Home / Fantasi / Pengendali Sistem Terkuat / 335. Kekacauan Zephyria

Share

335. Kekacauan Zephyria

Author: Rendi OP
last update publish date: 2023-09-11 10:44:57
Saat rencana Tiberius mulai berjalan, ketegangan meningkat di Zephyria. Berita tentang penyakit Thorne menyebar luas, dan rakyat mulai meragukan kemampuannya untuk memimpin mereka melalui perang. Sementara itu, pasukan Zephyria yang berusaha mengamankan Batu Takdir dan Elysium mengalami kekalahan demi kekalahan, seolah-olah musuh tahu setiap langkah mereka.

Di tengah kekacauan ini, kelompok pemberontak yang dipimpin oleh Lyra melancarkan serangan mendadak terhadap istana. Mereka berhasil menembu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengendali Sistem Terkuat   1000. KIAMAT DI DIMENSI BATAS(Season 5 end)

    Gemuruh dari runtuhnya pilar-pilar batu kuno belum sepenuhnya reda saat atmosfer di dalam Dimensi Batas Kegelapan berubah menjadi medan pembantaian energi murni. Tempat yang tadinya merupakan aula takhta Kaelen kini telah kehilangan struktur fisiknya; lantai pualam hancur melenyap, menyisakan ruang hampa berujung lautan energi yang bergolak dahsyat. Kaelen—Penguasa Besar Ranah Atas—tertawa histeris di tengah amukan angin hitam. Mahkota duri keemasannya meletupkan pecahan kristal kegelapan, sementara jubah tenun bayangannya terkoyak memancarkan Aura Keabadian Kelam. "Hahaha! Luar biasa! Penggabungan roh sistem dan Esensi Tujuh Api Suci!" Kaelen merentangkan kedua tangannya. Dari balik punggungnya, delapan lengan bayangan raksasa mencuat keluar, masing-masing memegang senjata pusaka tingkat Dewa. "Kau pikir menyatu dengan roh itu cukup untuk menjatuhkanku, Martis?! Aku telah bertakhta di Ranah Atas selama sepuluh ribu tahun!" "Sepuluh ribu tahunmu..." suara Martis bergema, bergulu

  • Pengendali Sistem Terkuat   999. PELEBURAN SANG SISTEM

    "Maafkan aku, Martis..." bisik Ririn dengan nada suara yang teramat lembut. "Aku terlampau menikmati wujud manusia ini sampai-sampai aku lupa... bahwa aku bukanlah makhluk lemah yang bisa disandera oleh serangga-serangga ini." "Apa yang kau bicarakan?!" Kaelen menyipitkan matanya, merasakan ada gejolak gelombang data dan frekuensi asing yang mendadak meletup dari dalam tubuh Ririn. Martis yang berdiri kaku mendadak tertegun. Matanya membelalak saat menyadari apa yang akan dilakukan oleh Ririn. "Ririn, jangan—!" "Terima kasih telah membawaku melihat dunia ini dengan wujud seorang manusia, Martis," pangkas Ririn seraya tersenyum paling manis yang pernah ia ukir. "Tapi tempat terbaikku... adalah di dalam dirimu." Tring! Tring! Tring! Tring! Suara lonceng mekanis bergema nyaring secara beruntun di dalam ruang jiwa semua orang di aula tersebut. Seketika itu juga, wujud fisik Ririn mulai mengabur. Daging, darah, dan pakaian tempurnya meluruh, berubah menjadi jutaan partikel cah

  • Pengendali Sistem Terkuat   998. TARUHAN DUA JIWA

    "Martis!" jerit Ririn saat dua orang kepercayaan Kaelen—prajurit berzirah baja hitam dengan topeng tanpa wajah—muncul dari balik bayangan dan menancapkan belati beracun tepat di leher Ririn dan Estias. Segel sihir merah darah langsung menyala di kening Ririn dan Estias, mengunci aliran meridian dan wadah jiwa mereka sepenuhnya. Hanya dalam hitungan detik, dua kawan terbaik Martis telah sepenuhnya berada di bawah kendali cengkeraman mati pengawal Kaelen. Martis menghentikan langkahnya. Matanya menyipit tajam, pendaran emas di dalam pupilnya membara seketika. "Kaelen... kau menggunakan cara licik ini di hadapanku?" "Licik?" Kaelen bersandar santai di takhtanya, mengamati reaksi Martis dengan tatapan puas. "Dalam perang di tingkat tertinggi, tidak ada istilah licik, Martis. Yang ada hanyalah kemenangan. Belati di leher kawan-kawanmu dilapisi oleh Ekstrak Jiwa Hampa. Satu dorongan kecil saja dari pengawalku, maka jiwa mereka berdua akan hancur menjadi debu dan tidak akan pernah bisa

  • Pengendali Sistem Terkuat   997. LELEHAN EMAS KEMURKAAN

    Martis telah berada tepat di hadapan Draven. Ia tidak menggunakan senjata apa pun. Tangan kanan Martis yang diselimuti Api Suci Merah Keemasan menghantam langsung mata sabit hitam milik Draven. CRASHHH! Sabit Pemutus Jiwa yang legendaris itu—senjata yang baru saja merobek zirah batu Estias—hancur berkeping-keping menjadi ribuan serpihan logam tak berguna! "Senjataku?!" jerit Draven penuh horor. Belum sempat Draven melompat mundur, tangan kiri Martis melesat mencengkeram wajah Draven dengan cengkeraman besi yang membara. Api keemasan langsung membakar wajah dan helm zirah Draven, memicu jeritan histeris dari mulut sang panglima kegelapan. "AARRGGHHH! PANAS! AMPUNI AKU!" "Ampun?" Martis menatap Draven dengan mata emasnya yang dingin tanpa rasa kasihan sedikit pun. "Saat kau melukai Estias, kau sudah menyerahkan hakmu untuk bernapas di dunia ini." Martis menghantamkan tubuh Draven ke tanah dengan kekuatan yang sanggup meratakan gunung! BAMMM! BAMMM! BAMMM! Lantai pualam

  • Pengendali Sistem Terkuat   996. DARAH SANG PENJAGA

    Pintu kristal raksasa yang retak itu hancur berkeping-keping menjadi debu berkilauan saat Martis melangkah melewatinya. Di dalam Istana Astral, cahaya siang seketika lenyap, digantikan oleh kegelapan pekat yang membekukan darah. Bau amis kuno dan uap racun menyengat hidung, menempel pada pilar-pilar batu pualam yang menghitam akibat paparan energi gaib selama ribuan tahun. Di ujung aula raksasa yang membentang luas, berdiri sebuah altar batu hitam bercorak segel raksasa. Di atas altar itu, melayang sebuah pusaran energi berwarna merah darah yang berputar perlahan—Gerbang Batas Kegelapan. "Tempat ini... energinya terasa sangat menekan," bisik Ririn seraya merapatkan diri di samping Martis. Cahaya hijau zamrud dari energi penyembuhnya berpendar tipis di sekeliling tubuhnya untuk menghalau hawa beracun yang merayap. Estias melangkah maju, membentangkan dadanya yang tegap sambil mengayunkan tinjunya hingga udara berderum. "Jangan khawatir, Ririn. Selama aku ada di sini, tidak akan a

  • Pengendali Sistem Terkuat   995. SERBUAN KE ISTANA ASTRAL(2)

    Ririn menghela napas panjang, menatap Martis dengan tatapan pasrah. "Haruskah aku membawa Estias terbang menggunakan selendang energiku?" "Jangan!" potong Estias cepat dengan wajah agak pucat. "Selendang tipismu itu kalau menahan bebanku pasti langsung robek. Aku tidak mau mati konyol hanya karena jatuh dari langit!" Martis mendengus geli. "Tenang saja. Aku punya cara yang lebih cepat. Dan kau, Estias... kau akan menjadi peluru kita." sepuluh menit kemudian, mereka bertiga sudah berdiri di atap Kedai Bintang Perak. Martis memejamkan mata, memanggil esensi Api Suci Merah Keemasan dan Api Suci Biru Lautan. Kedua energi yang bertolak belakang itu mengalir ke telapak tangannya, membentuk sebuah piringan api raksasa menyerupai meriam peluncur gaib. "Tunggu, Martis! Jangan bilang kau mau..." Estias menatap piringan api di bawah kakinya dengan mata membelalak horor. "Pegang erat-erat, Estias," ujar Martis seraya merengkuh pinggang Ririn dengan tangan kirinya. "Ini akan sedikit berg

  • Pengendali Sistem Terkuat   842. Mengajari Martis

    Jendral Salim sebenarnya sudah menduga bahwa hal ini pasti akan terjadi. 'Anakku ini, rasa percayanya pada seseorang sangat hati-hati. Aku tak habis pikir, setelah Ibunya meninggal, sikapnya jadi seperti ini. Apa yang harus aku lakukan agar ia kembali seperti dulu lagi?' Sambil menatap langit, Jend

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   837. Misi

    Martis dan Gozil melihat bahwa Edmiral Kaziru berhasil menahan serangan yang Gozil lakukan. Melihat itu, Gozil sangat frustasi. Matanya melotot dan ia mengeraskan rahangnya lalu berteriak, "Jangan remehkan kekuatan Ras Naga...!" Gozil pun kembali membuka mulutnya berniat sekali lagi menembakkan bola

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   849. Huruf D

    Pertemuan Martis dengan Raja Garza sangat memberikan keuntungan bagi kedua pihak. Dari Martis, ia merasa untung karena akhirnya mendapatkan tempat yang sangat cocok untuknya betlatih meningkatkan kekuatannya. Sedangkan dari Kerajaan Garza, mereka merasa untung karena sejak kabar berita tentang Marti

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   871. Pusaka Sakti

    Phynoglip merah muda yang merasa sedikit kesal pada Martis mejelaskan apa yang terjadi. Rupanya, Phynoglip merah muda tidak mau keberadaannya diketahui oleh orang lain selain Freya dan Alpha. Namun Martis bertanya-tanya, "Apakah Freya dan Alpha juga melupakanmu?" Entah mengapa, pertanyaan Martis in

    last updateLast Updated : 2026-04-03
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status