Share

971. Di Istana

Penulis: Rendi OP
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-12 03:17:26
Setelah beberapa waktu mereka menempuh perjalanan, akhirnya mereka tiba di Istana Peri. Setibanya mereka di Istana, Elnara dan Aidit sempat terperangah melihat keindahan dan keagungan Istana itu.

"Wah..., Elnara, lihatlah..., Bangunan yang sangat besar di ujung sana itu namanya adalah Istana...," ujar Aidit dengan wajah polosnya.

"Iya benar, ternyata, sangat besar ya...?" Elnara yang menyahuti Aidit pun raut wajahnya sama, sama-sama terperangah.

"Hey, kalian berdua mau sampai kapan melongo
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pengendali Sistem Terkuat   975. Api suci

    Raja Peri kemudian menendang tubuh Arlot yang sudah tak berdaya itu. Sambil menendang, Raja Peri juga sambil mengumpat, "Cih...! Hanya segini saja kemampuan yang kamu miliki, bisa-bisanya mengatakan bahwa Kaum Peri lebih lemah dibandingkan Ras yang tidak jelas ini! Puih...!" Raja Peri membuang air liur ke tubuh Arlot. Kemudian, setelah itu Raja Peri menoleh ke arah Martis. Dengan wajah penuh percaya diri dan tampak garang, Raja Peri berkata pada Martis, "Selanjutnya adalah kau!" serunya seraya menunjuk wajah Martis. Martis mengernyitkan alisnya, "Yang Mulia, Hamba tau, bahwa kekuatan Yang Mulia memanglah sungguh dahsyat. Tapi maaf, dalam pertarungan kali ini aku tidak akan mengalah," ujar Martis menyahuti propokasi dari Raja Peri tadi. "Omong kosong...! Buktikan saja, jangan banyak bicara! Hiyat...!" Raja Peri kemudian menyerang Martis. Bam...! Raja Peri mencoba memukul Martis menggunakan teknik tapak suci Peri. beft...! Akan tetapi, serangan itu dapat Martis tahan denga

  • Pengendali Sistem Terkuat   974. Tak terduga

    Padahal Raja Peri sudah sebisa mungkin menahan amarahnya, namun sepertinya, ucapan demi ucapan yang Arlot katakan justru semakin membuat Raja Peri marah. Karena tidak mau menanggung malu, Akhirnya alur pertandingan pun berubah. Raja Peri berkata, "Baik, Aidit kau lawan dia! Sekarang!" tegasnya.Kemudian kembali riuh suara bisikan dari para pendukung dan penonton seleksi kandidat prajurit terbaik ini. Sangat jelas, kali ini sudah menyalahi aturan dalam pertandingan tersebut. Selama beberapa abad ini, barulah hari ini terjadi nya pelanggaran aturan ujian seleksi kandidat prajurit terbaik. Tapi mau bagaimana lagi, saat ini Raja Peri sendiri yang melanggar aturan itu. Dari sini pasti akan jadi pelajaran untuk kaum peri ke depannya bahwa seleksi kandidat prajurit terbaik telah berubah. Perubahan ini secara langsung dilakukan oleh Sang Raja Peri sendiri.Kemudian, karena perintah Raja, Panitia seleksi kandidat prajurit terbaik pun mengikuti apa yang dikatakan oleh Sang Raja Peri.Dan pa

  • Pengendali Sistem Terkuat   973. Rasis

    "Aku akan lihat, seberapa kuat usaha kalian untuk menjadi Kandidat terbaik," ujar Raja Peri, yang saat ini datang dengan tiba-tiba ke tempat seleksi kandidat prajurit terbaik di dunia Peri. Martis menatap dengan lekat aura dan wajah Raja Peri itu, ia merasakan sesuatu bergetar di dalam inti jiwa miliknya. 'Aura ini, ini aura api suci hijau.' Ternyata api suci hijau milik Raja Peri ini beresonansi dengan api suci yang telah Martis miliki. Itu adalah hal yang wajar, karena saat api suci berdekatan maka akan ada gesekan-gesekan yang terjadi. Kemudian semua orang langsung tunduk dan hormat atas kedatangan Baginda Raja Peri pada saat ini. "Silahkan lanjutkan pertandingan nya...," ujar Raja Peri. Setelah itu barulah pertandingan dilanjutkan, yang kini hanya tersisa Elnara, Aidit, Martis, dan Arlot. Dalam pertandingan selanjutnya, Arlot akan melawan Elnara. Sedangkan Martis akan melawan Aidit. Semua telah disepakati, pihak yang akan melakukan pertandingan Dan keesokan harinya, t

  • Pengendali Sistem Terkuat   972. Seleksi kandidat terbaik

    "Guru, Elnara, tunggu saja. Aku juga akan berusaha semaksimal mungkin." Dengan sangat percaya dirinya Aidit menyenggol bahu Martis. Martis pun menjawab, "Aidit, semoga sukses." Kemudian mereka bertiga untuk sementara ini berpisah, mereka akan tinggal di daerah yang sudah ditentukan menurut aturan seleksi kandidat terbaik. *** Dan beberapa hari kemudian tibalah waktunya untuk ujian seleksi kandidat terbaik. Dan benar saja, dari setiap regu yang Elnara dan Aidit ikuti ternyata mereka berdua yang berhasil lolos dalam ujian seleksi kandidat terbaik, begitu juga dengan Martis. Hari ini, adalah hari di mana para pemenang di setiap regu harus kembali bersaing melawan masing-masing pemenang disetiap regu. "Regu A, yang memimpin saat ini adalah Martis! Lanjut regu B. Yang memimpin Aidit. Regu C dipimpin oleh Elnara, regu D dipimpin oleh Arlot." Pengumuman ini membuat semuanya gempar. Karena ada salah satu nama yang terdengar dan membuat gempar. Di lorong istana Peri, langsung t

  • Pengendali Sistem Terkuat   971. Di Istana

    Setelah beberapa waktu mereka menempuh perjalanan, akhirnya mereka tiba di Istana Peri. Setibanya mereka di Istana, Elnara dan Aidit sempat terperangah melihat keindahan dan keagungan Istana itu. "Wah..., Elnara, lihatlah..., Bangunan yang sangat besar di ujung sana itu namanya adalah Istana...," ujar Aidit dengan wajah polosnya. "Iya benar, ternyata, sangat besar ya...?" Elnara yang menyahuti Aidit pun raut wajahnya sama, sama-sama terperangah. "Hey, kalian berdua mau sampai kapan melongo di sana, hah...?" Martis yang sudah jalan lebih dulu akhirnya berteriak pada kedua muridnya itu Elnara dan Aidit yang tersadar dari lamunan akhirnya menyusul Martis dan Komandan untuk memasuki wilayah Istana Peri. Dan sesampainya mereka di tempat para prajurit, mereka langsung bergegas membersihkan diri masing-masing dan mematuhi aturan yang ada di sana. Dua hari kemudian, barulah Elnara, Aidit, dan Martis bisa berkumpul kembali. Ternyata, mereka ditempatkan di kelompok yang berbeda. Dan

  • Pengendali Sistem Terkuat   970. Petir Putih

    Sosok misterius itu menatap tajam petir yang Martis maksud. Ia pun berkata dalam hatinya, 'Apa...?! Bukankah Petir ini adalah petir putih? Petir putih adalah petir yang paling tinggi! Celaka, aku belum pernah sebelumnya melawan petir tingkatan ini. Tapi apa boleh buat, aku tidak akan mau dipermalukan begitu saja. Cih! Hanya petir saja, kenapa harus takut?' Sosok misterius itu kemudian memutuskan untuk menahan sambaran petir putih tersebut. Jelegar...! Beberapa saat kemudian, semua penglihatan orang di sekitar sempat pudar,akibat dahsyatnya sambaran petir yang Martis ciptakan. Dan ternyata, sosok misterius yang mengaku dirinya sangat kuat itu langsung tumbang. Ia tak kuasa menahan petir terkuat sealam semesta yang Martis ciptakan. Dan akhirnya, semua orang pun terdiam. Mereka yang tadinya nampak buas da brutal pun akhirnya bisa tenang setelah melihat kejadian yang Matis lakukan. "Kalian semua...? Kenapa hanya diam saja? Jika tidak segera diselamatkan, orang itu akan mati."

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status