Início / Fantasi / Pengendali Sistem Terkuat / 1042. IDENTITAS SANG DEWA API

Compartilhar

1042. IDENTITAS SANG DEWA API

Autor: Rendi OP
last update Data de publicação: 2026-09-04 07:27:42

Lautan api hitam beracun milik Gideon membumbung tinggi, mengurung seluruh sudut panggung batu meteorit. Pria berzirah besi duri itu meraung murka, menghantamkan gada raksasanya lurus menuju kepala Martis dengan kecepatan yang membelah udara.

"Mati kau!" jerit Gideon histeris.

Martis bahkan tidak berpaling. Ia hanya mengangkat jari telunjuk tangan kanannya secara santai, menyambut ujung gada besi raksasa yang diliputi sihir api hitam tersebut.

TING!

Tidak ada dentuman suara ledakan. T
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pengendali Sistem Terkuat   1045. ANOMALI DI PERBATASAN

    Berbulan-bulan telah berlalu sejak penumpasan Sekte Bayangan Abadi dan penetasan Burung Phoenix Api Emas yang kini diberi nama Ignis oleh Mia. Kehidupan di Desa Lembah Asri berlangsung dalam kedamaian yang tak tergoyahkan. Kehadiran Brakas, adik kandung Estias memberikan warna baru di desa tersebut. Bersama Estias, kedua raksasa itu membantu warga membangun infrastruktur benteng dan pertanian dengan kekuatan Dominion mereka yang tak terbatas. Namun, di balik kedamaian yang melingkupi Benua Utama, Martis tidak pernah melupakan tugasnya sebagai Penguasa Mutlak. Di puncak bukit tertinggi di balik desa, Martis duduk bersila dalam meditasi. Di sekeliling tubuhnya, Tujuh Api Suci Abadi Tingkat Dewa memancar tenang, menyatu secara harmonis dengan pusaran esensi alam. Ignis melayang anggun di angkasa di atas Martis, menjaga ketenangan sang majikan. [Sistem: Melakukan Pemindaian Rutin Multiverse] [Deteksi Anomali: Terjadi Fluktuasi Energi Asing di Sektor Perbatasan Alam Bahtera!] [Tingka

  • Pengendali Sistem Terkuat   1044. KEMBALINYA SANG PEMENANG DAN DUA RAKSASA DOMINION

    Pendaran sinar matahari sore membiaskan warna keemasan di sepanjang jalan setapak menuju Desa Lembah Asri. Embusan angin sejuk membawa aroma harum bunga liar dan dedaunan basah, menyambut kepulangan rombongan Martis dari Kota Batu Berdarah. Di barisan depan, Martis melangkah dengan tenang. Di dalam pelukannya, Telur Binatang Dewa Suci berpendar hangat secara teratur, memancarkan garis-garis cahaya keemasan yang kian terang akibat pasokan energi Api Suci Abadi Tingkat Dewa yang disuntikkan Martis secara halus di sepanjang perjalanan. Di sampingnya, dua raksasa setinggi tiga setengah meter, Estias dan Brakas berjalan seraya tertawa terbahak-bahak, saling menepuk bahu batu mereka hingga memicu dentuman-dentuman kecil yang menggetarkan tanah. "Hahaha! Brakas, nanti di desa aku akan mengenalkanmu pada daging panggang bumbu pedas buatan warga!" seru Estias penuh semangat, mata raksasanya berbinar konyol. "Tapi kau harus ingat, jangan makan dua porsi sekaligus seperti waktu kita di kot

  • Pengendali Sistem Terkuat   1043. SANG PEMENANG MUTLAK

    Gema sorak-sorai dan teriakan penuh penghormatan membahana di seluruh pelosok Kota Batu Berdarah. Ribuan warga dan petarung bersujud di atas tanah, menatap sosok Martis yang melayang tenang di tengah panggung dengan mata yang dipenuhi rasa kagum mutlak. Nama Martis sang Pahlawan Api yang telah memusnahkan sosok bayangan misterius dan menyelamatkan Benua Utama kini terngiang nyata di hadapan mereka. Tetua Kaelas masih berlutut di panggung batu meteorit yang retak. Pria tua yang menjadi jawara bertahan di kota itu mengangkat kedua tangannya ke udara seraya melilitkan jubah taoisnya secara rapi. "Hamba... dan seluruh petarung di Kota Batu Berdarah," ujar Tetua Kaelas dengan suara lantang yang menggetarkan arena, "dengan ini menyatakan mundur dari sayembara! Tidak ada satu pun manusia di tempat ini yang cukup bodoh untuk mengukur kekuatan melawan sang Penyelamat Benua!" Pengawas arena yang gemetar hebat buru-buru menyapu keringat di keningnya. Dengan tangan yang menggigil, ia mengambi

  • Pengendali Sistem Terkuat   1042. IDENTITAS SANG DEWA API

    Lautan api hitam beracun milik Gideon membumbung tinggi, mengurung seluruh sudut panggung batu meteorit. Pria berzirah besi duri itu meraung murka, menghantamkan gada raksasanya lurus menuju kepala Martis dengan kecepatan yang membelah udara. "Mati kau!" jerit Gideon histeris. Martis bahkan tidak berpaling. Ia hanya mengangkat jari telunjuk tangan kanannya secara santai, menyambut ujung gada besi raksasa yang diliputi sihir api hitam tersebut. TING! Tidak ada dentuman suara ledakan. Tidak ada gelombang kejut yang meruntuhkan tribun. Hanya bunyi tingting halus yang memecah keheningan. Ujung jari telunjuk Martis menahan gada besi berbobot belasan ton itu dengan ketahanan mutlak tanpa bergeser serambut pun! Gideon terbelalak horor, matanya hampir melompat keluar dari kelopaknya. "A-Apa?! Dengan satu jari?!" Martis menatap Gideon dengan mata keemasan yang memancarkan pendaran dingin. "Ini bahkan belum mencapai seperseribu dari kekuatanku." [Sistem: Mengaktifkan Output Ener

  • Pengendali Sistem Terkuat   1041. KEMURKAAN SANG PELINDUNG

    Tekanan aura Api Suci Abadi Tingkat Dewa yang melingkupi raga Martis kian pekat, memancarkan gelombang panas yang memurnikan setiap sisa aroma racun di udara. Vanya berlutut di atas panggung batu meteorit, napasnya tersengal-sengal dengan wajah yang pucat pasi. Efek balik dari hancurnya Sihir Penggoda Purba miliknya melumpuhkan seluruh aliran energi di dalam jiwanya. Melihat mata keemasan Martis yang begitu dingin dan tak tersentuh, Vanya menyadari jurang perbedaan kekuatan di antara mereka. Ia mengepalkan tangannya di atas tanah yang membara, meremas gaun sutra hitamnya dengan bibir gemetar ketakutan. "A-Aku... aku menyerah!" jerit Vanya terengah-engah seraya menundukkan kepalanya dalam-dalam ke tanah. GONGGGGG! Suara gong perunggu berdentum nyaring menggelegar ke seluruh penjuru arena. "Pemenang babak ini... Nomor Peserta 45, Martis!" teriak pengawas arena dengan suara membahana, memecah keheningan penonton yang masih terpukau oleh pemurnian instan tersebut. Vanya berd

  • Pengendali Sistem Terkuat   1040. SANG PENYIHIR

    Suara dentuman gong perunggu kembali membelah keriuhan Kota Batu Berdarah. Asap tipis yang tersisa dari pertarungan sebelumnya perlahan memudar, memperlihatkan permukaan panggung batu meteorit yang kini dipenuhi retakan mendalam. Martis mendarat dengan anggun di tengah panggung. Jubah tempurnya yang berujung keemasan melambai tenang ditiup angin sore, sementara mata keemasannya memancarkan pendaran dingin yang teramat tenang. Di antara ribuan penonton yang memadati tribun, bisik-bisik penasaran mulai merebak. Penampilan Martis yang rapi dan tampan tampak sangat kontras jika dibandingkan dengan para petarung bersenjata berat yang mendominasi sayembara ini. "Nomor Peserta 45 telah bersiaga!" seru pengawas arena seraya mengangkat tangannya. "Dan lawannya di babak ini adalah... sang mawar beracun yang tak terkalahkan, Vanya si Penyihir Mawar Hitam!" Dari sudut panggung yang lain, sesosok wanita melangkah keluar dengan keanggunan yang menghipnotis. Ia mengenakan gaun sutra hitam be

  • Pengendali Sistem Terkuat   849. Huruf D

    Pertemuan Martis dengan Raja Garza sangat memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Dari Martis, ia merasa untung karena akhirnya mendapatkan tempat yang sangat cocok untuknya betlatih meningkatkan kekuatannya. Sedangkan dari Kerajaan Garza, mereka merasa untung karena sejak kabar berita tentang Marti

    last updateÚltima atualização : 2026-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   794 Jreng...!

    Setelah Martis mendengar dan melihat keadaan pasukannya yang kurang baik, ia bergegas menuju gerbang depan wilayah kekuasaannya. Wilayah kekuasan Martis ini memang terbilang tidak terlalu luas, dan wilayah itu kini disebut Rebelco. Penamaan Rebelco sendiri terbentuk karena desas-desus yang beredar d

    last updateÚltima atualização : 2026-04-02
  • Pengendali Sistem Terkuat   808. Kutukan

    Hari ini adalah hari di mana hati dan pikiran Martis dipenuhi tanda tanya. Namun, untuk saat ini Martis tidak mau terlalu pusing dengan keadaan dan situasi saat ini. Pikirnya, yang terpenting setidaknya ia dapat menghilangkan rasa rindunya pada keluarga kecil yang amat dicintainya. Setelah mereka s

    last updateÚltima atualização : 2026-04-02
  • Pengendali Sistem Terkuat   827. Makhluk aneh

    Si Topi Merah sangat yakin bahwa kali ini ia berhasil menghabisi Martis. Namun keyakinannya itu runtuh setelah ia melihat bahwa yang ia hantam hanyalah lantai, tanpa ada tubuh Martis di sana. "Ke mana dia...?" Si Topeng Merah melihat ke sekelilingnya guna menemukan keberadaan Martis. Akan tetapi s

    last updateÚltima atualização : 2026-04-02
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status