Share

05. Babak belur

Author: Rendi OP
last update Huling Na-update: 2023-01-13 10:52:12

Adi membelalakkan matanya ketika teman-temannya mengatakan kalau air yang diberikan oleh Martis ada racunnya.

"I-itu..., itu..., A-aku...," ucap Adi bingung.

"Hey, tenang saja. Aku tidak sepicik kalian," jawab Martis.

"Sialan kau! Aku akan membuatmu babak belur lagi hari ini!" teriak Jajat. Kemudian Jajat kembali akan menyerang Martis.

Namun yang terjadi, Martis lah yang melesat dengan cepat ke arah Jajat. Dan Martis memukul bagian dada Jajat.

Bugh!

Bam!

"Argh...!" teriak Jajat. Tubuh Jajat pun terpental dan menghantam tembok pagar yang ada di gang itu.

"Selanjutnya kalian," ujar Martis.

Pergerakan Martis sangatlah cepat.

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Martis melakukan hal yang sama kepada Adi, Didit, dan juga Febri. Tubuh mereka bertiga terpental dan menghantam tembok pagar.

"Ke-kenapa dia bisa melakukan ini?" tanya Jajat. Jajat memegangi dadanya yang terasa sesak.

Kemudian keempat orang itu mencoba bangkit. Namun sebelum bangkit, lagi-lagi dengan sangat cepat Martis bergerak menyerang mereka.

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Kali ini Martis memukul wajah mereka masing-masing. Setelah itu, Martis melemparkan tubuh mereka berempat sehingga menumpuk di tengah jalan gang itu.

Puk, puk, puk!

Martis membersihkan tangannya seperti membersihkan debu.

Tring!

"Tugas dadakan belum selesai. Kalahkan satu anak nakal lagi yang belum datang."

"Oh iya, aku lupa. Masih ada Markus. Kalau begitu aku akan menunggunya di sini," gumam Martis.

"Hey, di mana Markus? Apakah dia takut menghadapiku?" tanya Martis. Martis duduk di atas tubuh mereka berempat yang sudah tertumpuk.

"Tunggu saja! Markus pasti akan menghajarmu sampai mampus! Cih!" ucap Adi.

"Hey, kalian! Ada apa ini? Apa yang terjadi?" teriak Markus. Ternyata Markus sudah berada di sana.

"Nah, kau muncul juga ternyata. Aku pikir kau lari ketakutan tadi, hehe," ucap Martis. Kemudian ia berdiri.

"Apa-apaan? Aku takut padamu? Jangan bermimpi kau!" jawab Markus.

Markus melihat teman-temannya sudah babak belur.

"Apa kau yang melakukan ini pada mereka?" tanya Markus.

"Mau siapa lagi?" jawab Martis sambil menghendikkan kedua bahunya.

"Hey, kalian! Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Markus pada teman-temannya.

"Hati-hati Markus. Ada yang aneh dengan anak cacat itu hari ini," jawab Adi.

"Iya, itu benar," imbuh Jajat.

"Dasar kalian tidak berguna! Menghadapi cecunguk seperti ini saja tidak becus. Lihat aku!" ucap Markus.

Markus langsung maju ke arah Martis dan memukulnya.

Set, set, set!

Namun Markus sangatlah terkejut!

"Bagaimana bisa? Kenapa ia bisa menghindari pukulanku? Bukankah biasanya sangat mudah menghajar anak cacat ini?" gumam Markus.

Set, set, set!

Markus kembali menyerang Martis. Dan tentu saja hasilnya tetap sama seperti tadi.

"Markus, percuma. Kami sudah mencoba melakukan seperti itu tadi," ucap Adi.

"Benar. Bahkan kami sudah menyerangnya bersamaan tetap saja gagal," imbuh Jajat.

"Diamlah kalian! Jangan samakan aku dengan kalian yang lemah!" bantah Markus.

Markus memang sangat angkuh. Ia menyombongkan kekuatan miliknya. Kalau dibandingkan keempat temannya itu, memang Markus lah yang terkuat.

"Hehehe," Martis kembali menyeringai.

"Kau meremehkanku! Baiklah!" teriak Markus.

Dert..., dert..., dert...!

Slash...!

Boom!

Ternyata Markus tanpa ragu menyerang Martis menggunakan kekuatan petir miliknya.

"Mati saja kau!" ucap Markus yang sangat percaya diri. Markus sangat yakin kalau serangan petirnya itu mengenai Martis.

"Apakah berhasil?" tanya Adi.

"Entahlah," jawab Didit.

"Lihat!" seru Febri.

Mereka akhirnya bisa melihat dengan jelas setelah asap yang menyelubungi menghilang.

"Ka-kau! Si-sialan kau!" teriak Markus.

"Apa hanya segitu saja kekuatanmu? Aku rasa kau tidak berbeda dengan teman-temanmu itu. Ternyata kau sangat lah lemah!" ucap Martis.

Martis bergerak ke arah Markus dan tanpa ragu langsung memukul tubuh Markus.

Bugh!

Namun Markus bisa menahan serangan itu.

"Kau pikir tubuhku lemah?" tanya Markus.

"Oh jadi kau memiliki perisai pertahan. Baiklah, akan aku coba seberapa kuat perisaimu ini," ucap Martis.

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Bam!

Boom!

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Boom!

Martis terus memukul tubuh Markus bertubi-tubi!

Markus terus menyilangkan kedua tangannya guna menahan serangan Martis.

"Hiyat...! Rasakan ini...!" terak Martis.

Martis menambah kekuatan pukulannya. Dan pukulan-pukulan itu juga bertambah cepat.

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Krak, krak, krak...!

Tring...!

Boom!

Akhirnya perisai pertahanan milik Markus hancur dan beberapa pukulan telak berhasil mengenai tubuh Markus. Dada, perut, bahkan hingga wajah Markus semuanya terkena pukulan bertubi-tubi milik Martis. Dan tubuh Markus terpental puluhan meter. Ketika tubuh Markus berhenti karena menghantam tembok, Markus memuntahkan darah. Bahkan Markus merasakan tulang punggungnya ada yang patah ketika menghantam tembok itu dengan sangat kuat!

"Argh...!" ucap Markus kesakitan.

"Markus...!" teriak teman-temannya serempak.

Tring!

"Selamat! Tugas dadakan telah selesai. Martis telah mengalahkan anak-anak nakal. Silahkan cek hadiahnya di bagian menu hadiah."

"Eh...? Tidak ada kotak hadiah lagi?" gumam Martis.

Kemudian Martis membuka menu hadiah pada sistem.

"Apa ini?" gumam Martis.

Martis membaca keterangan hadiah. Di sana tertuliskan tentang beberapa peralatan.

Martis menekan menu informasi perlengkapan.

"Satu set ramuan? Ramuan apa ini?"

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Mga Comments (14)
goodnovel comment avatar
Tyas
mantap... jangan sampai kendor
goodnovel comment avatar
Rendi OP
jangan lupa ikuti terus ya kak
goodnovel comment avatar
Wahyudi Hasbul
anak yang hebat
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pengendali Sistem Terkuat   972. Seleksi kandidat terbaik

    "Guru, Elnara, tunggu saja. Aku juga akan berusaha semaksimal mungkin." Dengan sangat percaya dirinya Aidit menyenggol bahu Martis. Martis pun menjawab, "Aidit, semoga sukses." Kemudian mereka bertiga untuk sementara ini berpisah, mereka akan tinggal di daerah yang sudah ditentukan menurut aturan seleksi kandidat terbaik. *** Dan beberapa hari kemudian tibalah waktunya untuk ujian seleksi kandidat terbaik. Dan benar saja, dari setiap regu yang Elnara dan Aidit ikuti ternyata mereka berdua yang berhasil lolos dalam ujian seleksi kandidat terbaik, begitu juga dengan Martis. Hari ini, adalah hari di mana para pemenang di setiap regu harus kembali bersaing melawan masing-masing pemenang disetiap regu. "Regu A, yang memimpin saat ini adalah Martis! Lanjut regu B. Yang memimpin Aidit. Regu C dipimpin oleh Elnara, regu D dipimpin oleh Arlot." Pengumuman ini membuat semuanya gempar. Karena ada salah satu nama yang terdengar dan membuat gempar. Di lorong istana Peri, langsung t

  • Pengendali Sistem Terkuat   971. Di Istana

    Setelah beberapa waktu mereka menempuh perjalanan, akhirnya mereka tiba di Istana Peri. Setibanya mereka di Istana, Elnara dan Aidit sempat terperangah melihat keindahan dan keagungan Istana itu. "Wah..., Elnara, lihatlah..., Bangunan yang sangat besar di ujung sana itu namanya adalah Istana...," ujar Aidit dengan wajah polosnya. "Iya benar, ternyata, sangat besar ya...?" Elnara yang menyahuti Aidit pun raut wajahnya sama, sama-sama terperangah. "Hey, kalian berdua mau sampai kapan melongo di sana, hah...?" Martis yang sudah jalan lebih dulu akhirnya berteriak pada kedua muridnya itu Elnara dan Aidit yang tersadar dari lamunan akhirnya menyusul Martis dan Komandan untuk memasuki wilayah Istana Peri. Dan sesampainya mereka di tempat para prajurit, mereka langsung bergegas membersihkan diri masing-masing dan mematuhi aturan yang ada di sana. Dua hari kemudian, barulah Elnara, Aidit, dan Martis bisa berkumpul kembali. Ternyata, mereka ditempatkan di kelompok yang berbeda. Dan

  • Pengendali Sistem Terkuat   970. Petir Putih

    Sosok misterius itu menatap tajam petir yang Martis maksud. Ia pun berkata dalam hatinya, 'Apa...?! Bukankah Petir ini adalah petir putih? Petir putih adalah petir yang paling tinggi! Celaka, aku belum pernah sebelumnya melawan petir tingkatan ini. Tapi apa boleh buat, aku tidak akan mau dipermalukan begitu saja. Cih! Hanya petir saja, kenapa harus takut?' Sosok misterius itu kemudian memutuskan untuk menahan sambaran petir putih tersebut. Jelegar...! Beberapa saat kemudian, semua penglihatan orang di sekitar sempat pudar,akibat dahsyatnya sambaran petir yang Martis ciptakan. Dan ternyata, sosok misterius yang mengaku dirinya sangat kuat itu langsung tumbang. Ia tak kuasa menahan petir terkuat sealam semesta yang Martis ciptakan. Dan akhirnya, semua orang pun terdiam. Mereka yang tadinya nampak buas da brutal pun akhirnya bisa tenang setelah melihat kejadian yang Matis lakukan. "Kalian semua...? Kenapa hanya diam saja? Jika tidak segera diselamatkan, orang itu akan mati."

  • Pengendali Sistem Terkuat   969. Guru lawan Guru

    Martis sempat merasa gemetar saat melihat sosok yang tiba-tiba muncul itu. "Apakah kalian semua adalah orang yang telah berani melukai Muridku sampai seperti ini...?" Sosok itu berdiri tegak, ia bertanya kepada semua orang yang ada di sana. Namun sepertinya Martis tidak gentar, ia kemudian berkata, "Sebenarnya, orang yang melukai muridmu itu adalah Muridku!" Martis tiba-tiba menjawab. "Lalu...?" tanya sosok itu lagi. "Murid adalah murid, dan guru adalah guru." Dengan lantang Martis mengatakannya. "Oh, jadi begitu. Maksud ucapanmu itu adalah murid melawan murid, dan guru lawannya adalah gurunya? Benarkah begitu maksudmu, Anak Muda...?" tanya sosok itu padam Martis. "Untunglah Anda mengerti. Kalau begitu, lawanmu adalah aku! Karena aku adalah guru dari orang yang telah mengalahkan muridmu!" Martis berkata dengan sangat percaya diri. Sosok bayangan yang muncul itu pun berkata, "Baiklah, baiklah, aku terima tantanganmu. Tapi tidak sekarang, kalau aku melawan hanya dengan sos

  • Pengendali Sistem Terkuat   968. Tunggu dan lihat

    "Martis! Tunggu apa lagi?!" seru Komandan pada Martis. Dan saat Komandan ingin berdebat dengan Martis, lalu Martis mengarahkan jari telunjuknya ke arah Elnara. "Lihatlah itu." Komandan memperhatikan ke arah yang Martis tunjuk. Duar...! Terdengar suara ledakan yang cukup dahsyat. Rupanya ledakan itu hasil dari pukulan Elnara. "Apa yang terjadi?" tanya Komandan itu. Karena ada asap dan debu yang mengepul, penglihatan mereka pun terganggu. "Tunggu saja dan lihat apa yang terjadi," jawab Martis dengan wajah seriusnya. Ternyata, tadi Elnara memasang sebuah jebakan pada tubuh pria yang menjadi lawannya. Jebakan itu berupa bom kecil yang terbuat dari kertas. Kertas itu berisikan mantra peledak. Dan ledakan yang dihasilkan dari mantra itu sangatlah kuat. Itu terbukti setelah melihat apa yang terjadi pada tubuh pria yang dilawan Elnara. "Argh...! Sialan! Rupanya kau memiliki mainan seperti itu!" Pria itu menggerutu, ia kesal karena tidak menyadari bahwa Elnara masih menyimpa

  • Pengendali Sistem Terkuat   967. Komandan kesal pada Martis

    Pria itu berteriak sangat keras. Dan teriakannya itu disusul dengan terjadinya ledakan fluktuasi kekuatan dari dalam tubuhnya yang memancar ke area sekitarnya. Ledakan kekuatan itu menghasilkan tekanan yang sangat kuat. "Kekuatan macam apa ini?!" tanya Elnara seraya berusaha menahan tekanan yang ia rasakan. Namun sepertinya Elnara tak cukup kuat menahan tekanan yang di pancarkan oleh pria yang menjadi lawannya saat ini. Alhasil, beberapa detik kemudian kedua lutut Elnara menyentuh lantai. Saat melihat kejadian ini, Martis kemudian mendapat pemberitahuan dari sistemnya. Tring! "Sistem mendeteksi kekuatan kutukan! Harap Martis agar berhati-hati!" Martis lalu mengamati tubuh pria yang dilawan oleh Elnara tadi. 'Tubuh pria itu tiba-tiba dipenuhi dengan tato. Apakah tato itu adalah efek dari kekuatan kutukan seperti yang sistem katakan? Aku jadi penasaran, seberapa kuat kekuatan kutukan ini,' gumam Martis dalam hatinya. Tiba-tiba, pria tadi langsung melompat tepat ke hadapan El

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status