author-banner
SecretAK
SecretAK
Author

Novels by SecretAK

Ternyata Bosku Mantanku

Ternyata Bosku Mantanku

“Jika mencintaimu terlalu berat, maka melepaskanmu adalah pilihan terbaik.” Bara hanya mencintai Bintang, begitupun sebaliknya Bintang hanya mencintai Bara. Namun, sayangnya kisah cinta mereka tak sesederhana itu. Ada jurang yang menghalangi dua insan yang saling mencintai. Mereka bagaikan dua samudera yang tak akan mungkin bisa dipersatukan. Bintang menyerah, dan Bara memperjuangkan. Seakan cinta tak setara, tapi faktanya cinta mereka sangat besar. Hanya saja banyak orang di sekeliling mereka yang berusaha memisahkan. Badai selalu menerpa, membuat cinta mereka goyah. Kisah ini harusnya sudah usai bagi Bintang, tapi tidak bagi Bara.
Read
Chapter: Bab 135. Ending Scene (TAMAT)
Long weekend adalah waktu yang ditunggu-tunggu. Bara menepati janjinya mengajak istri dan anak-anaknya ke Bali. Pun kebetulan kedua orang tua Bara sekarang sedang ada di Perth menghadiri pertemuan teman lama orang tua Bara.Sebenarnya Bara ingin mengajak istri dan anaknya berlibur ke Amerika, tetapi karena libur sekolah Bima hanya karena long weekend, jadi tak memungkinkan untuk Bara mengajak istri dan anak-anaknya ke Amerika. Akan tetapi, meski hanya libur singkat ke Bali, tentunya pagi ceriah itu sudah ramai dengan suara Bima yang riuh gembira. Pelayan sudah tampak sibuk memindahkan pakaian yang akan dibawa. Tentu Bintang tak sendiri dalam menyiapkan pakaian. Wanita itu dibantu oleh para pelayan.Long weekend ini, Bara dan Bintang mengkhususkan liburan tanpa pengasuh. Mereka mengizinkan untuk Mbok Inem ataupun pengasuh Belleza untuk berlibur tanpa mengurus anak-anak mereka. Adapun alasan, karena mereka ingin benar-benar menikmati liburan bersama, tanpa adanya orang lain.“Papa! Bim
Last Updated: 2025-09-24
Chapter: Bab 134. Extra Part VIII
Menyiapkan malam malam adalah hal biasa untuk Bintang. Namun, tentu wanita itu tidak sendirian. Para pelayan membantunya dalam menyiapkan makanan lezat. Bara dan Bima sangat menyukai masakan Bintang, jadi wajar kalau Bintang selalu membuatkan makanan untuk suami dan putranya. Sementara Belleza—si kecil juga turut dibuatkan makanan. Usia Belleza sudah dua tahun. Tidak hanya susu yang menjadi asupan utama, tapi ada makanan pendukung lain.Saat makanan sudah siap berada di atas meja, Bara dan Bima muncul. Mereka duduk di kursi meja makan, sedangkan Belleza sayangnya sudah tertidur. Balita cantik itu sudah makan duluan. Jadi, wajar kalau sekarang Belleza sudah terlelap.“Wah! Mama masak makanan kesukaan Bima!” seru Bima riang.Bintang tersenyum, dan duduk di kursi meja makan. “Mama buatin makanan kesukaan Bima, dan juga masakin makanan kesukaan Papa.”Bima tampak semangat. Bocah laki-laki itu langsung lahap menikmati makanan yang dibuatkan oleh ibunya. Pun Bara juga turut menyantap makana
Last Updated: 2025-09-24
Chapter: Bab 133. Extra Part VII
Mendapatkan panggilan telepon dari sekolah Bima, tentu membuat jantung Bintang nyaris ingin copot. Pasalnya selama ini, Bima tak pernah melakukan masalah apa pun. Putra kecilnya itu bisa dikatakan adalah anak yang baik dan patuh pada guru. Namun, di kala wali kelas mengatakan Bima melakukan kesalahan, membuat otak Bintang mendadak pusing luar biasa.Ya, Bintang datang ke sekolah Bima, tanpa bilang dulu pada Bara. Bukan tak mau cerita, tetapi dia tak ingin mengganggu suaminya yang sedang bekerja. Jadi, lebih baik baginya menyelesaikan sendiri masalah ini. Lagi pula, ini memang sudah menjadi tugasnya.“Bu,” sapa Mbok Inem di kala melihat Bima datang ke sekolah.Bintang menatap Mbok Inem dengan tatapan gelisah. “Mbok, ada apa? Bima lakuin kesalahan apa?” tanyanya penasaran.Mbok Inem tampak cemas. “Bu, mungkin lebih baik wali kelas yang cerita ke ibu. Saya takut kalau saya yang jawab malah saya salah bicara.”“Sekarang Bima di mana?” tanya Bintang, mencoba untuk tetap tenang.“Bima ada d
Last Updated: 2025-09-24
Chapter: Bab 132. Extra Part VI
Pagi menyapa, Bara sudah datang ke kantor lebih awal. Pria tampan itu memiliki meeting penting dengan salah satu klien dari Tokyo. Dia bahkan tidak sarapan di rumah, karena tadi bertemu dengan klien—yang kebetulan meminta bertemu dengannya di pagi hari.Dia kini sudah ada di ruang kerjanya, duduk dengan raut wajah serius melihat laporan yang diberikan oleh sekretarisnya. Bintang sudah tak lagi bekerja di Gunaraya Group, membuat Bara memang sekarang memiliki sekretaris baru. Namun, meski sudah memiliki sekretaris baru, tentunya dia meminta pendapat Bintang tentang sekretaris barunya.Suara ketukan pintu terdengar, Bara yang sedang fokus melihat laporan langsung teralih ke arah pintu—dan meminta orang yang mengetuk pintu untuk segera masuk ke dalam.“Pak, maaf saya ganggu,” ucap Andi di kala masuk ke dalam ruang kerja Bara.“Ada apa?” tanya Bara dengan nada datar.“Pak, di depan ada Pak Mario ingin bertemu Anda. Apa Anda ingin menemui beliau?” tanya Andi sopan, dan seketika membuat Bara
Last Updated: 2025-09-24
Chapter: Bab 131. Extra Part V 
Waktu menunjukkan pukul enam sore. Bintang sudah kembali ke rumah, begitu juga dengan Wilona yang sudah kembali. Hari yang menyenangkan, tetapi ada perasaan khawatir. Ya, bagaimana tidak? Bintang tadi hampir menjadi korban kejahatan. Namun, untungnya dia bisa selamat.Bintang baik-baik saja, tapi entah dia tak tahu nasib pencopet itu. Bisa dikatakan orang-orang banyak yang membantunya, mengantarkan pencopet pada pihak berwajib. Jadi, dia tak perlu harus dipusingkan.Wanita cantik itu kini melangkah menuju kamar mandi, dan memutuskan untuk membersihkan tubuhnya. Pun barang belanjaannya tadi sudah dia pindahkan ke walk-in closet. Waktu bersama dengan Wilona cukup membuatnya sangat terhibur.Belleza sedang bersama dengan pengasuh. Itu yang membuat Bintang bisa jauh lebih tenang. Memang hadirnya pengasuh cukup membantu Bintang, jika ingin memiliki waktu berkualitas untuk dirinya sendiri. Akan tetapi, meski ada pengasuh jelas Bintang akan tetap mengurus dua anaknya.Lima belas menit member
Last Updated: 2025-09-24
Chapter: Bab 130. Extra Part IV
Mall Grand Indonesia adalah tempat yang dipilih oleh Bintang dan Wilona untuk berjalan-jalan. Mereka berdua menghabiskan waktu bersama sambil berbelanja berbagai macam barang. Tak hanya berbelanja saja, tetapi banyak restoran yang mereka kunjungi.Wilona yang selalu mengeluh badannya gemuk, tetapi tak tahan jika Bintang mengajak makan-makanan lezat. Pun dua wanita itu masih memerikan ASI, jadi wajar kalau mudah sekali lapar, apalagi jika melihat banyak restoran, pasti mereka terasa ingin mencoba.“Bintang, kamu mau makan sushi, nggak?” tanya Wilona tampak tak sabar melihat restoran sushi.Bintang menggelengkan kepalanya. “Kita udah makan banyak, Wilona. Memangnya kamu belum kenyang juga?”Wilona mengerengutkan bibirnya. “Aku masih lapar sih, tapi kayaknya ada makanan di kaki lima dekat mall ini deh yang mau aku datengin. Nggak jadi sushi. Kamu mau nggak nemenin aku?”Bintang mengulum senyumannya mendengar keluhan Wilona yang begitu ingin makan di makanan kaki lima dekat mall. Jujur, s
Last Updated: 2025-09-24
Benih Rahasia CEO Dingin

Benih Rahasia CEO Dingin

Aria memiliki segalanya. Paras yang cantik. Karier yang bagus, tapi hanya satu yang dia tak miliki yaitu cinta tulus. Wanita cantik yang mengalami patah hati luar biasa itu memutuskan untuk tidak menikah. Kekasih yang dia anggap sebagai tambatan terakhirnya, malah tega berselingkuh dengan sahabat baiknya. Dunia Aria seketika itu juga runtuh, akibat pengkhiatan sang kekasih. Hingga suatu saat, di kala dia sudah tak ingin terlibat percintaan, ide gila muncul dalam otaknya. Ide gila yang dimaksud adalah membeli benih dari seorang gigolo. Namun, hal tergila adalah Aria salah mengenali gigolo yang dia sewa. Harusnya malam itu dia menghabiskan malam dengan gigolo yang dia sewa, tapi sialnya dia malah menghabiskan malam dengan seorang billionaire yang begitu berpengaruh di dunia. Ethan Reynolds, seorang billionaire tampan itu menjadi teman tidur Aria. Tentu ini semua mengakibatkan dunia Aria berubah total. Kesalahan satu malam membuat Aria terjebak di dalam lingkaran api. Lantas, bagaimana kisah Aria dan Ethan? Kisah mereka dimulai dari kesalahan yang seharusnya tak terjadi.
Read
Chapter: Bab 61. Janji Suci
Entah bagaimana Ethan mengatur semuanya dalam waktu singkat. Aria begitu takjub dengan persiapan di ballroom sebuah hotel termewah di kota ini. Pesta pernikahan ini nyaris seratus persen sesuai dengan yang Aria impikan dari dulu. Mulai dari dekorasi hingga latar musik yang membuatnya hanyut dalam suasana sakral. Aria masih termenung di sudut dengan helaan napas berkali-kali sampai seseorang berbicara padanya.“Nona, sudah waktunya.”Aria diarahkan ke sebuah ruangan untuk memulai riasan wajah. Di depan kaca rias, dia mengeluarkan ponsel dan membiarkan bridal MUA melakukan tugasnya. Belum ada kabar dari Ethan sejak kemarin. Lelaki itu hanya mengirim pesan singkat bahwa dia sedang mengurus beberapa pekerjaan sebelum acara dimulai. Aria bisa mengerti itu, jadi dia tidak mau mengganggu dengan mengirim banyak pesan singkat.“Sungguh tidak kusangka Tuan Ethan akan menikah hari ini.” Tiba-tiba perempuan tersebut membuka obrolan. “Menjadi MUA yang terpilih untuk merias istri Tuan Ethan adalah
Last Updated: 2026-10-05
Chapter:  Bab 60. Perhatian Ethan
Seperti ada batu besar yang menimpa dadanya, perut pun terasa melilit hingga sampai dia bingung harus bereaksi seperti apa. Mengucapkan bela sungkawa dan berduka? Itu terlalu palsu. Aria tidak mengenal sedikit pun tentang perempuan ini. Bersikap datar pun rasanya tak pantas. Namun, ada satu hal yang pasti. Aria melirik Ethan yang kini berjongkok dan mengentuh gundukan tanah itu. Punggung yang kokoh sekaligus rapuh itu persis saat kali pertama Aria melihatnya. Itu menyakitkan, juga membuatnya merasakan sesak sekaligus hampa.Perempuan ini sangat berarti di hidup Ethan. Itu adalah konklusi yang Aria dapat dari semua yang dia tahu tentang lelaki tersebut. Paling tidak, kehidupan Ethan saat inilah yang dia tahu. Membayangkan betapa keduanya pernah saling mencintai membuat dadanya semakin sesak. Itu konyol, Aria tahu. Namun, perasaan itu nyata.“Dia pasti sangat cantik.” Aria merasa bodoh dengan ucapannya sendiri, terlebih dengan senyum yang dipaksakan. “Aku tahu kau sangat mencintainya, d
Last Updated: 2026-09-24
Chapter: Bab. 59. Pemakaman
“Sepertinya aku yang harus pergi,” kata Brandon. Dia menunjuk Ethan. “Kapan kau pastikan akan melepaskan putriku? Kau harus menepati janjimu.”Ethan mengabaikannya dan itu membuat Brandon mendengus sinis. Brandon melirik Levi yang diam saja dan itu terasa seperti pria tersebut memintanya segera pergi dari sana. “Pastikan didikanmu cukup untuk membuatnya menjadi pewaris, Tuan Levi Reynolds.” Dia berlalu sambil merutuk, “Apa-apaan ini, semuanya hanya karena perempuan!”Ethan menatap datar kepargian Brandon. Padahal baru beberapa saat yang lalu pria itu terlihat menciut di depannya. Apa pengaruh Levi membuat keberaniannya sedikit muncul untuk mengembalikan harga diri? Momennya untuk berpikir dihancurkan Levi saat pria itu melempar gelas kaca ke arahnya. Beruntung Ethan sempat menghindar. Namun, pecahan gelas kaca itu menggores tulang pipinya hingga berdarah.“Aku sudah mendengar semuanya. Di mana Lucy sekarang?”“Itu bukan urusanmu,” tandas Ethan tanpa ekspresi.Levi membuang napas kasar
Last Updated: 2026-09-22
Chapter: Bab 58. Konflik Dua Keluarga
Aria menunduk, tak mampu menatap lama tubuh Ethan yang terpaku dan panangan kosong yang tak berbaling dari wajahnya. Perasaan Aria campur aduk hingga sulit menerjemahkan reaksi lelaki itu. “Aku merahasiakannya darimu karena aku takut kau akan memintaku menggugurkan kandunganku,” ucap perempuan tersebut berterus terang.Masih tidak ada tanggapan, Aria melanjutkan, “Tapi aku tidak mengerti, kau dari awal berpikir kalau anak ini bukan anakmu, ‘kan? Lalu, kenapa kau masih ingin menikah denganku?” Kali ini dia memberanikan diri untuk menatap mata biru itu.Ethan terkekeh hambar. “Bahkan meski begitu, kau masih tidak mengerti?”Alis Aria berkerut. “Kau tidak marah? Maksudku, kau tidak marah tentang anak ini?”“Kau masih tidak mengerti?” Pertanyaan itu dijawab dengan gelengan kepala Aria. Ethan mendekat dan memeluknya erat tanpa aba-aba. “Bagaimana mungkin aku melakukannya? Pikiranmu tentangku tidak pernah berubah ternyata, dasar keras kepala.”Tubuh Aria melemas. Reaksi Ethan seperti ini ja
Last Updated: 2026-09-22
Chapter: Bab 57. Tak Ingin Kehilangan
Aria belum benar-benar bernapas lega, tetapi lelaki ini muncul dengan membawa masalah baru. Tampaknya Ethan benar-benar menginginkan kehancuran hidup Aria dengan mempermainkannya sesuka hati. Dia membuang napas panjang, rahangnya mengeras dan berusaha agar tidak melempar bogem ke wajah lelaki di depannya ini. “Aku baru saja selamat dari situasi yang hampir membuatku mati!”“Karena itu, menikahlah denganku.”Sungguh, Aria tidak tahu harus berkata apa lagi. Keras kepala Ethan benar-benar sulit untuk diatasi. “Coba katakan, apa menikah denganmu menyelesaikan semua masalah ini? Kau tahu aku hampir mati karenamu. Perempuan gila itu! Dia tergila-gila padamu sampai nekat ingin membunuhku!” Suaranya meninggi. Tatapan lelah bercmpur frustrasi itu tidak bisa dia sembunyikan lagi.“Aku pikir dengan kejadian ini kau sadar bahwa jika aku berada di sisimu, mereka akan terus mengincarku. Apa kau terbiasa menjadi manusia seegois ini? Apa hanya ini yang kau pelajari seumur hidupmu?!” Kedua mata biru
Last Updated: 2026-09-22
Chapter: Bab 56. Ethan dan Masalah Barunya
Aria menghubungi Nolan usai tiba di rumah, tetapi nomornya tidak aktif. “Apa mungkin dia sedang mencari Nora?” Dia tidak bisa memastikan itu karena Nora masih di tangan Ethan. Datang ke apartemennya juga bukan ide yang bagus. “Tapi, tunggu. Kenapa aku harus memikirkannya?”Dia membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil memejamkan mata. Rasanya tidak ada tempat ternyaman selain rumah sendiri. Benar kata pepatah, sebaik apa pun tempat di luar sana, tetapi jika bukan rumah sendiri, itu akan terasa asing dan tak sebebas saat di rumah sendiri.“Ada banyak hal yang harus aku lakukan, tetapi tenagaku rasanya sudah habis,” gumamnya mengeluh dengan suara serak. Lalu, tiba-tiba matanya terbuka. Tangannya naik ke perut dan mengelus perlahan. Apa yang akan Ethan lakukan pada bayi ini? Adalah isi pikirannya sekarang. Hari ini dia tidak sempat bertemu dengan dokter itu lagi, untungnya. Terlebih, jika memang Ethan tidak berpikir bahwa bayi ini adalah anaknya, maka seharusnya Aria tidak perlu mengkha
Last Updated: 2026-09-22
Pengawal Setia Gadis Buta

Pengawal Setia Gadis Buta

Gadis buta ini baru mengetahui kalau bodyguard-nya ternyata seorang pewaris dari konglomerat paling berpengaruh di kotanya. Sasha Vanderbilt, yang kehilangan penglihatan dan ibunya dalam kecelakaan tragis, menjalani hidupnya dengan satu prinsip: jangan bergantung pada belas kasihan siapa pun. Namun kedatangan Simon, bodyguard dengan sikap dingin dan penuh perhatian, perlahan mengisi kehampaan dalam dunianya. Tanpa sepengetahuan Sasha, Simon Kingsley sebenarnya bukan sekadar pelindung. Pewaris Kingsley Corp itu menyamar demi memenuhi desakan keluarganya untuk segera menikah. Namun, rencana Simon berubah saat dia menemukan sesuatu yang lebih dari sekadar kewajiban dalam diri Sasha—kehangatan yang selama ini dia cari. Ketika rahasia besar Simon terbongkar, Sasha merasa dikhianati oleh orang yang telah ia percayai sepenuhnya. Apakah perhatian Simon selama ini hanyalah bagian dari sandiwara? Atau ada perasaan tulus di balik kebohongan itu? Di tengah cinta, kebohongan, dan rahasia yang tak terduga, Sasha harus memutuskan: melanjutkan hubungan yang dibangun di atas kepalsuan atau pergi dan memulai kembali? Bisakah hati yang terluka menemukan kepercayaan lagi? Atau semua ini akan berakhir dalam kegelapan?
Read
Chapter: Bab 55. Cukup Bertiga
Simon Kingsley sedang berbincang santai dengan ayahnya, Robert, di ruang kerja besar di kediaman keluarga Kingsley. Suasana rumah itu tenang, dengan aroma teh hangat yang baru saja disajikan oleh Emma. Sasha sedang duduk di ruang keluarga bersama Emma, membicarakan rencana menyambut bayi yang tinggal beberapa minggu lagi lahir.Namun, ketenangan itu tiba-tiba pecah saat terdengar suara kecil dari Sasha. “Simon!” panggilnya, suaranya terdengar panik.Simon segera berlari ke ruang keluarga, menemukan Sasha duduk dengan wajah pucat sambil memegang perutnya. “Apa yang terjadi, Sayang?” tanyanya cemas.Sasha meringis kesakitan. “Aku ... aku rasa kontraksi. Dan—” Ia berhenti berbicara sejenak, matanya membesar saat melihat cairan mulai mengalir di lantai. “Air ketubanku pecah!”“Astaga!” Emma langsung berdiri, wajahnya penuh kekhawatiran. “Simon, cepat! Kita harus membawa Sasha ke rumah sak
Last Updated: 2026-05-12
Chapter: Bab 54. Melegakan
Setelah menyaksikan wawancara Simon di layar televisi, Sasha menghela napas panjang. Perasaan lega mengalir di dalam dirinya, tetapi di balik itu ada rasa bersalah yang perlahan-lahan menyeruak. Ia telah sempat meragukan suaminya, meskipun Simon berulang kali menunjukkan dedikasi dan cintanya.Sasha duduk di sofa ruang tamu penthouse mereka, memandangi layar ponsel yang telah beberapa kali ia periksa. Waktu terus berjalan, tetapi Simon belum juga pulang. Biasanya, setelah menghadapi situasi sulit seperti ini, Simon akan segera kembali ke rumah untuk bersama dengannya.Rasa khawatir mulai menyelimuti Sasha. Ia akhirnya memutuskan untuk menelepon Joicy, asisten Simon yang selalu tahu keberadaan suaminya. Panggilan tersambung, dan suara Joicy terdengar di ujung sana.“Halo, Joicy. Maaf mengganggumu, tapi aku ingin tahu, di mana Simon sekarang?” tanya Sasha dengan nada hati-hati.Joicy terdiam sesaat sebelum menjawab. “Dia sedang menemui ses
Last Updated: 2026-05-12
Chapter: Bab 53. Membersihkan Kotoran
Simon terhuyung, memegangi pipinya yang kini memerah akibat tinju keras Harris.“Kita bisa bicarakan ini baik-baik, Harris!” seru Robert, ayah Simon, sambil berusaha menarik Harris menjauh. Sasha berdiri terpaku, tubuhnya gemetar melihat ayahnya yang biasanya tenang berubah menjadi sosok yang begitu penuh amarah.“Kau tahu apa yang dia lakukan, Robert?” Harris menuding Simon dengan mata membelalak. “Anakmu ini mempermalukan keluarga kita! Bagaimana bisa dia menghamili wanita lain?!”Sasha ternganga, matanya melebar. “Apa?!” katanya dengan
Last Updated: 2026-05-11
Chapter: Bab 52. Ledakan Gairah (21+)
Tanpa banyak kata lagi, Simon meraih Sasha ke dalam pelukannya. Pelukan itu erat namun penuh kehati-hatian, seolah ia memeluk sesuatu yang rapuh namun sangat berharga. Bibirnya mengecup dahi Sasha sebelum beralih ke pipi, lalu berhenti di bibirnya yang penuh. Kecupan mereka dimulai dengan lembut, perlahan semakin dalam dan penuh emosi.“Simon, sssshhhhh….”Ia menatap Sasha lama, seakan ingin menyimpan setiap detil momen ini dalam ingatannya. “Aku ingin kau tahu, aku akan selalu menjagamu, dengan cara apa pun,” katanya pelan, suaranya penuh ketulusan.Sasha mengangguk, matanya berkaca-kaca oleh emosi.Ketika Simon melanjutkan ciumannya, sentuhan mereka tetap lembut. Hasrat yang terasa meledak-ledak dalam dirinya tak membuatnya terburu-buru. Ia memastikan setiap gerakannya tidak hanya membawa kenikmatan, tapi juga rasa aman bagi Sasha. Ia mengeksplorasi perasaan mereka, bukan hanya hasrat fisik, tetapi juga cinta mendalam yang
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: Bab 51. Gangguan Kecil
Simon dan Sasha akhirnya bertemu dengan dokter kandungan mereka, Dr. Milea Grande, yang terkenal dengan keahliannya menangani kehamilan berisiko. Setelah pemeriksaan mendalam, Dr. Grande memberikan kabar yang sangat melegakan.“Kandunganmu cukup kuat, Sasha. Jadi, hubungan suami istri diperbolehkan, asalkan tidak terlalu intens atau membuat kau kelelahan,” jelasnya dengan senyuman lembut.Sasha, yang merasa malu sekaligus lega, mengangguk pelan. Simon, di sisi lain, merasa seperti mendapat lampu hijau setelah sekian lama menahan diri. Mereka berdua saling melirik penuh arti, memahami bahwa momen kebersamaan mereka akan terasa lebih istimewa dari sebelumnya.Selain itu, Dr. Grande memberikan resep untuk membantu meredakan morning sickness yang cukup sering dialami Sasha. “Pastikan istirahat cukup dan konsumsi makanan bergizi,” tambah Dr. Grande. “Dan Simon, pastikan kau menjaga perasaan istrimu. Ini bukan hanya untuk kesehatan mental
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: Bab 50. Rindu Sentuhannya
Beberapa hari setelah kondisi Sasha mulai membaik, suasana rumah sakit tempat ia dirawat terasa lebih tenang. Meskipun tubuhnya masih lemah, warna di wajah Sasha perlahan kembali. Namun, kehadiran pihak kepolisian pada pagi itu membawa ketegangan baru yang tak bisa dihindari.Simon berdiri di sudut ruangan, wajahnya tegang. Ia mendampingi Sasha saat seorang detektif datang untuk meminta keterangan resmi. Sasha duduk di tempat tidur, tangannya menggenggam selimut dengan erat. Meskipun tubuhnya sudah pulih, pikirannya masih terbayang-bayang kejadian yang ia alami di pulau terpencil itu.“Bu Sasha, kami paham ini sulit,” ujar detektif dengan nada lembut. “Tapi kesaksian Anda sangat penting untuk mengungkap kasus ini.”Sasha menarik napas panjang, menenangkan diri. “Baik, saya akan menjawab sejujurnya,” katanya pelan.Ia mulai menceritakan semuanya, bagaimana Kael menculiknya, bagaimana ia merasa terjebak di pulau terpencil
Last Updated: 2026-05-09
Jebak Pesona Kakak Tiri Tampan

Jebak Pesona Kakak Tiri Tampan

Blaire berpikir dia bisa melupakan kebodohannya malam itu, ketika ia tanpa sengaja tidur dengan pria asing. Namun, sialnya, esok harinya ia justru bertemu kembali dengan pria itu ... yang mana adalah kakak tirinya yang baru.
Read
Chapter: Bab 88. Ben Memang Pria Sialan
Keributan kecil yang terjadi di meja mereka jelas mulai menarik perhatian beberapa pengunjung kafe dan staf yang ada di sekitar sana. Tatapan-tatapan penasaran mulai tertuju pada mereka, dan Blaire merasa sangat, sangat tidak nyaman menjadi pusat perhatian atas drama picisan seperti ini.“Fine! Tunggu aku membereskan barang-barangku dulu!” kata Blaire pada akhirnya. Dia menyerah kalah, mengalah secara terpaksa demi menghentikan kegilaan ini meski dadanya bergemuruh menahan kekesalan yang membakar.Axelo tampak sangat kaget mendengar ucapan pasrah dari perempuan itu. “Blaire, kau tidak harus—”“Axelo, maafkan aku. Tapi aku memang harus pulang sekarang juga,” sela Blaire memotong ucapan Axelo. Dia sengaja menekankan dua kata terakhirnya sembari melemparkan tatapan penuh penyesalan pada laki-laki itu.“Ah... okay kalau memang begitu...” Axelo menghela napas pasrah, mendadak bingung dan kehilangan kata-kata harus bereaksi seperti apa lagi.Set
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 87. Tingkah Menyebalkan
Axelo memilih sebuah kafe yang lokasinya terbilang cukup jauh dari area lingkungan kampus. Namun, begitu mereka sampai, pilihan tempatnya terbukti sangat luar biasa. Kafe tersebut mengusung gaya estetika retro yang hangat, dengan letak bangunan yang persis berada di tepi jembatan kota. Dengan kata lain, salah satu sisi kafe yang berdinding kaca transparan itu menyajikan pemandangan spektakuler berupa hamparan sungai jernih yang airnya mengalir deras di bawah terpaan sinar sore.Sesuai dengan agenda awal mereka, begitu berhasil mendapatkan meja kosong yang nyaman di sudut ruangan, berbagai peralatan belajar langsung dikeluarkan dari dalam tas. Untungnya, permukaan meja kayu tempat mereka duduk cukup lebar dan lapang, sehingga mereka bisa leluasa menata MacBook, buku-buku referensi tebal, buku catatan, pulpen, dan barang lainnya. Tentu saja, sebelum mulai sibuk, Blaire dan Axelo sudah lebih dulu memesan beberapa menu makanan ringan dan minuman hangat.Seharusnya, agenda
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Bab 86. Mengawasi
Blaire mengangguk setuju. “Boleh. Perutku juga belum terisi dari tadi pagi.”Atas ide tersebut, keduanya segera membereskan sisa barang di meja dan melangkah meninggalkan keheningan perpustakaan. Begitu memijak koridor luar, mereka mulai mengobrol dengan lebih bebas dan santai sembari berjalan berdampingan menuju kafetaria kampus.Sejujurnya, Blaire tergolong jarang sekali menyantap sarapan di area kampus. Dia jauh lebih terbiasa makan di rumah sebelum berangkat. Namun, karena pagi ini dia sengaja melewatkan ritual sarapan keluarga akibat suasana hatinya yang memburuk, keputusan untuk menyantap sarapan bersama Axelo rasanya bukan ide yang buruk sama sekali.Tak berapa lama, mereka telah duduk berhadapan di salah satu meja kosong di sudut kafetaria. Di hadapan masing-masing sudah tersedia menu sarapan hangat beserta minuman yang tadi mereka pesan. Tanpa banyak mengulur waktu, mereka mulai menikmati makanan tersebut.“Sepertinya semester ini kita bakal makin dipadatkan sama tugas-tugas
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: Bab 85. Kafetaria?
Pagi ini cuaca kota sedang amat cerah. Langit membentang bak kain biru bersih tanpa cela, hanya dihiasi segelintir gumpalan awan putih tipis yang berarak perlahan terdorong angin. Matahari menyiramkan sinar hangatnya, yang lambat laun beranjak kian terik seiring detik yang bergerak menuju siang. Di atas sana, gerombolan burung gereja sesekali terbang melintas membentuk formasi, bersahut-sahutan di antara pepohonan kampus. Dari kejauhan, deru lalu lintas jalan raya dan riuk rendah hiruk-pikuk perkotaan menyajikan ritme pemandangan yang teramat biasa bagi siapa pun yang melintas.Namun, Blaire kembali gagal memulai harinya dengan suasana hati yang baik.Kejadian serba canggung dan kacau semalam benar-benar memengaruhi kewarasannya. Bayangan-bayangan yang seharusnya tidak hadir terus berputar tanpa permisi di kepalanya, memburu hingga ke sela-sela napas. Untuk alasan itu pula, pagi ini dia sengaja melewatkan sarapan di meja makan rumah, sengaja menghindari tatapan siapa pun, dan memilih
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: Bab 84. Munafik!
Kalimat sumpah serapah itu kembali lenyap di udara ketika Ben menunduk, melumat bibirnya lebih dalam dan menyambung kembali momen panas yang memabukkan tersebut.Pada mulanya, Blaire masih mencoba menolak. Bagaimanapun, ingatan tentang Ben yang mencium perempuan lain kembali membayangi kepalanya setiap kali sentuhan laki-laki itu merayapi kulitnya. Rasa hina itu membakar martabatnya.Namun sialnya, kenyataan pahit yang diucapkan Ben terbukti benar. Bibirnya boleh saja terus merangkai kalimat pedas, pikirannya boleh berontak mati-matian, dan hatinya boleh menolak dengan keras. Sayangnya, tubuh wanita itu menyerah pada biologisnya sendiri.Tubuhnya bergetar, memberi respons penuh pasrah atas setiap sentuhan Ben. Dan entah bagaimana, tiap remasan, gesekan, dan usapan jemari Ben menciptakan letupan rangsangan baru yang asing sekaligus adiktif. Seakan-akan Blaire sedang ditarik lepas dari pijakan bumi, dibawa terbang melayang dan ditenggelamkan dalam sensasi baru yan
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: Bab 83. Kau Menjijikkan
Suara bisikan sarat bisa itu meluncur mulus dari bibir Blaire. Dan tepat di detik kalimat itu selesai diucapkan, raut dingin yang membeku di wajah Ben akhirnya retak. Topeng tenangnya runtuh seketika, berganti dengan gulungan emosi gelap yang mendadak menyeruak ke permukaan. Sepasang mata gelap laki-laki itu kini menampakkan kobaran emosi yang berbahaya.“Jijik?” Satu kata itu dilontarkan Ben dengan kekehan sinis, disertai senyum miring yang terukir samar di sudut bibirnya.“Ya. Kau. Menjijikkan,” desis Blaire tanpa keraguan sedikit pun, penuh nada permusuhan. Di balik binar matanya yang menyorot tajam, ada kebencian mendalam yang merambat naik mencapai puncaknya.Harga diri Ben jelas terhentak keras. Kata pendek itu telak mengenai egonya, terlebih karena Ben tahu betul Blaire tidak sedang bergurau. Lagi pula, sejarah di antara mereka tidak pernah menyisakan ruang untuk gurauan hangat. Sebaliknya, atmosfer di antara mereka selalu diselimu
Last Updated: 2026-07-28
You May Also Like
Suamiku Miskin Tapi Bohong
Suamiku Miskin Tapi Bohong
Romansa · Meriatih Fadilah
119.7K views
Putra Tersembunyi sang Presdir
Putra Tersembunyi sang Presdir
Romansa · Syifa Safaah
119.5K views
Diuber Janda
Diuber Janda
Romansa · Diganti Mawaddah
119.2K views
Gara - Gara Resleting
Gara - Gara Resleting
Romansa · Chanie1001
119.1K views
AKIBAT ORANG KETIGA
AKIBAT ORANG KETIGA
Romansa · Alya Snitzky
119.0K views
Menikahi Paman Mantan Tunanganku
Menikahi Paman Mantan Tunanganku
Romansa · Sidney Fellice
118.9K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status