Beranda / Fantasi / Pengendali Sistem Terkuat / 972. Seleksi kandidat terbaik

Share

972. Seleksi kandidat terbaik

Penulis: Rendi OP
last update Tanggal publikasi: 2025-12-17 18:58:19

"Guru, Elnara, tunggu saja. Aku juga akan berusaha semaksimal mungkin." Dengan sangat percaya dirinya Aidit menyenggol bahu Martis.

Martis pun menjawab, "Aidit, semoga sukses."

Kemudian mereka bertiga untuk sementara ini berpisah, mereka akan tinggal di daerah yang sudah ditentukan menurut aturan seleksi kandidat terbaik.

***

Dan beberapa hari kemudian tibalah waktunya untuk ujian seleksi kandidat terbaik. Dan benar saja, dari setiap regu yang Elnara dan Aidit ikuti ternyata mereka berd
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pengendali Sistem Terkuat   1105.BENTENG YANG TAK GOYAH

    Pagi itu, Kota Megah Pahlawan Api sedang menikmati gairah kehidupan barunya. Pasar niaga dipenuhi oleh transaksi pedagang yang riuh, anak-anak berlarian gembira di sepanjang jalan batu yang bersih, dan prajurit Pasukan Garuda Hitam berpatroli dengan gagah di atas benteng setinggi dua puluh meter. Namun, kedamaian dan pesatnya pembangunan Kota Pahlawan Api rupanya menjadi duri di mata penguasa tetangga. Raja Gungnir, penguasa tirani dari Wilayah Benua Barat yang menguasai puluhan kota tambang, merasa takhta dan pengaruh diplomasinya terancam. Berita tentang sebuah kota megah yang berdiri instan tanpa izin sekutu kerajaan membuat kesombongannya membakar. BOOOOOOOOOOOOOOOOMMMM! Getaran hebat mendadak merambat di atas permukaan tanah. Di balik celah perbukitan luar, muncul barisan lima puluh ribu prajurit tempur bertopeng besi milik Kerajaan Gungnir. Di barisan depan, sepuluh ekor Badak Zirah Berduri seukuran bukit kecil menggeram parau, sementara ratusan meriam energi elemen ditarget

  • Pengendali Sistem Terkuat   1104. PERESMIAN KOTA MEGAH

    Pangeran Varian dan para pengawalnya terbelalak horor sampai rahang mereka hampir copot. Membangun benteng raksasa sejauh lima kilometer hanya dengan satu kibasan jubah?! Ini bukan lagi tingkat manusia atau raja, ini adalah kekuatan Pencipta. "A-Ampun, Tuan Dewa Agung! Kami salah alamat! Kami cuma mau menumpang lewat dan jualan obat nyamuk saja!" jerit Pangeran Varian histeris seraya menangis konyol seraya menyembah-nyembah kaki Martis. Martis tersenyum tipis, meredakan tekanannya. "Bawa burung untamu pulang. Dan beritahu rajamu... Kota Pahlawan Api tidak tunduk pada siapa pun, namun pintu kota ini selalu terbuka untuk perdagangan yang jujur." "I-Iya, Tuan Dewa! Siap!" Pangeran Varian langsung menarik burung untanya yang pingsan seraya lari terbirit-birit bersama para penyihirnya, melompati semak-semak dengan gerakan konyol. Malam harinya, seluruh areal Kota Megah Pahlawan Api diterangi oleh ribuan lampion kristal elemen yang melayang di udara. Dinding benteng setinggi dua pul

  • Pengendali Sistem Terkuat   1103. DIPLOMASI KONYOL

    Pembangunan Kota Megah Pahlawan Api dimulai dengan dinamika yang sangat unik. Di satu sisi, Martis berdiri tegap di puncak bukit bagaikan dewa yang mengawasi mahakaryanya. Namun di sisi lain, proses pembangunan ini diwarnai oleh aksi-aksi konyol dari tiga ribu prajurit Garuda Hitam dan dua raksasa Dominion. Pagi itu, Estias sang Raksasa Batu bermaksud memindahkan bongkahan batu granit seukuran rumah dari bukit selatan. Namun bukannya memikulnya pelan-pelan, Estias justru memainkannya seperti bola sepak. "Brakas, tangkap bola batunya! BWAHAHAHA!" teriak Estias seraya menendang batu granit raksasa tersebut melintasi udara. WUSSSSS! "HOOH?! BOLA BATU NYASAR!" jerit Ikan Lele Hitam yang sedang melayang santai menikmati uap teh hangat di udara. Lele hitam itu panik dan mengepakkan siripnya kencang-kencang, membuat teh hangatnya tumpah tepat mengenai wajah Brakas. BRUAKKKKKKKKKK! Brakas menyundul batu granit itu hingga tertancap sempurna tepat di garis fondasi benteng timur. "

  • Pengendali Sistem Terkuat   1102. IMPIAN

    Pagi hari di Lembah Asri disambut oleh pemandangan yang teramat megah. Di pelataran luas di luar gerbang desa, tiga ribu prajurit Pasukan Garuda Hitam yang kini berzirah hitam-emas tengah bergerak dalam barisan teratur, mengeksekusi Formasi Naga Hitam Penumpas Iblis di bawah komando Rian dan Kiki. Derap langkah yang kompak dan benturan perisai baja bergema mantap, mencerminkan disiplin militer tingkat tinggi yang telah menyatu dalam jiwa mereka. Martis berdiri tegap di atas tebing batu utama yang menghadap langsung ke seluruh bentangan Desa Lembah Asri. Jubah keemasannya melambai lambat disapu angin pagi. Di sisinya, Mia berdiri anggun mengenakan gaun hijau zamrud, sementara Lina kecil duduk santai di bahu Estias seraya menunjuk-nunjuk barisan prajurit di bawah. Martis memandangi lanskap pemukiman rumah-rumah kayu sederhana di desanya, lalu mengalihkan pandangannya pada bentangan lahan luas yang mengelilingi danau dan bukit-bukit batu di sekitarnya. "Mia..." buka Martis dengan

  • Pengendali Sistem Terkuat   1101. GEMBLENGAN MILITER BAJA DAN FORMASI NAGA HITAM

    "KAMI BERSUMPAH DENGAN DARAH DAN JIWA KAMI!" seru tiga ribu prajurit Garuda Hitam secara membahana. "KAMI AKAN SETIA SEUMUR HIDUP KEPADA PAHLAWAN API MARTIS DAN KELUARGANYA! KAMI SIAP MENJADI PERISAI DAN PEDANG KEDAMAIAN!" Sesi penggemblengan militer secara masif bagi tiga ribu prajurit Pasukan Garuda Hitam resmi dimulai pada hari itu juga di pelataran luas di luar gerbang Desa Lembah Asri. Lapangan yang membentang seluas belasan hektar itu kini menjadi kawah candra dimuka tempat ditempanya barisan prajurit baru di bawah bimbingan langsung Rian dan Kiki, dengan pengawasan ketat dari Martis, Estias, Brakas, dan Duo Naga Lele Purba. Rian berdiri tegap di atas panggung komando kayu, mengayunkan Belati Naga Perak Yin untuk memberikan arahan pembagian divisi. Sementara Kiki melayang di udara dengan pendaran zirah emasnya, memancarkan percikan Petir Keemasan Kuno untuk menjaga ritme dan kerapian barisan. "Dengar semuanya!" teriak Rian dengan suara bulat dan tegas yang dipancarkan me

  • Pengendali Sistem Terkuat   1100. DAN TIGA RIBU JIWA GARUDA HITAM

    Sinar mentari pagi membiaskan pendaran cahaya keemasan yang hangat menembus celah-celah bukit perbatasan Desa Lembah Asri. Di pelataran rumput luas yang membentang di luar gerbang utama, berbaris rapi ratusan kelompok mantan bandit dari berbagai pelosok Hutan Purba dan pegunungan selatan. Pemandangan pagi itu sungguh belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah wilayah tersebut. Rian dan Kiki berdiri tegap di atas mimbar batu bersama Martis, Estias, dan Brakas. Di tangan Rian, terdapat sebuah gulungan bambu kuno yang digunakan untuk mencatat dan mendata ulang seluruh anggota mantan bandit yang telah menyerahkan diri dan bersumpah setia. Estias sang Raksasa Batu melangkah kembali dari barisan belakang seraya menggaruk kepalanya yang keras, lalu memberikan laporan dengan suara beratnya yang menggelegar. "BWAHAHAHA! Martis! Rian! Ini benar-benar di luar dugaan kita semua!" seru Estias penuh ketakjuban. "Setelah aku dan Brakas menghitung ulang seluruh barisan dari barak paling ba

  • Pengendali Sistem Terkuat   28. Mulai bergerak

    Akhirnya pengintai yang berhasil Martis tangkap langsung dibawa oleh Odele untuk diinterogasi.Namun nampaknya, kali ini orang itu benar-benar mengunci mulutnya dengan rapat. Setiap kali diancam dan bahkan dipukuli, orang itu hanya menyeringai. Dan lagi, ia seperti tidak merasakan sakit sedikitpun.Od

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Pengendali Sistem Terkuat   961. Aidit terluka

    Jeritan minta tolong itu menggema di tengah derasnya hujan dan gemuruh petir. Martis berlari sekencang mungkin ke arah sumber suara dengan jantungnya yang berdebar-debar. Saat Martis tiba, ia melihat tenda Aidit sudah porak-poranda, kainnya terkoyak dan tercabik-cabik oleh tubuh raksasa anaconda it

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Pengendali Sistem Terkuat   970. Petir Putih

    Sosok misterius itu menatap tajam petir yang Martis maksud. Ia pun berkata dalam hatinya, 'Apa...?! Bukankah Petir ini adalah petir putih? Petir putih adalah petir yang paling tinggi! Celaka, aku belum pernah sebelumnya melawan petir tingkatan ini. Tapi apa boleh buat, aku tidak akan mau dipermaluk

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Pengendali Sistem Terkuat   847. Diundang

    Dalam sejarah hidupnya, sampai saat ini hanya ada dua orang yang mampu menghadapi serangan meteor miliknya. Dan orang kedua itu adalah Martis. "Si-siapa kau sebenarnya?" tanya Edmiral Kaziru yang akhirnya penasaran. "Aku?" Martis menunjuk dirinya sendiri. "Bukankah kau sudah tahu, bahwa namaku ada

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-03
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status