Share

248. Anak kecil?

Author: Rendi OP
last update publish date: 2023-08-22 00:14:08

Martis benar-benar terkejut. Ternyata suara yang ia dengar itu adalah suara Odanto. Bagaimana bisa Odanto berada di sini? Ditambah lagi, saat ini situasinya sedang dalam bahaya.

Sedangkan Martanto, sebagai ayah dari Odanto hanya bisa menahan amarahnya. Setelah ditanya, akhirnya Odanto mengaku kalau ia menyelinap di salah satu kapal yang mereka tumpangi menuju negara Pilastain.

"Sudahlah, Paman. Mau bagaimana lagi? Memarahinya pun percuma. Yang jelas, kita harus melindunginya," ujar Martis.

"Tid
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengendali Sistem Terkuat   1073. RITUAL KELAM DI LEMBAH BAYANGAN

    Jaringan benang hitam dari Jala Penghisap Jiwa mengerat semakin kuat, meremas raga kecil Rian dan Lina tanpa ampun. Setiap kali benang-benang sihir itu bergetar, hawa dingin yang amat beracun merayap menembus pori-pori kulit, menusuk meridian, dan membakar saluran daya batin mereka dari dalam. Rian berusaha memaksakan matanya tetap terbuka. Jemari tangannya yang gemetar dan bersimbah darah dingin mencengkeram erat benang jala yang mengiris kulitnya, mencoba sekuat tenaga menahan beban sihir agar tidak mengenai Lina yang mendekap erat di dadanya. "L-Lina... Bertahanlah, Adikku... Kakak... Kakak ada di sini..." bisik Rian dengan suara parau yang amat tipis. Napasnya tersengal-sengal, dadanya naik turun menahan rasa sakit luar biasa. "Kak Rian... Sakit sekali..." tangis Lina kecil sesenggukan. Suaranya kian melemah, bibir kecilnya membiru hebat akibat terpaan racun jiwa. "Hahaha! Jangan membuang-buang tenagamu, Bocah!" gelak salah seorang anak buah Torgar seraya menarik tali jala

  • Pengendali Sistem Terkuat   1072. PERANGKAP HITAM

    Dua komet cahaya Hitam Onyx dan Putih Mutiara membelah angkasa Desa Lembah Asri dengan kecepatan yang teramat dahsyat. Di atas punggung raksasa Duo Naga Lele Purba, Rian dan Lina menggenggam erat sisik-sisik naga guru mereka, mata mereka yang tajam menatap lurus ke arah gerbang kayu utama desa. Namun, saat kedua naga lele mendarat melayang di udara tepat di atas gerbang, pemandangan mengerikan di bawah sana seketika membuat Rian dan Lina terperanjat horor! Brakas terbaring kaku di atas tanah berdebu. Kulit perunggu merahnya kini hampir seluruhnya berubah menjadi hitam pekat akibat racun mematikan yang merayap cepat menyiksa meridiannya. Napas raksasa itu bertiup sangat tipis dan parau. Di dekatnya, burung Phoenix ajaib milik Martis, Ignis yang terkulai bersimbah darah. Bulu-bulu emasnya yang biasa berpendar megah kini redup dan dipenuhi jarum-jarum racun hitam. Ignis tidak dapat bergerak bebas saat bertarung karena dipaksa harus berdiri pasang badan dan membentengi raga Brakas

  • Pengendali Sistem Terkuat   1071. PERTEMPURAN DI GERBANG

    Estias berlari kencang membelah jalanan Desa Lembah Asri. Langkah kakinya yang berat memicu guncangan gempa kecil di sepanjang rumah-rumah warga. Air mata amarah bercampur cemas mengucur deras melintasi wajah batunya yang retak-retak. Bayangan tubuh Brakas yang terkulai bersimbah racun hitam serta Ignis yang terhempas demi membentengi adiknya terus membayangi benak raksasa Dominion tersebut. "MARTIS! MARTIS, TOLONG!" jerit Estias histeris saat mendarat keras di halaman depan rumah kayu. Namun, suasana halaman rumah terasa lengang. Pintu depan terbuka pelan, tetapi sosok Martis dan Mia sama sekali tidak terlihat di sana. Rupanya, pagi itu Martis dan Mia sedang pergi ke wilayah bukit utara untuk mengambil pasokan kayu purba dan herbal langka. Pintu rumah mendadak terbuka lebar. Rafaela melangkah keluar bersama Rian dan Lina. Melihat kondisi Estias yang bersimbah peluh, dengan zirah batu emas retak-retak dan bercak darah di tangannya, raut wajah anggun Rafaela seketika berubah ce

  • Pengendali Sistem Terkuat   1070. SERANGAN

    Keesokan harinya, sinar mentari pagi membias hangat di sekeliling kawasan hutan rimba yang tak jauh dari Desa Lembah Asri. Suasana hutan terasa sejuk oleh embusan angin segar dan gemericik air sungai. Estias dan Brakas melangkah santai menyusuri rimbunnya pepohonan purba seraya membawa kapak pemburu dan tali tambang. Dua raksasa Dominion itu sedang berburu hewan buruan untuk menambah pasokan bahan makanan pesta desa. Di pinggang mereka, dua kendi giok yang kini telah menjadi milik Rian dan Lina tak lagi tergantung, membuat Estias dan Brakas berjalan lebih bebas. Namun, di tengah perjalanan mereka, lima sosok berjubahkan kain abu-abu seperti bayangan busuk mendadak muncul dari balik semak-semak lebat, itu adalah Torgar sang Penghisap Jiwa beserta empat pengembara sesatnya. Awalnya, Estias dan Brakas sama sekali tidak menghiraukan kehadiran kelima pengembara asing tersebut. Dua raksasa setinggi tiga setengah meter itu hanya menganggap mereka sebagai pengelana biasa yang tersesat

  • Pengendali Sistem Terkuat   1069. ANCAMAN DARI BAYANG-BAYANG PEGUNUNGAN

    Pendaran cahaya ganda dari Kontrak Jiwa Setia yang baru saja terjalin secara mutlak antara Rian, Lina, dan Duo Naga Lele Purba Yin-Yang perlahan-lahan meredup di tepi Danau Lembah Asri. Gelak tawa Estias dan Brakas yang bergema konyol, dipadukan dengan kehangatan senyuman Martis dan Mia, masih menyelimuti udara pagi yang amat damai. Lembah tersebut seolah menjadi suaka paling aman di seluruh Benua Utama, tempat di mana luka jiwa dua anak yatim piatu dipulihkan secara sempurna oleh kasih sayang dan takdir pelindung yang tangguh. Namun, tanpa ada yang menyadari, penyatuan dua energi purba skala dewa dalam proses pengikatan kontrak suci tersebut telah memicu gelombang getaran esensi yang amat dahsyat. Fluktuasi daya batin dari esensi Yin dan Yang murni itu menerobos benteng pertahanan alam lembah, membumbung tinggi ke angkasa, dan memancar keluar hingga belasan kilometer jauhnya melintasi batas bukit batu. Di balik bukit batu gersang yang membatasi wilayah perbatasan luar Desa Lemb

  • Pengendali Sistem Terkuat   1068. TEKAD BAJA

    Sinar mentari pagi membakar hangat padang rumput di tepi Danau Lembah Asri. Embusan angin sejuk membawa kepulan uap air pemurni saat proses pelatihan beladiri generasi baru dimulai secara resmi. Di atas padang rumput, Rian dan Lina berdiri tegak mengenakan pakaian latihan kain tebal. Di hadapan mereka, dua Naga Lele Purba Yin-Yang melayang anggun di angkasa. Ikan Lele Hitam menyelimuti tubuhnya dengan aura kegelapan yang pekat, sementara Ikan Lele Putih memancarkan gelombang cahaya perak yang menyilaukan. "Dengar baik-baik, murid-muridku!" seru Ikan Lele Hitam dengan suara naga yang menggelegar nyaring. "Jalur Beladiri Yin-Yang Kuno bukan untuk penakut! Rian, kau harus menahan beban Tekanan Jiwa Bayangan di punggungmu seraya mengayunkan pedang ini seribu kali tanpa henti!" "Lina!" tambah Ikan Lele Putih dengan suara tegas namun hangat. "Kau harus memfokuskan Esensi Cahaya Yang di telapak tanganmu untuk memurnikan seratus tetes air danau di udara secara serentak!" "Siap, Guru

  • Pengendali Sistem Terkuat   970. Petir Putih

    Sosok misterius itu menatap tajam petir yang Martis maksud. Ia pun berkata dalam hatinya, 'Apa...?! Bukankah Petir ini adalah petir putih? Petir putih adalah petir yang paling tinggi! Celaka, aku belum pernah sebelumnya melawan petir tingkatan ini. Tapi apa boleh buat, aku tidak akan mau dipermaluk

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Pengendali Sistem Terkuat   847. Diundang

    Dalam sejarah hidupnya, sampai saat ini hanya ada dua orang yang mampu menghadapi serangan meteor miliknya. Dan orang kedua itu adalah Martis. "Si-siapa kau sebenarnya?" tanya Edmiral Kaziru yang akhirnya penasaran. "Aku?" Martis menunjuk dirinya sendiri. "Bukankah kau sudah tahu, bahwa namaku ada

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   842. Mengajari Martis

    Jendral Salim sebenarnya sudah menduga bahwa hal ini pasti akan terjadi. 'Anakku ini, rasa percayanya pada seseorang sangat hati-hati. Aku tak habis pikir, setelah Ibunya meninggal, sikapnya jadi seperti ini. Apa yang harus aku lakukan agar ia kembali seperti dulu lagi?' Sambil menatap langit, Jend

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   837. Misi

    Martis dan Gozil melihat bahwa Edmiral Kaziru berhasil menahan serangan yang Gozil lakukan. Melihat itu, Gozil sangat frustasi. Matanya melotot dan ia mengeraskan rahangnya lalu berteriak, "Jangan remehkan kekuatan Ras Naga...!" Gozil pun kembali membuka mulutnya berniat sekali lagi menembakkan bola

    last updateLast Updated : 2026-04-03
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status