagi? Atau semua ini akan berakhir dalam kegelapan?
Read
Chapter: Bab 55. Cukup Bertiga
Simon Kingsley sedang berbincang santai dengan ayahnya, Robert, di ruang kerja besar di kediaman keluarga Kingsley. Suasana rumah itu tenang, dengan aroma teh hangat yang baru saja disajikan oleh Emma. Sasha sedang duduk di ruang keluarga bersama Emma, membicarakan rencana menyambut bayi yang tinggal beberapa minggu lagi lahir.Namun, ketenangan itu tiba-tiba pecah saat terdengar suara kecil dari Sasha. “Simon!” panggilnya, suaranya terdengar panik.Simon segera berlari ke ruang keluarga, menemukan Sasha duduk dengan wajah pucat sambil memegang perutnya. “Apa yang terjadi, Sayang?” tanyanya cemas.Sasha meringis kesakitan. “Aku ... aku rasa kontraksi. Dan—” Ia berhenti berbicara sejenak, matanya membesar saat melihat cairan mulai mengalir di lantai. “Air ketubanku pecah!”“Astaga!” Emma langsung berdiri, wajahnya penuh kekhawatiran. “Simon, cepat! Kita harus membawa Sasha ke rumah sak
Last Updated: 2026-05-12
Chapter: Bab 54. Melegakan
Setelah menyaksikan wawancara Simon di layar televisi, Sasha menghela napas panjang. Perasaan lega mengalir di dalam dirinya, tetapi di balik itu ada rasa bersalah yang perlahan-lahan menyeruak. Ia telah sempat meragukan suaminya, meskipun Simon berulang kali menunjukkan dedikasi dan cintanya.Sasha duduk di sofa ruang tamu penthouse mereka, memandangi layar ponsel yang telah beberapa kali ia periksa. Waktu terus berjalan, tetapi Simon belum juga pulang. Biasanya, setelah menghadapi situasi sulit seperti ini, Simon akan segera kembali ke rumah untuk bersama dengannya.Rasa khawatir mulai menyelimuti Sasha. Ia akhirnya memutuskan untuk menelepon Joicy, asisten Simon yang selalu tahu keberadaan suaminya. Panggilan tersambung, dan suara Joicy terdengar di ujung sana.“Halo, Joicy. Maaf mengganggumu, tapi aku ingin tahu, di mana Simon sekarang?” tanya Sasha dengan nada hati-hati.Joicy terdiam sesaat sebelum menjawab. “Dia sedang menemui ses
Last Updated: 2026-05-12
Chapter: Bab 53. Membersihkan Kotoran
Simon terhuyung, memegangi pipinya yang kini memerah akibat tinju keras Harris.“Kita bisa bicarakan ini baik-baik, Harris!” seru Robert, ayah Simon, sambil berusaha menarik Harris menjauh. Sasha berdiri terpaku, tubuhnya gemetar melihat ayahnya yang biasanya tenang berubah menjadi sosok yang begitu penuh amarah.“Kau tahu apa yang dia lakukan, Robert?” Harris menuding Simon dengan mata membelalak. “Anakmu ini mempermalukan keluarga kita! Bagaimana bisa dia menghamili wanita lain?!”Sasha ternganga, matanya melebar. “Apa?!” katanya dengan
Last Updated: 2026-05-11
Chapter: Bab 52. Ledakan Gairah (21+)
Tanpa banyak kata lagi, Simon meraih Sasha ke dalam pelukannya. Pelukan itu erat namun penuh kehati-hatian, seolah ia memeluk sesuatu yang rapuh namun sangat berharga. Bibirnya mengecup dahi Sasha sebelum beralih ke pipi, lalu berhenti di bibirnya yang penuh. Kecupan mereka dimulai dengan lembut, perlahan semakin dalam dan penuh emosi.“Simon, sssshhhhh….”Ia menatap Sasha lama, seakan ingin menyimpan setiap detil momen ini dalam ingatannya. “Aku ingin kau tahu, aku akan selalu menjagamu, dengan cara apa pun,” katanya pelan, suaranya penuh ketulusan.Sasha mengangguk, matanya berkaca-kaca oleh emosi.Ketika Simon melanjutkan ciumannya, sentuhan mereka tetap lembut. Hasrat yang terasa meledak-ledak dalam dirinya tak membuatnya terburu-buru. Ia memastikan setiap gerakannya tidak hanya membawa kenikmatan, tapi juga rasa aman bagi Sasha. Ia mengeksplorasi perasaan mereka, bukan hanya hasrat fisik, tetapi juga cinta mendalam yang
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: Bab 51. Gangguan Kecil
Simon dan Sasha akhirnya bertemu dengan dokter kandungan mereka, Dr. Milea Grande, yang terkenal dengan keahliannya menangani kehamilan berisiko. Setelah pemeriksaan mendalam, Dr. Grande memberikan kabar yang sangat melegakan.“Kandunganmu cukup kuat, Sasha. Jadi, hubungan suami istri diperbolehkan, asalkan tidak terlalu intens atau membuat kau kelelahan,” jelasnya dengan senyuman lembut.Sasha, yang merasa malu sekaligus lega, mengangguk pelan. Simon, di sisi lain, merasa seperti mendapat lampu hijau setelah sekian lama menahan diri. Mereka berdua saling melirik penuh arti, memahami bahwa momen kebersamaan mereka akan terasa lebih istimewa dari sebelumnya.Selain itu, Dr. Grande memberikan resep untuk membantu meredakan morning sickness yang cukup sering dialami Sasha. “Pastikan istirahat cukup dan konsumsi makanan bergizi,” tambah Dr. Grande. “Dan Simon, pastikan kau menjaga perasaan istrimu. Ini bukan hanya untuk kesehatan mental
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: Bab 50. Rindu Sentuhannya
Beberapa hari setelah kondisi Sasha mulai membaik, suasana rumah sakit tempat ia dirawat terasa lebih tenang. Meskipun tubuhnya masih lemah, warna di wajah Sasha perlahan kembali. Namun, kehadiran pihak kepolisian pada pagi itu membawa ketegangan baru yang tak bisa dihindari.Simon berdiri di sudut ruangan, wajahnya tegang. Ia mendampingi Sasha saat seorang detektif datang untuk meminta keterangan resmi. Sasha duduk di tempat tidur, tangannya menggenggam selimut dengan erat. Meskipun tubuhnya sudah pulih, pikirannya masih terbayang-bayang kejadian yang ia alami di pulau terpencil itu.“Bu Sasha, kami paham ini sulit,” ujar detektif dengan nada lembut. “Tapi kesaksian Anda sangat penting untuk mengungkap kasus ini.”Sasha menarik napas panjang, menenangkan diri. “Baik, saya akan menjawab sejujurnya,” katanya pelan.Ia mulai menceritakan semuanya, bagaimana Kael menculiknya, bagaimana ia merasa terjebak di pulau terpencil
Last Updated: 2026-05-09
Ternyata Bosku Mantanku

Ternyata Bosku Mantanku

“Jika mencintaimu terlalu berat, maka melepaskanmu adalah pilihan terbaik.” Bara hanya mencintai Bintang, begitupun sebaliknya Bintang hanya mencintai Bara. Namun, sayangnya kisah cinta mereka tak sesederhana itu. Ada jurang yang menghalangi dua insan yang saling mencintai. Mereka bagaikan dua samudera yang tak akan mungkin bisa dipersatukan. Bintang menyerah, dan Bara memperjuangkan. Seakan cinta tak setara, tapi faktanya cinta mereka sangat besar. Hanya saja banyak orang di sekeliling mereka yang berusaha memisahkan. Badai selalu menerpa, membuat cinta mereka goyah. Kisah ini harusnya sudah usai bagi Bintang, tapi tidak bagi Bara.
Read
Chapter: Bab 135. Ending Scene (TAMAT)
Long weekend adalah waktu yang ditunggu-tunggu. Bara menepati janjinya mengajak istri dan anak-anaknya ke Bali. Pun kebetulan kedua orang tua Bara sekarang sedang ada di Perth menghadiri pertemuan teman lama orang tua Bara.Sebenarnya Bara ingin mengajak istri dan anaknya berlibur ke Amerika, tetapi karena libur sekolah Bima hanya karena long weekend, jadi tak memungkinkan untuk Bara mengajak istri dan anak-anaknya ke Amerika. Akan tetapi, meski hanya libur singkat ke Bali, tentunya pagi ceriah itu sudah ramai dengan suara Bima yang riuh gembira. Pelayan sudah tampak sibuk memindahkan pakaian yang akan dibawa. Tentu Bintang tak sendiri dalam menyiapkan pakaian. Wanita itu dibantu oleh para pelayan.Long weekend ini, Bara dan Bintang mengkhususkan liburan tanpa pengasuh. Mereka mengizinkan untuk Mbok Inem ataupun pengasuh Belleza untuk berlibur tanpa mengurus anak-anak mereka. Adapun alasan, karena mereka ingin benar-benar menikmati liburan bersama, tanpa adanya orang lain.“Papa! Bim
Last Updated: 2025-09-24
Chapter: Bab 134. Extra Part VIII
Menyiapkan malam malam adalah hal biasa untuk Bintang. Namun, tentu wanita itu tidak sendirian. Para pelayan membantunya dalam menyiapkan makanan lezat. Bara dan Bima sangat menyukai masakan Bintang, jadi wajar kalau Bintang selalu membuatkan makanan untuk suami dan putranya. Sementara Belleza—si kecil juga turut dibuatkan makanan. Usia Belleza sudah dua tahun. Tidak hanya susu yang menjadi asupan utama, tapi ada makanan pendukung lain.Saat makanan sudah siap berada di atas meja, Bara dan Bima muncul. Mereka duduk di kursi meja makan, sedangkan Belleza sayangnya sudah tertidur. Balita cantik itu sudah makan duluan. Jadi, wajar kalau sekarang Belleza sudah terlelap.“Wah! Mama masak makanan kesukaan Bima!” seru Bima riang.Bintang tersenyum, dan duduk di kursi meja makan. “Mama buatin makanan kesukaan Bima, dan juga masakin makanan kesukaan Papa.”Bima tampak semangat. Bocah laki-laki itu langsung lahap menikmati makanan yang dibuatkan oleh ibunya. Pun Bara juga turut menyantap makana
Last Updated: 2025-09-24
Chapter: Bab 133. Extra Part VII
Mendapatkan panggilan telepon dari sekolah Bima, tentu membuat jantung Bintang nyaris ingin copot. Pasalnya selama ini, Bima tak pernah melakukan masalah apa pun. Putra kecilnya itu bisa dikatakan adalah anak yang baik dan patuh pada guru. Namun, di kala wali kelas mengatakan Bima melakukan kesalahan, membuat otak Bintang mendadak pusing luar biasa.Ya, Bintang datang ke sekolah Bima, tanpa bilang dulu pada Bara. Bukan tak mau cerita, tetapi dia tak ingin mengganggu suaminya yang sedang bekerja. Jadi, lebih baik baginya menyelesaikan sendiri masalah ini. Lagi pula, ini memang sudah menjadi tugasnya.“Bu,” sapa Mbok Inem di kala melihat Bima datang ke sekolah.Bintang menatap Mbok Inem dengan tatapan gelisah. “Mbok, ada apa? Bima lakuin kesalahan apa?” tanyanya penasaran.Mbok Inem tampak cemas. “Bu, mungkin lebih baik wali kelas yang cerita ke ibu. Saya takut kalau saya yang jawab malah saya salah bicara.”“Sekarang Bima di mana?” tanya Bintang, mencoba untuk tetap tenang.“Bima ada d
Last Updated: 2025-09-24
Chapter: Bab 132. Extra Part VI
Pagi menyapa, Bara sudah datang ke kantor lebih awal. Pria tampan itu memiliki meeting penting dengan salah satu klien dari Tokyo. Dia bahkan tidak sarapan di rumah, karena tadi bertemu dengan klien—yang kebetulan meminta bertemu dengannya di pagi hari.Dia kini sudah ada di ruang kerjanya, duduk dengan raut wajah serius melihat laporan yang diberikan oleh sekretarisnya. Bintang sudah tak lagi bekerja di Gunaraya Group, membuat Bara memang sekarang memiliki sekretaris baru. Namun, meski sudah memiliki sekretaris baru, tentunya dia meminta pendapat Bintang tentang sekretaris barunya.Suara ketukan pintu terdengar, Bara yang sedang fokus melihat laporan langsung teralih ke arah pintu—dan meminta orang yang mengetuk pintu untuk segera masuk ke dalam.“Pak, maaf saya ganggu,” ucap Andi di kala masuk ke dalam ruang kerja Bara.“Ada apa?” tanya Bara dengan nada datar.“Pak, di depan ada Pak Mario ingin bertemu Anda. Apa Anda ingin menemui beliau?” tanya Andi sopan, dan seketika membuat Bara
Last Updated: 2025-09-24
Chapter: Bab 131. Extra Part V 
Waktu menunjukkan pukul enam sore. Bintang sudah kembali ke rumah, begitu juga dengan Wilona yang sudah kembali. Hari yang menyenangkan, tetapi ada perasaan khawatir. Ya, bagaimana tidak? Bintang tadi hampir menjadi korban kejahatan. Namun, untungnya dia bisa selamat.Bintang baik-baik saja, tapi entah dia tak tahu nasib pencopet itu. Bisa dikatakan orang-orang banyak yang membantunya, mengantarkan pencopet pada pihak berwajib. Jadi, dia tak perlu harus dipusingkan.Wanita cantik itu kini melangkah menuju kamar mandi, dan memutuskan untuk membersihkan tubuhnya. Pun barang belanjaannya tadi sudah dia pindahkan ke walk-in closet. Waktu bersama dengan Wilona cukup membuatnya sangat terhibur.Belleza sedang bersama dengan pengasuh. Itu yang membuat Bintang bisa jauh lebih tenang. Memang hadirnya pengasuh cukup membantu Bintang, jika ingin memiliki waktu berkualitas untuk dirinya sendiri. Akan tetapi, meski ada pengasuh jelas Bintang akan tetap mengurus dua anaknya.Lima belas menit member
Last Updated: 2025-09-24
Chapter: Bab 130. Extra Part IV
Mall Grand Indonesia adalah tempat yang dipilih oleh Bintang dan Wilona untuk berjalan-jalan. Mereka berdua menghabiskan waktu bersama sambil berbelanja berbagai macam barang. Tak hanya berbelanja saja, tetapi banyak restoran yang mereka kunjungi.Wilona yang selalu mengeluh badannya gemuk, tetapi tak tahan jika Bintang mengajak makan-makanan lezat. Pun dua wanita itu masih memerikan ASI, jadi wajar kalau mudah sekali lapar, apalagi jika melihat banyak restoran, pasti mereka terasa ingin mencoba.“Bintang, kamu mau makan sushi, nggak?” tanya Wilona tampak tak sabar melihat restoran sushi.Bintang menggelengkan kepalanya. “Kita udah makan banyak, Wilona. Memangnya kamu belum kenyang juga?”Wilona mengerengutkan bibirnya. “Aku masih lapar sih, tapi kayaknya ada makanan di kaki lima dekat mall ini deh yang mau aku datengin. Nggak jadi sushi. Kamu mau nggak nemenin aku?”Bintang mengulum senyumannya mendengar keluhan Wilona yang begitu ingin makan di makanan kaki lima dekat mall. Jujur, s
Last Updated: 2025-09-24
Benih Rahasia CEO Dingin

Benih Rahasia CEO Dingin

Aria memiliki segalanya. Paras yang cantik. Karier yang bagus, tapi hanya satu yang dia tak miliki yaitu cinta tulus. Wanita cantik yang mengalami patah hati luar biasa itu memutuskan untuk tidak menikah. Kekasih yang dia anggap sebagai tambatan terakhirnya, malah tega berselingkuh dengan sahabat baiknya. Dunia Aria seketika itu juga runtuh, akibat pengkhiatan sang kekasih. Hingga suatu saat, di kala dia sudah tak ingin terlibat percintaan, ide gila muncul dalam otaknya. Ide gila yang dimaksud adalah membeli benih dari seorang gigolo. Namun, hal tergila adalah Aria salah mengenali gigolo yang dia sewa. Harusnya malam itu dia menghabiskan malam dengan gigolo yang dia sewa, tapi sialnya dia malah menghabiskan malam dengan seorang billionaire yang begitu berpengaruh di dunia. Ethan Reynolds, seorang billionaire tampan itu menjadi teman tidur Aria. Tentu ini semua mengakibatkan dunia Aria berubah total. Kesalahan satu malam membuat Aria terjebak di dalam lingkaran api. Lantas, bagaimana kisah Aria dan Ethan? Kisah mereka dimulai dari kesalahan yang seharusnya tak terjadi.
Read
Chapter: Bab 44. Bermalam Bersama
Aria berusaha menelepon Ethan, tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Padahal belum lama mereka berpisah, kabar tentang pernikahan mereka sudah merebak hingga Aria mendapat panggilan berkali-kali dari Tuan Frank. Jelas dia merasa kalangkabut. Entah apa yang harus dia katakan kepada atasannya itu.“Di mana kau, Sialan! Kau harus bertanggung jawab atas kekacauan ini!” Aria menggerutu sendiri sambil tetap menghubungi Ethan.Rachel berkali-kali melepas dan memasang kacamatanya setiap menerima panggilan dari beberapa klien. Berbagai macam reaksi dari klien-klien itu, mulai dari mereka yang melempar pertanyaan karena terkejut, sampai dukungan personal. “Aku rasa kau perlu bertemu dengan Tuan Fransk dulu, Aria, sebelum dia mengamuk,” sarannya.“Tapi, aku harus berkata apa?” jawabnya dengan nada frustrasi. Dia hanya tidak ingin salah langkah dan memperburuk situasi.“Jelaskan saja apa yang memang perlu. Tuan Frank juga tid
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: Bab 43. Undangan Pernikahan
Aria merasakan di bawahnya penuh. Sedikitnya, Ethan sudah mencapai pelepasan di dalam sebanyak dua kali—paling tidak itu yang dia ingat. Selebihnya, Aria tenggelam dalam puncak gairah yang membuatnya hilang akal. Dia bahkan melupakan realitas bahwa saat ini mereka masih di kantor. Aria tidak tahu apa yang dilakukan pria itu hingga tidak ada satu pun telepon masuk atau ketukan pintu yang menginterupsi kegiatan mereka.Mereka berakhir di sofa setelah meja, kursi bahkan sisi jendela yang mendadak menjadi arena intim. Tubuh Aria terasa lemas, tetapi melegakan di saat yang sama. Kini, rasa kantuk mulai menyerang. Sementara itu, Ethan masih mendekapnya dalam pelukan. Kulit basah mereka saling menempel tanpa penghalang sedikit pun. Degup jantung Ethan terdengar merdu, menenangkan bahkan menjelma bak melodi penghantar tidur untuk Aria.“Kau tahu sekarang pukul berapa?”Ethan hanya membalas dengan embusan napas. Matanya terpejam dan tak terlihat ingin m
Last Updated: 2026-07-04
Chapter:  Bab 42. Kita Akan Menikah
Aria terbelalak dan berusaha untuk menyingkirkan Ethan yang masih mencumbunya dengan semangat. Pria itu seolah tak mendengar ketukan pintu di luar, dia justru menciumi leher Aria semakin dalam. Di tengah kepanikan itu, Aria sempat merasakan sengatan listrik yang memabukkan sesaat di inti tubuhnya. Jemari Ethan berhasil menyentuh dan bermain di sana.“Akh!” pekik Aria tanpa sadar. Beruntung suaranya tidak menggema dan masih terkontrol. Namun, jika dibiarkan terus-terusan, dia bisa menjerit akibat ulah Ethan. “Stop! Ethan, ada orang.”Ajaibnya, Ethan seketika berhenti. “Biarkan saja,” katanya dengan suara berat.Aria bisa melihat kelopak mata yang sayu itu, bibir yang sedikit bengkak dan mungkin itu juga terjadi pada dirinya sekarang. Rambut Ethan sedikit berantakan karena ulahnya, tetapi itu semua membuat degup jantung Aria makin menjadi. Ethan terlihat beribu kali leih seksi dari biasanya.“Tapi mereka bisa saja c
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Bab 41. Nikah Kontrak
“A-apa maksudmu?” Aria bertanya untuk memastikan.“Aku ingin kita menikah.” Ethan mengangkat kertas di tangannya. “Aku sudah mengubah isi kontraknya.”Lagi, Ethan berbuat seenaknya. “Sudah kubilang, aku tidak mau!”“Kau harus mau.”Aria mengusap wajah dan membuang napas dengan keras. “Kenapa aku harus mau?” Setiap kata dia tekankan.“Karena ini adalah isi kontrak kita. Kau hanya akan menikah denganku jika itu adalah sebuah perjanjian hitam di atas putih, bukan?”Aria mengerjap. Dia memiringkan kepala sambil memandang Ethan dengan dahi berkerut. Dalam hati, dia bertanya-tanya apakah ini benar Ethan Reynolds yang dia kenal? Kenapa mendadak Ethan terlihat sangat bodoh?Wanita itu mengarahkan telunjuk ke arah kertas tersebut. “Kau pikir aku akan setuju menikah hanya karena selembar kertas itu?” Dia jelas melihat Ethan mengangguk tanpa ragu. &ld
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Bab 40. Lamaran yang Ditolak
Aria menelisik ekspresi lelaki itu. Jelas ini sangat berbeda dibanding sebelumnya. Apakah ini lamaran sungguhan? Aria bukan tipe wanita yang mudah luluh hanya karena tatapan cinta. Tidak lagi. Dia tahu pria seperti apa yang sedang dia hadapi saat ini.Tidak disangka, Aria justru tersenyum. “Aku tidak percaya pada pernikahan, Ethan. Terlebih denganmu.” Sekejap dia melihat dahi Ethan berkerut. Mungkin lelaki itu merasa tidak menyangka bahwa dirinya akan ditolak. Aria menunggu agar posisi mereka berubah, tetapi Ethan justru semakin mengikis jarak.“Kau tahu aku tidak suka penolakan.”“Jelas aku tahu, tapi pernikahan tidak ada di dalam kontrak kita. Kau lupa?”“Tapi kau lupa bahwa ada poin di mana aku bebas membawa hubungan ini—““Tidak tertulis secara eksplisit,” potong Aria, “Maka itu tidak berlaku mutlak.” Dia menegaskan setiap kata.Ethan mengeratkan pegangannya pa
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Bab 37. Sebuah Transaksi
Aria menarik napas dalam-dalam. “Saya tidak memiliki kapasitas untuk menantang Anda, Tuan Reynolds. Saya hanya wanita biasa—““Karena itu, jauhi putraku!”“Itu di luar kendaliku juga, Tuan.”“Omong kosong!”Andai saja Aria bisa menjelaskan tentang kontrak mereka. Andai saja dia memiliki kuasa untuk pergi dari Ethan tanpa mempertaruhkan karier yang sudah dibangunnya dengan susah payah. Andai saja. Namun, itu semua percuma. Tidak ada yang bisa dia lakukan selain menerima penghinaan seperti ini.“Jika memang kau sadar akan kapasitasmu yang tidak seberapa itu, seharusnya kau menghilang dari kehidupannya.”“Hanya jika memang itu bisa saya lakukan, Tuan,” balasnya menegaskan. Namun, setelah itu dia hanya menutup mulut karena tidak bisa menjelaskan semuanya. Terlebih dengan tatapan Levi yang seakan siap melahapnya kapan saja, Aria kembali sadar bahwa dirinya berada di kan
Last Updated: 2026-06-28
Jebak Pesona Kakak Tiri Tampan

Jebak Pesona Kakak Tiri Tampan

Blaire berpikir dia bisa melupakan kebodohannya malam itu, ketika ia tanpa sengaja tidur dengan pria asing. Namun, sialnya, esok harinya ia justru bertemu kembali dengan pria itu ... yang mana adalah kakak tirinya yang baru.
Read
Chapter: Bab 69. Permintan
Mendengar perubahan nada suara Blaire, Evelyn di seberang sana langsung merasa tidak enak. “Kau... marah padaku, ya? Ah, maafkan aku, Blaire. Aku tidak bermaksud membuatmu kesal malam-malam begini,” kata Evelyn dengan nada sungguh-sungguh dan penuh penyesalan.“Tidak, aku tidak marah. Aku hanya sedang benar-benar lelah fisik dan pikiran, jadi tidak memiliki tenaga lebih untuk bercanda atau membahas hal seperti ini,” balas Blaire, mencoba melembutkan suaranya sedikit agar Evelyn tidak merasa bersalah. “Sudahlah, lebih baik kau sekarang matikan ponselmu dan beristirahat, ya.”“Baiklah. Selamat istirahat, Blaire. Kututup teleponnya, ya.”Panggilan suara pun akhirnya berakhir dengan bunyi klik pelan. Blaire langsung melempar ponselnya ke sembarang arah, membiarkannya mendarat agak jauh dari tubuhnya yang masih rebahan telentang di ranjang. Kedua telapak tangannya kembali naik, menutupi seluruh wajahnya rapat-rapat saat sisa-sisa emosinya kembali bergolak naik ke permukaan.“Argh, aku sang
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Bab 68. Kalian Sangat Cocok
Blaire mengembuskan napas pelan, berusaha menstabilkan detak jantungnya yang masih berpacu. “Ya, aku baru saja tiba di kamarku,” jawabnya dengan nada yang diusahakan sehangat dan sestabil mungkin. Tentu saja dia tidak akan membiarkan emosinya meledak di depan temannya yang tidak tahu apa-apa.“Ah, syukurlah kalau kau sudah sampai dengan selamat. Aku lega sekali mendengarnya. Apalagi tadi kau bilang dijemput sopir, aku sempat takut terjadi apa-apa di jalan,” kata Evelyn jujur, terdengar helaan napas lega di seberang sana.Blaire kembali merebahkan tubuhnya secara perlahan ke atas kasur, sembari terus memijat dadanya sendiri untuk mengontrol emosi. Dia menarik dan mengembuskan napas perlahan-lahan, mencoba memadamkan gelora amarah yang masih menyala di dalam dadanya.“Ya, aku sudah sampai. Tadi memang aku dijemput sopirku, jalanan juga cukup lengang,” balas Blaire, terpaksa melanjutkan kebohongannya soal Ben yang dia klaim sebagai sopir keluarga demi menutupi fakta yang sebenarnya.“Oke
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Bab 67. Rasa Kesal
Kalau Blaire adalah bom, sudah sejak beberapa jam lalu sumbunya terbakar dan dia meledakkan diri sampai hancur lebur. Amarah tertahan yang menyesakkan dada seperti batu besar yang menyumbat tenggorokannya, membuatnya sama sekali tidak bisa berpikir jernih ataupun bersikap tenang. Ketegangan itu kian memuncak begitu dia menginjakkan kaki di rumah; Irene sudah berdiri di dekat ruang tengah, siap dengan rentetan omelan panjang lebar yang siap menyergapnya. Kalau saja Marcel tidak segera turun tangan dan menyela dengan suara tegasnya yang tenang, sudah pasti telinga Blaire akan terus dipanggang nasihat dan interogasi sampai pagi buta.Sekarang Blaire sudah berada di dalam kamarnya, tempat satu-satunya dia bisa melepas topeng ketenangan palsunya. Baru saja tiba dan menutup pintu dengan bantingan pelan yang tertahan, emosinya masih meledak-ledak di dalam dada. Tanpa sempat mengganti pakaian, dia berjalan cepat dengan langkah menghentak menuju ranjang dan duduk di pinggir kasur yang empuk.N
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Bab 66. Cepat Berjalan ke Mobil!
Ben tidak langsung menyahuti ucapan Blaire. Dia hanya terus diam membisu, mengunci tubuh perempuan itu dalam kungkungannya sambil terus menatap lekat setiap inci wajah Blaire dengan pandangan intens, seolah-olah Blaire adalah sebuah barang antik berharga yang sedang ia teliti kekurangannya.“Kau minum alkohol malam ini,” ucap Ben tiba-tiba dengan nada menuduh, mengalihkan pembicaraan dari topik sebelumnya.Blaire tersentak kecil, reflek kembali menatap mata Ben. “A–apa? T–tidak! Aku tidak minum alkohol sama sekali!” bohong Blaire dengan gugup, mencoba menyembunyikan fakta bahwa dia memang sempat meminum beberapa teguk minuman kaleng tadi.“Kau sedang berbohong padaku, Blaire.”“Aku tidak berbohong! Aku sungguhan tidak—”Hmmph!Kalimat pembelaan Blaire tersangkut begitu saja di tenggorokannya dan hancur berantakan ketika Ben secara tiba-tiba membungkam bibirnya. Laki-l
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Bab 65. Dijemput Sopir?
“Guys,” panggil Blaire dengan nada suara yang dibuat se-kasual mungkin, berhasil membuat langkah kaki teman-temannya terhenti secara serempak di dekat pintu keluar lobi.“Ada apa, Blaire?” tanya Evelyn sambil menoleh.“Aku... sepertinya aku tidak bisa pulang bersama kalian. Lebih tepatnya, ada yang sudah datang menjemputku di luar,” kata Blaire, mencoba tersenyum wajar.“Hah? Apa? Ada pangeran tampan berkuda putih yang datang menjemputmu di tengah malam buta begini?” Sheesy, yang bicaranya sudah melantur karena pengaruh alkohol, langsung menyahut dengan mata setengah terpejam dan senyum konyol.Evelyn dengan cepat membekap mulut Sheesy sebelum temannya itu melantur lebih jauh. Dia menatap Blaire dengan pandangan menyelidik yang penuh kekhawatiran. “Siapa yang menjemputmu sesarut ini, Blaire? Kau yakin kau akan aman pulang bersamanya?”“Dia... dia adalah sopir pribadiku,” bohong Blaire dengan lancar, meskipun otaknya sempat berputar keras selama beberapa detik untuk mencari alasan yang
Last Updated: 2026-07-16
Chapter: Bab 64. Sangat Menyebalkan
Semakin malam waktu bergulir, suasana di dalam ruangan karaoke privat itu justru terasa semakin panas dan meriah. Musik berdentum keras memekakkan telinga, sementara lampu neon warna-warni berputar dinamis menyapu dinding-dinding kedap suara.Blaire, yang pada awalnya hanya berniat duduk manis dan diam di sudut sofa, perlahan-lahan mulai terseret ke dalam atmosfer keseruan malam itu. Alkohol yang mulai bekerja ringan di dalam kepalanya membuat pertahanannya sedikit mengendur. Dia akhirnya berdiri, ikut meraih mikrofon, bernyanyi dengan suara lantang, dan menari lepas bersama Evelyn dan Sheesy. Untuk beberapa jam yang berharga, dia berhasil melupakan segala beban pikiran dan waktu yang terus merangkak naik melewati puncak malam.“Astaga! Lihat ini, ini sudah hampir tengah malam!” teriak Evelyn setengah berteriak di dekat telinga Blaire agar suaranya tidak tenggelam oleh musik. Evelyn baru saja memeriksa layar ponselnya setelah merasakan getaran panggilan masuk yang sengaja ia abaikan.
Last Updated: 2026-07-16
You may also like
(INDONESIA) My Forever One
(INDONESIA) My Forever One
Romansa · Lidya Ann
10.2K views
Rahim Satu Miliar Milik CEO Dingin
Rahim Satu Miliar Milik CEO Dingin
Romansa · Teteh VSuga93
10.2K views
Can is mine
Can is mine
Romansa · AkaraLangitBiru
10.2K views
Siluet Cinta Olive
Siluet Cinta Olive
Romansa · Kezia Zakiyah Ma
10.2K views
Pembohong yang Sempurna
Pembohong yang Sempurna
Romansa · nana28
10.2K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status