Home / Fantasi / Pengendali Sistem Terkuat / 972. Seleksi kandidat terbaik

Share

972. Seleksi kandidat terbaik

Author: Rendi OP
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-17 18:58:19

"Guru, Elnara, tunggu saja. Aku juga akan berusaha semaksimal mungkin." Dengan sangat percaya dirinya Aidit menyenggol bahu Martis.

Martis pun menjawab, "Aidit, semoga sukses."

Kemudian mereka bertiga untuk sementara ini berpisah, mereka akan tinggal di daerah yang sudah ditentukan menurut aturan seleksi kandidat terbaik.

***

Dan beberapa hari kemudian tibalah waktunya untuk ujian seleksi kandidat terbaik. Dan benar saja, dari setiap regu yang Elnara dan Aidit ikuti ternyata mereka berd
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pengendali Sistem Terkuat   1050. MATA AIR CAHAYA

    Pusaran kilat perak membelah angkasa Benua Utama dengan kecepatan yang melampaui batas angin. Lancelot memacu seluruh daya batinnya, memeluk tubuh Martis dengan satu tangan seraya menopang pusaran sihir pelindung yang membawa raga raksasa Estias dan Brakas. Di belakang mereka, kejaran sisa-sisa armada Klan Pemburu Jiwa perlahan menghilang ditelan jarak. "Tahan sebentar, Ayah... Uncle Estias, Uncle Brakas..." bisik Lancelot seraya menatap cemas raut wajah ketiga orang di dekatnya yang kian memucat akibat Racun Pemusnah Jiwa Purba. Lancelot mengarahkan laju terbangnya menuju ke arah pegunungan tersembunyi di perbatasan Sektor Barat, sebuah wilayah yang baru saja ia jelajahi selama pengembaraannya. Di tengah himpitan bukit-bukit batu purba yang tertutup kabut tebal, terdapat sebuah lembah terisolasi yang menyimpan Mata Air Cahaya Abadi, suaka penyembuhan purba yang tak sengaja ditemukan Lancelot beberapa minggu lalu. BOOM! Lancelot mendarat cepat di dasar lembah. Suhu udara di

  • Pengendali Sistem Terkuat   1049. KILATAN PERAK DI PERBATASAN

    Sisa-sisa armada kayu hitam Klan Pemburu Jiwa yang melayang di angkasa Sektor Perbatasan Alam Bahtera mulai bergerak mengepung. Ratusan kapal perang yang tadinya terhenti kini meluncur perlahan mendekati puing-puing geladak kapal induk tempat Martis, Estias, dan Brakas terbaring tak berdaya. Ribuan prajurit Pemburu Jiwa dengan zirah kelabu dan sabit-sabit beracun melompat turun dari atas geladak kapal. Mereka menyeringai kejam saat melihat sang Penguasa Api dan dua raksasa Dominion terkulai lemas di bawah pengaruh Racun Pemusnah Jiwa Purba. "Hahaha! Panglima Morvath telah mengorbankan dirinya dengan racun purba!" raung salah seorang komandan Pemburu Jiwa seraya mengacungkan pedang beracunnya. "Tangkap pria berambut keemasan itu! Ambil kepala Pahlawan Api dan persembahkan esensi jiwanya kepada Tetua Purba kita!" "Serbu mereka!" jerit puluhan ribu prajurit musuh yang berlarian menembus asap hitam, mengarahkan tombak dan racun ke arah Martis yang masih terhenyak berlutut dengan p

  • Pengendali Sistem Terkuat   1048. RACUN MEMATIKAN

    Panglima Morvath terbaring lemah di atas puing-puing geladak kapal induknya yang telah hancur. Zirah kelabunya retak-retak, dan dua lengan belakangnya terkulai tak bernyawa. Namun, saat menatap Martis, Estias, dan Brakas yang berdiri gagah di hadapannya, sudut bibir Morvath yang bersimbah darah kelabu mendadak tertarik membentuk sebuah senyuman sinis yang teramat mengerikan. "Hahaha... Kalian pikir... kalian sudah menang, hah?!" kekeh Morvath dengan suara parau yang membara oleh kegilaan mutlak. "Apa yang kau tertawakan, Cumi-cumi?" gertak Estias seraya melangkah maju, hendak mencengkeram leher sang panglima. Namun, sebelum jemari raksasa Estias menyentuhnya, Morvath dengan cepat menggerakkan salah satu telapak tangannya yang tersisa ke balik zirahnya. Ia menarik sebuah kristal pil berwarna hitam pekat yang dipenuhi ukiran garis-garis merah menyala—Pil Racun Pemusnah Jiwa Purba. "Jika Klan Pemburu Jiwa tidak bisa mendapatkan benua ini... maka kalian semua harus hancur bersam

  • Pengendali Sistem Terkuat   1047. AMUKAN DUA RAKSASA

    Langit di Sektor Perbatasan Alam Bahtera kini dipenuhi asap hitam dan percikan bunga api keemasan. Puluhan kapal perang kayu milik Klan Pemburu Jiwa yang telah runtuh menjadi serpihan kayu terbakar perlahan-lahan melayang jatuh ke dalam retakan dimensi. Di tengah lautan puing tersebut, Estias dan Brakas berdiri gagah melayang di angkasa, memamerkan tinju batu mereka yang membara oleh aura Dominion. Panglima Morvath mengepalkan keempat tangannya hingga buku-buku jarinya berbunyi nyaring. Wajah kelabunya yang biasanya dingin kini memerah padam oleh kemurkaan yang tak tertahan. Pria empat lengan itu melangkah maju ke ujung geladak kapal induk raksasa, memancarkan gelombang energi kegelapan yang membekukan partikel uap di sekitarnya. "Raksasa-raksasa tidak tahu diri!" raung Morvath dengan suara melengking yang menggetarkan angkasa. "Kalian pikir bisa menghentikan invasi Klan Pemburu Jiwa hanya dengan kekuatan fisik kasar?!" Morvath menarik empat bilah pedang berkepala tengkorak da

  • Pengendali Sistem Terkuat   1046. DINDING BATU DAN GELOMBANG ANGKASA

    Angkasa di Sektor Perbatasan Alam Bahtera berguncang hebat. Retakan-retakan dimensi berwarna ungu kehitaman membentang luas di atas lautan awan, memuntahkan ribuan kapal perang layang berukuran raksasa dari Klan Pemburu Jiwa. Kapal-kapal kayu hitam purba itu dilapisi oleh ukiran-ukiran tengkorak yang menyerap partikel esensi kehidupan dari alam sekitarnya, memancarkan bau busuk dan aura kematian yang teramat pekat. Di geladak kapal induk utama, melayang sesosok pria tinggi kurus berzirah kelabu dengan empat lengan bersisik, Panglima Morvath. Dua matanya yang berwarna hijau menyala menatap dingin ke arah bentangan benua hijau di kejauhan. "Benua Utama..." bisik Morvath dengan suara yang melengking bagaikan gesekan besi berkarat. "Setelah runtuhnya Sekte Bayangan Abadi, benua kaya ini tidak lagi memiliki pelindung! Panen ratusan juta jiwa di tanah itu, dan persembahkan esensinya untuk membangkitkan Tetua Purba kita!" "Siap, Panglima!" raung puluhan ribu prajurit Pemburu Jiwa yan

  • Pengendali Sistem Terkuat   1045. ANOMALI DI PERBATASAN

    Berbulan-bulan telah berlalu sejak penumpasan Sekte Bayangan Abadi dan penetasan Burung Phoenix Api Emas yang kini diberi nama Ignis oleh Mia. Kehidupan di Desa Lembah Asri berlangsung dalam kedamaian yang tak tergoyahkan. Kehadiran Brakas, adik kandung Estias memberikan warna baru di desa tersebut. Bersama Estias, kedua raksasa itu membantu warga membangun infrastruktur benteng dan pertanian dengan kekuatan Dominion mereka yang tak terbatas. Namun, di balik kedamaian yang melingkupi Benua Utama, Martis tidak pernah melupakan tugasnya sebagai Penguasa Mutlak. Di puncak bukit tertinggi di balik desa, Martis duduk bersila dalam meditasi. Di sekeliling tubuhnya, Tujuh Api Suci Abadi Tingkat Dewa memancar tenang, menyatu secara harmonis dengan pusaran esensi alam. Ignis melayang anggun di angkasa di atas Martis, menjaga ketenangan sang majikan. [Sistem: Melakukan Pemindaian Rutin Multiverse] [Deteksi Anomali: Terjadi Fluktuasi Energi Asing di Sektor Perbatasan Alam Bahtera!] [Tingka

  • Pengendali Sistem Terkuat   961. Aidit terluka

    Jeritan minta tolong itu menggema di tengah derasnya hujan dan gemuruh petir. Martis berlari sekencang mungkin ke arah sumber suara dengan jantungnya yang berdebar-debar. Saat Martis tiba, ia melihat tenda Aidit sudah porak-poranda, kainnya terkoyak dan tercabik-cabik oleh tubuh raksasa anaconda it

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Pengendali Sistem Terkuat   970. Petir Putih

    Sosok misterius itu menatap tajam petir yang Martis maksud. Ia pun berkata dalam hatinya, 'Apa...?! Bukankah Petir ini adalah petir putih? Petir putih adalah petir yang paling tinggi! Celaka, aku belum pernah sebelumnya melawan petir tingkatan ini. Tapi apa boleh buat, aku tidak akan mau dipermaluk

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Pengendali Sistem Terkuat   17. Bekerja sama

    Martis memukuli wajah Anton sampai wajah Anton menjadi babak belur.Beberapa menit kemudian Martis berhenti untuk menarik nafas sejenak.Ternyata Anton belum juga kalah. Anton masih bisa bangkit. Namun sayangnya, Martis tidak membiarkan Anton untuk memulihkan dirinya. Martis takut kalau Anton mengguna

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Pengendali Sistem Terkuat   16. Serangan bertubi-tubi

    Kali ini Martis terlihat agak kesulitan mengindari serangan dari Anton.Nampaknya kekuatan elemen api Anton berbeda dari kekuatan elemen api yang biasanya. Bagaimana tidak? Martis sudah mencoba elemen tanah dan elemen besi untuk menghalau kekuatan api Anton. Akan tetapi, hasilnya tetap sama saja. Api

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status